
“Luka ini,” ucapan Lukas tertahan. Cukup sulit bagi Lukas untuk berbohong. Namun, akan terdengar mustahil jika ia menceritakan yang sebenarnya telah terjadi.
“Saya menebas tangan Bos Lukas dengan pedang, Bos,” sambung Lana cepat sebelum menunduk lagi.
“Apa?” ucap Emelie dengan wajah kaget. Ia cukup tahu kalau Lukas dan Lana adalah tangan kanan Zeroun yang selalu terlihat kompak di setiap momen. Putri kerajaan itu tidak menyangka kalau Lana tega melukai Lukas. Apa lagi dengan sebuah pedang.
“Bos, itu hanya kecelakaan yang terjadi di saat latihan. Luka ini juga tidak terlalu dalam. Aktifitas saya tidak akan terhenti hanya karena luka ini,” jawab Lukas untuk membela Lana. Ia tidak ingin sampai Zeroun benar-benar menanyakan hubungannya dengan Lana malam ini.
“Apa seperti itu, Lana?” tanya Zeroun dengan tatapan menyelidik.
“Benar, Bos,” jawab Lana dengan suara yang cukup pelan.
“Aku tidak suka melihatmu berbicara seperti itu, Lana!” teriak Zeroun dengan suara yang cukup keras. Teriakan lelaki itu berhasil membuat Lukas dan Emelie menatapnya dengan wajah kaget, “Apa kau tahu siapa Lukas? Atau kau telah lupa aturan yang ada di dalam Gold Dragon? Apa kau pikir dengan hilangnya anggota kita itu berarti semua peraturan yang ada di dalamnya bisa dengan mudah untuk kau langgar? Eh?” Zeroun menaikan satu alisnya.
Emelie mengusap lembut punggung Zeroun. Wanita itu berusaha meredam emosi Zeroun agar tidak semakin naik ke permukaan. Walau ia sendiri juga tidak tahu apa yang menyebabkan Zeroun berubah marah.
“Bos, hal ini karena-”
“Sejak kapan kau berani memotong pembicaraanku, Lukas?” teriak Zeroun dengan suara yang semakin meninggi.
“Zeroun, bersabarlah. Kau harus mendengarkan penjelasan mereka lebih dulu sebelum mengambil keputusan.” Emelie menatap wajah Zeroun dengan seksama. Ia berusaha untuk menjadi penengah di antara masalah yang terjadi.
“Sayang, kau jangan ikut campur dalam masalah ini. Biar aku yang mengambil keputusan atas masalah yang telah di lakukan Lana,” jawab Zeroun.
Lukas menatap wajah Lana dengan seksama sebelum menunduk lagi. Posisinya lagi-lagi harus dilemma. Baru saja beberapa menit yang lalu ia berdamai dengan wanita yang ia cintai. Detik ini ia kembali di hadapkan pilihan yang cukup sulit. Bahkan terasa sangat menyiksa walau tidak menimbulkan luka.
Lana berlutut dengan wajah bersalah. Ia tidak ingin membuat Lukas dalam masalah lagi. Sudah cukup dengan luka yang ia berikan. Ia tidak ingin Lukas mendapat hukuman lagi dari Zeroun, “Bos, Maafkan saya. Saya yang salah. Saya akan menerima hukuman yang anda berikan pada saya. Saya akan menjadikan sikap bodoh saya hari ini sebagai sebuah pelajaran yang cukup berharga.”
Zeroun melipat kedua tangannya di depan dada. Menatap wajah Lukas dan Lana secara bergantian, “Pergi dari istana ini sekarang juga. Aku tidak ingin melihatmu lagi,” perintah Zeroun singkat. Lelaki itu memutar tubuhnya dengan cepat.
Emelie dan Lukas lagi-lagi harus memasang wajah syok saat mendengar perintah Zeroun malam itu.
“Zeroun, Lana seorang wanita. Kau tidak bisa mengusirnya saat ini.”
“Saya akan mematuhi perintah anda, Bos.” Lana beranjak dari posisinya. Wanita itu mengambil jaket hitam miliknya, menatap wajah Lukas sekilas sebelum berlalu pergi. Dengan gerakan cepat Lukas meraih tangan wanita itu. Menahan langkahnya agar tidak pergi begitu saja meninggalkannya.
“Aku hanya mengusir Lana. Jika kau benar-benar ingin pergi dengannya, detik ini kau harus melupakan nama Gold Dragon dan segala hal yang berhubungan dengannya.” Zeroun masih belum ingin memandang wajah Lana dan Lukas saat itu. Emelie berdiri di hadapan Zeroun. Wanita itu menatap wajah kekasihnya dengan seksama. Ada yang beda dari sikap Zeroun malam itu, tapi ia tidak tahu apa yang salah.
“Baik, Bos. Saya akan meninggalkan Gold Dragon. Maafkan atas kesalahan saya selama ini. Saya ucapkan terima kasih karena anda telah melindungi dan memberi saya kehidupan selama ini,” jawab Lukas dengan wajah seriusnya.
Lana melebarnya bola matanya. Wanita itu menghempas tangan Lukas dengan tatapan tidak terima, “Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengorbankan semuanya. Gold Dragon adalah kehidupanmu selama ini.”
Zeroun mengukir senyuman sambil memandang wajah Emelie. Hal itu cukup membuat Emelie menjadi semakin bingung dan di penuhi tanda tanya. Baru beberapa detik yang lalu kekasihnya memasang wajah yang cukup menyeramkan. Namun, dalam sekejap ekspresi itu hilang berganti dengan senyuman.
Lukas memandang wajah Lana dengan perasaan sedih. Ia cukup bingung dengan keputusan yang baru saja ia ambil. Dengan wajah tidak terbaca, Lukas berjalan mendekati Zeroun. Tidak ada cara lain selain menceritakan semuanya kepada lelaki itu, “Bos, kami berpacaran. Lana memberi saya hukuman karena tadi sore saya tidak memperdulikannya.”
Lana melebarkan kedua bola matanya sebelum menepuk dahinya. Wanita itu tidak menyangka kalau Lukas akan menceritakan semua yang telah terjadi kepada Zeroun.
“Bos, saya mencintai Lana. Saya tidak ingin ia pergi dari tempat ini. Maafkan kesalahannya. Anda bisa menghukum saya untuk melampiaskan rasa kesal anda.”
“Baiklah, jika itu permintaanmu.” Zeroun kembali memutar tubuhnya. Lelaki itu menatap wajah Lukas dengan tatapan penuh arti, “Kau di hukum untuk menjaga Lana seumur hidupmu.”
Zeroun berjalan mendekati Lukas yang masih memasang wajah bingung. Lelaki itu menepuk pundak Lukas sambil memandang wajah Lana yang juga terlihat bingung, “Akhirnya kau bisa jatuh cinta juga. Aku sempat berpikir keras karena meninggalkanmu sendirian di Hongkong.”
“Bos, anda,” ucapan Lukas tertahan. Detik itu ia kembali sadar kalau semua yang di katakan Zeroun hanya satu jebakan agar ia mengungkapkan hubungan yang telah terjalin antara dirinya dan Lana.
“Sudah malam, sebaiknya kalian beristirahat. Aku dan Emelie juga mau beristirahat,” ucap Zeroun sebelum merangkul pinggang Emelie. Lelaki itu masih tetap tersenyum saat mengetahui dua bawahannya kini telah berpacaran.
“Kenapa tidak memberi tahuku sejak awal kalau itu semua hanya akting?” protes Emelie.
“Itu juga tidak di rencanakan, Sayang. Aku memikirkan hal itu di waktu yang bersamaan sebelum mengucapkannya,” jawab Zeroun.
Sepasang kekasih itu berjalan pergi meninggalkan Lana dan Lukas yang masih mematung pada tepatnya. Lana berjalan mendekati Lukas lalu menarik lengan lelaki itu. Ia ingin melanjutkan pengobatannya yang sempat tertunda, “Sejak kapan Bos Zeroun suka bercanda seperti itu. Bahkan di saat ia bercanda, ia tetap terlihat sangat menyeramkan.”
Lukas menghela napas tanpa mau menjawab. Lelaki itu masih tidak menyangka dengan apa yang sebelumnya ia katakan. Ia rela meninggalkan Gold Dragon hanya karena Lana.
Apa cinta bisa membuat orang menjadi bodoh dan kehilangan akal sehat?