
Saat keluar dari tokonya, Dhea melihat William sudah ada di depan menunggunya. Dhea menghentikan langkahnya.
" Hhhh...dia sudah menungguku, dasar....seperti tidak berdosa saja, dia pikir aku belum tau bahwa dia sudah menghamili kekasihnya ".
Dhea kemudian melanjutkan langkahnya, wajahnya ditekuk sedemikian rupa.
" Malam sayang...".
Dhea diam saja tidak menjawab salam dari William.
" Hei ada apa rupanya ? kenapa wajahmu terlihat tidak ceria ? kau sedang ada masalah dengan pekerjaanmu ?"
Dhea menatap tajam ke arah William penuh dengan kebencian.
" Aku tidak memiliki masalah, sebaliknya kaulah yang sedang mencoba lari dari masalah ".
" Aku ? ada apa denganku ?"
" Hhhh...jangan pura pura bodoh. Aku sudah tau semuanya Will, wanita itu tadi sore datang ke sini dan mengatakannya semua padaku ".
" Wanita itu siapa maksudmu ?" Dada William berdegub kencang menunggu kalimat Dhea selanjutnya.
" Kekasihmu William, kekasihmu yang sedang mengandung anakmu itu yang tadi menemuiku. Dia mengatakan bahwa dia sedang hamil ".
" Jadi wanita itu telah menceritakan semua padamu ?"
" Ya kenapa ? kau jangan pura pura lagi. Ternyata kau itu tidak pernah berubah Will, tetap saja brengsek seperti saat pertama aku kenal dulu. Aku pikir kau telah berubah Will, aku benar benar kecewa padamu !!!" kata Dhea seraya pergi meninggalkan William.
" Dhe tunggu, aku bisa menjelaskan semua, kejadian itu sudah lama, dan aku tidak sengaja melakukannya dengannya ". Kata William sambil menghalangi langkah Dhea.
" Tidak sengaja kau bilang ? dan hamil ?? Kau pikir aku bodoh. Pergi dari hadapanku !! Aku tidak ingin lagi melihat wajahmu di depanku. Kau seorang laki laki, bertanggung jawablah atas semua perbuatanmu seperti pernah kau bilang dulu. Aku masih begitu ingat kata katamu Tuan William, ini sekarang resikomu, dan hadapilah semua ".
" Dhe...tunggu Dhe...Dhe....!!" William terus memanggil nama Dhea. Dhea tidak memperdulikan sama sekali, dan terus berjalan menuju ke halte, kemudian menghentikan sebuah bus yang lewat di depannya, dan naik ke atasnya.
Dhea menatap lampu yang berkelap kelip menghiasi sepanjang kiri kanan jalan. Setelah beberapa lama tidak naik bus tersebut, malam ini Dhea kembali menaikinya.
" Ya Alloh semoga ini jalan terbaik yang Kau berikan untuk hamba, mungkin hamba memang sudah mulai percaya dengannya, namun ternyata Kau menunjukkan semuanya di saat yang tepat ", kata Dhea dalam hati sambil tetap memandang suasana jalan melalui kaca di samping tempat duduknya.
Saat bus sedang melewati taman kota, tiba tiba Dhea meminta pengemudi bus untuk mengentikan kendaraannya. Lalu Dhea turun di sana. Banyak muda mudi yang sedang duduk sambil menikmati malam. Dhea ingat beberapa hari yang lalu William mengajaknya duduk di sini. Kemudian Dhea menuju sebuah kursi kosong di depannya dan memperhatikan orang yang lalu lalang di hadapannya. Tiba tiba seseorang menegurnya.
" Hai Dhe ?"
Dhea segera menengok ke arah suara itu yang berasal dari sebelah kanannya.
" Hai Mike...kau di sini juga rupanya ?"
" Ya, aku baru saja datang dan melihatmu di sini ".
" Aku boleh duduk di sampingmu ?"
" Silahkan Mike ", kata Dhea sambil menggeser tubuhnya.
" Terimakasih Dhe ", kata Mike sambil meletakkan tubuhnya di samping Dhea.
" Hhhmmm benar kata dokter pribadi William, Mike ternyata lebih sopan dan lebih santai daripada William ", kata Dhea dalam hati.
" Kau darimana Dhe ? kenapa duduk sendirian di sini ?"
" Aku baru saja pulang kerja Mike, dan ingin menikmati susana malam di sini dulu ".
" Ohhh jadi kau kerja juga selain kuliah ?"
" Iya Mike sambil mengisi waktu. Kau sendiri kenapa sendirian ? istrimu mana ?"
" Aku sedang proses cerai Dhe ".
" Kau jadi bercerai dengan istrimu ?"
" Kau sudah tau Dhe ?"
" Ya, William yang menceritakannya padaku. Dia banyak cerita tentangmu, dia sangat menyayangimu Mike, dan ingin mengatakan keburukan istrimu sejak lama, namun diurungkannya takut kau nanti terpuruk seperti dirinya ".
" Terpuruk ??? hahaha...aku itu memang tidak sehebat William dalam dunia percintaan, tapi aku tidak sebodoh itu membuang buang waktuku untuk seorang wanita yang telah menghianatiku ".
" Hahaha ternyata cara berfikirmu lebih baik daripada William ya ?"
" Hhhhh aku hanya belajar dari pengalaman kakakku saja Dhe, aku tidak ingin melakukan perbuatan sia sia karena kegagalan pernikahanku ".
" Benar Will, aku suka caramu berpikir ", kata Dhea sambil tertawa.
" Lalu kau sendiri ? setiap hari pulang seorang diri malam malam begini ?"
" Sebelum kenal dengan kakakmu aku selalu sendirian, tapi kemudian dialah yang mengantar jemputku setiap hari ".
" Kau bilang seperti itu kalian tidak pacaran ?"
" Memang tidak Mike, kakakmulah yang selalu memaksaku selalu ikut dengannya ".
" Dan dia tidak pernah berhenti sebelum mendapatkanmu, begitu kan ?"
" Ya seperti itu katanya padaku, kau tau ?"
" Dia itu kakakku, dan aku sangat mengenalnya ".
" Tapi dia itu sebenarnya seorang yang sangat penyayang, perhatian dan setia Dhe ".
" Tapi mungkin itu dulu sebelum mantan istrimu menghianatinya kan ?"
" Hahaha benar...ternyata kau sudah sangat jauh mengenal kakakku Dhe ", kata Mike.
" Oh ya, lalu kemana kakakku ? kenapa malam ini dia tidak menjemputmu ?"
" Aku tadi meninggalkannya di depan tokoku ".
" Maksudmu ?" Selidik Mike penasaran.
" Tadi dia menjemputku, tapi aku pergi meninggalkannya ".
" Kalian sedang ada masalah ?"
" Bukan aku, tapi kakakmu ".
" Maksudmu Dhe ?"
" Dia telah menghamili seorang wanita, dan wanita itu tadi sore menemuiku memintaku untuk menjauhinya ".
" Benarkah Dhe ?"
" Tanyalah kakakmu jika kau tidak percaya ".
" Kau marah dengannya ?"
" Aku tidak marah, hanya tidak suka dia lari dari tanggung jawab. Jika dia terus mengejarku, berarti sama saja menyakiti wanita itu. Dan aku tidak mau jadi orang kedua dalam hubungan mereka ".
" Apakah kau menyukai kakakku Dhe ?"
" Tidak Mike. Kau lihatlah sendiri, aku dan dia berbeda, dan itu sangat tidak mungkin buatku untuk menjalin hubungan dengannya ".
" Tapi jika tidak ada perbedaan di antara kalian, apakah kau mau menerimanya ?"
" Aku belum tau Mike, karena sampai saat inipun aku masih tetap tidak bisa mempercayai kakakmu, dia pria play boy, apalagi sekarang setelah aku tau dia menghamili kekasihnya ".
" Hhhhhh.....bodohnya kakakku, bisa bisanya meninggalkan gadis baik sepertimu ".
" Hahaha gadis baik ? tau darimana kau aku gadis baik ? sedangkan kita baru saja mengobrol di sini ?"
" Kau lupa dia itu kakakku, dia itu tidak akan pernah mau membawa seorang wanita ke rumah jika tidak benar benar mencintainya, dan satu lagi dia tidak akan membawamu mengenalkannya ke keluarga jika kau bukan gadis baik baik ".
" Jadi dulu Jessy pernah dibawanya ? dan menurutmu Jessy baik ?"
" Hahaha itulah bodohnya kami, tidak pernah menyangka bahwa Jessy seburuk itu, dan terlalu dibutakan oleh kecantikannya ".
" Hahaha nasib kakak beradik yang sangat menyedihkan ", kata Dhea sambil tertawa.
" Hei kuadukan kau pada kakakku, berani memperolok kami ".
" Adukanlah, aku tidak pernah takut padanya. Bahkan hampir setiap bertemu dengannya aku memperolok dia ".
" Hahaha pantas saja dia sangat penasaran padamu, pasti dia belum pernah bertemu gadis seberani kau sebelumnya ".
" Yah mungkin saja ".
" Lalu rencanamu selanjutnya apa ?"
" Rencana apa ?"
" Rencana setelah kakakku tidak lagi mendekatimu ? Kau pasti akan kehilangan sosoknya ".
" Hahaha kata siapa ? bahkan aku sangat bersyukur sekali, karena setelah ini hidupku akan berjalan normal lagi ".
" Hah jadi saat bersama dengan kakakku kehidupanmu tidak berjalan normal ?"
" Ya, kau pikir sendiri coba !! dia tidak pernah memberiku kebebasan sama sekali, sangat mengekangku, bahkan untuk mengobrol dengan sahabat priaku yang juga sahabatnya, dia marah besar. Coba sakit tidak kakakmu. Apapun yang kulakukan bahkan dia tau. Aku seperti seperti seekor tikus kecil yang sedang diincar kucing liar besar dan galak yang siap menerkamku sewaktu waktu ".
" Hahaha berarti sekarang kau bebas dong ?"
" Kata siapa ? lihat saja nanti. Atau jangan jangan dia terus mengejarku dan meyakinkanku untuk mempercayainya ".
" Hehhhh kau hafal sekali sifatnya ".
" Sangat hafal Tuan Mike ".
" Hhhmmm sepertinya sudah malam Dhe, ayo aku antar kau pulang ".
" Denganmu ?"
" Ya denganku, hahaha jangan khawatir Dhe aku sudah jinak tidak seperti kakakku, atau kau ingin pegang dompetku sebagai jaminannya ? Aku hanya ingin mengantarmu selamat sampai rumahmu, itu saja tidak lebih ".
" Oke, tapi aku duduk di belakang ya ?"
" Silahkan Dhe, duduk dimanapun yang kau suka, di atappun boleh ", jawab Mike sambil tersenyum.
" Hahaha sialan kau ".