
" Helen hentikan bicaramu!! kau sudah sangat keterlaluan!!!"
" Tuan William jangan pura-pura, ini kan yang sebenarnya anda inginkan dari dulu!!!"
Kata Hellen yang tiba-tiba saja sudah memerosotkan separuh lengan bajunya yang berbahan kaus, sehingga pundak putihnya terlihat menantang pandangan dua pria di depannya itu.
" Ohhhh...tidakkk...!!! Owww ya ampun." Tiba-tiba Daniel mengeluarkan suara- suara aneh dari bibirnya, suara yang lebih mirip seperti laki-laki banci di samping William. William memelototkan matanya pada Daniel.
" Kau ini malah bercanda!!! tutup mulutmu!! Kata William.
" Begini kan benar yang anda inginkan???" Katanya lagi, kini bahkan dia sudah memelorotkan lengan satunya lagi, hingga kedua bahunya benar-benar terlihat.
" Oohhwww....aku tidak ingin melihatnya Will!! sialan kenapa dia melakukannya sekarang saat ada kamu?? kemana saja dia kemarin???" kata Daniel sambil menutup matanya dengan jemarinya, namun tidak benar-benar merapatkannya, dan masih bisa mengintip dari celah jemarinya itu.
" Heiii..diamlah bodoh!!!" Kata William sambil memukul bahu Daniel.
William langsung mengalihkan pandangannya, sekilas dia melihat Dhea terperangah dengan apa yang dilakukan gadis itu. Secara spontan istrinya itu langsung beranjak dari duduknya, tapi tidak mampu menggerakan kedua kakinya. Dia begitu terkejut, wanita itu memperlakukan dirinya begitu rendah di hadapan suaminya.
" Daniel cepat panggil security!! usir dia dari hadapanku!!" Kata William, sebelum membuat istrinya ikut meradang karena tingkah pegawainya itu.
" Tapi Will, kenapa kau tidak membiarkan dia benar-benar melepaskan seluruh pakaiannya dulu, tanggung Will!!" bisik Daniel pada William.
" Ahhhh dasar mesum, cepat buruaaannn!!! aku serius!!!" teriak William yang merasa tidak suka dengan pemandangan di depannya saat ini.
" Kenapa tuan? anda benar-benar ingin mengusirku?? kau tidak ingin bermain-main denganku dulu? kau tidak perlu jual mahal tuan, dan tidak perlu berlagak sok alim di depan istrimu."
" Kau benar-benar sudah di luar batas Hellen." Masih dengan tidak memandang Hellen.
Tiba-tiba Daniel mendekati Hellen, dan mencoba menaikkan kembali pakaiannya ke atas, karena dia tau William yang sekarang bukan William yang dulu.
" Heiiii...apa yang kau lakukan?"
" Aku hanya ingin membenahi pakaianmu, bos besar tidak suka melihat tubuhmu ini!!" kata Daniel.
" Hehhhh.....dasar kalian berdua sama-sama pria munafik." kata Hellen.
" Heiii aku tidak munafik, aku sangat suka melihatmu, bahkan kau begitu tanggung melepaskannya, namun kau hanya salah waktu saja." Kata Daniel setengah berbisik.
" Hahhh...dasar pria mesum, pergi kau!!! jangan sentuh bajuku!!!" kata Hellen sambil mendorong keras tubuh Daniel, hingga laki-laki itu hampir terjatuh.
" Rasakan!!! di situasi seperti ini masih saja cari peluang dia!!" kata William sambil tertawa dalam hati.
" Dengar Tuan William yang terhormat!! aku di luar batas karena perlakuanmu padakupun di luar batas. Kau bahkan tidak memberikan hakku secara wajar. Kau hargai berapa tenagaku selama bekerja di sini hah? apakah kau masih kurang kaya? sehingga begitu sayang untuk memberikan pesangon yang lebih besar untuk pegawai yang telah diberhentikan ini?"
" Hei apa maksudmu???" Kata William terkejut sambil menatap Hellen, dan untungnya baju Hellen sudah sedikit tertutup sebagian, walaupun belum terlalu sempurna.
" Hitung uang di amplop itu!!! bahkan uang tersebut hanya cukup untuk membeli makanan untuk hewan peliharaanku!!"
Dua orang security yang baru saja ditelfon Danielpun muncul, dan tanpa basa basi segera menarik tubuh Hellen keluar.
" Hei lepaskan aku!!! aku hanya ingin menuntut hakku. Aku belum selesai berbicara denganmu Williammmmm!!!"
" Bawa dia keluar!!" Kata Daniel lagi.
" Kalian berdua memang tidak memiliki perasaan, menyesal aku sudah mengabdikan seluruh pikiran dan tenagaku di sini!!!" Teriak Hellen.
" Heiii...berikan hakku!!!" teriak Hellen terus menerus, hingga suaranya hilang dibalik pintu ruangan William yang telah tertutup kembali.
William menarik nafas panjang, sedangkan Dhea hanya diam saja, dia masih syok dengan kejadian barusan.
" Kenapa bisa seperti ini Dan? kau menjalankan apa yang sudah aku perintahkan padamu kan???"
" Iya Will, aku sudah menjalankan sesuai arahanmu."
Lalu William membuka amplop tersebut, dan menghitung jumlahnya.
" Gila!! jumlah uang ini tidak sesuai dengan yang aku sebutkan padamu. Bukankah aku menyuruhmu memberikan pesangon 10 kali lipat gajinya? dan ditambah bonus? kenapa ini jumlahnya hanya seperempatnya?" kata William sambil membanting amplop yang dipegangnya tadi.
" Apa iya Will???"
" Hitunglah sendiri!!" kata William.
Kemudian Daniel segera mengambil amplop tersebut dan menghitung jumlahnya.
" Aahhh pasti ini ada yang tidak beres." Gumam Daniel.
" Siapa orang yang kau perintah untuk memberikan surat resign juga pesangon Hellen?" tanya William.
" Aku meminta manajer personalia untuk memberikannya Will."
" Oke kau ikut aku sekarang!!" kata William.
" Sayang tunggu di sini dulu ya? aku akan membereskan kesalahpahaman ini, nanti aku kembali lagi kesini."
" Iya sayang, pergilah!!" kata Dhea.
William dan Daniel segera pergi menemui manajer personalia yang sepertinya sudah menyalahgunakan kekuasaanya.
Orang yang ditemuinya itu terlihat begitu takut saat William dan Daniel menginterogasinya. Dan akhirnya jelas sudah semuanya, bahwa memang benar manajer personalia tersebut yang mengambil sebagian uang milik Hellen.
" Ok Dan, aku menemui istriku dulu. Kau bereskan semuanya. Segera ganti posisinya dengan orang yang lebih terpercaya, turunkan jabatannya. Ini sebagai bentuk teguran untuknya, dan pegawai yang lain. Namun berikan sejumlah uang yang dia butuhkan untuk pengobatan istrinya dulu, sehingga dia terpaksa harus melakukan perbuatan itu."
" Ok Will, aku akan segera membereskannya."
" Oh iya, berikan hak Hellen, dan tambahkan bonus untuknya sesuai yang aku sebutkan tadi. Ingat kau sendiri saja yang memberikannya langsung, dan jelaskan kesalahpahaman ini. Sampaikan permintaan maafku untuknya, dan ucapkan terimakasihku atas pengabdiannya di perusahaanku selama ini."
" Ok Will nanti akan aku sampaikan."
" Ya sudah aku menemui istriku dulu ya?"
" Silahkan, jika semua sudah beres aku akan menyusulmu kesana." Kata Daniel.
Lalu William segera berjalan menuju ruangannya kembali. Tidak ada satupun karyawan yang tau permasalahan ini, bahwa manajer personalia mereka telah memotong uang pesangon untuk pegawainya. Karena William menegur manajer tersebut di dalam ruangannya, dan sangat tertutup demi untuk menjaga harga dirinya di depan pegawai lain.
" Hehhhhh...." William menarik nafas panjang sambil merebahkan tubuhnya di pangkuan Dhea.
" Kenapa sayang, kau lelah?" tanya Dhea sambil membelai rambut suaminya.
" Aku hanya tidak menyangka Hellen senekat itu."
" Tapi kau tadi tidak menikmati kulit mulusnya kan???"
" Hahhh...kau lihat sendiri aku tadi memalingkan muka."
" Hemmm tapi jika tidak ada aku pasti kau langsung tergoda kan?"
" Insyaallah tidak sayang. Dulupun dia sering menggodaku, tapi aku tetap bisa menahan diri."
" Karena dia karyawanmu, dan kau terikat aturan yang kau buat sendiri?"
" Hahaha mungkin."
" Ihhhh...kau menyebalkan!!" kata Dhea sambil memukul bahu William.
William mejamkan matanya, Dhea terus membelai rambut suaminya. Ditelusurinya setiap inci wajah laki-laki itu. Tidak ada cacat di wajahnya. Kesempurnaan yang dimilikinya itu, selalu membuat Dhea tidak bisa berkedip memandangnya.
" Sayang, tubuhmu lelah?" tanya Dhea.
" Tidak sayang, bukan tubuhku yang lelah, tapi pikiranku." Kata William.
" Kau ingin membuat pikiranmu fresh kembali???" Tanya Dhea sambil mengusap dada bidang William.
William membuka kedua matanya, menatap istrinya dari bawah.
" Kau sungguh bisa membuatku fresh kembali???"
" Hemmmm...kau meragukanku???" kata Dhea sambil mengerling, dan mendekatkan bibirnya pada bibir suaminya, lalu membuat gerakan yang membuat William tidak bisa menghirup nafas dengan sempurna.
" Ayo kita pulang!!! selesaikan semuanya di rumah." Kata William tiba-tiba sambil beranjak bangun, lalu menarik tangan istrinya.
" Heiii tunggu, pelan-pelan sayang!!" kata Dhea sambil meraih tasnya yang ada di sebelahnya.
" Hei kalian mau kemana? ada urusan penting yang ingin aku bicarakan denganmu Will!" Tanya Daniel yang baru saja ingin masuk, namun bertemu dengan mereka berdua di depan pintu.
" Ahhh itu nanti saja, urusan kami jauh lebih penting, ini menyangkut urusan dalam negeri." Jawab William asal sambil terus berjalan, Daniel terus mengikuti dari belakang.
" Urusan dalam negeri bagaimana maksudmu?"
" Ahhh pikir saja sendiri." Jawab William tidak perduli dengan pertanyaan sahabatnya itu.
Daniel memicingkan matanya, dan mengerutkan dahinya, sepintas kemudian ekspresi wajahnya kembali normal? ada senyum pada wajahnya.
" Hahaha...kau pikir aku tidak tau ekspresi wajah "inginmu" itu Will?"
" Ahhh sudah jangan banyak bicara, selesaikan pekerjaanmu saja, ini bukan wilayahmu, kau belum cukup umur mendengarnya."
" Hahaha...umurku bahkan sudah cukup sekali untuk memiliki 10 anak Will. Bukankah kemarin aku sudah bilang, kau buat saja kamar di dalam ruanganmu ini, sehingga kau tidak perlu repot-repot kembali ke rumahmu."
" Ya, nanti aku buatkan untukmu yang berukuran 2x1 ya." Kata William sambil memencet tombol lift yang sudah ada di hadapannya.
" Heiii...itu kan ukuran untuk lubang pemakaman?"
" Nah itu kau paham." Jawab William sambil tersenyum dan kemudian masuk ke dalam lift yang pintunya sudah terbuka lebar.
" Sialan kau!! ehhh boleh aku ikut kalian? aku juga ingin ikut menyelesaikan urusan dalam negeri."
" Nihhhh!" jawab William sambil mengacungkan kepalan tangannya pada Daniel, dan kemudian pintu lift tertutup rapat.
Hemmm niat William berkeliling-keliling di area perkantorannya terpaksa gagal, karena sepertinya mereka berdua harus berkeliling-keliling dahulu menyelesaikan urusan dalam negerinya.
" Aaahhh ternyata persoalan rumah tangga salah satunya bisa diselesaikan di atas ranjang ya. Hmmm perkara mudah." Gumam Dhea sambil menjentikkan jarinya sembarinya mengedipkan sebelah matanya pada kamera, sedangkan William sudah tertidur pulas dengan memeluknya.
Issshhh muke gile, dianggapnya author kameramen yang pembawa acaranya plontos itu kaliiiii ya? terserah kamu deh Dhe yg pntg km syukaaa...ðŸ¤ðŸ¤