
Siang ini William pergi ke rumah orang tuanya. Mereka terlihat sedang serius mengobrol di ruang kerja papanya.
" Pah aku ingin berbicara sesuatu yang penting denganmu ".
" Ada apa Will bicaralah ".
" Aku....".
" Ya...kau kenapa ?"
" Aku ingin menikahi seorang perempuan pah ?"
" Benarkah nak ? kau akan menikahi gadis itu ??? Ya Tuhan akhirnya kau bisa mendapatkannya William, kau hebat Will, hebat !!" jawab papa William sambil menepuk nepuk pundaknya.
" Pah, bukan dengan Dhea aku menikah !!"
" Bukan dengan Dhea ??? Lalu dengan siapa William ? bukankah belum lama ini kau pernah bilang pada papa sangat mencintai Dhea ?"
" Ya pah, sampai sekarangpun aku tetap tidak bisa melupakannya ".
" Lalu apa masalahmu ?"
" Wanita itu hamil pa, wanita yang pernah kutiduri dan saat itu aku mabuk berat. Tapi aku yakin dia telah menjebakku, dia tau aku sedang dalam keadaan tidak sadar, dan dia memanfaatkan itu ".
" Inilah yang papa takutkan darimu William, kau terlalu sembrono ".
" Iya pah, ini salahku. Dan dia sekarang menuntutku untuk menikahinya. Dia tidak bersedia kuberikan jalan keluar yang lain ".
" Berhati hatilah Will, dia sepertinya bukan gadis yang papa harapkan untuk menjadi menantu di rumah ini ".
" Iya pah, aku tau. Lalu apa yang harus kulakukan ?"
" Kau tetap harus menikahinya. Bukankah sejak kecil papa selalu mengajarkanmu tentang kedisiplinan dan tanggung jawab ?"
" Iya pah ".
" Kau atur jadwal pernikahanmu secepatnya. Papa ingin kau tunjukkan kepada papa sebagai seorang laki laki sejati, dan sebelumnya bawa wanita itu kemari, papa ingin berbicara dulu dengannya ". Kata papa William sambil menepuk pundaknya, lalu meninggalkannya sendirian di dalam ruangan itu.
William hanya diam saja, menyesali semua yang telah terjadi. Papanya terlihat sangat kecewa.
" Pah maafkan aku ", bisik William sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.
Sementara itu Dhea terlihat mengobrol dengan Bram di dalam kelas, sembali menunggu kedatangan dosen selanjutnya.
" Jadi dia tidak pernah muncul lagi semenjak kejadian itu Dhe ?"
" Iya, aku bersyukur sekali Tuhan telah menunjukkan jalan keluar untukku, bisa lepas dari laki laki brengsek itu ".
" Lalu rencanamu selanjutnya apa ?"
" Hahaha kau ini lucu sekali, tentu saja aku akan melanjutkan hidupku di sini seperti biasanya, kuliah, bekerja, itu saja Bram. Dan tentunya tanpa ada lagi orang bernama William yang terus mengatur hidupku. Ooohhhh leganya !" kata Dhea sambil merentangkan kedua tangannya ".
" Kau terlihat bahagia sekali Dhe ?"
" Ya Bram sangat bahagia, dan aku ingin merayakan kebahagiaan ini ".
" Kau ini sama saja berbahagia di atas penderitaan William Dhe ".
" Hhhh itu sudah resikonya Bram, aku bahkan sudah sering menasehatinya, tapi dia tidak pernah mendengarku, dan rasakan sekarang Tuhan telah memberinya teguran keras ".
" Lalu kau ingin merayakan kebahagiaanmu ini di mana ?"
" Hahhhh bagaimana jika kau mamberiku ijin satu hari saja, sore nanti aku ingin tidur semalaman dengan tenang di kamarku, dan mengobrol dengan nyonya Christy ".
" Nyonya Christy ?"
" Ya, dia tetangga baikku Bram ".
" Oh ok silahkan Dhea, nikmatilah malammu ya ?"
" Terimakasih bos ".
Merekapun tertawa bersama.
Sepulangnya dari kampus, Dhea segera menuju halte biasanya dia menunggu bus. Baru berjalan beberapa langkah, sebuah mobil berhenti di dekatnya.
" Hai Dhe, kau mau pulang ?"
" Hai Mike, kau rupanya. Iya ini aku baru saja mau ke halte ".
" Ayo naik saja mobilku, aku akan mengantarmu, dijamin selamat sampai di rumah ".
" Hahaha asalkan kau tidak memaksaku seperti kakakmu aku mau ".
" Ya ya ya jika kau tidak bersediapun tidak apa apa Dhe, dan aku akan melanjutkan perjalananku ".
" Oke, aku akan naik mobilmu, dan duduk di belakang ya ?"
" Silahkan nona Dhea ".
Kemudian Dhea membuka pintu belakang dan masuk ke dalam mobil Mike.
" Kau sudah makan Dhe ?"
" Belum Mike ".
" Kita makan dulu bagaimana ?"
" Hhhmmm okelah tak apa, tapi kau harus mencari restoran khusus umat muslim sepertiku ya ?"
" Siaaapp Dhe, kau jangan khawatir ".
" Bagaimana keadaan kakakmu ?"
" Bukan begitu, maksudku apakah dia sudah menentukan tanggal pernikahannya ?"
" Sepertinya belum Dhe, tapi segera, karena dia tadi menelfonku dan baru saja menemui papa ".
" Pasti pesta pernikahannya akan meriah sekali Mike, dan dia akan mengundang banyak koleganya ".
" Itu jika dia menikah denganmu Dhea ".
" Lalu ?"
" Mungkin dia hanya menikahi Paula di sebuah gereja, dan cuma dihadiri oleh keluarga dan beberapa orang saksi saja ".
" Hah orang sekaya William tidak mau mengadakan pesta pernikahan dirinya ?"
" Karena dia sama sekali tidak mencintai wanita itu ".
" Tidak cinta tapi menghamilinya ".
" Dia tidak sengaja Dhea ".
" Tidak sengaja bagaimana ? hamil kok tidak sengaja ?"
" Dia kemarin cerita semua padaku, bahwa malam itu dia mabuk berat, dan Paulalah yang mengantarkan dia pulang, dia tidak menyadari itu, dia benar benar terobsesi padamu sehingga menyangka Paula adalah kamu. Dan akhirnya begitulah.....mereka berhubungan badan tanpa pengaman dan hamil ".
" Tetap saja dia salah, siapa suruh suka melakukan hubungan bebas ".
" Dhe, kau bilang kau tidak pernah mau ikut naik dengan mobil kakakku, lalu kenapa denganku kau mau ?"
" Karena aku lihat kau berbeda dengan kakakmu. Menurut cerita dokter pribadi kakakmu, kau itu lebih baik dari William, dan yang paling penting bukan tipe pria yang suka mempermainkan wanita ".
" Hahaha jadi kau ingin bilang kakakku itu lebih buruk dari aku begitu kan ?"
" Ya dari perilakunya, tapi kalau dari wajahnya dia lebih tampan darimu, yah nilainya 9 dan kau 7 lah tidak terlalu jauh bukan ?"
" Hahaha sialan kau Dhe...Jadi William pernah mengirim dokter pribadinya ke tempatmu ?"
" Iya Mike saat Paula baru saja menabrakku ".
" Menabrakmu ".
" Iya, dia sengaja menabrakku karena dendam denganku, saat dia membuat onar di toko dan aku melawannya ".
" Hmmm kasihan kakakku, dia bukan hanya menikah dengan seorang wanita materialistik tapi juga buruk perangainya ".
" Seperti mantan istrimu Jessy kan hahaha ".
" Ahhh sialan kau Dhe ".
" Biarkan Mike, doakan saja dia agar bisa hidup bahagia dengan pasangannya ".
" Dhe aku tau sekarang kenapa kakakku bisa jatuh cinta denganmu ".
" Hahaha aku sendiri tidak tau Mike kenapa dia bisa mengejar ngejarku. Padahal lihatlah aku, hanya seorang mahasiswi merangkap penjaga kasir di toko temanku. Dan kecantikkanku mungkin masih di bawah level wanita wanita yang pernah tidur dengan kakakmu ".
" Tidak Dhe wajahmu juga cantik...dulu aku begitu penasaran, tapi sekarang aku mengerti, kau itu wanita yang menyenangkan dan punya budi pekerti yang baik Dhe, dan jarang ada wanita sepertimu ".
" Hahaha kebanggaanku cuma itu tuan, aku tidak punya apa apa lagi yang bisa kubanggakan ".
" Kau merendah sekali Dhe ".
" Lebih baik merendah daripada terlalu percaya diri Mike, karena itu bisa menyebabkan kita sombong ".
" Ya ya ya, aku suka prinsipmu Dhe ".
" Asal jangan aku yang kau sukai Mike ".
" Hahaha itu aku tidak berjanji Dhe ", kata Mike sambil tertawa. Mike terus memacu mobilnya menuju ke sebuah restoran.
Sementara itu William terlihat sedang menelfon seseorang.
" Bagaimana, dia sudah tiba di rumahnya ?"
" Apa !!! belum ? lalu kemana dia ?"
" Ke restoran ???"
" Dengan siapa ?"
" Mike ??? Mike adikku ??"
" Kau ikuti mereka terus, jangan sampai lalai. Aku tunggu laporanmu ".
Kemudian William menutup telfonnya.
" Mike...?? kenapa tiba tiba dia jadi sering bersama Dhea ? apakah kebetulan atau Mike memang sengaja menjemput Dhea ? Ahhh semoga saja semua prasangkaku salah ", gumam William.
Maaf buat para pembaca yang setia yah, seandainya saya tidak bisa membalas komentar satu persatu...tapi insyaalloh saya sempatkan membalasnya, sebagai bentuk rasa terimakasih saya buat kalian semua yang udah luangin waktu buat baca karya saya ini, dan semoga bisa menghibur kalian semua serta bisa mengambil sisi positif dari pesan moral yang ada dalam cerita tersebut.
Jangan lupa :
* Follow akun saya
* like
* komentar
* dan jika bersedia share juga ya
Di karya saya ini, semoga kalian semua sehat semua. Love you all 🙏🙏🙏😊😊😊