
Zeroun membawa Emelie untuk menikmati matahari terbenam pada sore hari. Ia ingin menghabiskan waktunya bersama Emelie sebelum melaksanakan misinya nanti malam.
Mirante Dona Marta adalah sebuah dataran tinggi yang menyajikan pemandangan Kota, gunung dan laut. Pegunungan yang bisa dilihat dengan jelas adalah pengunungan Sugarloaf. Indahnya laut biru dari samudera Atlantik juga tersaji di depan mata. Pesona kota Rio terlihat jelas dari tempat itu. Pemandangan itu bisa dilihat dengan sudut pandang 360 derajat.
Untuk menuju ke tempat itu harus menaiki anak tangga agar bisa tiba dipuncak tertingginya. Zeroun dan Emelie menaiki satu persatu anak tangga dengan tangan saling berpegangan. Tempat itu terlihat sedikit sunyi tidak sepadat pantai yang ingin di kunjungi oleh Emelie sebelumnya.
Lukas dan Lana berdiri di depan mobil. Mereka lebih memilih untuk menjaga bosnya itu dari bawah.
“Zeroun, tempat ini sangat indah.” Emelie tersenyum indah memandang panorama alam yang tersaji di depannya.
“Apa kau menyukainya?” Zeroun tersenyum memandang wajah Emelie.
Emelie mengangguk. Wanita itu menggandeng tangan Zeroun dengan kepala bersandar. Putri Kerajaan itu menikmati pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Angin yang kencang membuat tubuhnya sedikit dingin. Zeroun melepas jas hitam miliknya untuk menutupi tubuh Emelie dari terpaan angin yang dingin. Pria itu memeluk Emelie dari belakang. Meletakkan kepalanya di bahu kanan Emelie dengan senyum yang indah.
Emelie memegang kedua tangan Zeroun yang kini ada di depan tubuhnya. Bibirnya tersenyum dengan begitu indah. Detik itu adalah momen paling bahagia yang pernah ia rasakan saat dirinya merasakan jatuh cinta.
Emelie tidak ingin segala kebahagiaan ini cepat berlalu. Ia ingin selalu seperti ini bersama dengan Zeroun. Tidak ada yang mengganggu ketenangannya.
“Terima kasih, Zeroun. Aku sangat bahagia. Tempat ini sangat indah.” Tanpa di sadari, buliran air mata bahagia itu menetes.
Zeroun memandang wajah Emelie dengan senyuman. Dengan lembut pria itu menghapus setiap tetes air mata yang jatuh dipipi Emelie.
“Aku akan selalu membuatmu bahagia, Emelie.” Zeroun mempererat pelukannya.
“Berjanjilah Zeroun, jangan pernah pergi untuk meninggalkanku.” Emelie memandang wajah Zeroun dengan penuh harapan.
Zeroun memutar tubuh Emelie. Hingga wanita itu kini berdiri di hadapannya. Menatap wajah Emelie dengan seksama.
Maafkan Aku Emelie, maafkan Aku.
Bibirnya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan kekasihnya itu, “Tidak akan. Aku akan selalu berada disisimu, Emelie.”
Zeroun menyentuh lembut wajah Emelie sebelum menarik tubuh Emelie untuk menyembunyikan wajah sedihnya. Pria itu tidak sanggup memegang janjinya kali ini. Hatinya terluka saat mengingat masalah besar yang kini ia hadapi.
Aku akan berusaha untuk selalu menjagamu Emelie. Apapun yang terjadi. Aku harap Kau tidak pernah meneteskan air mata itu lagi.
Angin berhembus dengan begitu kencang. Matahari sudah mulai tenggelam. Langit biru yang terbentang luas sudah berubah warna.
“Hanya kau yang kini Aku miliki Zeroun. Aku tidak ingin merasakan sakit untuk kesekian kalinya. Mereka pergi meninggalkanku begitu saja. Hatiku hancur, Zeroun.”
Emelie melampiaskan kesedihannya di dalam pelukan Zeroun. Kedua tangannya ia kunci di pinggang kekasihnya. Wanita itu menangis senggugukan saat mengingat semua kenangan indah yang kini sudah tidak ada lagi. Semua orang yang ia sayangi dan sangat ia percaya telah pergi. Emelie merasa hidupnya kini sendiri. Tanpa Zeroun, hidupnya tidak akan pernah berarti lagi.
Zeroun melepas pelukannya. Menyentuh dagu Emelie untuk mendongakkan wajah cantik kekasihnya.
“Jangan menangis lagi. Aku akan selalu membuatmu bahagia, Emelie.” Zeroun menghapus setiap bulir air mata yang menetes di pipi Emelie.
Dengan lembut, Zeroun mencium bibir Emelie dengan mata terpejam. Tangannya mengunci pinggang Emelie agar semakin dekat dengan tubuhnya.
Emelie merasakan ketenangan yang luar biasa. Kata-kata cinta itu telah terucap dari bibir Zeroun. Emelie bahagia, sangat-sangat bahagia. Tidak ada hal lain yang lebih membahagiakan selain ungkapan cinta yang terucap dari bibir Zeroun.
Putri Kerajaan itu memejamkan matanya untuk menikmati sentuhan lembut kekasihnya. Kedua tangannya mencengkram kemeja Zeroun.
Zeroun melepaskan ciumannya saat melihat napas Emelie yang sudah terputus-putus. Wanita itu tidak lagi bisa mengimbangi ciuman yang diberikan kekasihnya. Zeroun terlihat begitu ahli saat berciuman, berbeda dengan dirinya yang baru-baru ini saja melakukan hal itu. Semua itu juga karena ulah Zeroun. Pria itu yang pertama kali mengenalkan Emelie dengan kata ciuman.
Wajah Emelie merona malu saat Zeroun lagi-lagi memandangnya dengan jarak yang begitu dekat.
Zeroun tersenyum indah saat melihat wajah merona Emelie saat itu.
“Ayo, kita harus menghadiri satu pesta malam ini.” Zeroun merangkul pinggang Emelie. Membawa wanita itu untuk kembali ke mobil.
Dalam waktu singkat wajah Bos Mafia itu berubah. Kini di dalam pikirannya kembali dipenuhi rencana jahat untuk menghabisi Heels Devils. Ada dendam dan amarah di bola matanya yang hitam.
Di depan mobil, Lana dan Lukas sudah menyambut kedatangan Zeroun dan Emelie. Melihat wajah berseri Emelie, sudah bisa dipastikan kalau telah terjadi sesuatu yang bahagia di atas sana.
Dengan hati-hati Emelie masuk ke dalam mobil lebih dulu. Kaca mobil itu juga tertutup. Membuat Emelie tidak lagi bisa mendengar semua percakapan Zeroun dan Lukas yang kini berdiri di depan mobil.
“Apa semua sudah siap?” Zeroun menatap wajah Lukas dengan seksama.
“Sudah Bos, pesta itu akan dimulai pada pukul 10 malam.” Lukas menyerahkan beberapa lembar foto yang berisi suasana pesta yang akan mereka kunjungi.
Zeroun melihat jam yang melingkar di tangannya. Menerima foto-foto itu dengan ekspresi dingin.
“Jesica belum tiba di kota ini Bos,” sambung Lukas.
Zeroun membuka lembar demi lembar foto lokasi pesta itu. Semua terlihat sama dengan apa yang ia pikirkan sejak tadi pagi. Ada senyum kecil di bibir Zeroun untuk rencananya nanti malam. Kali ini ia tidak ingin melepaskan Heels Devils begitu saja. Target utamanya adalah Jesica. Ia ingin membalaskan semua perbuatan Jesica selama ini.
Sedangkan Lana hanya menjadi pendengar setia tanpa berani mengeluarkan kata. Wanita itu mendengar dengan seksama semua rencana yang diberikan Zeroun kepada Lukas.
“Dan kau Lana. Jangan pernah jauh dari Emelie. Aku tidak bisa menjaganya terlalu sering malam ini. Pastikan ia tetap ada di lokasi pesta dan dalam keadaan aman.”
“Baik, Bos.” Lana membungkuk hormat.
“Satu lagi, jangan beri tahu Emelie apa yang kini kita kerjakan. Aku tidak ingin ia tahu dan menjadikan semua ini beban dalam hidupnya.” Zeroun mengukir senyuman memandang wajah Emelie yang kini memandang wajahnya dari dalam mobil.
“Baik, Bos,” jawab Lukas dan Lana bersamaan.
Zeroun mengangguk pelan sebelum masuk kedalam mobil. Lana dan Lukas juga berjalan ke arah mobil. Dua mobil itu melaju dengan cepat menuju lokasi pertempuran.
Like, Komen,Vote.