Something different

Something different
Pesta



William sesekali melirik Dhea sambil mengemudikan mobilnya. Dhea merasa bahwa William terus memperhatikannya, dan dia lalu membuang pandangan ke samping kaca tempat duduknya.


" Dhe....".


Dhea mengalihkan tatapannya ke arah William.


" Pasti bahagia sekali ya laki laki yang bisa memilikimu ".


" Kau menilainya darimana ?"


" Aku tau, sebenarnya kau ini wanita yang sangat baik , yahhh walaupun sedikit judes denganku ".


" Baik darimananya ? bahkan aku selalu ketus denganmu, tidak seperti wanita wanitamu dulu yang selalu bermuka manis saat di hadapanmu ".


" Tapi kau lebih jujur dari mereka ".


" Memangnya mereka berdusta padamu ?"


" Ya aku tau, mereka hanya kebahagiaan sesaatku dan hanya mengambil keuntungan dariku ".


" Keuntungan apa maksudmu ?"


" Hubungan badan dan kepuasan !!! kau paham kan ".


" Bukankah itu juga yang kau cari dari mereka ?"


" Ya....semenjak Jessy meninggalkanku, aku tidak percaya lagi dengan yang namanya cinta, persetan dengan semuanya itu !!"


" Lalu ?" Tanya Dhea, dia mulai tertarik dengan cerita William, pasti ada rahasia besar dalam hidupnya, sehingga laki laki ini bisa berubah.


" Aku dan Jessy dulu sempat menjalin hubungan selama 5 tahun ".


" Ehhmm ", jawab Dhea singkat.


" Aku sangat setia dengannya, apapun kemauannya aku turuti, bahkan aku seperti keledai bodoh yang selalu mengikuti kemauannya ".


" Apakah dia cinta pertamamu ?"


" Bukan ? tapi dengannya aku mengerti arti cinta yang sesungguhnya, dimana kita benar benar berani berkorban untuknya ".


" Lalu ?"


William menarik nafasnya, seperti hendak menepis kenangan buruk bersama wanita itu.


" Aku tidak pernah menyangka, ternyata kepercayaanku dia sia siakan. Padahal aku sudah sangat berkorban banyak untuknya, dan mempunyai mimpi untuk membangun keluarga dengannya. Ternyata semuanya musnah, aku tidak tau penyebabnya. Mungkin dia bosan dengan caraku mencintainya, atau bahkan mungkin dia merasa kurang puas dengan apa yang telah kuberikan padanya ".


" Bukankah saat bersamanya kau sudah kaya ?"


" Belum sekaya sekarang, karena saat itu usiaku masih di bawah 25 ".


" Setelah itu ?"


" Dia meninggalkanku begitu saja tanpa alasan, dan yang aku tau kemudian dia sudah jalan dengan laki laki yang lebih tua dariku dan mungkin lebih mapan. Semenjak itu aku jadi gila kerja, apapun kulakukan demi untuk memajukan perusahaanku. Dan seperti yang kau lihat sekarang hidupku bergelimang harta ".


" Dan kau tidak punya cinta ".


Tiba tiba William menghentikan mobilnya, dan diam sesaat, kemudian memandang Dhea.


Dhea hanya terdiam sambil melihat reaksi William selanjutnya.


" Bukan tidak punya cinta Dhea, tapi tidak percaya cinta, hingga kemudian aku mengenalmu dan aku baru percaya bahwa cinta itu benar benar ada ".


" Mak...maksudmu ???" Tanya Dhea gugub. Dia sangat terkejut mendengar laki laki ini berbicara seperti itu padanya


" Aku itu mencintaimu Dhea, apakah kau tidak pernah merasakannya ? Bahkan kepalaku seperti mau pecah setiap kali memikirkanmu. Mengapa kau tidak pernah mau melihat kesungguhanku padamu ? bahkan kau terus melihat keburukanku. Apakah semua yang kulakukan saat ini belum cukup untuk membuktikan itu semua ?"


Tiba tiba tubuh Dhea seperti tidak mampu bergerak sedikitpun, tatapan mata elang William seolah sedang menghipnotisnya. Kemudian William mendekatkan wajahnya ke wajah Dhea, jarak William yang begitu dekat membuat Dhea bisa mendengar tarikan nafasnya. Jarak mereka mungkin hanya tinggal beberapa senti saja, dan Dhea baru menyadari saat bibir William sudah menyentuh bibirnya. Dhea segera mendorong tubuh William untuk menjauhinya. William segera tersadar bahwa apa yang dilakukannya saat ini sangat tidak disukai oleh Dhea.


" Ma..maafkan aku Dhe, aku terlalu terbawa suasana, aku tidak menyadarinya ", kata William.


" Lupakanlah, dan jangan pernah kau ulangi lagi. Ayo kita pergi !!" kata Dhea.


William kemudian menjalankan kembali mobilnya. Dada William masih saja berdebar hebat, dan dia tidak pernah segrogi ini saat hendak mencium seorang wanita. Dia terus mengutuk kebodohannya, padahal dia ingin Dhea mempercayai ketulusannya, dan dia takut karena kejadian ini dia justru akan menjauhinya.


Sementara itu Dhea begitu terkejut dengan kejadian yang baru saja dia alami, baru kali ini ada laki laki yang berani berbuat seperti itu padanya.


" Bodohnya aku, seperti wanita murahan saja. Setelah ini pasti William akan merasa kegirangan karena taktiknya untuk merayuku hampir berhasil...bodoh bodoh bodoh...!!!" teriak Dhea dalam hati.


Sepanjang jalan mulut William dan Dhea seperti terkunci. Tidak ada satupun kalimat keluar dari bibir mereka, dan seperti hanya ingin bercengkrama dengan perasaannya masing masing.


Tak lama kemudian mobil William berhenti pada sebuah gedung yang terlihat megah. Berbagai mobil berderet rapih di depannya.


"Ayo Dhe turun ", Ajak William.


Dhea kemudian membuka pintu sampingnya dan beranjak turun. Lalu berjalan di samping William. Pesta itu amat meriah dengan hiasan lampu di mana mana. Dhea melihat dua orang mempelai yang sedang berdiri bersama beberapa orang tamu.


" Ayo Dhe kita temui pasangan pengantin itu dulu ".


Dhea terus mengikuti William.


" Hai William ".


" Hai Joe, akhirnya kau menikahinya juga. Selamat ya semoga hidup kalian berdua bahagia ", kata wiliam sambil memeluk Joe dan juga mencium pipi istrinya.


" Hei siapa wanita di sampingmu ini ?"


" Hei kenapa rupanya ?"


" Karena dia milikku, dan kali ini spesial ". bisik William.


" Kau ini...baru tau aku bisa seposesif ini kau dengan wanitamu ". Balas Joe.


" Hahaha karena aku baru akan memulainya lagi teman ". bisik William lagi.


" Ya ya ya semoga tidak mengecewakanmu seperti yang dulu hahaha ".


" Sudahlah jangan kau bahas dia lagi ".


Dhea hanya tersenyum mendengar dua orang sahabat itu berbisik bisik, dan dia tau bahwa dia sedang jadi bahan obrolan mereka berdua.


" Ok kalau begitu nikmati pesta ini teman, jangan sungkan sungkan ".


" Ya Joe aku kesana dulu ".


" Silahkan Will ".


William kemudian mengajak Dhea ke tempat yang sedikit sepi dan jauh dari sound system, sehingga alunan musik yang menggema di ruangan itu tidak memekakkan gendang telinga mereka berdua, namun sebelumnya mereka mengambil 2 gelas minuman ringan dulu.


" Dhe aku ambilkan makanan ya untukmu ? kau mau apa ?" Tanya William setelah mereka duduk di sebuah kursi.


" Makanan ringan saja Wil ".


" Oke tunggu di sini ya ?"


Dhea mengangguk. Kemudian William berjalan untuk mengambil makanan yang letaknya sedikit jauh dari tempat duduk mereka. Tak lama William telah kembali menuju ke tempat Dhea. Dhea hanya memperhatikan tubuh William yang berjalan ke arahnya. Dia melihatnya dari atas hingga ke bawah.


Laki laki itu sebenarnya sangat sempurna mulai dari wajahnya hingga tubuhnya. Bisa dibilang di atas rata rata, dan Dhea yakin jika laki laki ini dibawa ke negaranya, pasti teman temannya di sana akan berteriak histeris seperti sedang mengagumi seorang artis papan atas saja. Tiba tiba Dhea tersenyum sendiri membayangkan semua, dan William melihat itu.


" Hei kenapa kau tersenyum sendiri ? apa ada yang aneh denganku ?"


" Ohh tidak kau terlihat gagah ", jawab Dhea keceplosan.


" Upps....", Dia langsung menutup mulutnya.


" Hahaha kau tak perlu menutup mulutmu sayaangg...aku sudah mendengarnya. Terimakasih atas pujiannya, aku senang karena itu keluar dari mulutmu ". Jawab William menggoda Dhea.


" Tapi kau jangan terlalu percaya diri dan berharap lebih ".


" Tidak...aku selalu sabar menunggu hingga pintu hatimu terbuka lebar untukku sayang ".


" Hhhhh...mulai lagi dia ", gerutu Dhea.


William dan Dhea semakin larut dalam pesta itu. Tak lama kemudian William mengajaknya pulang.


" Ayo kita pulang Dhe, sudah malam ".


" Ayo ", jawab Dhea.


Setelah berpamitan pada kedua mempelai, kemudian mereka berdua keluar dari gedung tersebut dan pergi mengendarai mobil yang diparkirnya tadi.


" Dhe besok pagi aku akan menjemputmu, bilang pada temanmu itu jangan pernah mengantar atau menjemputmu lagi, jika tidak ingin aku berbuat lebih buruk dari itu ". Kata William saat sudah berada di belakang kemudi.


" Kau ini seharusnya tidak perlu melakukan itu semua Will, karena aku bisa pergi sendiri ".


" Tapi aku tidak mau melihat kamu naik kendaraan umum lagi ".


" Kenapa Will ? bukankah selama inipun aku selalu naik kendaraan umum dan baik baik saja ".


" Karena aku tidak mau wanitaku kesusahan lagi ".


" Naik kendaraan umum itu kau bilang hal yang menyusahkan ? Hahaha William William, makanya sekali kali kau turun ke jalanan, jadi kau bisa tau masih ada ribuan orang di sana yang lebih susah dari aku, bahkan untuk makanpun mereka kekurangan ".


" Sudahlah Dhe aku tau itu, intinya aku ingin selalu mengantarmu itu saja titik ".


" Hhhhh kau ini, itu salah satu sifatmu yang kubenci, keras kepala dan semaunya sendiri ".


" Karena kau tidak pernah seide denganku makanya kau bilang aku semaunya sendiri ".


" Ya, karena kau tidak pernah mau mendengarkan perkataanku dan selalu memaksakan kehendakmu ".


" Sudahlah Dhe, pokoknya besok aku jemput kamu oke, jangan diperpanjang lagi ".


Tak lama kemudian William sudah menghentikan mobilnya di depan rumah Dhea.


" Dhe ?"


Panggil William saat hendak turun. Dan Dhea menengok, tapi William tidak mengatakan apapun, hanya terus menatap wajahnya dengan kedua bola matanya.


" Kau mau bicara apa ? kenapa memandangku seperti itu ?" tanya Dhea.


" Aku hanya ingin merekam setiap detail wajahmu dalam ingatanku, karena malam nanti pasti akan terasa lebih membosankan tidak ada kamu di sampingku ", kata William serius seperti tidak ingin melewatkan kebersamaan mereka hari ini.


" Ah sudahlah kau sangat berlebihan, aku turun dulu ", kata Dhea kemudian, dan segera memalingkan wajahnya kembali.


Setelah itu dia berjalan turun dan naik ke dalam kamarnya.


Cinta memang buta, seorang Dhea yang begitu alimnyapun sempat terlena oleh manisnya cinta. Maka dalam agama kita tidak mengenal adanya pacaran, yang ada cuma taaruf, karena sesholeh-sholehnya orang kadang imannya bisa goyah juga jika setan sudah mulai beraksi. Hehehe....makanya hati-hati ya, lebih baik langsung nikah aja nggak usah pacaran daripada selalu bikin dosa. Tetep ikutin terus episodenya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™