
“Tuan. Apa kita bisa duduk sebentar? Sepertinya masalah ini semakin terlihat serius,” ucap Zeroun sambil berjalan menuju ke arah sofa. Kenzo juga mengikuti jejak kaki Zeroun saat itu.
Di sisi lain, Emelie dan Paman Arnold juga berjalan menuju ke sofa. Semua duduk dengan mengelilingi satu meja kaca berbentuk lingkaran. Beberapa pelayan muncul dengan membawa minuman hangat dan makanan kecil.
Emelie duduk di sendirian di sebuah sofa tunggal. Wanita itu memandang wajah Zeroun tanpa berkedip. Masih tersimpan rasa bersalah di dalam hatinya saat itu. Karena perbuatannya, Zeroun kini jatuh miskin. Bahkan harus kehilangan pasukan Gold Dragon yang sudah sejak lama ia bangun.
“Tuan Zeroun. Saya sangat menghormati anda karena sudah mencintai dan melindungi Putri Emelie. Tetapi, saya juga tidak tahu harus mengambil keputusan apa saat ini.” Paman Arnold masih memikirkan solusi terbaik atas masalah keponakannnya saat itu.
“Apa dengan cinta tidak cukup untuk mencintai seorang putri kerajaan seperti Emelie, Tuan?” tanya Zeroun sambil mengeryitkan dahi. Lelaki itu memang sedang menguji dua orang yang kini duduk di hadapannya. Satu Emelie satunya lagi Paman Arnold. Walaupun sejak awal ia sudah cukup yakin dengan perasaan Emelie. Ia cukup tahu kalau Emelie akan tetap menerimanya walaupun ia jatuh miskin.
Kenzo menghela napas. Lelaki itu melipat kedua tangannya di depan dada. Drama yang kini ada di depan matanya sungguh satu drama yang sangat mirip dengan drama film yang sering ada di televisi.
“Zeroun, jangan mengatakan hal seperti itu. Apapun keadaanmu, kau akan tetap menjadi pria yang sangat aku cintai.” Emelie menatap wajah Zeroun dengan seksama. Tatapannya teralihkan pada lelaki paruh baya berstatus pamannya, “Paman, Emelie mohon. Jangan persulit lagi hubungan di antara kami. Emelie tidak mau berpisah dari Zeroun. Hanya Zeroun sumber kebahagiaan Emelie saat ini, Paman.” Kedua bola mata Emelie terlihat berkaca-kaca. Wanita itu tidak ingin di sajikan dua pilihan yang membuat hatinya menjadi bingung.
“Tuan Zeroun, Putri Emelie sudah seperti anak kandung di dalam hidup saya. Bahkan saya sangat menyayanginya melebihi kasih sayang saya kepada keluarga yang saya miliki. Ini pertama kalinya saya melihat Putri Emelie memohon dengan tatapan penuh cinta.” Paman Arnold mengatur napasnya. Semakin tua usianya memang membuatnya sedikit kesulitan dalam mencari solusi, “Ada satu pertanyaan yang mungkin akan saya ajukan saat ini. Mungkin saya akan berperan sebagai ayah dari Putri Emelie bukan sebagai pengurus kerajaan.”
“Silahkan, Tuan. Apapun itu akan saya jawab.” Zeroun mengukir senyuman.
“Tuan Zeroun, apa anda benar-benar mencintai Putri Emelie? Jika anda di hadapkan dua pilihan. Mana yang anda pilih. Adik anda atau Putri Emelie? Saya ingin tahu, di antara cinta dan keluarga. Mana yang lebih anda utamakan.” Wajah Paman Arnold berubah serius. Lelaki itu kini sedang menguji besarnya cinta Zeroun kepada keponakan berharganya.
Kenzo mendekatkan wajahnya dengan Zeroun, “Katakan saja kau akan memilih Putri Emelie. Bukankah Shabira sudah ada aku. Kita akan menjaga pasangan kita masing-masing,” bisik Kenzo di telinga Zeroun.
“Paman, pilihan seperti apa itu? Anda tidak bisa meminta seseorang untuk memilih antara hubungan kekasih atau saudara. Bagaimanapun juga, hubungan itu memiliki jalur yang berbeda,” protes Emelie dengan wajah tidak terima. Ia tidak ingin Zeroun di hadapkan pilihan yang membuatnya menjadi sulit.
“Apapun yang terjadi. Saya akan tetap melindungi keluarga saya bukan orang lain,” jawab Zeroun dengan tatapan tajam.
Emelie menundukkan wajahnya saat mendengar jawaban dari Zeroun. Ia tidak tahu harus berbahagia atau bersedih dengan kalimat yang di ucapkan oleh Zeroun baru saja.
Tuan Arnold mengangguk pelan, “Itu artinya anda memilih adik anda daripada Putri Emelie, Tuan?” Ada jebakan di dalam pertanyaan Paman Arnold saat itu, “Itu sudah cukup jelas untuk mewakili ketulusan anda kepada Emelie. Jawaban itu mewakili kalau keluarga anda jauh lebih berarti di bandingkan keponakan saya ini.”
“Anda salah, Tuan. Saya menjawab kalau saya akan melindungi keluarga saya. Emelie sudah menjadi bagian dari keluarga saya. Zetta dan Emelie adalah wanita dengan derajat yang sama. Rasa cinta bukan satu hal yang bisa dipermainkan dan dipertaruhkan. Rasa cinta adalah hal yang harus diperjuangkan agar bisa tetap dipertahankan.” Zeroun beranjak dari duduknya. Lelaki itu berjalan menuju ke posisi Emelie duduk saat itu, “Sayang kemarilah.” Zeroun mengulurkan satu tangannya.
Emelie beranjak dari duduknya. Satu tangannya ia letakkan di atas tangan Zeroun dengan bibir tersenyum bahagia. Jawaban Zeroun cukup menyentuh hatinya.
Paman Arnold menatap wajah Zeroun dan Emelie secara bergantian. Bukan itu rencananya saat ini. Ia hanya ingin menjebak Zeroun tadi. Tapi, justru keadaan yang menjebak posisinya saat ini.
Zeroun melepas genggamannya dari tangan Emelie. Lelaki itu berlutut di hadapan Paman Arnold. Ia terlihat bersungguh-sungguh untuk meperjuangkan wanita yang ia cintai, “Tuan. Saya ingin melamar Putri anda yang bernama Emelie. Seluruh hidup saya akan saya pertaruhkan hanya untuk melindunginya. Sampai mati rasa cinta yang saya miliki hanya akan saya berikan kepadanya. Saya mungkin tidak memiliki harta berlimpah seperti apa yang anda harapkan. Tetapi, saya berjanji untuk membahagiakan Emelie hingga akhir hidupnya.”
Emelie terlihat haru dengan pemandangan yang tersaji di depan matanya. Wanita itu juga berlutut di samping Zeroun untuk mendapatkan restu dari pria yang selalu ia hormati itu, “Paman, Emelie sangat mencintai Zeroun. Emelie harap paman bisa menerima hubungan kami dan merestui hubungan kami saat ini.”
Paman Arnold memandang wajah sepasang kekasih yang kini berlutut dihadapannya. Ia tidak lagi memiliki kalimat penolakan yang sanggup untuk ia ucapkan. Cinta sepasang kekasih yang kini ada di depan matanya memang terlihat cukup kuat. Bahkan sangat sulit untuk ia pisahkan.
“Berdirilah. Aku telah merestui hubungan kalian berdua. Aku akan menggelar pesta pernikahan luar biasa di kerajaan.” Paman Arnold menepuk pelan pundak Emelie dan Zeroun.
“Paman, apa Paman serius?” ucap Emelie dengan wajah berseri.
“Ya. Aku akan memberikan gelar Pangeran kepada Tuan Zeroun. Dengan begitu, ia tidak memiliki halangan apapun untuk menikahi anda, Putri Emelie.” Paman Arnold mengukir senyuman.
“Benarkah? Terima kasih, Paman.” Emelie memeluk tubuh Paman Arnold dengan tangisan haru. Hatinya benar-benar bahagia karena berhasil mendapat restu untuk menikah dengan Zeroun. Pria yang menjadi cinta pertamanya.
Zeroun mengukir senyuman saat itu. Awalnya ia hanya menjebak lelaki paruh baya yang kini ada di hadapannya. Namun, pada akhirnya ia juga kagum mendengar jawaban Paman Arnold. Kini Zeroun benar-benar yakin kalau Paman Arnold adalah pria baik yang memang tulus menyayangi tunangannya.
.
..
...
Yang pada nanya, author, Lana sama Lukas gimana? Thor, Shabira kok gak keluar?
Jawabannya ada di part selanjutnya ya.
Buat yang nagih crazy up. Belum bisa kabulin. Crazy up itu kalau suasana hati author lagi bagus. Kegiatan di dunia nyata tidak terlalu sibuk. Tapi, saya berusaha memberikan yang terbaik kepada kalian kok.
Like, Vote dan Komen. Terima kasih.😘