
Hari ini adalah hari ujian terakhir Dhea, dan itu berarti besok Dhea akan pulang ke Indonesia. William sudah membelikan tiket untuk Dhea satu minggu yang lalu.
" Sayang, kita langsung ke mall saja ya?"
" Ke mall mau beli apa Will?"
" Kau kan besok pulang ke Indonesia, apakah kau tidak ingin membelikan oleh-oleh untuk orang tuamu?"
" Kenapa harus ke mall? Bukankah kita bisa beli di toko-toko kecil saja?"
" Kita kan tidak tau kwalitas makanan di toko kecil sayang? Kau pasti ingin memberikan yang terbaik untuk orang tuamu kan?"
" Ya sudah terserah kau saja Will."
Lalu William segera memacu kendaraannya. Setelah tiba di depan sebuah mall besar, William segera memarkirkan kendaraannya.
" Ayo sayang!" Ajak William sambil menggandeng tangan Dhea.
Mereka langsung berjalan masuk ke dalam pusat oleh-oleh.
" Dhe, hati-hati memilih makanan ya? Lihat kemasan dan kodenya, bukankah kalian tidak bisa makan sembarangan?"
" Iya sayang, aku tau itu." Jawab Dhea sambil tersenyum pada William.
Dhea terlihat asyik memilih milih makanan, dan William mengikutinya dari belakang.
" Sudah sayang, ayo kita ke kasir!" Ajak Dhea.
" Sudah cukup Dhe?"
" Iya sudah, aku tidak mau jika tidak muat di tas koperku nanti."
" Ok kalau begitu." Kata William sambil membawa belanjaan yang dipilih oleh Dhea.
William membayar semua makanan yang dibeli. Setelah petugas kasir membungkusnya, Dhea segera membawanya.
" Terimakasih!" Kata Dhea.
" Sama-sama nona." Jawab petugas kasir itu ramah.
" Sini sayang biar aku bawakan! Kata William.
" Kau tidak keberatan?"
" Tidak sayang, aku justru lebih keberatan jika kau kesulitan membawa belanjaan itu dan lupa menggandeng tanganku." Kata William, seraya mengambil belanjaan, lalu mengulurkan tangannya pada Dhea.
Dhea hanya tersenyum, sambil menyambut uluran tangan William, lalu mereka berdua berjalan bergandengan.
" Benar- benar laki-laki romantis." Bathin Dhea sambil tersenyum sendiri.
" Sayang kita ke toko baju yuk!" Ajak William.
" Kau ingin membeli baju?" Tanya Dhea.
" Tidak, aku ingin membelikannya untukmu."
" Bajuku sudah terlalu banyak tuan, jadi tidak usah buang-buang uang ya?"
" Hemmm begitu ya? Oh ya, bagaimana jika kita beli baju hangat untukmu? Kau pasti kedinginan di dalam pesawat nanti."
" Aku juga masih punya baju hangat Williammm....!!"
" Dhe ayolah, aku ingin membelikannya untukmu?" Rajuk William.
" Hemmmm...kau kenapa ya sayang kalau boleh aku tau???" Selidik Dhea sambil menatap William. Dia sudah sangat hafal sifat kekasihnya itu. Dia akan selalu memaksa jika ada sesuatu yang disembunyikannya.
" Hehehe tidak Dhe, aku hanya ingin kau selalu mengingatku terus di sana nanti jika memakai baju hangat itu."
" Dhe ayolah...!!"
" Sayang...tanpa aku harus memakai baju pemberianmupun, aku akan selalu mengingatmu, percayalah padaku!! Aku buka tipe wanita yang mudah untuk jatuh cinta." Kata Dhea menenangkan William.
" Dhe...pleasss...!!"
" Williaaammm....!!!" Jawab Dhea sambil menatap kekasihnya itu seolah sedang mengintimidasinya.
" Hemmm...ya sudah jika kau tidak mau!!" Kata William sambil merengut. Kemudian William berjalan kembali.
" Heii sayang...kau jangan seperti itu dong!! Ayo tersenyumlah...!!" Kata Dhea berusaha mencandai kekasihnya.
William hanya diam saja, sambil tetap pura pura marah, padahal hatinya sangat senang karena tau ternyata Dhea sangat perduli padanya.
" Hehhhh kau masih marah ya?" Kata Dhea lalu berhenti dan menarik tangan William untuk tidak kembali meneruskan langkahnya.
" Ada apa Dhe? Kenapa kau menghentikan langkahmu? Bukankah tadi kau mengajakku pulang?"
" Tidak jadi saja." Jawab Dhea ketus.
" Lho kenapa?"
" Bukankah kau tadi marah padaku? Ayo kita beli baju itu agar kau tidak cemberut lagi seperti itu." Kata Dhea.
" Hahaha tapi lihatlah sekarang gantian kamu sayang yang cemberut."
" Karena aku sebal kau tadi sempat mengacuhkanku."
" Dengar sayang, aku mana bisa mengacuhkanmu. Tadi aku hanya sedikit kecewa saja, kenapa aku tidak bisa menahan egoku dan berusaha tidak mengkhawatirkanmu, mungkin karena aku menyayangimu terlalu berlebihan, sehingga bersikap seperti ini."
" Jadi kau tidak marah lagi denganku kan?"
" Hahaha sedari tadipun aku tidak marah denganmu."
" Bagaimana kalau kita makan saja? Kata William lagi.
" Di mall ini, atau di mana?"
" Di mall ini saja, kau boleh memilih menu yang kamu inginkan."
" Hmmm boleh, ayo kalau begitu." Kemudian mereka berdua berbalik arah dan menuju food court yang ada di lantai atas.
Dhea dan William sudah ceria kembali. Dhea menggandeng tangan William sambil berjalan santai sembari ngobrol.
" Lihat Dhe, baju itu!" Kata William sambil menunjuk sebuah baju yang amat minim di sebuah patung dan dipajang dibalik kaca yang mereka lewati.
" Kenapa Will?"
" Bagaimana menurutmu?"
" Hemmm biasa saja. Tapi jika itu yang memakainya wanita yang memiliki berat badan ideal, pasti akan terlihat seksi sekali."
" Hhahaha akupun berpikir demikian, tapi jika kau yang memakainya...??? Hemmm....??" Kata William sambil memandang ke tubuh Dhea seolah sambil berpikir.
" Heiii apa yang sedang kau pikirkan??? Kau pasti sedang berpikir kotor ya...???"
" Bukan begitu sayang, aku hanya malas saja membayangkan jika pakaian itu kau pakai, pasti seperti sebuah tiang listrik, datar....hahaha...!!!" Kata William sambil terbahak.
" Williaaaaammmmm.....!!! Awas kamu ya!!" Kata Dhea sambil mencubiti pinggang William.
" Hahaha...maaf sayang, maaf...!!" Dhea cemberut kesal, tapi hatinya bahagia.
Sementara itu terlihat seorang wanita yang sedang memperhatikan gerak gerik mereka.
" Hemmm...ternyata mereka berdua sudah pacaran?? Aku baru tau. William....kau pasti sekarang sedang menikmati kebahagiaanmu kan?? Tapi itu tidak akan lama my sweety...!!" Gumam wanita itu sambil tertawa dalam hati, dan membelai perutnya yang sudah terlihat buncit.