
Mikepun terkejut mendengar teriakan Deasy.
" Ada apa sayang? katanya sambil beranjak dari tempat duduknya."
" Tidaaakkk....!!!! dokter, ini pasti bukan anak saya, dokter pasti telah menukarnya dengan bayi lain...!!!" terus berteriak histeris.
" Itu anak anda nyonya. Bagaimana saya bisa menukarnya dengan bayi lain? sedangkan saat ini yang ada di dalam ruangan bersalin hanya kita, tidak ada ibu lain yang melahirkan kecuali nyonya."
Mike segera mendekati Deasy, dan langsung melihat bayi yang ada di pangkuan istrinya. Mike langsung membelalakkan mata, sembari menutup mulutnya yang menganga. Bayi kecil mereka lahir dengan kondisi tidak memiliki mata.
" Singkirkan bayi ini dariku!!! teriak Deasy sambil menyorongkan bayi mungil itu pada Mike.
" Dalam silsilah keluargaku, tidak ada satupun yang memiliki keturunan buta. Ini pasti ada yang salah!!!"
Mike langsung mengambil bayi mungil itu dari tangan Deasy.
" Kenapa kau berbicara seperti itu Deasy? ini anak kita, kau pikir dalam silsilah keluargaku ada yang seperti bayi kita ini?"
" Tidak!!! itu bukan bayi kita. Aku rutin memeriksakan kandunganku, dan dokter mengatakan bayiku sehat-sehat saja, tapi kenapa sekarang dia lahir buta? pasti ini tidak benar!!!"
" Nyonya, anda tidak bisa menyalahkan kondisi bayi anda yang lahir buta pada dokter."
" Lalu aku harus menyalahkan siapa? seharusnya dari awal dokter tau anakku cacat!!! Aku bahkan melihat bayiku di dalam monitar saat di USG, dia baik-baik saja?"
" Benar nyonya, namun kasus yang dialami bayi anda adalah, dia lahir tanpa jaringan mata sama sekali, itu yang membuat dia buta. Ini adalah hal langka yang hampir selalu tak terdeteksi oleh USG, walaupun ratusan penyakit genetik dan cacat pada saat lahir kini dapat dideteksi dengan USG teknologi terbaru.
Memang benar, jika kita melihat USG, maka soket mata hanya akan terlihat hitam karena mata terbuat dari air. Tetapi soket mata bayi anda kosong, dan tetap terlihat sama hitam pada USG. Itulah penyebabnya, kelainan pada bayi anda tidak nampak saat pemeriksaan rutin yang anda lakukan setiap bulan." Dokter menjelaskannya panjang lebar.
" Tapi semua keluarga besarku tidak ada yang cacat, begitu juga keluarga besar suamiku dokter!!!"
" Ini bukan perkara tentang faktor keturunan nyonya, dalam dunia kedokteran ini disebut karena adanya mutasi gen. Nyonya, saya tau anda sangat kecewa, namun bayi itu tetaplah anak anda, anda tidak bisa menolaknya. Jika anda tidak percaya, kita bisa tes DNA."
" Sayang, sudahlah. Ini adalah darah daging kita, kita besarkan dia bersama-sama ya."
" Tidak!!! aku malu memiliki anak itu, aku tidak mau!!! Bawa pulang saja dia, aku tidak sudi menyusuinya!!!"
" Deasy...!!! kau sangat keterlaluan!!! ini darah dagingmu sendiri, kenapa kau tega berkata seperti itu?" Kata Mike setengah berteriak.
Dokter hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat reaksi Deasy, sedangkan bayi yang ada di dalam dekapan Mike menangis dengan keras.
" Ssstttt...tenang nak, kau akan baik-baik saja ya." Kata Mike berusaha menghentikan tangisan anaknya.
" Apa kata orang-orang, jika mereka semua tau kita mempunyai keturunan yang tidak bisa melihat hahh??? kau tidak malu???"
" Lalu apa yang akan kau lakukan?" Tanya Mike balik.
" Berikan saja dia pada orang, aku tidak sudi melihatnya!!!"
" Orang lain yang mana??"
" Ya minimal kau punya rasa kasihan pada anak kita. Dia itu darah dagingmu Deasy, kau tega membiarkan dia kelaparan di luaran sana? sedangkan kita hidup dengan bergelimang harta."
" Ok!!! Jika begitu usahakan dia memiliki mata dengan harta yang kau miliki."
" Maaf nyonya, tidak ada satupun cara dalam dunia kedokteran untuk mengganti mata anak anda, karena jaringan mata anak anda tidak ada, dan kami tidak dapat melakukan apa-apa."
" Nahhh...kau dengar sendiri penjelasan dari dokter kan? bahkan kekayaan kita tidak dapat menolong anak itu, lalu apa yang bisa kita harapkan dari dia, bahkan melihat sendiri saja dia tidak mampu."
" Ya Tuhaaannn.....hatimu itu terbuat dari apa sih Deas?"
" Mike!!! aku itu sudah membayangkan, anak kita adalah bayi yang tampan, dan nantinya akan jadi kebanggaan keluarga besar Anderson, keluarga terpandang dan kaya raya di kota ini. Cucu pertama berjenis kelamin laki-laki yang siap sebagai penerus generasi Anderson selanjutnya. Tapi kenapa dia tidak memiliki mata, bukannya membanggakan, tapi justru akan menjadi omongan orang dan akan menyusahkan kita. Kau tidak malu?? pikirkan itu...!!!"
" Tidak!!! aku lebih malu memiliki istri tak punya hati sepertimu. Kalau kau memang tidak mau mengurusnya, biar aku saja yang mengurusnya. Jika kau tidak mau tinggal serumah dengan anak ini, dengan senang hati aku persilahkan kau keluar dari rumah. Karena kau pasti lebih bisa bertahan hidup di luar, dibandingkan dengan anak kita."
" Kau mengusirku???"
" Aku tidak mengusirmu. Aku hanya mempersilahkan kau tinggal di tempat yang kau sukai tanpa melihat anak ini lagi."
" Mike kau sangat keterlaluan. Aku masih belum lupa rasa sakit tadi saat melahirkan, sekarang kau tambah dengan lebih memilih anak ini dibanding aku."
" Anak ini katamu??? Anak ini siapa Deasy??? anak ini anak kita, apapun kondisinya dia tetap darah daging kita, kau tidak bisa memungkiri itu..!!!"
" Ehemmm...."
Dokter yang sedari tadi diam saja, pura-pura batuk mendengar dua orang pasiennya itu bersitegang.
" Maaf tuan dan nyonya, sebaiknya kalian berdua selesaikan semuanya di rumah. Bicarakan baik-baik di sana ya, karena petugas kami harus memindahkan nyonya ke ruangan lain, ada pasien lain yang harus segera kami tangani.
Mike dan Deasy langsung diam. Sementara bayi yang ada di pelukan Mike menangis semakin keras.
" Kau susui dia, kasihan anak kita. Lihatlah, kau tidak iba sedikitpun pada darah dagingmu sendiri???"
" Cepat susui dia!!" kata Mike sambil menyorongkan bayi yang ada dalam dekapannya.
Deasy menerimanya dengan malas-malasan, dan terlihat sangat benci pada bayi mungil itu.
" Menyebalkan!!! kenapa aku bisa melahirkan bayi seperti kau!!!" kata Deasy sambil berusaha memberikan asi pada bayinya. Bayi merah itu langsung diletakkan pada dada Deasy, mengikuti prosedur yang dilakukan setelah proses melahirkan.
Mike hanya menarik nafas panjang. Dia tidak habis pikir, kenapa anak mereka berdua cacat. Padahal selama kehamilan istrinya, Mike selalu mengupayakan hal yang terbaik demi kesehatan sang istri, namun entah kenapa Tuhan berkehendak lain, rumah tangganya diuji untuk membesarkan seorang anak yang tidak memiliki penglihatan.
Mike terus menatap bayi mungil tak bordosa itu. Kulitnya yang masih merah, dan rambutnya yang mewarisi warna rambut istrinya. Mike lalu menunduk. Sebenarnya hatinya sangat hancur melihat kenyataan ini.
" Ya Tuhan, jika papa tau cucu yang sangat didambakannya selama ini lahir tanpa memiliki mata, pasti dia akan sedih sekali. Semoga papa bisa menerima kenyataan ini dengan lapang dada." Kata Mike dalam hati.