
Zeroun tahu, jika kini Emelie sedang sibuk mencari seseorang. Pria itu berjalan mendekati Emelie dan menatap wajah kekasihnya dengan seksama. Emelie mencari fotografer yang sempat memotret dirinya. Tapi, ia tidak lagi bisa menemukan wajah pria itu.
“Apa yang kau cari, Emelie?” tanya Zeroun lembut.
“Fotografer itu,” jawab Emelie dengan kepala yang terus saja mencari.
“Untuk apa? kau sudah memiliki banyak foto.”
Emelie memandang wajah Lana danLukas dengan satu senyuman licik, “Aku ingin pria itu memfoto Lukas dan Lana.”
“What?” celetuk Lana dan Lukas secara bersamaan.
Zeroun memandang wajah Lukas dan Lana secara bergantian.
“Lihatlah mereka sangat serasi bukan?” Emelie tertawa kecil sambil menutup mulutnya.
Lukas ingin angkat bicara untuk melawan Emelie siang itu. Namun, ucapannya hanya tertahan di dalam hati saat melihat tatapan Zeroun yang begitu mengerikan. Pria itu hanya bisa menunduk dengan perasaan ikhlas atas sikap kekasih bosnya.
“Emelie, ayo kita pergi. Ada tempat lain yang ingin kau kunjungi bukan?” Zeroun menarik tubuh kekasihnya ke arah mobil. Lukas membukakan pintu mobil untuk memberi jalan kepada Emelie.
Setelah Emelie masuk dan duduk dengan tenang. Lukas menutup pintu mobil itu. Memandang wajah Zeroun sambil menunduk.
“Bertingkahlah sewajarnya. Kau akan membuatnya curiga.”
“Maafkan saya, Bos,” jawab Lukas cepat.
Setelah selesai memperingati bawahannya, Zeroun berjalan ke arah bangku kemudi. Pria itu melajukan mobilnya untuk menuju tempat berikutnya.
Lana dan Lukas mematung memperhatikan mobil Zeroun yang sudah melaju dengan begitu cepat.
“Lukas, pantai Cobacabana? bukankah itu tempat penyerangan kita nanti malam. Aku sangat yakin kalau Heels Devils pasti memenuhi lokasi itu saat ini.” Lana memperhatikan layar ponselnya.
Zeroun mengirim tiga destinasti wisata yang ingin dikunjungi Emelie, ke seluruh pasukan Gold Dragon. Tanpa kalimat yang terlalu panjang. Hanya tertulis 3 tempat tanpa perintah apapun.
“Bos Zeroun tidak pernah seceroboh itu. Ia pasti punya rencana dibalik semua ini.” Lukas memutar tubuhnya berjalan ke arah mobil. Lana juga mengikuti langkahnya dari belakang. Ponsel itu masih ada di tangannya. Wanita itu tidak terlalu tahu apa rencana Bos Mafia itu. Kenapa di terik siang seperti ini ingin memperlihatkan wajahnya di depan musuh.
Setelah menempuh jarak beberapa puluh kilometer. Kini mobil Zeroun berhenti di pinggiran Pantai Cobacabana.
Pantai paling terkenal di dunia dengan hamparan pasir putih dan laut biru yang begitu indah. Gulungan ombak selalu saja membuat semua mata terhipnotis saat memandangnya. Tidak jauh dari pantai itu, misi kedua Gold Dragon akan berlangsung nanti malam. Seperti perkiraan Lana, ada banyak Heels Devils di lokasi pantai itu.
Zeroun tahu dan bisa melihat jelas pasukan Heels Devils yang kini bertebaran di hadapannya. Pria itu memperhatikan pasukan Gold Dragon yang juga sudah menyamar dengan aneka profesi. Lukas dan Lana juga sudah berdiri tidak jauh dari posisi mobilnya berada.
“Aku tidak ingin ke tempat ini.” Emelie menunduk dengan wajah yang berbeda dari sebelumnya.
Zeroun mengeryitkan dahinya saat melihat wajah Emelie yang berubah.
“Ada apa? kau sangat ingin mengunjungi pantai ini sebelumnya, Emelie.” Zeroun memandang wajah Emelie dengan seksama.
“Tempatnya tidak seru,” jawab Emelie tanpa memandang wajah Zeroun.
Emelie melepas tangan Zeroun. Ia memandang kepinggiran pantai sebelum memandang wajah Zeroun lagi.
“Aku tidak mau kau melihat wanita-wanita itu,” jawab Emelie dengan wajah murungnya.
Zeroun mengangkat satu alisnya mendengar jawaban Emelie. Pria itu memandang ke arah pantai. Ya, ada banyak wanita berbikini yang sedang berjemur indah di atas pantai. Tidak hanya beberapa. Bahkan hampir seluruh pinggiran pantai itu dipenuhi dengan wanita seksi seperti itu.
“Jangan dilihatin terus.” Emelie menutup mata Zeroun dengan tangan kanannya.
Zeroun tersenyum kecil sebelum melepas tangan Emelie yang kini melekat diwajahnya.
“Apa yang ingin kau lihat dari tempat ini. Pantai selalu dipenuhi dengan orang-orang yang berenang. Apa kau tidak pernah kabur hingga ke pantai?” Zeroun menggengam tangan Emelie. Melatakkannya di atas pangkuannya.
Emelie menggeleng pelan,”Pantai itu sangat indah. Tapi, wanita-wanita itu tidak terlihat indah. Mereka dengan bangga memamerkan tubuhnya untuk dipertontonkan pria lain. Di tambah lagi, pria-pria itu terlihat sangat menikmati. Aku tidak pernah berhasil berkunjung ke sebuah pantai. Tapi, saat melihat penghuni pantai di sini. Aku tidak mau berwisata kepantai lagi.”
Sejak dulu, Emelie selalu memakai pakaian yang menutupi aurat. Wanita itu bahkan lebih sering mengenakan pakaian yang memiliki lengan panjang. Bahkan gaun atau rok yang ia gunakan tidak pernah yang terlampau pendek. Selalu saja menutupi bagian tubuhnya yang seharusnya dilindungi. Begitulah cara Ratu mendidik Putri-Putri kerajaan agar menjadi wanita yang selalu di hormati.
Hal itu juga yang membuat para Putri Kerajaan tidak pernah berpacaran. Mereka lebih memilih untuk menikah agar bisa menjaga kehormatan yang mereka miliki.
Zeroun memandang kearah luar, sepertinya rencananya harus gagal untuk memancing keributan di tempat itu. Bos Mafia itu ingin membuat Heels Devils melihat wajahnya langsung. Hal itu bisa memancing Jesica untuk segera tiba menemuinya. Pemimpin Heels Devils tidak akan tinggal diam saat tahu Zeroun ikut campur dalam misi rahasia mereka.
“Zeroun, Aku ingin makan.” Emelie memandang wajah Zeroun dengan wajah murungnya.
Zeroun tersenyum, ”Jangan sedih lagi. Aku akan membawamu ke suatu tempat yang sangat indah. Sekarang kita harus mencari tempat untuk makan dulu. Setelah itu kita akan pergi ke tempat itu.”
“Benarkah?” Wajah Emelie berseri kembali.
Zeroun mengangguk, “Tersenyumlah. Wajahmu terlihat sangat jelek jika cemberut seperti itu.”
Emelie memasang senyuman indah miliknya, “Aku akan tersenyum untukmu, Zeroun.”
Zeroun tersenyum sebelum melanjutkan perjalanannya. Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan lokasi pantai yang begitu indah.
Lukas dan Lana melipat kedua tangannya di depan dada. Pistol yang sempat ada di genggaman kini sudah kembali disembunyikan. Dua pengawal Zeroun itu sedikit bingung dengan sikap bos mereka siang itu.
“Apa tidak jadi?” Lana mengeryitkan dahinya.
“Kita harus segera pergi,” jawab Lukas sambil berjalan cepat menuju ke arah mobil.
Lana mengikuti langkah Lukas dengan begitu cepat. Wanita itu tidak ingin berada jauh dari posisi Lukas berada. Baginya akan selalu aman jika selalu berada di samping Lukas. Walaupun ia memiliki ilmu bela diri yang lumayan hebat. Tapi, ia selalu saja kalah saat melawan musuh dalam jumlah banyak.
Lukas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak ingin kehilangan jejak Zeroun terlalu jauh. Pria itu tahu, kalau Zeroun tidak akan berkunjung ke lokasi ke tiga. Arah mobilnya sudah berlawanan dengan tujuan destinasti ketiga.
Sama halnya dengan Gold Dragon. Semua pasukan yang tersebar juga sudah meninggalkan tempat itu tanpa jejak. Tidak Ada yang menyadari kehadiran Gold Dragon siang itu. Semua penyamaran Gold Dragon berjalan dengan begitu sempurna.
Like, Komen, Vote.