
Pagi hari di bawah hamparan langit Inggris, tepatnya di Kota Bristol. Langit pagi ini terlihat sangat cerah dengan sinar matahari yang sangat hangat. Tadi malam, setelah mengantar Emelie pulang ke Istana dengan selamat.
Zeroun dan Lukas langsung meninggalkan Kota Cambridge. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, Zeroun dan Lukas tiba di Kota Bristol.
Kota Bristol merupakan Kota terpadat ke 8 di Inggris. Tidak heran jika di kota ini dipenuhi dengan aneka bentuk bangunan tempat tinggal. Kota Bristol terletak di tepi sungai Avon. Sungai Avon juga merupakan daya tarik untuk Kota Bristol. Bristol Harbour tempatnya orang melakukan transaksi yang tidak bisa dilakukan di darat. Ada banyak kapal-kapal pesiar parkir di dermaga berukuran luas itu.
Kota ini adalah salah satu tempat tinggal komplotan Mafia yang selama ini ingin di temui Zeroun Zein. Tidak ingin gagal dalam misinya kali ini, Zeroun dan Lukas sudah menyusun starategi dengan begitu bagus di malam hari.
Pasukan Gold Dragon sudah berkumpul dengan senjata lengkap. Di depan barisan, terlihat Lana yang sudah merubah penampilannya. Dari penampilan pramugari yang anggun, kini wanita berambut pendek itu berubah menjadi wanita yang sangat tangguh.
“Bos, semua sudah siap. Apa kita berangkat sekarang?” Lukas berdiri di hadapan Zeroun Zein untuk menunggu perintah.
Zeroun memandang wajah Lukas sesaat sebelum memandang pasukan Gold Dragon yang berkumpul. Wajahnya terlihat sangat tenang dengan ekpresi datar. Satu tangannya ia masukan ke dalam saku celana hitam yang saat itu ia kenakan.
“Bawa Lana dan separuh pasukan Gold Dragon mengepung bagian belakang. Sisanya biar ikut bersamaku untuk menutup jalan keluar dari depan.”
“Baik, Bos.” Lukas membungkuk hormat. Berjalan ke arah pasukan Gold Dragon yang berkumpul untuk menyampaikan strategi yang sudah disiapkan Zeroun pagi itu.
“Aksi ini pasti akan memakan korban di medan perang. Siapapun yang tidak siap untuk kehilangan nyawa, saya persilahkan untuk mundur. Tidak ada paksaan sama sekali di sini.” Lukas menatap satu persatu bawahannya dengan tatapan tak terbaca.
“Kami siap mati melawan musuh. Kami siap mati melindungi Gold Dragon,” ucap pasukan Zeroun secara serentak.
Lana hanya diam mencerna setiap aturan main yang kini ia dengar. Ada perasaan takut saat ia tahu kini nyawanya akan melayang kapan saja. Namun, ia sudah memilih jalan itu. Tidak akan mungkin bagi dirinya untuk mundur sebelum berperang.
“Apa kau mengerti?” Lukas menatap wajah Lana yang terlihat melamun sejak tadi. Masih tersirat dendam di hati Lukas untuk membalaskan perbuatan Lana saat itu.
“Saya siap, Bos.” Lana berdiri dengan posisi siap.
“Ayo kita berangkat.” Lukas berlari ke arah mobil yang berbaris. Sebagian masuk ke mobil sedangkan sisanya mengendarai sepeda motor.
Lana masih berdiri mematung di tempatnya. Memperhatikan seluruh pasukan Gold Dragon berlari menuju kendaraan masing-masing.
“Lana, apa yang kau lakukan di sini?” Suara Zeroun mengagetkan Lana detik itu. Wanita itu memutar tubuhnya untuk menatap wajah Zeroun secara langsung.
“Maafkan saya, Bos.” Lana menundukkan kepalanya dengan wajah takut.
“Maaf?” ulang Zeroun dengan nada meninggi.
Lukas menghidupkan klakson mobilnya berulang kali. Menatap wajah Lana dari dalam mobil dengan wajah tidak terbaca.
Lana memperhatikan tatapan mata Lukas.
“Bos, saya pergi dulu.” Lana berlari menuju kearah mobil Lukas. Masuk ke dalam mobil dan duduk di jok yang ada di samping Lukas berada.
Lukas dan sebagian pasukan Gold Dragon bergerak menuju ke titik musuh berada. Sedangkan Zeroun masih berdiri di posisi dirinya dengan tatapan yang begitu tenang.
“Bos, sudah saatnya kita berangkat.” Satu pasukan Gold Dragon berdiri di samping Zeroun. Pagi ini, pria itu bertugas untuk menggantikan jabatan Lukas menjaga Zeroun Zein.
Berdasarkan data yang berhasil di selidiki oleh Lukas. Kali ini Zeroun Zein akan berhadapan dengan Mafia yang berada di jalur obat-obat terlarang.
Jaringan pemasok narkoba paling berkuasa hampir di seluruh dunia. Selain berbisnis Narkoba, kali ini Zeroun Zein berhadapan dengan musuh yang tidak pernah diketahui identitas aslinya. Bahkan sudah bertahun-tahun, berhasil lolos dari cengkraman polisi.
Aksi terakhir komplotan mafia Inggris ini terjadi di Spanyol. Membuat kerusuhan yang menyebabkan hilangnya nyawa ratusan ribu penduduk asal Spanyol. Aksinya selalu diakhiri dengan ledakan. Bos Mafia yang menjadi lawan Zeroun Zein kali ini juga sangat lihai dalam merakit BOM,
Strategi permainan musuh Zeroun begitu cantik. Sudah banyak Polisi yang menjadi korban aksinya selama ini. Tidak tahu, hari ini Zeroun akan berhasil atau tidak dalam aksi balas dendamnya. Satu hal yang selalu menjadi semangatnya dalam melangkah ke depan.
“Tidak akan ada kata gagal sebelum ia mencoba untuk berjuang.
Beberapa saat kemudian.
Gedung berlantai dua terlihat sangat sunyi dan tidak berpenghuni. Lukas menerobos masuk dari belakang bersama Lana dan pasukan Gold Dragon lainnya. Tidak ada satupun orang yang ia temui di dalam gedung itu. Wajahnya terlihat menahan kecewa saat ia tidak berhasil menemukan orang yang ia cari pagi itu.
“Bos, sepertinya mereka sudah tahu kalau kita akan menyerang mereka pagi ini.” Lana angkat bicara sambil mengenggam pistol.
Dari kajauhan, terdengar sirine polisi yang semakin dekat dengan gedung itu. Lukas memundurkan langkah kakinya.
“Sial! kita dijebak!” umpat Lukas semakin kesal.
“Apapun caranya, tinggalkan tempat ini dan jahui polisi.” Lukas berlari dengan cpeat menuju ke arah mobil. Lana juga ikut masuk ke dalam mobil itu bersama dengan Lukas.
Lukas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kejaran polisi. Memasang handsfree di telinganya untuk memberi kabar buruk itu kepada Zeroun.
“Bos, kita dijebak. Sekarang gedung itu dikepung polisi. Saya tidak tahu, apa pasukan Gold Dragon yang sudah berada di lantai atas berhasil lolos atau tidak.” Lukas menceritakan detail keadaan yang terjadi.
[Tinggalkan kota ini secepatnya.]
“Baik, Bos.”
Setelah selesai menghubungi Zeroun. Lukas memberi kabar kepada pasukan Gold Dragon yang berpencar untuk segera meninggalkan kota itu.
Lana hanya duduk manis sebagai pendengar setia. Tidak banyak yang bisa ia katakan pagi itu. Ini misi pertamanya, ia masih perlu belajar untuk memahami system kerja Gold Dragon. Satu hal yang membuat dirinya sedikit bahagia berada di tengah-tengah Gold Dragon.
Sikap kekompakan dan saling tolong menolong yang begitu terasa. Sebagian pasukan Gold Dragon yang berada di luar berlari pergi. Namun, ada sebagian mobil yang masih menunggu rekannya datang. Mereka tidak pergi begitu saja meninggalkan rekannya yang lain terjebak dan di tangkap polisi.
Aku seperti berada di tengah-tengah orang yang akan selalu melindungiku.
Lana tersenyum manis sebelum menatap kejalan depan yang lurus. Kedua alisnya sedikit naik ke atas saat melihat kota yang kini mereka tuju.
“Kota Cambridge?” ucapnya kurang yakin.
Lukas hanya diam mendengar pertanyaan Lana. Dengan santai ia menambah laju mobilnya menuju kota tempat tinggal Putri Emelie.