
Sementara William sedang berada di rumah sakit menunggui Dhea yang baru selesai di operasi, Mike adik William terlihat sibuk menyiapkan segala pernikahan yang hampir selesai 80 %. Pesta pernikahan yang mewah, rencananya akan diadakan di sebuah hotel elite di kota kelahirannya. Dia menelfon kesana kemari pihak-pihak yang telah diutusnya untuk mengadakan pesta pernikahannya itu.
" Ya benar, memang aku mundurkan satu minggu lagi, kenapa?"
" Ahhhh....mereka tidak akan protes jika aku membayarnya dua kali lipat, yang mereka butuhkan kan memang uang. Sok bilang profesionalisme segala, buktinya aku bayar dua kali lipat, lalu mereka tidak protes lagi jika pernikahanku diundur."
" Ya itulah....jika tujuan mereka hanya uang, maka tidak memikirkan lagi dengan yang namanya profesionalisme. "
" Ohhhh jadi begitu, oke bayar separuhnya saja dulu, sisanya jika acara sudah selesai. Jika tidak mau, kita batalkan saja, aku bisa pakai yang lain. Enak saja, jasanya belum kita pakai, sudah minta bayaran penuh."
" Oke terimakasih ya." Mike lalu menutup telfonnya.
Sesaat kemudian dia terlihat berbicara dengan sekretarisnya melalui speaker yang ada di mejanya.
" Tolong kau siapkan semua berkasku, setengah jam lagi rapat akan kumulai."
" Ya kumajukan, karena aku ada kepentingan yang tidak bisa kutunda lagi." Jawab Mike. Dia ingat bahwa semalam dia sudah berjanji untuk menjemput kekasihnya di salon, dan ingin mengajaknya makan siang bersama. Jika rapat tidak dimajukan, bisa-bisa dia telat untuk menjemputnya.
Mike tetap tidak berubah. Saat mencintai wanita, dia selalu saja menomorsatukan pujaan hatinya itu. Memang itu baik, tapi bisa membahayakan juga. Jika Mike tidak bisa menggunakan logikanya, kebaikannya itu bisa saja dimanfaatkan oleh kekasihnya, seperti saat bersama mantan istrinya dulu.
Deasy, dia adalah seorang wanita cantik, ceria dan sekaligus cerdas. Dia merupakan salah satu pegawai di maskapai pernerbangan di London. Mike bertemu dengannya saat menggunakan maskapai tersebut. Dan Deasy saat itu bertugas sebagai pramugari. Pertemuan mereka yang tak disengaja, menumbuhkan benih cinta diantara mereka. Jelas saja, Mike merupakan sosok pria tampan dan mapan, semua wanita pasti bersedia untuk dijadikan kekasihnya. Dan akhirnya Dewa Amor benar-benar menancapkan panah asmara pada dua anak manusia itu. Tanpa menunggu lama, Mike meminta Deasy untuk menjadi istrinya. Untungnya Mike tidak bertepuk sebelah tangan, lamarannyapun diterima.
Saat bersedia dinikahi oleh Mike, Deasy menurut saat Mike memintanya untuk keluar kerja. Mike tidak mau jika saat sudah menjadi istrinya, dia tidak pernah ada di rumah karena tugasnya sebagai pramugari itu. Mike lebih suka jika Deasy membantunya untuk menyelesaikan urusan di kantornya, yang sebenarnya masih banyak yang perlu diselesaikan. Semenjak itu Mikelah yang memenuhi segala kebutuhan hidup Deasy, dari kebutuhan pokoknya, hingga kebutuhan yang sekecil-kecilnya.
Rapat segera dimulai. Banyak sekali hal yang dibahas saat itu. Mulai peluncuran produk baru, hingga kerjasama dengan perusahaan lain. Mike memang sangat sibuk akhir-akhir ini, karena dia juga harus ikut mengawasi perusahaan kakaknya yang lain. Sehingga dia terpaksa harus mengundur pernikahannya, karena setelah menikah dia ingin berbulan madu sedikit lama, alhasil harus prepare semuanya dengan teliti, jangan sampai semuanya bisa kacau sepeninggalnya.
Di sela-sela rapat Mike melihat arloji yang melingkar di tangannya.
" Hemmm sudah pukul 11.30, aku harus segera mengakhirinya. Daripada aku nanti terlambat menjemput Deasy." Gumam Mike dalam hati.
" Baiklah, saya kira penjelasan saya tadi sudah anda pahami semua. Cukup sekian untuk rapat kali ini, jika ada sesuatu yang belum jelas, silahkan tanyakan pada Deasy, biar nanti dia yang memberitahukannya padaku. Selamat siang." Mike langsung saja menutup rapatnya tanpa memberi kesempatan pada anggota rapat, untuk bertanya. Namun sepertinya semua pegawai yang hadir di ruangan itu, sudah sangat mengenal watak bos besarnya itu, pasti dia memiliki urusan yang tidak bisa ditunda lagi, sehingga rapat kali itu terkesan terburu-buru.
Mike segera keluar dari ruangan tersebut, namun sebelumnya dia menghampiri sekretarisnya sebentar.
" Aku akan pulang, jika ada sesuatu yang penting kau hubungi aku ya, tapi ingat!!! yang penting saja. Jika masih bisa kau atasi, jangan telfon aku!!" Kata Mike. Sepertinya kebersamaan dengan kekasihnya itu tidak ingin terganggu oleh siapapun, walaupun sebenarnya sebentar lagi merekapun akan menjadi pasangan suami istri, dan pasti akan sering bersama-sama.
" Baik tuan." Jawab sekretarisnya tanpa membantah ucapan Mike sedikitpun. Mike kemudian segera melangkah pergi, sekali lagi dia melihat arlojinya, sepertinya dia memang tidak ingin terlambat sedetikpun menjemput kekasihnya itu. Padahal tidak masalah jika hanya terlambat barang sebentar, 10 hingga 15 menit, karena dia saat itu hanya ingin menjemput orang sehat yang baru saja memanjakan tubuhnya di salon, dan bukan menjemput orang yang sekarat serta sedang bergumul dengan maut, sehingga harus terburu-buru seperti itu.
Saat sudah memasuki halaman salon besar yang cukup terkenal di kota itu, Mike segera menelfon kekasihnya. Dia memang malas turun untuk sekedar berjalan ke dalam, lalu kemudian keluar lagi.
" Hallo honey, aku sudah ada di depan, kau sudah selesai kan?"
" Ohhhhh ok, kalau begitu aku tunggu di sini saja ya. Jangan lama-lama ya?"
Ternyata kedatangannya yang tepat waktu tidak diimbangi oleh kekasihnya juga yang tepat waktu. Deasy menambah lagi rencana perawatannya dengan mencoba sebuah fasilitas baru yang ada di salon tersebut, alhasil Mike harus menunggu lagi untuk beberapa saat. Tapi bukan Mike namanya, jika tidak sabar menanti pujaan hatinya itu.
Mike lebih memilih menungguinya di dalam mobil sembari mendengarkan musik, dibanding masuk ke dalam salon itu.
Setengah jam kemudian, terlihat seorang wanita tinggi langsing, berambut panjang sebahu, menggunakan rok selutut mendekati mobilnya. Dengan tanpa ragu, wanita itu mengetuk jendela kaca mobil Mike. Mike yang saat itu sedang asyik memejamkan matanya, sembari menghayati sebuah lagu, sedikit terkejut. Ternyata yang mengetuk adalah Deasy kekasihnya.
" Sayang, kau sudah selesai?" Tanya Mike saat sudah membuka kunci mobilnya dan perlahan Deasy ikut naik di kursi sebelahnya.
" Kau terkejut ya? tadi kuintip kau sedang memejamkan mata. Kau ketiduran? maaf ya, menunggu sedikit lama?"
" Ahhh tidak, aku tadi hanya sedang mendengarkan musik." Dua orang yang sedang jatuh cinta memang sering begitu, sebuah kesalahan tidak pernah dipermasalahkan. Walaupun saat itu Mike jantungnya hampir copot karena terkejut oleh bunyi ketukan di jendela sampingnya, namun buat orang yang jatuh cinta, tidak ada kesalahan yang tidak bisa dimaafkan, semua dipandang sempurna. Seandainya saja semua itu bisa terjadi di dalam kehidupan pernikahan, mungkin tidak akan terjadi pertengkaran di dalam sebuah rumah tangga.
" Kita langsung makan siang saja ya?"
" Ya, perutku juga sudah lapar." Jawab Deasy singkat.
Mike terus melajukan kendaraannya di jalan yang siang itu sangat ramai.
" Kau cantik sekali siang ini my girl."
" Hahaha...kau ini, setiap bertemu denganku kau selalu mengatakan itu." Sambil tersipu malu. Pujian Mike yang selalu berhasil membuat Deasy selalu bangga berada di samping pria tampan itu.
" Ya Deasy, kau sangat cantik. Tapi kecantikan yang kau miliki tetap tidak bisa mengalahkan kecantikan yang dimiliki Dhea. Kau memang seksi, tapi tanpa berpenampilan seksipun Dhea terlihat sudah sangat menarik. Ahhhh entah kenapa, semenjak Dhea menikah, aku tidak bisa menemukan sosok wanita sesempurna dia, walaupun sebenarnya aku sudah bisa menerima kenyataan bahwa dia adalah kakak iparku, namun tetap saja Dhea adalah wanita yang sangat sempurna di mataku. Tapi semoga kecantikan wajah yang dimiliki Deasy, secantik hatinya juga, seperti cantiknya hati Dhea." Mike bergumam dalam hati.
Ternyata dia selama ini tetap saja mengagumi sosok Dhea. Bahkan setiap mendekati wanita, selalu saja membandingkan dengan sosok kakak iparnya itu. Saat bertemu Deasy pertamakali, dia kagum dengan wanita itu bukan pada kecantikan fisiknya, melainkan sifatnya yang begitu sabar ketika menghadapi seorang penumpang yang saat itu membuat ulah bertengkar dengan penumpang lainnya. Padahal beberapa teman pramugari lainnya terlihat mundur dan menyerah menghadapi penumpang tersebut. Hanya Deasy yang tetap dengan kesabarannya, meminta penumpang itu duduk kembali ke kursinya, dan menghentikan pertengkaran mereka.
Pada saat itulah Mike jatuh cinta pada Deasy yang memiliki sifat penyabar dan juga lembut itu. Harapan Mike, sifat Deasy itu bisa menjadi sosok istri sekaligus calon ibu yang tepat buat anak-anaknya nanti. Dia tidak ingin mengulangi kesalahannya yang sama, yang hanya melihat kecantikan fisik yang dimiliki oleh mantan istrinya dulu.
Selamat menjalankan ibadah puasa ya buat teman-teman semua yang beragama islam. Maafkan kesalahan author jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati kalian semua. Semoga ibadah kita kali ini diterima oleh Allah SWT, dan wabah virus yang melanda negeri kita segera sirna amiin.