Something different

Something different
Mike bertemu William



Pagi ini William enggan beranjak dari tempat tidurnya, semalaman dia memikirkan masalahnya dengan Dhea, dan belum sempat sedikitpun dia memejamkan matanya.


" Paulaaaa...!! Sialan wanita itu benar benar sudah membuatku muak, ternyata perkiraan Daniel benar, begitu cepat dia mengetahui hubunganku dengan Dhea. Dhea.....ahhh aku benar benar bisa gila jika kehilangannya ", gumam William.


" Aku harus menemuinya pagi ini, dan menjelaskan semuanya pada dia ".


Kemudian William segera beranjak dari tempat tidurnya, mandi sebentar kemudian berganti pakaian, dan langsung memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia ingin segera tiba di depan rumah Dhea.


Saat tiba di sana, ternyata Dhea baru saja keluar dari flatnya dan bertemu William di depan.


" Kau lagi ? mau apa kau menemuiku Will ?"


" Dhe, aku mohon maafkan aku, aku benar benar tidak tau dengan semua ini, bahkan dia baru kemarin mengatakannya padaku ".


" Hhhh...sudahlah Will, aku tidak butuh penjelasanmu, yang kuinginkan sekarang kamu pergi dari hadapanku, itu saja titik ".


" Minggirlah ", kata Dhea sambil mendorong tubuh William yang menghalangi jalannya ".


Dhea setengah berlari menuju halte, dan segera naik ke atas bus yang lewat di depannya.


" Dheaaaaa.......", teriak William.


Namun tubuh Dhea telah hilang di dalam bus yang mengantarnya ke kampus.


" Paula...!!!! Aku harus menemui wanita sialan itu ", gumam William lalu segera memacu kendaraannya menuju apartemen Paula.


Tak berapa lama William telah sampai di depan apartemen Paula, dia segera masuk ke dalamnya. Saat tiba di depan kamar Paula, William langsung mengetuk pintu. Tak lama kemudian Paula membukanya.


" Hhhmmm tumben pagi pagi kau kemari Will ?"


William langsung mendorong tubuh Paula dan memaksa masuk ke dalamnya.


" Kau bicara apa dengan Dhea ?"


" Dhea kekasihmu itu ?"


" Bukan urusanmu dia kekasihku atau bukan ".


" Hahaha kenapa kau sepanik ini William ? bukankah sebentar lagi kau harus menikahiku ? dan sudah waktunya kau harus mulai melupakan dia. Aku hanya membantumu untuk memberitahukan gadis itu tentang kenyataan sebenarnya ".


" Tapi bukan hakmu untuk mencampuri urusanku !" Bentak William.


" Siapa bilang bukan hakku ? kau calon ayah dari bayi yang kukandung? dan itu berarti aku berhak untuk menyingkirkan semua halangan yang bisa mengancam kebahagian kita nantinya ".


" Kebahagiaan apa ? aku bahkan belum mengiyakan untuk menikahimu !!"


" Tapi kau harus melakukannya William, jika tidak aku tidak pernah main main dengan ancamanku ", kata Paula sambil melotot ke arah William.


" Kau memang wanita jalang Paula ".


" Hahaha kau sama saja sedang memperolok dirimu sendiri, bahkan dulu wanita jalang ini selalu kau kejar kejar hanya untuk menikmati tubuhku bukan ? Kau itu sama bejatnya dengan aku William, jadi jangan berlagak sok suci !! "


" Hhhhh menyesal aku mengenalmu ", kata William sambil pergi meninggalkan Paula.


" Hei...jangan terlalu lama kau untuk mengurus pernikahan kita, sebelum perutku ini semakin membesar hahaha ", teriak Paula sambil terbahak bahak.


" Wanita brengsek !!" Gerutu William sambil terus berlalu dan tanpa menengok sedikitpun.


William segera memacu kendaraannya, dan kembali ke rumahnya. Hari ini dia sangat malas untuk pergi ke kantor. William segera masuk ke kamar dan membaringkan tubuhnya di atas kasur.


" Shit...wanita itu benar benar brengsek ". Gumam William sambil terus mengumpat Paula tiada habisnya.


Tiba tiba handphonennya berdering.


" Hallo Mike ".


" Hallo Will, kau ada di mana sekarang ?"


" Aku sedang di rumah Mike. Ada apa ?"


" Aku ingin bertemu denganmu, ada sesuatu yang ingin kubicarakan ".


" Kemarilah, aku tunggu di rumah ".


Kemudian Mike segera menutup telfonnya. William segera beranjak dari tempat tidurnya. Dia berjalan dan duduk di sebuah sofa besar yang terdapat di dalam kamarnya. Dia memperhatikan pemandangan luar melalui jendela kacanya.


Tak lama kemudian, terdengar pintu kamarnya diketuk seseorang. William kemudian berjalan untuk membukakannya.


" Hai Will ".


" Hai Mike, cepat sekali kau sudah tiba di sini ?"


" Ya aku tadi sudah di jalan saat menelfonmu ".


" Apa yang sedang kau lakukan dengan mengurung diri di dalam kamarmu ini ?" Tanya Mike sambil berjalan masuk ke kamar William, lalu membuka lemari es dan mengambil sebotol minuman dingin di dalamnya. Kemudian Mike duduk di sofa, William mengikutinya dan duduk di sebelahnya.


" Aku sedang malas ke kantor Mike ".


" Ya aku tau ".


" Kau tau apa ?"


" Aku bertemu dengan Dhea lagi semalam ".


" Hhhhhh biasa sajalah jangan terlalu histeris seperti itu ".


" Ya...aku hanya mengkhawatirkan keselamatannya ".


" Kau ini perduli dengannya, tapi kenapa tega menyakitinya ?"


" Maksudmu ?"


" Kau membohonginya kan ?"


" Membohongi apa Mike ?"


" Sudahlah jangan berpura pura, semalam Dhea sudah cerita semua tentangmu. Aku bertemu dia di taman kota ".


" Di taman kota ? Sendiri ?"


" Ya dia sedang duduk sendirian, katanya baru saja pulang kerja ".


" Dia meninggalkanku semalam, dan tidak mau kuantar pulang ".


" Jelas saja dia tidak mau kau antar pulang, karena dia kecewa padamu, kau telah menghamili wanita lain bukan ?" Tanya Mike tanpa basa basi.


" Siapa wanita itu Will ?"


" Paula Mike ".


" Paula wanita yang pernah kau kenalkan padaku saat di bar itu ?"


" Ya Will ".


" Gila wanita seperti itu kau hamili ? Walaupun aku hanya melihatnya sesaat, tapi aku tau dia bukan wanita baik baik ".


" Benar Mike, dia memang wanita brengsek ".


" Lalu kenapa dia bisa hamil ?"


" Kejadiannya satu bulan yang lalu, malam itu aku minum banyak sampai mabuk, dan aku tidak tau dia mengantarku ke rumah ini, aku menyangka dia itu Dhea sehingga kami berdua berhubungan badan ".


" Dan kau tidak menggunakan pengaman ?"


" Ya ".


" Lalu dia hamil ?"


" Benar Mike ".


" Hahhhh kau ini bodoh sekali, aku baru saja hendak menceraikan wanita brengsek seperti Jessy, kau justru malah mau mengulangi kesalahanku ".


" Itulah Mike yang aku bingung saat ini. Dia menuntutku untuk menikahinya, padahal Aku sudah menawarkan untuk menanggung semua biaya kehamilan serta kehidupan anakku kelak ".


" Dan dia tidak bersedia kan ?"


" Ya, dia justru mengancamku ".


" Hahaha tentu saja Will, yang dia inginkan itu hartamu, kau bodoh sekali ".


" Tapi kau harus tetap menikahinya Will, itu sudah tanggung jawabmu ".


" Ya Mike, mungkin dia sudah jodohku. Tapi aku benar benar tidak bisa kehilangan Dhea ".


" Kau jangan egois Will, dia itu berhak bahagia, kau jangan menghalang halanginya. Sedangkan kau sendiri tidak mampu untuk membahagiakannya ".


" Ya, aku benar benar pria yang mengenaskan, hidupku telah hancur dengan sempurna Mike ", kata William sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.


" Sudahlah, kau jangan terus menyesalinya. Kau harus segera mengabari papa tentang berita ini, sebelum wanita itu berbuat lebih lanjut. Bukankah kau tidak ingin mempermalukan nama keluarga kita ?"


" Ya Mike, besok aku akan menemui papa ".


" Bersabarlah Will, mungkin ini memang sudah jalan hidupmu ", kata Mike sambil memegang bahu William.


William hanya terus terusan meratapi nasibnya sendiri, menikah dengan orang yang tidak pernah dicintainya. Bahkan sangat dibencinya.


Sepeninggal Mike, William segera memanggil salah seorang pegawainya.


" Iya tuan anda memanggil saya ?"


" Ya, mulai sekarang aku ingin kau mengawasi gadis itu, ingat jangan pernah lalai, karena mulai sekarang aku tidak bisa lagi mendampinginya seperti biasa. Dan satu lagi jangan membuatnya curiga, lakukan dari jauh, sehingga tidak membuatnya takut. Kau paham itu ?"


" Ya tuan saya paham ".


" Kau sekarang berangkatlah, karena sebentar lagi dia pulang dari kampusnya. Nanti aku akan beritahu jadwal kepergiannya setiap hari ya ?"


" Ya tuan, kalau begitu saya permisi dulu ".


" Silahkan, ingat jangan sampai dia tau ya ".


" Iya tuan ".


Kemudian pegawai itu keluar dari kamar William, lalu William kembali merebahkan diri di kasur, walaupun matanya sedikitpun tidak bisa terpejam, namun seharian ini dia enggan untuk meninggalkan kamarnya.