
" Sayang ayo cepat!!!" Teriak Dhea sambil jalan terburu-buru.
" Iya." Jawab William.
" Hehhh....kenapa tiba-tiba mendung begini padahal baru saja cuaca cerah." Gerutu William yang merasa belum puas memutari kompleks di sekitar rumahnya.
" Bulan ini memang musim penghujan sayang, jadi tidak bisa diprediksi." Jawab Dhea.
Belum juga tiba di rumah, hujan turun dengan lebatnya hingga Dhea dan William akhirnya berlari-lari untuk menghindari tubuhnya tersiram air hujan, namun tetap saja saat tiba di rumah seluruh badan mereka basah kuyup.
" Ahhhhhh...akhirnya sampai juga." Kata William sambil membuka pintu rumahnya, lalu setelah berada tanpa basa basi membuka pakaian yang dikenakan dan mengibas-ngibaskan rambutnya. Dhea hanya bengong saja melihat suaminya itu, tiba-tiba dadanya terkesiap melihat separuh tubuh William yang sangat menggoda, belum pernah Dhea melihat itu sebelumnya.
William tidak sadar jika istrinya terus memandangnya tanpa berkedip. William baru tau saat matanya beralih ke sosok Dhea yang berdiri diam sedari tadi.
" Sayaaaanggg.....kenapa kau seperti orang yang dihipnotis begitu, kau sedang membayangkan apa kalau boleh aku tau??? Apakah air hujan yang membasahimu itu berubah panas setelah kau melihat tubuhku???" Goda William.
" Ohhh ehhgg...tidak sayang...aku tidak panas..aku sangat kedinginan...." Kata Dhea gugup.
" Apakah itu artinya kau ingin aku menghangatkanmu?" Tanya William lagi.
" Ehhhh....iya maaf aku akan segera mengganti bajuku saja." Kata Dhea dan segera berlari menuju ke kamarnya, William terbahak melihat reaksi istrinya yang begitu polos itu.
" Istriku... istriku..kau lucu sekali...awas kau ya...!!!" Kata William sambil mengikuti istrinya.
Dhea segera buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, dan melepas seluruh pakaiannya di sana lalu menyiram tubuhnya. Saat hendak keluar dari kamar mandi dia baru tersadar.
" Aduhhhh...kenapa aku tadi tidak membawa baju sekalian...!!" Bathinnya. Sudah kebiasaannya dia selalu mengganti baju di dalam kamar dan hanya keluar dengan melilitkan handuk di tubuh saja. Padahal saat ini sudah ada laki-laki di dalam kamarnya, namun dia merasa malu sekali untuk memulai kebiasaan itu.
" Hemmm...aku gunakan saja dua handuk ini." Bisik Dhea dalam hati. Kemudian dia memakai dua handuk besar, yang satu dililitkan ke tubuhnya dan yang satu di tutupkan di bagian pundaknya. Dia keluar dengan was-was sambil sebelumnya mengintip dulu di celah-celah pintu, takut jika ada William di sana.
" Ahhhh..untung tidak ada dia, pasti dia masih di luar." Katanya lega. Kemudian Dhea keluar dengan santainya dan menuju ke lemari pakaiannya. Namun betapa terkejutnya Dhea saat mendengar suara seorang laki-laki menegurnya.
" Sayaaanggg kenapa kau harus takut-takut keluar dari toilet itu? Kau khawatir aku akan melihat tubuh indahmu di balik handuk besar itu?" Kata William menggoda Dhea. Ternyata sedari tadi William tiduran di atas kasur dibalik selimut tebal, sehingga Dhea tidak mengetahuinya. Dan William tertawa sendiri melihat reaksi istrinya yang sedang celingak-celinguk melalui sebuah cermin yang ada di depannya, sehingga tanpa harus menolehpun dia bisa tau semua melalui cermin tersebut.
" Sayaaangg...kau di sini?" Tanya Dhea terkejut.
" Iya sayangggg....Kenapa kau masih malu-malu dengan suamimu sendiri?" Tanya William sambil beranjak dari tidurnya, dan ternyata dia masih bertelanjang dada, hanya mengenakan celana boxernya saja.
" Kau...kau...kenapa hanya menggunakan celana itu, nanti kau bisa masuk angin." Kata Dhea takut-takut.
" Sayang...aku...aku pakai baju dulu ya, lihatlah aku baru saja mandi." Kata Dhea beralasan.
" Untuk apa? Aku tidak perlu bajumu sayang, aku hanya perlu yang lain." Bisik William di telinga Dhea. Laki-laki itu mulai menjalankan aksinya, dibuangnya separuh handuk yang menutup pundak Dhea. Dan dengan leluasa menyentuh bagian yang diinginkannya.
" Sayang...kau tidak akan menolaknya lagi kan???" Bisik William sambil menatap mata indah istrinya.
" Iya...sabar dulu maksudku...!!!" Kata Dhea berusaha menghindar.
" Maksudmu apa sayang?? Kau tau kan dosa besar menolak keinginan suami." Kata William lagi.
Dhea hanya diam saja tidak bisa berkutik, tubuhnya terasa kaku, dan bibirnya terasa kelu. Tanpa buang-buang waktu lagi William segara mengangkat tubuh Dhea di atas pembaringan. Dan Dhea sudah tidak bisa menolak tubuh kekar William yang terus bermain-main di atasnya.
Dua orang anak manusia itu sudah tidak perduli lagi suara hujan yang berjatuhan di bumi yang semakin deras mengguyur, yang mereka dengar hanya suara-suara kenikmatan yang keluar dari bibir mereka berdua seolah sedang melepas dahaga yang selama ini mereka tahan. Harapannya adalah Alloh akan sesegera mungkin memberikan buah cinta di dalam hubungan mereka hari ini. Pertahanan Dhea benar-benar sudah runtuh di bawah kekuasaan suaminya yang memang sudah amat lihai dalam permainan itu, hingga kemudian keduanya Benar-benar terkapar tak berdaya secara bersama-sama.
" Sayaaang......apakah darah yang tadi bukan darah palsu yang dibuat oleh Christy seperti di kamarku waktu itu???" Tanya William sambil menggoda Dhea yang masih ada dalam pelukannya.
" Kau ini....bukankah kau tadi yang baru merasakannya sendiri?" Kata Dhea sambil memukul dada William.
" Hahaha...aku hanya bercanda sayang...ternyata bercinta dengan istri sendiri itu jauh lebih menyenangkan." Kata William.
" Ya, karena kau tidak akan takut aku hamil sehingga kau tidak perlu menggunakan pengaman. Begitu kan?" Tanya Dhea.
" Bukan itu saja."
" Lalu?" Tanya Dhea lagi.
" Karena aku bisa melakukannya kapan saja semauku dan kamu tidak akan bisa menolakku sayang." Kata William dan mulai menciumi Dhea kembali.
" Heiiii...kau ingin mengulanginya lagi?" Kata Dhea sembari berkeliat menghindari ciuman William.
" Ya aku ingin mengulanginya lagi...lagi...dan lagi..."
" Tapi kan..." Kata Dhea mencoba protes, karena baru saja dia ingin beristirahat sejenak.
" Kau tidak bisa memprotesku sayang, dan seharian ini aku ingin mengurungmu di kamar ini bersamaku." Kata William.
" Aaahhh....mati aku!!!" Teriak Dhea. Dan Williampun tertawa melihat reaksi istrinya itu lalu kembali melanjutkan kegiatannya.