
Agen Mia sedikit emosi saat mendengar syarat yang di ajukan Zeroun. Cukup terdengar tidak masuk akal. Kasino itu gedung yang besar dan megah. Bukan hanya itu. Tidak sembarang orang bisa masuk dengan bebas ke dalam Monako. Wilayah Monako telah di jaga dengan sangat ketat.
Sama halnya dengan Lukas. Pria itu juga kaget atas syarat yang diajukan oleh Bos mafia itu. Bagaimanapun juga, menyerang Kasino milik Damian benar-benar pekerjaan yang sangat beresiko. Di tambah lagi, Inspektur Tao seorang polisi yang memiliki tugas atas keamanan negara. Jika berani melakukan hal itu. Sudah pasti itu juga akan beresiko dengan jabatan yang saat ini ia miliki.
Zeroun menaikan kedua bahunya, “Pilihan ada di tangan anda.” Pria itu beranjak dari duduknya. Sepertinya ia sudah berpikir kalau kesepakatan itu tidak akan terjadi.
“Tunggu!” celetuk Inspektur Tao sambil berjalan ke arah Zeroun, “Saya setuju dengan syarat yang anda ajukan,” jawab Inspektur Tao penuh keyakinan. Baginya menghancurkan kasino milik Damian juga akan menghancurkan hidup pria yang ingin membunuhnya. Dendam di dalam hati Inspektur Tao yang membuat dirinya mau menyetujui ide gila Zeroun pagi itu.
“Kakak,” ucap Agen Mia tidak terima.
Inspektur Tao menatap wajah Agen Mia untuk menghalangi wanita itu protes lagi. Ada sorot mata tidak suka saat Agen Mia ikut campur dalam rencananya pagi ini. melihat tatapan itu, Agen Mia menunduk. Tidak banyak yang bisa ia lakukan selain menuruti apa yang diperintahkan oleh Inspektur Tao.
“Ok, deal,” sambung Zeroun cepat.
Kedua pria itu berjabat tangan sebagai wujud kerja sama yang telah mereka sepakati Setelah selesai berdiskusi, Inspektur Tao dan Agen Mia pergi meninggalkan markas megah itu. Lukas yang bertugas untuk mengantar kedua tamu Zeroun itu hingga ke depan pintu. Setelah melihat tamunya pergi, Lukas memutar tubuhnya untuk masuk ke dalam. Rencana Zeroun pagi ini tidak pernah terpikirkan olehnya. Ia ingin menanyakan hal itu langsung kepada Zeroun.
***
Agen Mia masih memasang wajah tidak suka atas keputusan sepihak Kakaknya pagi itu. Wanita itu melipat kedua tangannya di depan dada. Menatap ke arah atas. Dari posisinya berdiri, Agen Mia bisa melihat dengan jelas wajah Emelie. Wanita itu terlihat tertawa bersama dengan Lana saat itu.
“Apa yang kau lihat?” Inspektur Tao mendekati Agen Mia.
“Kenapa Putri Kerajaan itu masih di sini? Apa mereka memiliki hubungan?” ucap Agen Mia pelan.
“Kakak pikir Zeroun hanya melindungi Putri Emelie. Sejak awal, memang Putri Emelie telah dilindungi oleh mafia Gold Dragon. Mungkin setelah semua masalah ini selesai, Putri Emelie akan kembali ke Inggris.” Inspektur Tao juga memandang keceriaan Emelie.
“Apa seperti itu?” Ada rasa bahagia di dalam hati Agen Mia saat mendengar jawaban dari Kakak angkatnya. Polisi wanita itu mengukir senyuman saat mengetahui Zeroun tidak mungkin memiliki hubungan dengan Emelie.
“Kita harus segera menyusun rencana untuk kasino itu,” ucap Inspektur Tao sebelum masuk kedalam mobil.
“Bahkan seorang Putri yang memiliki segalanya kini harus berada jauh dari istana megahnya. Cobaan hidup Putri Emelie sungguh sangat berat. Musuh yang menghancurkan hidupnya tidak lain adalah wanita yang sudah di anggapnya sebagai adik. Aku harap semua masalah ini segera berakhir agar Putri Emelie bisa kembali ke Kerajaan Inggris.
***
Zeroun duduk di bar miniyang ada di rumah itu. Pria itu menuang minuman ke dalam gelas dengan senyum puas. Lukas berjalan mendekat ke arah Zeroun masih dengan wajah bingung. Pria itu menatap wajah bahagia Zeroun dengan seksama.
“Bos, apa kita di jebak oleh polisi-polisi itu?” Lukas menatap ragu keputusan Zeroun pagi itu.
“Tidak akan. Saya kenal bagaimana sifat Inspektur Tao. Dia pria yang bisa di handalkan. Bekerja sama dengan mereka cukup menguntungkan bagi kita.” Zeroun menambah minumannya ke dalam gelas yang sudah kosong.
“Kenapa anda memberi syarat yang tidak mungkin berhasil itu, Bos?” Lukas kembali ingat, kalau mereka masih memiliki perjanjian kerja sama di kasino itu. Pria itu kini mengerti tujuan Zeroun sebenarnya, “Anda ingin perjanjian kita dengan pria itu tidak ada lagi, Bos?”
“Bukan hanya itu. Aku ingin dia membayar mahal karena sudah berani menyentuh wanitaku.” Zeroun membanting gelas itu di atas meja. Tangannya mencengkram gelas itu dengan cukup kuat.
“Saya mengerti sekarang, Bos. Saya akan membantu Inspektur Tao agar rencananya kali ini berhasil.” Lukas membungkuk meminta ijin.
“Kau boleh pergi menemaninya,” jawab Zeroun santai. Memang sejak awal, Zeroun tidak memiliki niat untuk mengirim Inspektur Tao sendirian ke Monako. Pria itu ingin mengirim Lukas untuk membantu aksi polisi itu.
“Bagaimana dengan Lana, Bos?” tanya Lukas ragu. Pria itu tidak mau membawa Lana ikut dengannya. Namun, ia juga ingin meninggalkan Lana di sini.
“Tentu saja dia ikut denganmu. Bukankah dia bawahanmu? kemanapun kau pergi wanita itu juga harus ikut.” Zeroun beranjak dari duduknya. Pria itu berjalan ke arah lemari. Ada banyak minuman beralkohol yang tersusun rapi di rak itu. Zeroun terlihat memilih minuman yang akan ia minum. Satu botol berisi cairan kristal ia ambil. Pria itu memutar tubuhnya untuk kembali ke kursi sebelumnya.
TErdengar suara tembakan dari lantai atas. Botol yang di genggam Zeroun terjatuh. Pria itu panik seketika saat mendengar suara senjata api itu. Dengan langkah cepat. Zeroun menuju ke arah tangga. Kekasihnya ada di atas saat ini. Di satu ruangan yang sama dengan sumber suara senjata api itu.
Lukas juga berjalan panik mengikuti Zeroun dari belakang. Lagi-lagi pria itu mengumpat kesal. Lana tidak pernah bisa melindungi majikan wanitanya itu.
Apa lagi sekarang?
Lukas terus mengimbangi langkah Zeroun. Satu pistol sudah siap siaga di tangannya. Apa bila sesuatu yang tidak di inginkan terjadi di lantai atas. Pria itu bisa dengan cepat mengeluarkan peluru dari dalam pistolnya.
Uda crazy up... jgn lupa like sama Votenya...