Something different

Something different
Perjalanan menuju kantor



" Selamat pagi sayang, bangun yuk, sudah siang!" Kata William sambil mencium pipi istrinya.


" Kau sudah mandi sayang?" tanya Dhea yang mencium aroma wangi sabun mandi keluar dari tubuh William.


" Kau bilang setelah sholat subuh dilarang tidur lagi, justru sekarang kau sendiri yang tidur lagi." Kata William sambil membantu Dhea bangun, kemudian duduk di atas kasur di belakang istrinya. Dhea menyandarkan tubuhnya pada dada William.


" Iya, cuaca di sini membuatku ingin tidur lagi sayang."


" Apakah kau masih merasa lelah?"


" Tidak sayang kenapa?"


" Hari ini aku ingin mengajakmu ke kantorku, kau mau? bukankah kau belum pernah berkeliling-keliling melihat suasana di kantor suamimu ini?"


" Ya aku mau. Dulu kau pernah mengajakku, tapi hanya mengurungku di dalam ruanganmu saja." Gerutu Dhea sambil memeluk pinggang suaminya.


" Itu karena aku takut kau kabur dari sana, dan pasti aku akan kesulitan menemukan wanita pengganti secantik kamu." Kata William sambil membenahi rambut Dhea yang terlihat acak-acakan.


" Ayo mandi dulu, aku tunggu di bawah ya, Christy sudam menyiapkan makanan untuk kita."


" Ahhh tidak mau, aku ingin memelukmu dulu. Kata Dhea sambil menggosok-gosokkan hidungnya di ketiak William." William tertawa geli.


" Hemmm...sungguh kau benar-benar hanya ingin memelukku?? tidak ingin yang lain??" kata William sambil mengangkat dagu istrinya dan mengarahkan wajah Dhea di dekatnya.


" Memangnya kenapa?"


" Kau tau tidak? kau baru saja mengusik ketenangan sesuatu di dalam sana."


" Hahhh...secepat itukah???"


" Masak kau belum mengenal suamimu ini??? Bagaimana kalau kita lanjutkan???" tanya William mengerling nakal pada istrinya.


" Ehhhh aku mandi dulu saja ya!! badanku bau asam." Kata Dhea sambil beranjak bangun lalu berlari kecil ke dalam toilet.


" Hei hati-hati dengan kandunganmu sayang!!" teriak William.


Dhea hanya membalasnya dengan mengacungkan ibu jarinya pada suaminya.


William tertawa melihat tingkah lucu istrinya. Sebenarnya itu hanya taktik dia saja untuk meminta Dhea segera mandi. Dia sangat hafal sifat Dhea yang tidak pernah mau diajak berhubungan jika kondisi badannya belum benar-benar bersih, apalagi jika baru saja bangun tidur seperti sekarang ini.


Selesai mandi Dhea segera mengganti pakaiannya. Setelah merias wajahnya sebentar, dia kemudian segera turun ke bawah, menyusul suaminya yang sudah menunggu di depan meja makan. Segelas susu coklat panas telah tersedia di meja makan.


Jika di Indonesia pasangan yang sering melakukan hal itu adalah kaum istri, mengingat tugas istri memang sepenuhnya mengabdikan hidupnya pada seorang suami, dan tentunya sesuai dengan ajaran agama islam. Namun mungkin karena kebiasaan William yang besar di luar negeri, yang tidak pernah membeda-bedakan posisi seorang wanita dan pria, serta lebih mengedepankan tentang penyetaraan gender, sehingga William tidak pernah merasa selalu ingin dilayani oleh Dhea. Sebenarnya itu bukanlah kesalahan, namun justru salah satu bentuk perhatian suami pada seorang istri, dan tidak hanya membebankan semua tugas rumah tangga di pundak seorang istri. Yang penting sejauh itu tidak melanggar batas-batas kodrat seorang suami sebagai pemimpin dalam sebuah rumah tangga, dan tidak mengurangi rasa hormat istri pada suaminya.


" Tolong ambilkan roti dan telur saja sayang." Kata Dhea.


Kemudian William meletakan setangkup roti tawar dengan isi telur di dalamnya.


" Terimakasih sayang." Kata Dhea, tidak lupa memberikan ucapan pamungkas itu sebagai bentuk penghargaan pada suaminya.


Mereka berdua terlihat menikmati sarapan paginya, sambil sesrkali mengobrol ringan.


" Bagaimana anak kita sayang? apakah dia baik-baik saja pagi ini?" Tanya William sambil membelai perut istrinya.


" Insyaalloh dia baik-baik saja sayang!!" kata Dhea sambil menatap mata suaminya.


" Habiskan makananmu ya, ingat ada mahluk kecil yang akan segera mengambil sari makananmu, jangan sampai kau nanti kelaparan lagi."


" Tenang saja sayang, aku kan punya suami yang siap membantuku mencarikan makanan jika aku kelaparan."


" Hahaha...ya siaaappp Nyonya William, aku akan mencarikan apapun maksnan yang kau inginkan."


" Hahaha terimakasih suamiku." Sambil kemudian menghabiskan sisa makanandi piringnya.


" Ayo sayang berangkat sekarang." Kata William sambil menyodorkan tangannya pada Dhea, dan mengajaknya beranjak dari tempat duduk untuk menuju kendaraan yang telah disiapkan di depan rumah sedari tadi pagi.


Sepeninggal mereka, beberapa asisten rumah tangga segera membereskan meja makan, sisa William dan Dhea menikmati makan paginya.


" Ingat, disana nanti kau jangan jauh-jauh dari aku ya?" Kata William saat sudah di dalam kendaraan.


" Kenapa sayang??"


" Aku tidak ingin kau nanti diculik laki-laki lain."


" Hahaha...memangnya aku anak kecil, begitu mudah untuk diculik? aku juga tidak akan mau jika yang menculikku itu tidak lebih tampan darimu sayang." Kata Dhea sambi menatap mesra suaminya.


Dan Williampun hanya membalas dengan senyumannya saja, sambil matanya tidak beralih dengan jalan di depannya.


Sementara itu sebuah keributan terjadi di dalam kantor William. Hellen, yang baru saja diberikan surat resign marah-marah dan memaksa masuk ke dalam ruangan Daniel. Sekretaris Daniel mencoba menghalangi saat melihat gelagat tidak baik pada Hellen yang terlihat memerah wajahnya, dan begitu buru-buru ingin masuk ke dalam ruangan bosnya.