Something different

Something different
Mike menjemput Dhea



Siang ini Dhea baru saja keluar dari kampusnya. Hendrik sudah menunggunya di depan kampus. Namun dilihatnya supir William itu sedang mengobrol dengan seorang pria yang sepertinya Dhea amat mengenalnya.


" Mike?? Bukankah dia Mike? Kenapa dia ada di sini? Apa yang sedang dibicarakan dengan Hendrik?"


Perlahan Hendrik masuk ke dalam mobilnya, dan kemudian meninggalkan kampus Dhea.


" Heii....kenapa Hendrik pergi? Apakah Mike yang meminta Hendrik meninggalkanku? Waduh bisa marah jika William tau." Dhea terus bertanya tanya dalam hati.


" Selamat siang Dhe?" Sapa Mike saat Dhea sudah tiba di hadapannya.


" Iya selamat siang Mike. Kemana Hendrik? Kenapa dia meninggalkanku?"


" Aku yang memintanya pergi, karena aku yang akan mengantarmu pulang."


" Lebih baik jangan Mike! William selalu mengawasiku dimanapun aku berada. Aku tidak mau kalian bertengkar lagi, dan dia pasti akan segera tau jika aku pulang denganmu".


" Biar saja, jika dia marah denganmu aku yang akan bertanggung jawab Dhe."


" Ini bukan masalah tanggung jawab Mike, tapi akibat perbuatanmu ini akan banyak orang yang jadi sasaran kemarahannya, termasuk supirnya itu. Kau tidak kasihan dengannya? Dia itu hanyalah orang suruhan William saja."


" Pleas sekali ini saja, aku ingin bicara banyak denganmu. Aku hanya ingin dengar sendiri kejadian yang sebenarnya dari mulutmu langsung, itu saja. William saat ini sedang keluar kota kan?"


" Kau tau darimana?"


" Aku mengikutimu beberapa hari ini, dan kulihat William tidak pernah menjemputmu, jadi tadi aku tanya dengan supirnya. Ayolah, mungkin dia hanya marah sebentar, aku sangat mengenalnya Dhe. Dia tidak mungkin betah berlama lama marah denganku, adiknya Dhe."


" Biklah tapi cukup sekali ini saja ya? Besok besok aku tidak mau mengambil resiko ini lagi."


" Iya Dhe, percayalah kau bisa pegang kata-kataku."


Kemudian Dhea naik ke dalam kendaraan Mike, dan seperti biasanya dia selalu duduk di belakang tidak seperti saat bersama William.


" Dhe ceritakanlah kejadian sebenarnya padaku, sehingga sekarang kau tidak bisa lagi menghindari kakakku seperti dulu."


Lalu Dhea bercerita panjang lebar, mulai dari anak buah William yang menculiknya, hingga foto foto dirinya yang saat ini ada di dalam handphone William.


" Keterlaluan sekali kakakku itu!tl Tega teganya dia berbuat serendah itu padamu demi untuk memilikimu!"


" Itulah Mike. Aku saat ini tidak bisa kemana mana lagi, jadi mulai sekarang lebih baik kau menjauhiku, aku tidak mau dia marah dan berbuat yang lebih parah lagi dari ini."


" Jadi sekarang kau menyerah Dhe?"


" Apa boleh buat Mike, seandainya kau jadi aku pasti kau juga melakukan hal yang sama denganku bukan?"


" Yahhh...mungkin iya mungkin tidak Dhe."


" Maksudmu?"


" Kita itu berbeda sifat dan kebiasaan Dhe, buatku foto foto syur itu di sini bukanlah hal tabu lagi, jadi mungkin aku tidak akan perduli jika itu disebarluaskan oleh William. Namun buatmu, mungkin itu adalah hal yang sangat memalukan, apalagi jika diketahui oleh keluargamu di Indonesia sana. Yah itu semua karena kita berbeda prinsip Dhe. Dan William sangat pandai membaca situasi itu." Kata William panjang lebar.


" Itulah Mike, aku sangat bingung saat ini."


" Lalu dengan kata lain kau sudah pasrah untuk mengorbankan segalanya? termasuk agamamu?"


" Tidak Mike, aku saat ini mau menuruti semua kata katanya, tapi tidak untuk yang satu itu."


" Lalu selanjutnya bagaimana jika dia memintamu untuk menikah dengannya?"


" Terserah dia, jika dia mau mengikuti kepercayaanku oke, kalau tidak NO!!" Jawab Dhea tegas.


" Jika dia tetap terus memaksamu?"


" Aku berani mati untuk mempertahankan akidahku Mike! Tuhanku tidak akan murka dengan umatnya yang lebih memilih mati daripada mengorbankanNya."


" Memang Tuhan terkadang akan menguji umatnya untuk mengetahui sebesar mana rasa cintanya terhadapNya. Memang berat Mike, tapi jika kita percaya bahwa semua yang ada di dunia ini hanyalah fana, mungkin tidak ada manusia yang silau dengan apa yang ada di muka bumi ini."


" Yah semoga kau bisa mendapatkan jalan keluar yang terbaik dari masalahmu ini Dhe."


" Yah Mike, setiap ujian itu pasti ada hasil akhirnya. Dan hasil akhir itu adalah rahasiaNya, aku percaya bahwa Dia tau apa yang terbaik buatku."


" Lalu bagaimana hubunganmu dengan William? Apakah dia memperlakukanmu dengan baik?"


"Sangat baik Mike, bahkan menurutku sangat berlebihan."


" Kakakku memang selalu begitu Dhe, dia akan melakukan apapun demi orang yang dicintainya, dan aku yakin dia pasti memperlakukanmu seperti ratu kan?"


" Hahaha ya begitulah, kakakmu memang gila." Jawab Dhea sambil tersenyum.


Mike melirik Dhea sebentar.


" Ehemmm....wajahmu berubah ceria saat aku membahasnya."


" Oh ya? Ah hanya perasaanmu saja Mike!"


" Kau sepertinya mulai jatuh cinta dengannya ya?"


" Aku?Jatuh cinta dengannya? Kau tau darimana?"


" Hahaha Dhea Dhea, aku sangat mengenalmu walaupun kita jarang bersama. Mimik wajahmu tidak bisa menyembunyikan perasaanmu Dhea, kau itu bukan gadis yang pintar bersandiwara."


" Ah kau sok tau Mike!" Jawab Dhea sambil membuang pandangannya, wajahnya berubah memerah.


" Hehhhh...kau beruntung sekali Will, bisa mendapatkannya." Gerutu Mike.


" Hei kau bicara apa Mike?" Tanya Dhea pura pura tidak mendengar.


" Tidak Dhe, aku tau perlakuan spesial William ditambah pesonanya yang begitu besar, mana ada satupun wanita yang bisa menghindari itu."


" Tapi aku bisa!" Jawab Dhea sedikit ngotot.


" Tapi itu dulu Dhe! Lama kelamaan kau pasti akan jatuh cinta dengannya juga. Tidak apa apa Dhe, tidak ada yang salah. Tapi aku berharap kau adalah pelabuhan dia yang terakhir, dan tidak ada lagi wanita wanita lain sesudahmu."


" Memang kau tidak keberatan Mike memiliki kakak ipar seperti diriku?"


" Mana bisa aku menolak memiliki kakak ipar sebaik dirimu Dhe."


" Kau nanti tidak akan cemburu melihatku bersama kakakmu?"


" Mungkin saja aku cemburu Dhe, tapi aku selalu berusaha untuk belajar menerima kenyataan Dhe."


" Aku selalu suka dengan sifatmu yang satu itu Mike, sayang kakakmu tidak memilikinya."


" Yah kakakku tidak memilikinya, tapi kakakku adalah orang yang sangat tau cara menyayangi keluarganya Dhe, dan mungkin kelebihan itu yang tidak kumiliki."


" Setiap manusia itu memang memiliki kelebihan dan kekurangan Mike, tapi kita harus pintar untuk bisa tau kekurangan kita, agar kemudian kita bisa menutupi dengan kelebihan kita itu."


" Hahaha semakin hari kau semakin bijak saja Dhe, aku yakin jika kakakku menikah denganmu nanti lama kelamaan dia akan jadi seorang penyair dan bukan seorang pengusaha lagi."


" Seorang penyair? Maksudmu?"


" Ya seorang penyair yang selalu kaya dengan kata kata petuahnya hahaha."


" Hahaha kau ini bisa saja Mike."