Something different

Something different
Mike datang



Saat sedang asyik mengobrol di kantor tiba-tiba Mike adik William menelfon.


" Hallo Mike ada apa?" Tanya William.


" Kau sudah sampai di sini Will? Sekarang kau di mana? Apakah jadi menginap di apartemenmu?"


" Oh iya maaf Mike aku lupa mengabarimu. Aku sudah datang dari kemarin, tapi sekarang sedang berada di kantorku. Kau dimana?" Tanya William.


" Ohhh aku kira kau sedang di apartemenmu, aku sudah ada di dekat situ."


" Ohhh kebetulan sekali, Dhea ada di sana sendirian. Tolong kau bawakan dia makanan ya, tadi saat kutinggalkan dia sedang tidur mungkin kelelahan, maklum kakak iparmu itu sedang hamil muda."


" Oh ya, hebat sekali kau, secepat itu kau ingin memberikan keponakan untukku."


" Hahaha....makanya cepatlah mencari pengganti jessy, agar kau juga merasakan bahagaimana bahagianya menjadi calon ayah."


" Ahhhh....kau ini, aku harus mencari kemana calon istri yang seperti Dhea?"


" Dasar kau ini, jangan bilang kau masih penasaran dengannya ya?"


" Hahaha...tentu tidak kakakku, aku sangat tau batasanku sebagai adik iparnya. Ya sudah aku carikan makanan untuknya dulu ya, siapa tau dia sudah bangun." Jawab Mike dan kemudian segera menutup telfonnya lalu mencari restoran halal terdekat.


Tak lama kemudian Mike sudah terlihat membawa satu buah kotak besar makanan untuk Dhea. Dia segera menaruhnya di dalam mobil, dan kemudian melanjutkan perjalanannya menuju apartemen Dhea.


Sementara itu Dhea terlihat baru saja bangun dari tidurnya. Diliriknya jam dindingnya.


" Hemmm....sudah pukul 10 siang, pantas saja perutku sudah lapar." Kata Dhea dalam hati.


Kemudian dia segera beranjak bangun dari tidurnya, mengaduk-aduk tas kopernya, dan mengambil beberapa helai pakaian, kemudian segera berjalan ke kamar mandi dan langsung mengguyur tubuhnya.


Kucuran air yang lumayan dingin berhasil membuat rasa kantuknya berkurang, terlebih suara perutnya yang mulai keroncongan sepertinya tidak rela jika harus dibiarkan terus berteriak-teriak minta diisi.


Setelah selesai mandi Dhea segera keluar dan mengganti pakaiannya, lalu bersolek sebentar. Tak lama kemudian dia mengambil handphonennya, berniat memesan makanan pada salah seorang pegawai yang ada di dalam apartemen itu. Namun baru saja hendak menelfon, tiba-tiba bel kamarnya berbunyi. Dhea meletakkan handphonennya di meja, lalu berjalan dan mengintip dari lubang kecil yang ada di pintunya.


" Mike? Dia kemari? Aduh mana suamiku tidak ada lagi." Kata Dhea dalam hati.


" Ahhh aku ajak dia mengobrol di bawah saja, aku tidak mau berduaan dengannya di kamar ini." Kata Dhea. Dhea lalu segera memakai jilbabnya, dan membukakan pintu untuk adik iparnya itu.


" Selamat pagi kakak iparku yang cantik!!" Sapa Mike.


" Selamat pagi Mike." Jawab Dhea.


" Ini aku bawakan makanan untukmu, tadi saat aku menelfon William, dia berkata kalau kau belum makan.


" Ohhh terimakasih banyak Mike." Kata Dhea sambil menerima pemberian Mike.


" Boleh aku masuk? Sudah lama kita tidak mengobrol." Jawab Mike santai.


" Maaf Mike, suamiku tidak ada, lebih baik kita mengobrol di bawah saja ya, sembari kau menemaniku makan tidak apa-apa kan?" Kata Dhea.


" Ohhhh tidak apa-apa Dhe, maaf aku lupa bahwa kau sekarang sudah menjadi istri kakakku, jadi kau sudah tidak boleh berduaan denganku lagi." Jawab Mike.


" Tunggu sebentar ya? Aku ambil alat makanku dulu, oh ya kau mau makan juga tidak?" Tanya Dhea.


" Tidak Dhe, tadi sebelum kemari aku sudah makan, jawab Mike singkat.


" Oke, kalau begitu tunggu ya." Kata Dhea sambil masuk ke dalam, sedangkan Mike tetap berdiri di luar. Tak lama kemudian dia sudah keluar lagi sambil membawa peralatan makannya.


" Ayo turun Mike!!" Ajak Dhea.


Mike kemudian mengikuti ajakan Dhea sambil berjalan di sebelahnya.


" Naik lift saja Dhe, bukankah kata William kau sedang hamil muda?"


" Hahaha memangnya kalau hamil muda kenapa? Aku tidak ingin mengajarkan anak ini untuk bermalas-malasan Mike, dia harus paham bahwa tantangan hidup itu semakin hari semakin berat, jadi aku harus melatihnya dari sekarang.


" Hehhh...pasti keponakanku itu nanti akan sekuat ibunya nanti."


" Hemmmm....kau jangan berironi Tuan Mike, kau ingin mengatakan sekeras ibunya kan???" Jawab Dhea sambil tersenyum.


" Hahaha bisa dikatakan seperti itu Dhe. Tapi keras dalam hal kebaikan tak apalah selama itu tidak merugikan sendiri dan orang lain.


" Yahhhh....yang penting dia tidak gampang menyerah jika mendapatkan ujian dari Tuhan Mike, itu yang lebih penting!!" Jawab Dhea lagi.


" Hahaha...aku bisa membayangkan, pasti hidup kakakku di sana sangat luar biasa, karena mendapatkan wanita hebat sepertimu."


" Akulah yang lebih beruntung mendapatkan kakakmu, Mike. Dia sosok suami yang sangat sempurna buatku."


" Hahhhh.....cemburunya aku nanti jika melihat keromantisan kalian berdua itu."


" Hahaha...Jangan kau ulangi kalimatmu itu ya di depan suamiku, atau jika tidak dia akan menganggap bahwa adiknya adalah musuh utamanya."


" Kita duduk di situ ya?" Kata Dhea sambil menunjuk dua tempat duduk kosong yang berhadap-hadapan, di dalam lobby apartemen milik suaminya itu.


Kemudian dia segera membuka kotak makanan yang dibawa oleh Mike tadi, dan memindahkan beberapa bagian ke dalam piring makannya.


" Kau yakin tidak ingin makan bersamaku Mike?"


" Tidak Dhe, makanlah saja." Kata Mike.


" Hemmmm.....lezat sekali ikan ini Mike!!" Kata Dhea sambil mengunyah makanan itu di mulutnya.


" Ya, aku tadi membelinya di restoran muslim dekat sini."


" Restoran yang memiliki hiasan menara tinggi di depannya itukah?"


" Ya, kau tau Dhe?"


" Aku tau sekali. Dulu saat kami masih pacaran, kakakmu sering mengajakku makan di situ. Makanannya memang sangat lezat, tidak salah kau membelikannya untukku. Terimakasih ya?"


" Sama-sama Dhe." Jawab Mike. Dia terus memperhatikan Dhea yang begitu lahap menyantap makanan yang dibawakannya. Hampir separuh lebih Dhea menghabiskan ikan itu yang berukuran lumayan besar.


" Dhe, sepertinya selera makanmu berubah ya?" Kata Mike.


" Heiii...kau mau mengatakan bahwa makanku banyak kan Mike?"


" Hahaha....kau tau saja maksudku."


" Mungkin bawaan bayi yang kukandung Mike, tapi tak apa Mike, aku lebih rela kehilangan body seksiku daripada anak yang kukandung ini kurang gizi."


" Hahahaha....Tapi perasaanku semenjak mengenalmu, sedikitpun aku tidak pernah melihat bodymu seksi Dhe."


" Hemmmm....pasti kau akan mengataiku, bahwa bodyku lurus, kerempeng seperti tiang listrik kan???"


" Tidak Dhe, bukan tiang listrik tapi tiang bendera hahaha."


" Ahhhh sama saja tiang-tiang juga itu namanya Mike." Jawab Dhea sambil merengut lucu.


" Bagaimana pernikahan kalian Dhe? Apakah kakakku tidak mengecewakanmu?"


" Kau bisa lihat sendiri Mike, bagaimana apakah setelah lama kau tak berjumpa denganku tampangku seperti orang yang sedang patah hati?" Tanya Dhea.


" Hahaha....bahkan tidak ada sedikitpun kutemukan kerut kesedihan di wajahmu, semenjak pertama bertemu tadi kau tidak berhenti-berhenti mengembangkan senyum di wajahmu itu."


" Ya, alhamdulillah Mike kami bahagia, aku sepertinya tidak sekhawatir dulu jika kakakmu sedang mendekatiku."


" Tentu saja Dhe, kalian kan sudah tercatat sebagai suami istri yang sah."


" Itulah keuntungannya menikah, kita akan merasa lebih tenang berada di samping pasangan kita, dan tentunya harus bisa saling menjaga kepercayaan masing-masing."


" Ya Dhe aku tau, entahlah kenapa sampai hari ini aku belum mendapatkan pengganti Jessy." Jawab Mike sambil menunduk.


" Kau jangan khawatir, Tuhan itu menciptakan umatnya untuk saling berpasang-pasangan, lihatlah sendok ini, dia saja punya garpu untuk mendampinginya, masak pria semapan kau tidak memiliki pendamping. Bersabarlah dan teruslah berdoa. Kegagalanmu yang lalu bisa kau jadikan pembelajaran, bahwa untuk mencari pasangan hidup itu tidak hanya dilihat dari fisiknya saja, tapi juga hatinya."


" Ya Dhe, aku nanti akan lebih hati-hati jika ingin menjadikan seorang wanita sebagai istriku, kalau bisa aku ingin mencari istri sebaik kau."


" Hahaha...aamiin...tapi ingat setiap manusia mempunyai kekurangan Mike, jika kau lihat dia memiliki 1 kekurangan sedangkan sebenarnya dia itu memiliki 5 kelebihan, jangan kau jadikan 1 kekurangan itu untuk menutupi 5 kelebihannya, karena kau pasti tidak akan mungkin mendapatkan yang sesuai dengan keinginanmu itu."


" Iya Dhe, terimakasih atas masukanmu."


" Oh iya bagaimana kabar mertuaku? apakah beliau baik-baik saja?"


" Papah baik Dhe. Kau tidak ingin menengoknya?"


" Tentu saja aku harus menengoknya, papamu sekarang adalah papaku juga, aku wajib berbakti dengan beliau seperti baktiku pada suamiku."


" Kau masih lama di sini?"


" Aku dan kakakmu itu orang bebas Mike, tidak terikat oleh aturan sebuah pekerjaan, jadi kami tidak membatasi sampai kapan tinggal di sini. Aku juga ingin menginap di rumah papa. Selama aku jadi menantunya, aku sama sekali belum pernah tidur di rumahnya."


" Ya Dhe, nanti jika kau dan kakakku menginap di rumah papa, aku juga akan tidur di sana. Papa pasti akan senang sekali ditunggui anak-anaknya."


" Ya Mike, tidak ada orang tua yang tidak suka jika anak-anaknya kumpul bersama." Jawab Dhea sambil menghabiskan suapan terakhir makanan di piringnya.


" Lihatlah Mike, rakusnya aku, makanan yang kau bawakan untukku musnah masuk ke dalam perutku semua."


" Hahaha sepertinya kau sedang mengandung anak raksasa Dhe."


" Hahhh...kuadukan kau pada kakakmu nanti." Canda Dhea sambil tertawa.