Something different

Something different
Paula menemui Dhea



Siang ini sepulang dari kampus Dhea menunggu William di tempat biasa, namun orang yang ditunggunya belum juga muncul.


" Hmmm kemana dia ? tumben dia belum muncul dan tidak mengabariku, padahal tadi dia bilang akan menjemputku. Jika aku meninggalkannya pasti dia akan marah marah. Ahhh lebih baik kutunggu dulu saja dia di sini ", kata Dhea dalam hati.


Sudah hampir satu jam Dhea menunggu, namun William belum muncul juga. Namun kemudian ada sebuah mobil hitam mewah menghampirinya. Saat pengemudinya membuka jendela, terlihat seorang pria yang wajahnya mirip dengan William menghampirinya.


" Hei bukankah itu Mike adik William ? kenapa dia di sini ? apakah dia diminta William untuk menjemputku ?"


Sesaat kemudian Mike turun menghampiri Dhea.


" Hai nona bukankah anda kekasih kakakku, jika tidak salah namamu Dhea kan ?"


" Maaf bukan kekasihnya Tuan Mike, tetapi teman !!hanya teman !! tolong diingat ya ?"


" Hahaha ya maaf kalau begitu, ternyata anda masih mengingat namaku ?"


" Ya, karena aku belum terlalu tua untuk menjadi pelupa tuan ".


" Ya ya ya...panggil saja aku Mike ya ".


" Oh ya kenapa kau sendirian di sini ? kau sedang menunggu seseorang ?"


" Ya, aku menunggu kakakmu, sudah satu jam yang lalu aku menunggunya, tapi dia belum muncul juga ".


" Kenapa kau tidak menelfonnya ?"


" Hahaha biar saja, justru aku senang sekali jika bisa pulang sendiri tanpanya ".


" Kalau begitu biarkan aku saja yang mengantarmu pulang ya ?"


" Oh tidak, lebih baik aku pulang sendiri saja ".


" Aku permisi dulu ya ".


" Benar kau tidak mau naik mobil bersamaku ?"


" Tidak Mike, pergilah...", kata Dhea kemudian dia segera berlalu dari hadapan Mike.


Mike hanya memandang kepergiannya sambil tersenyum.


Sesaat kemudian dia menelfon William.


" Hallo Mike ada apa menelfonku ?"


" Kau sedang di mana Will ?"


" Aku sedang di kantor bersama Daniel. Ada apa rupanya ?"


" Kau sepertinya sudah melupakan sesuatu, lihat arlojimu ? kau baru saja membiarkan seorang wanita menunggumu sendirian di pinggir jalan dengan cuaca sepanas ini ".


" DHEA....??? Ya ampun bodohnya aku, kenapa aku bisa melupakannya ??"


" Terlambat Will, dia baru saja naik bus 5 menit yang lalu ".


" Kenapa kau tidak mengantarnya tadi ?"


" Jika dia bersedia, pasti saat ini aku tidak menelfonmu ".


" Ya sudah aku harus bertemu pengacaraku untuk untuk mengurus perceraianku dengan Jessy ". Kata Mike kemudin, lalu telfonpun ditutup.


" Kenapa Will ?"


" Dhea bertemu Mike di depan kampusnya. Karena asyik mengobrol denganmu aku lupa untuk menjemputnya. Seharusnya satu jam yang lalu aku sudah ada di sana ".


" Hahaha kau ini, sepertinya kau benar benar jatuh cinta padanya, sehingga lupa menjemputnya saja kau bisa sepanik ini ".


" Dia itu sudah merubah hidupku An. Dia sering sekali mengingatkanku akan banyak hal. Dan aku yakin dia wanita terbaik untukku ".


" Ya aku tau Will, tapi ingat kau harus mulai konsentrasi menjaga sikapmu di depan Paula, jika tidak ingin hubunganmu dengan Dhea terusik ".


" Hhhh Paula, aku akan mencari cara untuk menghentikan semua itu ".


Sementara Dhea sedang menikmati kesendiriannya di dalam bus, karena semenjak kemunculan William, dia sudah jarang sekali naik kendaraan umum. Namun tiba tiba saja dia teringat laki laki itu.


Tak lama bus telah berhenti di halte dekat tempat tinggalnya, dengan berjalan sebentar, maka Dhea sudah tiba di depan flatnya.


Baru saja dia tiba di depan kamarnya dan hendak mengeluarku kunci pintu dari dalam tasnya, tiba tiba handphonenya berdering. Maka diurungkannya untuk membuka pintu, namun segera mengambil handphone yang ada di dalam saku bajunya.


Ternyata William yang menelfonnya.


" Hallo Dhe ".


" Iya hallo ".


" Dhe maaf sekali aku lupa menjemputmu tadi ".


" Tumben kau lupa ?"


" Iya tadi ada Daniel di kantorku, dan kami keasyikan ngobrol ".


" Wanita lagi ??" Selidik Dhea.


" Bukan Dhe, kami membahas pekerjaan ", kata William berdusta.


" Jangan marah ya Dhe, aku benar benar tidak sengaja ".


" Aku tuh justru senang kau tidak menjemputku, tapi aku sedikit sebal kau tidak menelfonku, seharusnya sekarang aku sudah tidur nyenyak di kasurnya, dan bukan baru datang seperti ini ".


" Iya iya Dhe, maaf ya ".


" Iya aku maafin, sudah aku mau masuk kamarku dulu ".


" Iya Dhe, tapi nanti sore aku akan mengantarmu ke tempat kerja ya ?"


" Tapi jangan lupa lagi seperti tadi, jika kau lupa aku tidak akan memaafkanmu, karena aku paling benci menunggu ".


" Tapi aku tidak pernah benci menunggumu mencintaiku Dhe ", kata William sambil tertawa.


" Aaaaahhhhhh....terserah apa katamu ", kemudian Dhea segera menutup telfonnya dan masuk ke kamarnya. Sedangkan William masih saja tersenyum karena baru saja menelfon Dhea, William selalu lupa segalanya jika sedang ngobrol dengan Dhea, begitupun saat ini, dia lupa bahwa Paula sedang memikirkan cara untuk memaksa William menikahinya.


Saat William pulang dari mengantar Dhea di tempat kerjanya, ternyata diam diam Paula mengikuti mereka, dan menghentikan mobilnya tidak jauh dari tempat Dhea turun. Sesaat kemudian William meninggalkan tempat kerja Dhea.


" Oohhh jadi ternyata Dhea yang kau sebut sebut namanya saat mabuk malam itu adalah wanita penjaga kasir ini, hingga sampai membuatmu tergila gila William. Hhhh...sudah kuduga, dulu kau begitu membelanya saat aku bertengkar dengannya ? rupanya kau menyimpan rasa padanya. Lihat saja kau akan tau apa yang kulakukan untuk menghentikan ini semua !!"


Sepeninggal William Paula segera menjalankan mobilnya, dan kemudian menghentikannya tepat di depan toko Dhea. Lalu dia segera turun, dan memanggil Dhea yang terlihat baru saja melewati pintu masuk dan belum sempat menutupnya.


" Dhea...!!" Teriak Paula memanggilnya.


Dhea menengok, dan sangat terkejut saat tau yang memanggilnya adalah wanita yang dulu sempat akan membuatnya celaka.


" Kau lagi, kenapa kau kemari ? belum puas dulu kau hampir membuatku celaka ?"


" Hhhhhh...aku hanya ingin memberitahumu saja, jauhi William, sebentar lagi dia akan jadi suamiku, karena aku hamil ".


" HAMIL...???"


" Ya, apakah kau tidak percaya, aku bisa memberikan bukti bukti ini ".


Kemudian Paula memberikan surat keterangan dokter yang bertuliskan namanya, dan menjelaskan tentang kehamilannya.


Dhea membelalakkan matanya seperti tak percaya.


" Hhhh...ternyata laki laki itu tidak pernah berubah ", gerutu Dhea.


" Kau percaya kan sekarang, dan aku minta jangan pernah lagi berhubungan dengannya paham ???"


" Hahaha...kau pikir selama ini aku senang berhubungan dengannya ? Jangan salah paham nona, dialah yang mengejar ngejarku. Justru dengan senang hati aku akan menjauhinya, tapi ingat !!! tolong kau jaga dia untuk tidak menemuiku lagi, karena aku tidak bisa menjamin dia akan berhenti menghubungiku jika kau tidak melarangnya ". Jawab Dhea ketus.


" Hhhhh wanita sombong, aku jamin cepat atau lambat dia akan melupakanmu ".


" Hahaha lebih cepat lebih bagus, dan hidupku akan kembali merdeka. Jika sudah selesai silahkan anda pergi, karena aku harus segera bekerja ".


Kemudian Dhea segera meninggalkan Paula yang berdiri di depan tokonya sendirian, dan masuk ke dalam.