Moving On

Moving On
S2 Bab 46



Flasback


Lana berdiri di depan pintu sambil memandang kepergian Lukas. Bibirnya mengukir senyuman terpaksa, walaupun hatinya masih merasa sedih. Kedua tangannya terlipat di depan dada. Tubuhnya bersandar di dinding.


Walau mobil Lukas sudah menjauh, tapi Lana masih berdiri di depan sana. Ia bingung harus melakukan hal apa lagi. Semua terasa hampa saat dirinya harus meninggalkan Gold Dragon. Baginya Gold Dragon adalah keluarganya. Di usir dari Gold Dragon, itu sama saja rasanya seperti di usir dari keluarga sendiri.


Seorang pasukan Gold Dragon muncul dengan selembar kertas di tangannya. Pria itu membungkuk hormat di depan Lana dengan penuh hormat. Lana terlihat tidak tertarik melihat pasukan Gold Dragon di hadapannya. Matanya berulang kali berkedip sambil memandang surat yang di bawa pria itu.


“Selamat pagi, Nona Lana. Saya ke sini untuk memberikan surat dari Bos Zeroun,” ucap Pria itu sambil menyodorkan surat tersebut.


Lana menerimanya dengan ragu-ragu. Tidak mungkin pengsiunan Mafia dapat tunjangan, begitulah kira-kira pikiran Lana. Surat yang katanya dari Zeroun itu sungguh membuat Lana sangat takut.


Pria itu berdiri dan menunggu Lana sambil selesai membawa. Kepalanya masih menunduk karena tidak berani memandang wajah Lana.


Lana sekilas memandang ke arah pria itu sebelum membuka isi suratnya. Bibirnya mengukir senyuman dengan napas yang cukup lega. Detik itu napasnya yang sejak tadi malam terasa sesak kini sudah kembali normal.


“Semua akan baik-baik saja. Ikuti alur yang telah aku persiapkan. Mulai sekarang, kau peran utamanya.”


Lana meletakkan surat itu di depan dadanya seolah surat cinta yang ia tunggu-tunggu. Matanya terpejam dengan tetes air mata haru karena terlalu bahagia.


“Nona Lana, ikut dengan kami. Kita akan berangkat ke Sevilla sekarang,” ucap Pria itu sambil mengeluarkan satu jarum suntik.


Lana mengulurkan tangannya. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya. Tapi, satu hal yang membuatnya kuat. Zeroun membutuhkan bantuannya. Saat ini dan seterusnya, apapun yang akan ia lakukan adalah semata-mata untuk membantu Gold Dragon.


Pria itu menyuntikan cairan berwarna bening ke dalam lengan Lana dengan wajah yang cukup serius. Setelah melihat cairan itu habis, ia memandang wajah Lana dengan seksama. Sebelum akhirnya ia bergerak untuk menahan tubuh Lana yang sudah tidak sadarkan diri.


Waktu berlalu dengan begitu cepat hingga membuat pagi yang cerah berubah menjadi siang. Lana terbangun dengan kepala yang terasa sakit. Ia tidak lagi ingat, dengan apa yang terjadi setelah ia tidak sadarkan diri tadinya. Kini ia terbangun di sebuah ruangan dengan posisi terikat. Ada logo White Tiger di ruangan itu. Tanpa di beri tahu saja Lana sudah paham, kalau kini ia berada di daerah kekuasaan White Tiger.


Beberapa pria muncul dengan senyum tipis yang menghina. Lana tidak bisa mengeluarkan suara karena mulutnya terikat kain. Tangan dan kakinya juga. Posisinya cukup sulit untuk kabur. Lana kembali ingat dengan isi surat Zeroun. Wanita itu mulai berontak seolah ia ingin melepaskan diri.


“Hei, Nona manis. Jangan terlalu banyak bergerak. Atau tanganmu yang mulus itu akan memerah dan terluka nanti,” ucap salah satu pasukan White tiger.


Ada lima pria yang berdiri di hadapannya. Salah satu dari wajah pria itu adalah wajah pasukan Gold Dragon. Lana kembali bernapas lega saat melakukan misi dan di damping pasukan Gold Dragon.


“Bos Zeroun cukup hebat. Ia bisa memasukkan pasukan Gold Dragon di dalam pasukan White Tiger,” gumam Lana di dalam hati.


Pasukan Gold Dragon yang menyamar itu maju beberapa langkah ke depan. Dengan kasar ia merobek pakaian Lana hingga membuat bagian lengan samping terbuka dan menggoda, “Apa yang harus kita lakukan pada wanita ini?” ucap pria itu.


“Wanita ini tidak berguna. Ayo kita tinggalkan saja.” Pria itu memutar tubuhnya. Sekilas ia memandang Lana dan memberi kode kalau semua baik-baik saja.


Di tempat lain, bawahan Morgan berlari kencang untuk memberi informasi penculikan Lana yang di lakukan White Tiger. Dengan napas terputus-putus, pria itu berdiri di hadapan Morgan.


“Apa kau bisa bernapas dengan tenang,” ucap Morgan malas. Pria itu kembali melanjutkan kegiatannya untuk merakit bom yang terbaik.


“Nona Lana di culik oleh White Tiger, Bos. Saat ini ia berada di kota Sevilla,” ucap Pria yang menjadi bawahan Morgan tersebut.


“Apa?” celetuk Morgan kaget. Pria itu beranjak dari kursi yang ia duduki dengan wajah kesal, “Bukankah Lana ada di dalam Gold Dragon. Bagaimana mungkin ia bisa berada di tangan White Tiger saat ini.”


“Nona Lana di tuduh sebagai penghianat hingga di keluarkan dari pasukan Gold Dragon, Bos.” jawaban Pria itu seperti berita yang cukup menarik bagi Morgan. Ia tersenyum puas karena mendengar kabar wanita yang ia cintai tidak lagi bersama dengan pria yang menjadi musuhnya.


“Persiapkan semuanya, kita akan menyerang White Tiger. Aku ingin menjadi pahlawan untuk wanitaku sebelum pria itu berusaha menyelamatkan Lana,” perintah Morgan dengan wajah semangat.


“Baik, Bos.”


Morgan meninggalkan bom yang ia rakit begitu saja. Ia berjalan ke arah laci untuk mengambil senjata api dan bahan peledak yang ia butuhkan, “Lana, bertahanlah. Aku akan menyelamatkanmu nanti.”


Setelah semua pasukan Morgan berkumpul di halaman depan, Morgan muncul dengan wajah yang cukup serius. Pria itu memperhatikan pasukan miliknya lagi. Ia cukup yakin, kalau malam ini ia akan berhasil menyelamatkan nyawa Lana.


“Apa semua sudah dipersiapkan?” ucap Morgan pada pria yang menjadi tangan kanannya.


“Sudah, Bos,” jawabnya dengan penuh semangat.


“Kita berangkat sekarang,” perintah Morgan dengan tatapan yang tidak terbaca lagi. Detik itu juga yang ada di dalam pikiran Morgan adalah segera tiba di lokasi agar bisa segera menyelamatkan nyawa Lana.


.


.


.


Karena masih di 10 besar rangkingnya. jadi aku bagi crazy up lagi... like, komen dan Vote...terima kasih.