Moving On

Moving On
Jalan-Jalan



Rio De Janeiro


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam kini Zeroun dan pasukan Gold Dragon telah tiba di kota metropolitan Brasil. Kota Rio De Janeiro. Kota terbesar keempat yang ada di dunia. Kota berpenduduk lebih dari 10 juta orang itu terletak di wilayah tenggara Brasil. Selain kota metropolitan, kota ini juga bisa di bilang kota wisata dengan keindahan alam dan budaya yang begitu indah.


Emelie duduk di samping Zeroun dengan senyum yang begitu indah. Di tambah lagi, kaca mobil terbuka dengan lebar hingga membuat angin masuk dengan bebas ke dalam mobil. Rambut Emelie berterbangan dan terkadang menutupi wajahnya. Wanita itu terus saja memandang keluar jendela. Pemandangan pantai yang begitu indah kini tersaji di depan matanya. Wanita itu benar-benar yakin, kalau kekasihnya membawanya ke Brasil untuk berlibur.


Zeroun juga tersenyum kecil melihat kelakuan kekasihnya yang kini tersenyum dengan begitu indah. Siang itu Zeroun mengemudikan mobilnya sendiri. Di belakang mobilnya ada Lukas dan Lana yang terus setia mengikuti mobil Zeroun.


Sedangkan pasukan Gold Dragon sudah menyebar memenuhi kota itu. Mereka tidak ingin kedatangannya diketahui oleh Heels Devils. Dengan hati-hati dan sembunyi-sembnyi, Gold Dragon melindungi Zeroun.


“Emelie, apa kau tidak lelah terus-terusan tersenyum seperti itu?” Zeroun melirik kekasihnya sebelum fokus ke jalan depan lagi.


“Zeroun, tempat ini sangat indah. Kau bilang kita akan pergi jalan-jalan nanti malam. Sekarang masih siang, kau sudah membawaku pergi berjalan-jalan.” Emelie memegang kedua pipinya dengan lembut.


“Pipiku sampai kaku karena terlalu bahagia dan tersenyum berjam-jam.”


Zeroun tertawa kecil sambil menggeleng pelan. Pria itu melirik ke arah spion memastikan Lukas masih berada di belakang mobilnya. Di arah lain, Zeroun memperhatikan Gold Dragon yang sudah menyamar dengan berbagai profesi. Ada senyum puas di bibirnya.


“Zeroun, Aku sudah mencatat beberapa. Lihatlah.” Emelie meletakkan selembar kertas di hadapan Zeroun. Wanita itu menulis list tempat wisata yang ingin ia kunjungi hari ini.


Zeroun mengambil kertas yang ada di hadapannya. Kelakuan Emelie mengingatkannya dengan tingkah laku Erena. Wanita itu selalu mencatat tempat yang ingin ia kunjungi. Namun, Zeroun tidak pernah bisa berkunjung ke semua tempat yang ingin di kunjungi Erena.


Kali ini ia tidak ingin mengalami hal yang sama. Zeroun membaca satu persatu tempat wisata yang ingin dikunjungi Emelie. Tempat itu ada di seputar kota yang kini ia kunjungi. Namun, untuk mengunjungi tempat itu tentu tidak akan cukup jika hanya satu hari. Bagaimanapun juga, jarak tempat wisata yang satu dengan yang lainnya memakan waktu yang cukup jauh.


“Kita hanya bisa mengunjungi beberapa tempat saja. Besok kita akan datang ke tempat ini lagi.” Zeroun memandang wajah Emelie dengan senyuman.


“Baiklah, 3 tempat. Bagaimana?”


“Ok, deal.” Zeroun melajukan arah mobilnya ke tempat pertama yang akan ia kunjungi bersama dengan Emelie.


Selaron Steps.


Selaron Steps adalah seperangkat tangga yang dilapisi mosaic dan ubin yang dicat. Memiliki latar belakang warna-warni yang tidak memikat namun sangat sempurna untuk foto group. Pingiran tangga itu juga telah dilukis dengan warna merah yang begitu kontras.


Emelie ingin menjejaki kakinya di atas tangga unik itu. Wanita itu ingin mengabadikan momen indahnya di tangga itu bersama dengan Zeroun.


Zeroun memberhentikan mobilnya di lokasi yang tidak jauh dari Selaron Steps. Pria itu memandang keadaan sekitar dengan waspada sebelum melepas sabuk pengamannya.


“Emelie, jangan pernah turun sebelum Aku menunggumu di depan pintu mobil. Mulai sekarang itu aturan yang harus kau patuhi.” Zeroun melepas sabuk pengaman Emelie sambil memandang wajah wanita itu dengan begitu serius.


“Apa kau mengerti?” sambung Zeroun.


Emelie mengangguk dengan senyuman indah.


“Ada yang lucu?” Zeroun mengangkat alisnya. Bos Mafia itu sedikit bingung dengan senyuman indah yang terukir indah dibibir kekasihnya.


“Kau begitu manis Zeroun,” jawab Emelie sambil mencubit pipi Zeroun dengan lembut.


Apa dia pikir kini Aku bersikap romantis? Ayolah Emelie, ini semua karena Aku ingin memastikan kalau keadaan aman sebelum kau meninggalkan mobil ini.


Zeroun tersenyum memandang Emelie. Sebelum pergi meninggalkan mobil. Bos Mafia itu berdiri di depan mobil dengan mata yang begitu tajam. Lukas dan Lana masih berada di dalam mobil memperhatikan Zeroun dengan seksama. Dari lokasi yang tidak terlalu jauh, ada pasukan Gold Dragon yang sudah menyamar dengan aneka profesi yang tidak mencurigakan.


Saat melihat keadaan benar-benar aman. Zeroun berjalan ke arah pintu mobil Emelie. Membuka pintu mobil itu dan mengulurkan tangannya untuk Emelie. Dengan senyum yang begitu bahagia, Emelie menyambut uluran tangan Zeroun. Putri Kerajaan itu menurunkan kakinya dengan hati-hati. Ia berdiri di samping Zeroun sambil memperhatikan gedung-gedung yang ada di hadapannya.


“Ayo,” ajak Zeroun sambil merangkul pinggang Emelie dengan mesra. Sekali lagi Ia memperhatikan keadaan sekitar.


Emelie menghentikan langkah kakinya saat ia berdiri di hadapan tangga yang selalu diimpikan itu. Ia berlari begitu saja untuk mendekati tangga itu secara langsung. Wanita itu melompat kegirangan dan berputar di depan tangga.


Zeroun melipat kedua tangannya di depan dada. Bibirnya lagi-lagi tersenyum saat melihat wajah bahagia kekasihnya. Dari posisi Emelie, ada pasukan Gold Dragon yang kini berporfesi sebagai fotografer.


Zeroun semakin tenang saat Emelie dilindungi oleh beberapa bawahannya yang selalu waspada. Lukas dan Lana berjalan mendekati Zeroun.


“Bos, Kita tidak bisa terlalu lama di tempat ini. Tidak jauh dari sini ada markas Heels Devils.” Lukas menjelaskan secara rinci lokasi berbahaya mereka saat ini.


“Aku tahu,” jawab Zeroun cepat sebelum berjalan untuk menemui Emelie yang terlihat berjalan menaiki anak tangga berwarna itu.


Lukas menarik napas dengan begitu kasar. Kedua matanya terlihat waspada dengan sekelilingnya. Tatapannya terhenti saat melihat Lana kini tersenyum dengan begitu indah. Wanita itu terlihat bahagia saat menyaksikan kebersamaan Bosnya dengan Emelie. Sesekali Lana meremas lengan Lukas tanpa sadar. Ia benar-benar terbawa suasana saat melihat adegan romantis sepasang kekasih itu.


“Apa yang kau lakukan?” celetuk Lukas sambil menghempaskan tangan Lana.


“Lukas, lihatlah. Bos Zeroun pria yang sangat romantis.” Lana tersenyum lagi dengan penuh suka cita. Menarik lagi lengan Lukas untuk melampiaskan rasa bahagianya.


“Lihatlah, Oh My God.” Lana membenamkan wajahnya di lengan kiri Lukas dengan wajah merona malu. Baru saja terjadi adegan ciuman romantis Emelie dan Zeroun. Wanita itu tidak sanggup melihat adegan romantis yang dilakukan bosnya.


Lukas memandang pemandangan yang sama. Tapi, pria itu tidak bereaksi apa-apa. Kali ini ia membiarkan Lana membenamkan wajah cantiknya di lengannya yang kekar. Ada senyum kecil di bibirnya saat melihat wajah merona Lana siang itu.


Setelah puas menaiki dan menuruni anak tangga itu. Emelie dan Zeroun berjalan ke arah mobil. Lukas dan Lana menunduk menyambut kedatangan Lukas dan Emelie. Beberapa lembar foto kini ada di genggaman tangan Emelie. Wanita itu terus saja memperhatikan foto-fotonya bersama dengan Zeroun.


“Lana, kemarilah.” Emelie melambaikan tangan agar wanita itu mendekat dengan tubuhnya.


“Lihatlah, bukankah ini sangat indah.” Emelie memamerkan foto mesranya bersama Zeroun.


“Nona, ini sangat indah,” ucap Lana dengan dua tangan di pipinya.


Sedangkan Zeroun dan Lukas saling memandang dengan ekspresi dingin. Dua pria dingin itu menggeleng kepala saat melihat dua wanita itu kegirangan hanya karena foto.


Emelie memutar tubuhnya. Wajahnya seperti mencari-cari seseorang. Wanita itu berjalan maju dengan tatapan terus saja mencari.


Reader...semua pada nunggu ya. Salah paham Mulu sih.🤭.


maksud aku jam 8 pagi ini...bukan jam 8 semalam🤣🤣


Like, Komen, Vote. Terima Kasih.