
Dhea terkejut, dan berhenti seketika saat mendengar suara kaca yang begitu keras menghantam lantai. Dhea segera membalikkan badannya dan berlari untuk melihat apa yang sudah dilakukan William, sehingga sudah menimbulkan suara yang tiba tiba saja membuatnya mengurungkan niat untuk meninggalkan rumah itu. Ternyata tidak hanya dia saja yang terkejut, beberapa asisten rumah tangga Williampun berhamburan keluar.
Saat tiba di ruangan tadi, Dhea melihat William sedang berlutut memegangi jari jarinya yang berdarah. Dhea berdiri terpaku. Beberapa asisten rumah tangganya hanya memperhatikan tuannya itu dari jauh dan tidak berani mendekat. Mereka terlihat sedang berbisik-bisik satu sama lain. Namun pemandangan yang lebih mengejutkan Dhea lagi adalah, saat dia melihat ada Nyonya Christy yang berdiri dan memakai seragam yang sama dengan para asisten rumah tangga William.
" Nyonya Christy....???" Kata Dhea. Mata mereka berdua saling bertatapan.
William langsung mengangkat kepalanya saat mendengar suara Dhea. Dia baru tau bahwa Dhea kembali lagi ke rumahnya dan sedang berdiri mematung di hadapannya.
William langsung menengok ke belakang, dan melihat para pekerjanya itu sedang menatap dia dengan perasaan takut, terlebih nyonya christy. Dia baru sadar bahwa Dhea akan segera mengetahui rahasia yang disimpannya rapat-rapat selama ini.
William kembali menatap Dhea. Dhea masih berdiri terpaku seakan tidak percaya dengan pemandangan di depannya saat ini. Perlahan Dhea mendekati Nyonya christy yang terlihat sedang menunduk.
" Anda benar Nyonya Christy tetanggaku kan???" Tanya Dhea kembali menegaskan rasa ketidakpercayaannya.
" Ma...maaf nona." Jawab Nyonya Christy ketakutan.
" Dhe...Dhe...aku bisa menjelaskan semuanya padamu." Kata William sambil mendekati Dhea. Dia sudah tidak berduli dengan luka di tangannya yang terus mengucurkan darah segar.
" Will??? Sandiwara macam apa lagi ini? Jelaskan padaku Will? Jadi kalian selama ini benar benar sudah mempermainkanku kan? Jelaskan Wil...jelaskaaannn...!!!" Teriak Dhea, air mata yang sedari tadi ditahannya mulai tumpah.
" Aku tidak tau siapa yang harus aku percayai saat ini, aku seperti orang yang bodoh yang sengaja kau buat untuk bahan tertawaanmu kan???"
" Dhe...dengar Dhe...Dengarkan aku." Mohon William.
" Apa Will? Apa? Kau membohongiku apa lagi??? Kau jahat, kau keterlaluan, aku benci kamu Will, aku benci kamu....!!! Teriak Dhea sambil memukuli dada William yang sudah berdiri di depannya.
" Stop Dhe stooooppp....!!" Teriak William.
Dhea sangat terkejut, wajahnya berubah pucat, dilihatnya William seperti sudah habis kesabarannya untuk meredakan rasa marah Dhea.
" Stop Dhe, aku akan menjelaskannya padamu ya?" Kata William lagi nadanya berubah lembut, karena dia tau, dia baru saja menakuti wanita pujaannya itu.
" Dhe...dengar!!"
" Wanita itu dulu memang tetanggamu, sebenarnya dia adalah kepala asisten rumah tanggaku, akulah yang mengirimnya tinggal di samping kamarmu."
" Untuk apa Wil?"
" Aku ingin dia menjagamu, aku ingin dia senantiasa bisa menemanimu. Dan satu lagi, aku ingin dia mengorek semua informasi tentangmu. Walaupun akupun sudah meminta anak buahku yang lain untuk turut mengawasimu di luar."
" Lalu kenapa kau lakukan itu semua Will?"
" Karena aku itu sangat mencintaimu Dhe, aku begitu takut saat jauh darimu, saat tau kau selalu pulang malam hari sendirian dan selalu menolak jika kutemani. Aku mengkhawatirkan keselamatanmu."
Dhea diam saja dan hanya terpaku mendengar pengakuan dari William.
" Dan ada satu lagi rahasia besar yang kamu belum tau, dan aku harus mengatakannya padamu. Malam itu saat kau berada di kamarku, aku tidak pernah menyentuhmu sama sekali, bahkan satu helai rambutmupun aku tidak pernah melihatnya. Wanita tetanggamu inilah yang aku perintahkan untuk membuka seluruh pakaianmu, dan kubuat skenario seolah olah aku telah memperkosamu".
" Benarkah nyonya?" Tanya Dhea sambil menatap nyonya Christy.
" Iya nona, maafkan aku ", kata nyonya Christy sambil menunduk.
" Kau keterlaluan sekali William, kau telah membohongiku!!!"
" Maafkan aku Dhe! Maafkan aku!" Kata William sambil memegang kedua tangan Dhea.
" Kau tau kan waktu itu aku hampir mati karena memikirkan hal itu? Aku pikir aku telah hancur, dan aku merasa benar-benar wanita yang kotor", teriak Dhea.
" Maafkan aku sayang, karena aku tidak tau lagi caranya untuk bisa memiliki kamu, aku bahkan seperti orang gila yang setiap hari selalu mengikutimu kemanapun kamu pergi. Aku benar- benar mencintaimu Dhe, aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu Dhe, pleas jangan tinggalkanku aku, aku bisa mati dhe tanpamu!!"
" Kenapa kau tidak pernah percaya padaku? Apakah selama ini aku berbuat kurang ajar padamu? Apakah selama ini aku berani menyentuhmu? Tidak kan? Aku sangat menghargaimu. Itu karena aku takut kehilanganmu, karena aku tau kau sangat tidak menyukai hal tersebut.
Kata William lagi, matanya terlihat memerah.
" Dhe aku mencintaimu! Aku berjanji cuma kaulah yang akan menjadi satu satunya wanita dalam hidupku, percayalah Dhe!"
Dhea menatap William masih setengah tak percaya.
Namun tiba tiba hati Dhea seperti iba melihat kesungguhan sikap William.
" Nyonya Christy tolong ambilkan perban dan obat merah ." Kata Dhea. Wajahnya tidak lagi menatap William, namun beralih ke luka luka yang ada di tangan laki laki itu.
Mereka berdua sama sama diam seperti sedang ingin bercengkerama dengan perasaannya masing-masing.
" Ini nona." Kata Nyonya Christy sambil menunduk sopan.
Dhea membersihkan darah yang ada di tangan William. Air matanya tiba tiba kembali menetes dan jatuh di tangan William.
" Dhe!" Panggil William, sambil menyentuh dagu Dhea. Kepala Dhea terangkat ke atas.
Dhea menggelengkan wajahnya. Dan kembali menunduk untuk mengobati luka William hingga selesai.
" Dhe, lihat mataku!" Kata William sambil meminta Dhea kembali mengangkat kepalanya.
" Kau mau memaafkan kesalahanku kan?"
Dhea diam saja seperti mencari cari sebuah kebenaran di dua bola mata William yang biru itu.
" Kau bisa percaya kata- kataku kan?"
Dhea tetap diam saja dan tidak menjawab.
" Dhe apa yang harus kulakukan untuk menebus semua kesalahanku padamu? Katakan Dhe? Aku akan melakukannya asalkan kau mau memaafkanku?" Harap William memelas.
" Kamu tidak perlu melakukan apa-apa Will."
" Maksudmu? Kau tidak akan meninggalkanku kan?"
" Tidak Will."
" Lalu?" Tanya William, hatinya harap-harap cemas dengan kalimat yang akan diucapkan Dhea.
Dhea diam sesaat, kemudian menarik nafasnya panjang seolah ingin mengumpulkan kekuatan untuk mengucapkan kata kata.
" Will."
" Iya Dhe?"
" Cintai aku dengan tulus, jadikan aku satu satunya kekasihmu, dan jangan pernah menyakitiku lagi!" Kata Dhea sambil menatap William.
" Apa Dhe? Aku tidak salah dengar kan Dhe? Tolong katakan sekali lagi padaku!!" Kata William setengah tak percaya.
" Cintai aku dengan tulus Will, jadikan aku wanitamu satu satunya, dan jangan pernah duakan aku." Ulang Dhea.
" Benarkah sayang? Benarkah?" Teriak William girang.
Dhea hanya mengangguk sambil tersenyum.
" Ya Tuhaaannnn..Terimakasih..Terimakasih....!!" Teriak William sambil mencium kedua tangan Dhea.
" Lihatlah kalian semua...!! Akhirnya dia mau menerimaku, Dhea menerima cintaku...!!" Teriak William girang menunjukkan pada pegawai pegawainya yang berdiri sedari tadi di belakangnya.
" Sssttt....Will...Jangan seperti itu, aku malu!" Kata Dhea sambil menarik tangan William. William membalikkan tubuhnya menghadap Dhea lagi.
" Terimakasih sayang!! Bantu aku untuk memperbaiki semua masa laluku yang buruk. Bantu aku untuk membuatmu yakin bahwa aku serius denganmu, bantu aku Dhe!" Kata William sambil menatap Dhea penuh cinta.
" Ya Will, kita mulai semuanya dari awal, jangan ada lagi kebohongan."
" Iya Dhe, percayalah padaku."
" Dhe aku ingin memelukmu, bolehkah?"
" No no no...!! Jawab Dhea sambil tersenyum simpul dan menggelengkan kepalanya.
" Ahhhhh kau pelit sekali, sepertinya aku harus menikahimu agar bisa memelukmu sayang." Kata William.
Semua yang menyaksikan peristiwa itu ikut haru dan bahagia, terutama Nyonya Christy dia tersenyum lega melihat mereka berdua yang akhirnya bisa saling mencintai.
" Hehhhh...semoga kalian berdua bahagia!!" Bisik nyonya Christy.
Akhirnya sampai ke pisode ke 100...Pasti kalian tunggu tunggu moment ini kaaann??? Hehehe. Jangankan kalian, aku aja ikut geregetan dan pengen meluk Dhea, hehehe lebaiii.....πππππ€π€π€
Lagi lagi aku ucapin makasiiiih banget buat kalian yang masih setia baca novelku. Rasanya seneng banget kalau ada yang mengapresiasi karya kita, apalagi bisa buat kalian terhibur. Semoga tetap bisa mengambil sisi positif dari cerita ini ya, dan semoga pesan yang kusampaikan pada kalian semua bisa diterima dengan baik.
Satu lagi jangan lupa ya
* Like
* Koment...kl bisa kasih masukan yg positif agar bisa
lebih baik ke depannya.
* Follow akunku
*Jangan lupa share ya cos novel ini aku ikutin kontes, siapa tau semakin banyak yang baca dan vote nanti bisa menang hehehe.
Sekali lagi makasih ya...tunggu episode selanjutnya yang nggak kalah seruππππβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈπ₯°π₯°π₯°