Something different

Something different
Pergi ke kampus



" Kau sudah siap Dhe ? Aku sudah di bawah ".


Pagi ini William menelfon Dhea, dan akan mengantar Dhea ke kampusnya.


" Ya tunggu sebentar ", jawab Dhea singkat.


Setelah siap Dhea segera turun ke bawah. Beberapa petugas apartemen menyapanya ramah sambil menundukkan kepalanya, Dhea hanya membalas sapaan mereka dengan senyumannya, rasanya tak enak hati diperlakukan sespesial ini?, padahal dia ini bukan siapa siapa, hanya seorang gadis biasa yang entah kenapa bos mereka tertarik padanya.


Saat sudah berada di bawah dilihatnya William sedang duduk sambil membaca koran, terlihat sangat rapi dengan setelan jasnya.


Dhea langsung menghampiri William.


" Ayo berangkat ", ajak Dhea singkat.


" Ohhh sudah siap ya ?" Jawab William sambil menyingkirkan koran yang dibacanya tadi.


" Hmmm kau cantik sekali Dhe pagi ini, membuatku semakin bersemangat untuk memulai aktivitas hari ini ".


" Sudah diam jangan berbasa basi, atau kau akan membuatku jadi hilang semangat untuk memulai aktivitasku hari ini ". Jawab Dhea sambil ngeloyor pergi ke depan.


William hanya diam saja dan tertawa melihat Dhea meninggalkan dirinya.


Saat sudah di depan Dhea terpaku bingung, matanya berkeliling mencari sesuatu.


" Hei mana mobilmu ?" Tanya Dhea sambil melihat William yang sedang tertawa.


" Kenapa kau tertawa ? memangnya ada yang lucu ya ?"


" Kau mencari mobil siapa Dhe ?"


" Mobilmu ? Kau akan mengantarku ke kampus kan pagi ini ?"


" Iya benar ".


" Lalu mana mobilmu ?"


" Kau rindu naik bus tidak ?"


" Naik bus ?? Ya aku rindu sekali bisa naik kendaraan itu lagi ".


" Kita naik bus saja ya ?"


" Benarkah Will ?"


" Ya, kau tidak keberatan kan ".


" Keberatan ? hahaha tentu saja aku sangat tidak keberatan, rasanya lebih nyaman naik kendaraan umum itu, aku tidak perlu khawatir kau akan membawaku kabur nanti !!"


" Hahaha kau ini selalu curiga padaku. Ayo kita berangkat ", ajak William sambil berdiri dari duduknya kemudian berjalan di samping Dhea.


Mereka berdua berjalan menuju halte terdekat.


" Hemmmm segar sekali udara pagi ini, pasti karena ada kamu di sampingku ya Dhe ?" kata William sambil melirik Dhea.


" Hehhh sudahlah jangan usaha terus ya, kau tidak akan bisa merayuku ".


" Hehehe benarkah Dhe, lihatlah di sekelilingmu sekarang, wanita wanita di sekitar kita saja sedang mencuri pandang dan sedang mengagumi ketampananku, masak kau sedikitpun tidak ingin memandang wajahku ?"


" Kau ini jangan terlalu percaya diri, mereka ini hanya heran, penampilanmu sekarang itu sudah seperti direktur apalagi lengkap dengan dasimu itu, makanya mereka heran direktur kenapa berdiri di halte naik bus umum ", kata Dhea sambil terkekeh.


" Memangnya salah ya ?"


" Tidak sih, paling mereka berpikir pasti kau seorang direktur yang perusahaannya sudah bangkrut sehingga tidak memiliki kendaraan pribadi lagi ". Jawab Dhea tergelak sambil menutup bibirnya, sangat girang karena merasa berhasil menggoda William.


" Hhhmm biar saja Dhe, walaupun bangkrut tapi kan masih ada wanita cantik yang menemani di sampingku ini hehehe ".


Tak lama kemudian Bus telah tiba di depan mereka, orang berlarian berebut naik. William berada di belakang Dhea untuk melindungi tubuhnya dari desakan penumpang lain.


" Kau duduklah di situ, biar aku berdiri di sini ", kata William, kebetulan jalur bus yang dilewati Dhea untuk menuju ke kampusnya merupakan jalur padat, karena letaknya lebih ke tengah kota, beda dengan letak tempat tinggal Dhea yang lama.


Dhea sangat menikmati perjalanan ke kampusnya hari ini, setelah lama tidak pernah naik kendaraan umum itu lagi. Rasanya dia seperti flash back saat pertama kali pergi ke kampus sendirian dan tanpa didampingi pria yang sedang berdiri di sampingnya ini.


Dhea melirik William, pria itu seperti kesusahan berdiri sambil berpegangan di tiang bus, walaupun ac di dalam bus ini sudah lumayan besar, namun keringat William terlihat membasahi wajahnya.


Dhea hanya tertawa sendiri dalam hati.


" Hahaha William William, kasihan sekali, pasti dari kecil hidupmu tidak pernah susah, hanya naik bus seperti ini saja wajahmu sudah terlihat sangat menderita ", Kata Dhea dalam hati dan terus menertawai William.


Setelah tiba di depan kampus Dhea, beberapa penumpang turun di sana termasuk William dan Dhea.


" Lho kamu kenapa ikut turun Will ? bukankah kamu akan pergi ke kantor ?"


" Iya Dhe tapi aku tidak akan naik bus lagi, lihatlah tampangku sekarang ?" kata William sambil menghapus keringat di wajahnya.


" Hahahaha....", Dhea tertawa terbahak bahak.


" Kau senang ya melihat ketampananku hilang karena keringat ini ?" gerutu William sambil cemberut.


" Hahaha bukan begitu, kau baru sekali saja berdesak desakan di dalam bus ternyata kharismamu sudah hilang, berkacalah....kau lebih pantas disebut sebagai seorang pekerja kasar dibanding CEO perusahaan hahaha ", Tawa Dhea begitu riang, Dhea bahkan lupa bahwa pria di depannya ini sebenarnya sangat dibencinya.


" Kau tertawa di atas penderitaanku Dhe ".


" Hahaha salah sendiri sok mengajakku naik bus, kau kan tau itu dulu makanan sehari hariku, sedangkan kamu ?? hahaha !!" Kata Dhea lagi masih belum selesai rasa gelinya melihat William.


" Ahhh ini kan aku hanya ingin menyenangkanmu Dhe , kalau tidak mana mau aku bersusah payah begini ".


" Ya ya ya terimakasih Tuan William sudah berusaha menyenangkanku, tapi lain kali kamu harus bisa mengukur kemampuanmu sendiri, atau kau akan tersiksa karena ulahmu sendiri ya ?"


" Tak apa Dhe yang penting kau bahagia, dan aku senang melihatmu tertawa selepas ini ", kata William.


Tatapannya begitu mesra melihat wanita di hadapannya ini, wajah Dhea begitu berseri. William sangat lega bisa membuat Dhea tertawa lagi.


" Aku mau melakukan apa saja Dhe, asal kau bisa bahagia ada di sampingku seperti sekarang ini ", kata William lagi.


" Aahhh sudahlah ", kata Dhea tersadar. Dia tadi benar benar kelepasan sehingga tidak bisa mengontrol tawanya.


" Kau jadi berangkat naik apa ?" Tanya Dhea kemudian.


" Aku akan naik taksi saja Dhe, aku tidak mau saat tiba di kantor nanti tampangku acak acakan, dikira aku habis dikejar anjing lagi ".


" Hehhh bukannya kau lebih menyeramkan dibanding binatang itu, pasti dia akan lari terbirit birit lebih dahulu sebelum mengejarmu ", canda Dhea.


" Hahaha kau ada ada saja Dhe. Masuklah ke kampusmu, aku akan pergi jika kau sudah masuk ke dalam ".


" Kenapa kau takut aku kabur ?"


" Bukan, aku takut kau diculik cowok lain hahaha ".


" Hehhh yang berani menculikku itu cuma kamu Tuan William. Ya sudah aku masuk dulu, kau hati hatilah di jalan ", kata Dhea sambil berbalik badan hendak meninggalkan William.


" Hei kau sepertinya mengkhawatirkanku ? Apakah kau takut akan keselamatan calon ayah dari bayimu nanti sayang ???" Kata William menggoda Dhea.


" Hehhhh terserah kau !!!" kata Dhea sambil terus pergi meninggalkan Dhea.


William terus memperhatikan Dhea yang pergi meninggalkannya, hingga punggung gadis itu benar benar hilang dari pandangannya.


" Hhhhh i love you Dhe, semoga hari hari mu bisa terus ceria seperti sekarang ", gumam William sambil menarik nafas panjang, kemudian menghentikan taksi yang lewat di hadapannya.