
Setelah mendengar keputusan yang diucapkan oleh Paman Arnold. Emelie dan Zeroun berjanji untuk segera berangkat ke Inggris. Paman Arnold sudah pergi lagi meninggalkan Hongkong. Ada banyak tugas negara yang memang harus ia selesaikan. Setidaknya Paman Arnold tidak sia-sia mengunjungi Hongkong untuk menjemput Emelie. Dengan hati bahagia dan suka rela keponakan tersayang mau kembali ke Inggris tanpa paksaan.
Emelie dan Zeroun masih duduk berdua di ruang tamu. Tertawa ceria dengan perasaan bahagia yang tidak lagi bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sedangkan Kenzo, lelaki itu pergi ke dapur untuk membuat jus jeruk. Detik itu ia kembali ingat dengan permintaan istrinya. Dengan gerakan cepat Kenzo berlari menuju ke dapur sebelum menemui istrinya di dalam kamar.
“Emelie, apa kau bahagia?” ucap Zeroun sambil memeluk tubuh tunangannya dari belakang. Lelaki itu mengukir senyum bahagia dengan hari-hari indah yang akan segera ia hadapi.
“Tentu saja aku bahagia. Aku berharap pernikahan ini adalah pernikahan terakhirku. Bukankah aku sudah dua kali memakai gaun pengantin dan gagal,” ucap Emelie sambil tertawa kecil.
Zeroun kembali ingat dengan rencana pernikahannya yang gagal bersama Serena. Bedanya Zeroun kehilangan cintanya. Sedangkan Emelie gagal karena ia tidak mencintai pasangannya. Lelaki itu mulai sadar kalau hatinya dan Emelie sama-sama pernah mengalami kegagalan. Cobaan hidup mereka tidak jauh berbeda. Bahkan sama-sama sulit untuk dilalui.
“Emelie, aku sangat mencintaimu.” Zeroun mendaratkan satu kecupan di pipi Emelie.
Emelie meletakkan satu tangannya di pipi Zeroun sambil tersenyum, “Zeroun. Walaupun sekarang kau sudah jatuh miskin. Tapi, jangan khawatir. Aku masih memiliki harta Ratu yang tidak akan habis. Kita akan tetap hidup bahagia sesuai dengan hidup yang kita inginkan,” ucap Emelie dengan wajah polosnya. Putri kerajaan itu belum sadar kalau Zeroun mengerjainya tadi.
Zeroun mengangkat satu alisnya. Lelaki itu terlihat menahan tawa sebelum menjatuhkan kepalanya di pundak Emelie, “Sebenarnya apa yang kau inginkan jika memiliki banyak uang?”
Emelie memandang wajah Zeroun dengan wajah berpikir, “Aku ingin keliling dunia dengan fasilitas kerajaan. Di hormati dan disegani oleh negara yang aku kunjungi. Aku tidak perlu menyamar menjadi pengemis dan merasa seperti buronan lagi.” Wanita itu tertawa kecil saat membayangkan aksi kabur-kaburannya waktu itu.
“Hanya itu?” ucap Zeroun pelan.
Emelie mengangguk pelan, “Walau aku tahu itu tidak akan mungkin terjadi. Jika sudah memegang kerajaan, tidak akan memiliki kebebasan lagi untuk bersenang-senang. Nasip semua rakyat ada di tangan kita. Kesulitan yang di alami oleh rakyat adalah kesulitan yang seharusnya juga dirasakan oleh Raja dan Ratu.”
Zeroun tertegun beberapa detik saat mendengar penjelasan Emelie. Ia memang tidak terlalu tahu bagaimana sistem kerajaan yang bentar lagi akan ada di bawah kekuasaannya. Hidup yang di penuhi aturan dan tanggung jawab itu memang sedikit membuat pusing. Bahkan hanya membayangkannya saja Zeroun sudah tahu kalau awal kehidupannya di kerajaan nanti tidak akan mudah. Mengingat selama ini ia hidup sesuai dengan aturan bebas yang ia buat.
“Zeroun,” sapa Emelie singkat, “Aku sangat bahagia bisa memiliki Zetta. Apa Zetta mau tinggal di istana bersama kita?”
Zeroun mengeryitkan dahi. Lelaki itu melepas pelukannya agar bisa dengan bebas menatap wajah tunangannya. Kedua tangannya ia letak di kedua pipi Emelie dengan satu ukiran senyum yang cukup indah.
“Sayang, Zetta tidak akan mau tinggal bersama kita. Bukan karena dia tidak sayang padamu. Tetapi, sejak dulu Zetta tidak pernah bisa jauh-jauh dari Serena. Bagi Zetta Serena segalanya. Bahkan jika di bandingkan dengan aku ia jauh lebih sayang kepada Serena. Di tambah lagi, Kenzo juga sejak dulu memiliki rumah di kota itu.” Zeroun berusaha memberi pengertian agar Emelie tidak tersinggung dengan kalimat yang ia ucapkan.
“Kenapa Zetta bisa dekat dengan Serena?” Emelie memandang serius wajah Zeroun. Detik ini sudah saatnya lelaki yang ia cintai memberi penjelasan secara terperinci tentang kehidupan masa lalunya. Mereka akan segera menikah. Tidak boleh lagi ada raahasia yang akan melukai salah satu dari mereka nantinya.
“Serena ketua mafia Queen Star. Dulu keluargaku mengalami pembantaian keji oleh wanita yang memimpin Queen Star sebelum Serena. Sayangnya aku tidak tahu nama mafia itu dulunya. Zetta di culik hingga berganti nama menjadi Shabira.” Zeroun menghela napas. Mengulang kisah masa lalunya akan cukup menguras emosi karena dendamnya.
“Shabira di percaya oleh Serena untuk di jadikan tangan kanannya. Seperti aku dan Lukas. Mereka berdua sudah seperti kakak adik yang saling menyayangi.” Zeroun kembali mengingat momen pertama kali ia melihat wajah Shabira. Bibirnya mengukir senyuman indah.
“Zeroun, bagaimana dengan Serena?” Suara Emelie di selimuti keraguan. Mungkin akan cukup beresiko baginya untuk mengungkit masalah percintaan tentang Zeroun. Mengingat, lelaki itu cukup setia dengan pasangannya. Pasti ada cerita luar biasa di balik tidak menyatunya hubungan mereka.
“Serena ....” Zeroun melepas kedua tangannya dari pipi Emelie. Lelaki itu bersadar dengan kedua tangan terbuka, “Kemariah. Aku ingin memelukmu.”
“Serena sama sepertimu. Dia tunanganku yang berharga. Sebelum hari pernikahan tiba, Shabira lari dari pernikahannya dengan Kenzo. Aku sempat menuduhnya menyembunyikan Shabira saat itu. Waktu itu aku dan Kenzo cukup dekat. Saat Shabira hilang, satu-satunya orang yang mungkin tahu keberadaan Shabira adalah Serena. Jadi, malam itu Serena marah padaku karena aku menuduhnya.” Zeroun mengukir satu senyuman kecil.
“Kalian bertengkar?” Emelie mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Zeroun.
“Ya. Hal itu membuatku menyesal dan sangat terpukul. Aku tidak mengejarnya seperti biasa.” Zeroun menghela napas, “Hanya aku yang bisa mengejarnya saat ia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Siapapun yang aku kirim untuk mengikutinya tidak akan berhasil.”
“Apa yang terjadi dengan Serena?” Emelie memperkuat pelukannya saat nada bicara Zeroun sudah mulai sedih.
“Malam itu Serena mengalami kecelakaan bahkan dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya di ambil oleh pihak keluarga. Aku sudah mengirim orang untuk memeriksanya. Mereka bilang kalau itu benar-benar jenazah Serena.” Zeroun mengecup pucuk kepala Emelie.
“Lalu bagaimana dia bisa menikah dengan Tuan Daniel? Apa dia sangat marah hingga melupakanmu?”
Zeroun menggeleng pelan. “Serena mengalami amnesia. Ia tidak ingat kalau dirinya adalah bos mafia. Hingga suatu ketika aku kembali di pertemukan dengannya. Apa kau tahu bagaimana perasaan bahagiaku saat itu? Bahkan aku mengira kalau aku sedang bermimpi. Wanita yang aku rindukan telah kembali dan berdiri di hadapanku. Tapi, sorot matanya tidak lagi sama. Hatinya sudah di menangkan oleh Daniel dan aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi.”
Emelie melepas pelukannya. Wanita itu menatap wajah Zeroun dengan seksama. Ia cukup tahu bagaimana suasana hati Zeroun saat Serena meninggalkannya. Emelie kembali mengingat keputusan yang ia ambil saat menyelamatkan nyawa Zeroun dan memilih menikah dengan Damian. Hampir saja ia kembali menggores luka di hati Zeroun untuk yang kedua kalinya.
“Maafkan aku,” ucap Emelie, “Aku hampir saja melakukan kesalahan yang sama. Meninggalkanmu dan menikah dengan orang lain.”
Zeroun menatap wajah Emelie dengan seksama. Senyum yang sempat terukir sudah tidak ada lagi di wajah bos mafia itu, “Kau memang harus di hukum, Emelie. Kenapa kau memiliki pemikiran untuk meninggalkanku waktu itu. Bahkan di saat aku tidak berdaya. Apa kau lupa kalau aku lebih memilih mati daripada harus merasakan kehilangan lagi?”
“Maaf. Bukankah kau yang bilang untuk tidak membahasnya lagi.” Emelie menunduk penuh rasa bersalah.
Zeroun menahan tawa. Ucapannya hanya ledekan semata. Lelaki itu tidak serius marah dengan Emelie saat itu.
“Aku mencintaimu,” ucap Zeroun pelan sebelum mendaratkan satu kecupan di bibir Emelie. Lelaki itu sangat rindu dengan tubuh kekasihnya. Sudah lama ia tidak memandang wajah cantik Emelie.
“Aku juga sangat mencintaimu. Kau bisa berdiri lagi di hadapanku sudah seperti anugerah terindah yang pernah aku miliki,” jawab Emelie sebelum melanjutkan kecupannya di bibir Zeroun.
.
.
.
Like jangan lupa Readers....