Something different

Something different
Puisi romantis William.



Tiba-tiba suara seorang pembawa acara terdengar nyaring di dalam sound system ruangan itu.


" Selamat datang semuanya kepada seluruh tamu undangan. Terimakasih atas kehadiran anda di resepsi pernikahan dua orang mempelai yang sedang berbahagia ini. Hari ini berdasarkan amanah yang disampaikan mempelai laki-laki kepada saya tadi, beliau ingin mengucapkan beberapa patah kata untuk istri tercinta, silahkan Tuan William!!" Kata pembawa acara mempersilahkan William maju ke depan.


" Sayang, kau ingin mengatakan apa? Jangan aneh-aneh ya?" Kata Dhea khawatir.


" Tenanglah sayang, kau di sini dulu ya." Kata William sambil mencium jemari Dhea.


Saat William berdiri di depan lampu di dalam ruangan itu tiba-tiba mati, hanya beberapa lampu kecil saja yang bersisa untuk membantu pencahayaan di dalam ruangan tersebut. Dan satu lagi yang cukup mengejutkan Dhea, tiba-tiba saja video diputar pada sebuah proyektor yang telah disiapkan oleh beberapa panitia. Foto-foto mulai bermunculan di dalam layar tersebut. Foto saat Dhea sedang berangkat kerja, pergi ke kampus, dan yang membuat Dhea sangat terkejut adalah fotonya saat sedang menunggu William di taman terakhir kali, ketika dia menepati janjinya untuk bertemu kekasihnya itu, dan hebatnya foto-foto tersebut dismbil tanpa sepengetahuan Dhea. Tiba-tiba suara William terdengar di dalam microphone dengan bahasa Indonesia yang sedikit terbata-bata. Entah berapa hari dia belajar mengucapkan kalimat itu, yang jelas Feri sudah berusaha membantunya semaksimal mungkin.


" Sayang....Maaf aku telah mencuri gambarmu tanpa sepengetahuanmu. Sebagai bukti bahwa betapa aku dulu sangat mengagumimu." Kata William mengawali kalimatnya.


" Aku tidak pernah berbohong, dan itu semua bisa kau lihat sendiri bahwa setiap hari aku selalu mengikutimu, karena rasa khawatirku yang begitu besar padamu." Kata William lagi.


Dhea Galuh Anjani....


Terimakasih sudah menerimaku sebagai suamimu. Sebagai laki-laki yang mendampingi hidupmu. Sebagai orang yang siap memikul semua tanggung jawab atasmu di pundakku.


Dhea.....Jadikan aku sebagai bagian dari hidupmu. Berjalanlah terus di sampingku.


Ingatkan aku saat aku salah.


Bangkitkan aku saat ku jatuh.


Bersama kita berdua mengarungi bahtera hidup. Yakinkan aku akan kekuatan cinta kita.


Dhea...


Denganmu aku ingin menghabiskan sisa hidupku, Tertawa dan menangis bersama.


Sayang kekallah bersamaku.


Hingga ajal memisahkan kita berdua.


Dari suamimu William Sean Anderson


Suara tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruangan itu, lampu kembali hidup, Dhea tidak dapat menahan diri lagi dan langsung berlari menghampiri William kemudian memeluk laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu. Kedua orang tua Dhea tersenyum gembira sambil terus sibuk menghapus air matanya. Dan para tamu undangan menatap penuh haru pada kedua mempelai yang sedang berpelukan di depan mereka.


" Sayang, terimakasih, terimakasih atas kebahagiaan yang begitu sempurna ini. Aku sangat mencintaimu." Bisik Dhea pada William.


" Aku juga sangat mencintaimu sayang." Balas William sambil melepas pelukannya, kemudian menatap mesra pada Dhea, lalu mencium kening wanita di depannya itu.


" Ohhhhh...pemandangan yang sangat mengharukan semoga keluarga kalian akan terus dipenuhi dengan kebahagaian seperti ini." Kata pembawa acara lagi.


Kemudian suara musik mulai kembali menggema. Kebahagiaan terpancar di wajah William dan Dhea.


" Ya ampun sayang, aku tadi sudah khawatir saat kau maju ke depan."


" Memang kau pikir aku mau apa?"


" Hehhh...kau ini kan suka bertingkah aneh -aneh, aku takut kau berbuat tidak-tidak tadi." Kata Dhea sambil cemberut.


" Dan ternyata apa?" Tanya William.


" Dan ternyata kau mengucapkan kalimat romantis itu padaku." Kata Dhea malu-malu.


" Kau pasti terkejut kan aku bisa membuat kalimat seindah itu?"


" Ya, bahkan aku sangat tidak percaya. Kau mengarang sendiri?"


" Siapa bilang? Aku menconteknya dari google chrome." Canda William.


" Apaaaa...jadi itu bukan buatanmu sendiri...hehhh lagi-lagi google chrome andalanmu, menyebalkan!!! Menyesal aku menangis tadi." Kata Dhea sambil cemberut.


" Sayaaanggg..aku hanya bercanda, itu tadi asli buatanku. Entah kenapa sejak jatuh cinta padamu, aku jadi melankolis dan jadi pintar menyusun kalimat romantis untukmu. Seperti tidak habis kata-kataku untuk melukiskan keindahanmu di hidupku sayang."


" Ahhh kau ini, jangan-jangan kau hanya membuatku besar kepala lagi." Kata Dhea setengah tidak percaya.


" Tidak sayang. Kau tau? Aku butuh waktu berhari-hari untuk belajar mengucapkan kata-kata itu dengan benar bersama Feri. Apakah menurutmu tadi sudah tepat ?"


" Belum tepat sih cuma sudah lumayan, dan berhasil membuatku terharu." Kata Dhea lagi.


" Hehhhh...ternyata aku harus belajar lebih keras lagi." Gerutu William.


" Hahaha salah sendiri mau menikah denganku." Kata Dhea sambil tertawa.


" Iya entah mimpi apa aku bisa memiliki istri sepertimu sayang, yang begitu cantik, begitu baik, dan begitu kucintai." Kata William.


" Huuuuuu....merayu lagi." Jawab Dhea.


" Berhati-hatilah!! Nanti malam kau tidak akan bisa menghindar dari rayuanku lagi." Kata William sambil menatap Dhea tajam.


" Williammm...jangan seperti itu ahhh menatapku, wajahmu sangat menakutkan!!!" Kata Dhea sambil bergidik ngeri.


" Hahaha...kau sangat menggemaskan sayang." Kata William, sedangkan Dhea hanya tersipu malu.