Moving On

Moving On
S2 Bab 18



Hari ini adalah hari bahagia yang di nanti Zeroun dan Emelie. Setelah menempuh perjalanan di udara sekitar tujuh jam lamanya. Zeroun dan Emelie tiba di Dubai. Tempat pertama yang menjadi pilihan Zeroun untuk berbulan madu sebelum nantinya mereka pergi menuju ke Spanyol.


Emelie terlihat sangat bahagia. Wanita itu menikmati perjalanan mereka sejak berangkat dari istana. Selama di pesawat ia selalu ada di dalam pelukan Zeroun. Pria itu mengusap rambutnya dengan mesra hingga membuat Emelie sendiri tidak mau berjauhan dari Zeroun.


“Sayang, kita mau kemana?” ucap Emelie dengan wajah penasaran.


Sejak awal memang Emelie tidak tahu kemana tujuan utama mereka setelah tiba di Dubai. Zeroun sengaja merahasiakan kejutan yang telah ia persiapkan. Pria itu sangat suka melihat wajah berseri Emelie ketika melihat kejutan yang telah ia persiapkan.


“Rahasia,” jawab Zeroun sambil mencengkram tangan Emelie. Ia juga mendaratkan satu kecupan manis di punggung tangan istrinya sebelum mengukir senyuman bahagia.


“I love you,” ucap Emelie sambil menjatuhkan kepalanya di pundak kanan Zeroun.


“I love you to, sayang.” Zeroun mendaratkan satu kecupan di dahi Emelie ketika wajah wanita itu hanya berjarak beberapa centi saja dari bibirnya.


Setelah berada di dalam mobil selama beberapa menit, kini mereka tiba di tujuan utama. Jumeirah Beach Hotel. Hotel mewah yang terletak di pinggiran pantai dan memiliki 24 lantai yang menjulang tinggi.


Jam sudah menunjukkan pukul enam sore. Setelah tiba di lobi hotel, Zeroun segera membawa Emelie ke rooftoop. Pria itu telah memesan rooftop hotel tersebut hanya untuk Emelie seorang. Bahkan kamar yang di pesan Zeroun juga ada di lantai atas yang berada tidak jauh dari rooftop itu berada.


Rooftop di hotel tersebut di sebut dengan nama Uptown Bar. Selain menyuguhkan tempat yang cukup indah dan mewah, Uptown bar juga menyajikan pemandangan laut dan kemerlap kota dubai yang sangat menakjubkan.


“Apa masih jauh?” tanya Emelie dengan bibir tersenyum. Kedua matanya di tutup dengan kain agar ia tidak bisa melihat jelas kejutan yang di berikan oleh Zeroun. Wanita itu sudah cukup yakin kalau kali ini kejutan yang di siapkan Zeroun pasti sangat indah.


“Sebentar lagi,” jawab Zeroun sambil merangkul pinggang Emelie dan menemani wanita itu berjalan dengan hati-hati.


Melihat keindahan yang kini tersaji di depan mata, membuat Zeroun cukup percaya diri kalau kejutannya pasti akan berhasil membuat Emelie kagum dan bahagia.


“Aku sudah tidak sabar melihatnya. Apa ini sebuah kamar dengan jendela yang besar?” ucap Emelie dengan penuh selidik. Putri kerajaan itu bisa merasakan angin yang kini menerpa tubuhnya. Ia tidak pernah memiliki pikiran kalau tempat utama yang ingin di tunjukkan oleh suaminya bukan kamar. Melainkan sebuah pemandangan yang akan membuat syok karena terlalu bahagia.


“Kita akan ke kamar dan menghabiskan banyak waktu di sana nanti. Sekarang, kita berjalan-jalan dulu,” bisik Zeroun dengan mesra.


Setelah tiba di pinggiran rooftop Zeroun menghentikan langkah kakinya. Tangan yang sejak tadi ada di pinggang Emelie juga sudah terlepas. Pria itu berjalan ke belakang tubuh Emelie untuk membuka kain yang menghalangi penglihatan istrinya.


“Ok, kita sudah sampai. Setelah aku hitung satu sampai tiga, kau baru boleh membuka mata,” ucap Zeroun dengan bibir tersenyum, “Satu, dua ... Tiga.”


Emelie membuka mata secara perlahan. Sesuai dengan isi hatinya sejak awal. Ia akan terkejud ketika melihat kejutan yang telah di siapkan suaminya. Bukan sebuah kamar berisi bunga dan lilin putih. Tapi, sebuah laut biru dan pemandangan kota yang di hiasi lampu warna-warni.



Emelie sendiri terlihat kagum ketika melihat pemandangan yang tersaji di depan matanya. Di tambah lagi, ada Zeroun yang saat itu sedang memeluknya dengan mesra.


“Apa kau suka dengan kejutan yang sudah aku persiapkan?” ucap Zeroun sebelum mendaratkan satu kecupan manis di pipi Emelie.


Sayangnya, kecupan Emelie tidak mendarat dengan sempurna. Dengan gerakan cepat Zeroun memutar kepalanya hingga membuat bibir Emelie berhasil menyentuh bibirnya. Dengan gerakan lembut dan penuh cinta. Zeroun menikmati bibir manis istrinya. Kedua tangannya yang sedang memeluk Emelie juga terlihat semakin erat dan tidak bisa terlepas lagi.


Suasana itu semakin terlihat indah saat langit biru telah terganti dengan warna jingga, Di kelilingi kemerlap lampu yang indah, ciuman Zeroun dan Emelie terlihat semakin romantis.


“Aku juga bahagia jika kau bahagia,” ucap Zeroun saat bibir mereka telah terlepas.


“Aku istrimu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi.” Emelie mengukir senyuman bahagia.


Zeroun memutar tubuh Emelie agar bisa melihat wajah cantik istrinya dengan begitu jelas, “Kemanapun?”


“Ya. Kemanapun kau pergi,” jawab Emelie dengan penuh keyakinan.


Zeroun menatap keindahan laut dengan senyuman, “Saat ini aku hanya ingin pergi ke tempat yang memiliki tempat tidur saja,” ucapnya dengan nada menggoda.


Wajah Emelie memerah seperti kepiting rebus. Wanita itu menunduk malu saat mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan oleh suaminya. Hanya mendengarnya saja, sudah berhasil membuat Emelie terbawa suasana. Sentuhan Zeroun memang sudah seperti obat yang membuat Emelie menjadi kecanduan.


Zeroun melirik wajah Emelie yang memerah. Pria itu mendaratkan satu kecupan singkat di leher Emelie sebelum mengangkat istrinya ke dalam gendongan, “Ayo kita lihat kamar yang akan kita tiduri selama di sini.”


Emelie mengalungkan kedua tangannya di leher Zeroun. Wanita itu menyandarkan kepalanya dengan manja di dada bidang suaminya. Tempat itu sangat sunyi hingga membuat Emelie bebas melakukan apa saja dengan suaminya.


“Aku masih punya kejutan indah untukmu nanti malam, Sayang,” ucap Zeroun sambil berjalan menuju ke arah kamar.


“Aku tahu. Kau memang pria yang suka membuatku terkejud selama ini,” jawab Emelie dengan wajah santai.


Zeroun tertawa saat mendengar kalimat yang di ucapkan Emelie. Pria itu mempercepat langkah kakinya agar bisa segera tiba di kamar dan beristirahat. Sebelum nanti malam mereka melanjutkan perjalanan bulan madu mereka yang cukup menyenangkan.


.


.


.


Lagi-lagi kegiatan di dunia nyata menghampiri author. Jadi, besok malam tidak update ya. Di usahakan update siang harinya jam 12. Terima kasih. Mohon pengertiannya.


Sempet pengen Hiatus dulu 1 Minggu, biar gak capek banget. bolak balik dari dunia nyata ke dunia halu 🤣🤣.


Tapi aku gak tega buat karena kalian masih setia menunggu up babang zeroun.


Jangan lupa like, komen dan Vote ya.