
William segera memacu kendaraannya menuju apartemen Dhea. Saat tiba di apartemen William ikut masuk ke dalam, tapi sebelumnya dia memesan makanan dulu ke salah satu pegawainya.
" Kita makan berdua di kamarmu ya Dhe ?"
" Terserah kau saja Will ".
Setelah tiba di kamar Dhea, mereka berdua segera masuk.
" Ingat buka lebar lebar pintunya !!" kata Dhea mewanti wanti William.
" Siappp Nona Dhea ". Kata William, kemudian segera duduk di sofa panjang yang ada di dalam apartemen itu.
" Kau tunggu dulu di sini, aku sholat sebentar ya. Ingat !!! jangan mengikutiku ya ??"
" Hahaha iya jangan khawatir ", kata William sambil tertawa.
Sepeninggal Dhea William hanya bermain main dengan androidnya.
" Kau ini apa tidak bosan setiap hari bertemu denganku ?" Tanya Dhea saat sudah selesai sholat dan berganti pakaian, kemudian keluar menemui William kembali.
" Aku bosan denganmu ? Hahaha mana mungkin Dhe, aku tuh selalu nyaman ada di dekat kamu, mungkin kamu ya yang bosan ??" Kata William balik bertanya.
" Haaahhhh saaaaangatttt....sangat bosannn....,hebat kamu bisa tau pikiranku ya ???" kata Dhea dengan nada sebal dan senyum sinisnya.
" Biasa saja dong ngomongnya, jangan terlalu di dramatisir gitu, nanti kalau dilihat orang dikiranya beneran lho ". Kata William menggoda.
" Iiihhh siapa yang mendramatisir ? itu keluar dari lubuk hati aku yang paling dalam Tuan William dan itu sungguh sungguh ya hehhh !!" Gumam Dhea sebal.
Tak lama makanan pesanan William tiba.
" Nah makan sudah datang, kita makan dulu ya, aku ambilkan piring untukmu ", kata William sambil berdiri menuju dapur.
Tak lama dia kembali lagi membawa dua buah piring, lalu masuk lagi untuk mengambil minum. Setelah itu dia duduk di tempatnya semula.
" Nah ini makanlah ", kata William sambil memberikan piring yang berisi makanan kepada Dhea.
" Makanlah yang banyak ya, agar tubuhmu sehat ".
" Hehhhh kau pikir aku tidak makan satu bulan, sehingga kau memberiku sebanyak ini ".
" Hahaha bukan begitu Dhe, semakin hari kulihat tubuhmu semakin kurus saja, nanti dikira busung lapar lagi ".
" Isshhh sialan...", gerutu Dhea.
Lalu merekapun terlihat asyik menikmati makanan itu.
" Bagaimana Dhe kau suka tempat ini ? Jika kau kurang suka aku bisa menempatmu di apartemenku yang lain. Aku memilih tempat ini karena dekat dengan keramaian, dan kau bisa langsung melihat pemandangan dari dalam kamarmu seperti tempat tinggalmu sebelumnya ".
" Aku itu bukan orang yang sulit untuk beradaptasi Will, aku hanya merasa kesepian saja di sini. Apalagi kalau malam, biasanya saat bekerja di toko Bram aku bisa bertemu dengan teman temanku setiap hari ".
" Iya tapi kan tubuhmu lelah Dhe jika harus membagi waktu antara kuliah dan kerja. Bukankah setiap hari kau bisa menghubungiku jika kau merasa kesepian ? aku bisa menemanimu di sini setiap hari dan aku akan sangat senang sekali Dhea ".
" Hehhhh enak saja, tapi aku yang tidak senang ", gerutu Dhea.
" Hmmmm atau kau ingin aku juga tinggal di sini bersamamu ??" Goda William.
" Heiii...awas kau ya kalau berani !!" kata Dhea sambil melotot.
" Hahaha....", William hanya tertawa terbahak.
Tiba tiba handphone Williampun berdering.
" Sebentar ya Dhe ", kata William sambil keluar.
" Hallo Dan ".
" Ada sedikit kemajuan Dan, nanti sore saja kita bertemu di rumahku ya ?"
" Ok nanti sore aku meluncur kesana ", kata Daniel lalu menutup telfonnya.
Kemudian William masuk ke dalam. Saat sudah di dalam dilihatnya Dhea sudah tertidur di atas sofa yang didudukinya tadi.
William memandangnya tersenyum
" Kau pasti lelah sayang, sehingga tertidur di sini ", bisik William sambil mendekati Dhea.
Sebenarnya saat itu Dhea masih bisa mendengar suara William, tapi gadis itu terus pura pura tertidur, dia hanya sekedar ingin tau apa yang akan dilakukan laki laki itu selanjutnya untuk membuktikan bahwa dia benar benar mencintainya.
Perlahan William mengangkat tubuh Dhea.
" Mati aku dia mau membawaku kemana ? Jangan jangan ke kamarku, awas saja sampai dia berani macam macam lagi akan kutendang bagian sensitifnya agar dia tidak bisa berbuat seenaknya lagi ", kata Dhea dalam hati dan sudah bersiap dengan rencana yang tersusun rapih di otaknya.
Perlahan lahan William meletakkan tubuh Dhea di atas kasur, dan menyelimuti tubuhnya, agar udara yang keluar dari ac di ruangan itu tidak membuatnya kedinginan.
" Tidurlah dengan nyenyak sayang, aku tidak akan mengganggumu, aku pulang dulu ya...I Love You ", bisik William pelan tanpa menyentuh Dhea sedikitpun.
Kemudian berjalan pelan pelan dan menutup kamar Dhea. Kemudian segera pergi.
Sepeninggal William Dhea bergegas bangun.
" Hei...kenapa laki laki itu tidak berbuat macam macam padaku ? bukankah dia bisa saja melakukannya saat aku pura pura tidur tadi ? misalnya saja menciumku, tapi kenapa dia tidak melakukannya, dan justru mengatakan kalimat cinta padaku ". Tanya Dhea dalam hati.
" Ahhh masa bodo ", kata Dhea lagi lalu dia melanjutkan tidurnya hingga sore hari.
Sementara itu William sedang menanti Daniel di balkon depan kamarnya sambil menikmati secangkir teh hangat.
Tak lama kemudian dilihatnya mobil William sedang memasuki halaman rumahnya.
" Langsung ke kamarku saja Dan ", kata William menelfon Daniel.
" Oke bos ", jawab Daniel sambil turun dari mobilnya dan menuju kamar William.
" Kau siang tadi apa tidak ke kantor Will ?"
" Ke kantor Dan, tapi cuma sebentar ".
" Tumben, biasanya akhir bulan seperti ini kau bisa sampai lembur di sana ".
" Sebagian pekerjaanku yang penting sudah diselesaikan oleh Dhea, dan sisanya gampang bisa aku kerjakan nanti saja karena tidak terlalu urgent ".
" Dhea ? gadis itu bisa menyelesaikan pekerjaanmu ?"
" Ya, kamu tidak percaya ? Awalnyapun aku tidak percaya Dan, namun setelah aku cek ternyata tidak ada satupun yang salah, otak gadis itu benar benar jenius ".
" Ya tapi hanya sedikit polos kan hahaha ?"
" Ya, karena dia dulunya tidak pernah bergaul dan hanya belajar terus setiap hari di rumah ".
" Hmmmm sudah mulai tau banyak kau tentangnya ?"
" Ya hanya sebagian, dan aku akan terus menggali informasi dirinya ".
" Lalu bagaimana ? Dia sudah tidak bertindak seperti kemarin kan ?"
" Tidak, sepertinya dia mulai mau menerima kenyataan. Aku sebenarnya sangat kasihan dengannya, dan tidak tega membuatnya seperti ini. Aku tau sebenarnya hati kecil dia menangis Dan ".
" Tenanglah Will, lambat laun dia akan melupskannya, dan ini adalah kesempatanmu untuk merebut hatinya , jangan pernah sia siakan lagi ok ".
" Ya Dan, pasti itu ".