
Zeroun duduk dengan posisi yang cukup nyaman. Pria itu memandang keluar jendela dengan wajah tidak terbaca. Tiba-tiba saja bayangan penembakan Agen Mia malam itu kembali terbayang di dalam ingatannya. Zeroun masih tidak yakin, kalau aksi itu harus dilakukan oleh Emelie. Si wanita manja dengan sejuta kejutan.
Dari balik bangku kemudi, Lukas memperhatikan wajah Zeroun melalui spion. Pria itu tahu kalau ada sesuatu yang dipikirkan Zeroun. Ia melajukan kecepatan mobilnya dengan kecepatan sedang. Lukas terlihat santai dengan kemudinya.
“Bos, apa Bos Kenzo malam ini akan kembali ke Sapporo?” ucap Lukas penuh basa-basi. Pria itu tahu kabar kepulangan Kenzo dan Shabira nanti malam. Kondisi Shabira juga sudah jauh lebih baik, hingga Dokter mengijinkannya melewati perjalanan panjang.
Zeroun mengangguk pelan, “Ya. Sepertinya dia sudah tidak lagi marah padaku. Nanti Zetta juga ikut dalam pemakaman Agen Mia.”
Lukas memandang jalanan depan sambil mencengkram kuat stir mobilnya. Ada hal penting yang ingin ia katakan kepada Zeroun. Tapi, entah kenapa pertanyaan itu hanya tertahan di dalam hati. Wajahnya terlihat bingung dan gelisah.
Zeroun tidak tahu perubahan ekspresi wajah Lukas. Pria itu masih tetap menyesali kejadian buruk siang ini yang menyebabkan dirinya harus berpisah dengan sang istri. Seharusnya saat ini ia bisa bersenang-senang bersama istrinya.
Namun, dalam hitungan detik. Ada tawa kecil yang terdengar dari Zeroun. Pria itu kembali membayangkan permintaan konyol Lana dan Emelie masalah baju coupel, “Bukankah Lana memang sangat cocok denganmu, Lukas.”
Lukas melirik Zeroun melalui spion. Pria itu semakin bingung dengan tawa tidak jelas Zeroun, “Lana wanita yang unik, Bos. Saya belum pernah bertemu dengan wanita seperti dia sebelumnya.”
Zeroun menggeleng kepalanya, “Kau bukan tidak pernah bertemu dengan wanita seperti Lana. Tapi, memang selama ini kau tidak pernah mau dekat dengan wanita.”
Lukas kembali mengingat kehidupannya selama ini. Apa yang diucapkan Zeroun benar adanya. Sejak dulu ia cukup sulit dekat dengan wanita jika itu menyangkut soal hati. Berbeda dengan wanita yang menjadi bawahan atau sekedar rekan bisnis. Lukas memang belum pernah merasakan yang namanya pacaran. Hingga detik ini ia juga tidak tahu, bagaimana pacaran itu.
“Apa kau masih ingat, pertemuan pertamamu dengan Lana. Kau jatuh hanya karena seorang wanita. Sejak saat itu aku sudah memiliki firasat kalau kau akan dekat dengannya. Bukankah pilihanku tidak pernah salah?” Tawa itu masih tetap ada. Tapi, kali ini Zeroun mulai menguasai tawanya. Ia tidak ingin tertawa terlalu berlebihan walau semua itu memang lucu.
“Anda sengaja memasukkan Lana ke dalam Gold Dragon hanya untuk mengusik hidup saya, Bos?” Ada penekanan di dalam kalimat Lukas. Antara rasa terima kasih dan kesal.
“Tentu saja tidak seperti itu niat awalnya.” Zeroun membuang tatapannya ke arah jendela, “Malam itu, Alika datang kepadaku. Ia menangis dengan wajah yang sangat memprihatinkan.”
Lukas memasang wajah yang cukup serius. Kali ini ia ingin mendengar langsung alasan Zeroun memasukkan wanita seperti Lana ke dalam Gold Dragon. Zeroun pria yang cukup waspada. Tidak mungkin Zeroun tidak tahu, hubungan yang terjadi antara Morgan dan Lana. Di tambah lagi, Lukas juga bermusuhan dengan Morgan.
Beberapa bulan yang lalu.
Zeroun berdiri di hadapan Alika. Wanita itu berlutut di hadapan Zeroun dengan tangan mengatup. Air matanya menetes deras. Bibir dan seluruh tubuhnya gemetar karena ketakutan.
“Bos, saya mohon. Ijinkan adik saya masuk ke dalam Gold Dragon. Ia memiliki ilmu bela diri yang cukup hebat. Dia juga pandai menembak. Saya tidak ingin kehilangan Lana, Bos. Saya mohon.”
Sudah sejak tadi Alika memohon agar Lana bisa di terima di dalam pasukan Gold Dragon. Tapi, Zeroun belum juga memberi persetujuan. Pria itu seperti berpikir keras dalam merekrut anggotanya. Ia tidak ingin salah pilih hingga akhirnya menimbulkan penghianat di dalamnya.
“Alika. Kau tahu, bagaimana Gold Dragon selama ini. Kau ingin memasukkan adikmu ke dalam geng berbahaya. Itu sama saja dengan kau menyerahkan nyawa adikmu sendiri. Kau tahu, kami sering bertarung dan pulang dengan jumlah yang tidak lagi sama.” Zeroun berusaha menolak dengan kelembutan. Pria itu juga tidak tega melihat bawahannya menangis seperti itu.
“Itu sama saja, Bos. Lana sudah berulang kali mencoba untuk bunuh diri. Hidupnya cukup menyedihkan. Saya tidak bisa meninggalkannya sendiri. Saya yakin, Lana bisa menjaga dirinya sendiri. Saya juga yakin, Gold Dragon bisa menjadi bagian dari hidupnya. Jika suatu saat Lana merugikan Gold Dragon, saya rela menyerahkan nyawa saya untuk menebus kesalahannya, Bos.”
Janji Alika saat itu tidak main-main. Wanita benar-benar serius dengan kalimat yang ia ucapkan. Ia cukup yakin, kalau adik kesayangannya tidak akan pernah berkhianat kepada pasukan Gold Dragon.
“Baiklah. Aku menerimanya. Kau harus ingat janjimu. Kapanpun aku dengar Lana seorang penghianat, nyawamu yang lebih dulu aku ambil,” ancam Zeroun dengan sorot mata yang cukup tajam.
“Aku ingin dia ikut ke Inggris besok,” sambung Zeroun sebelum memutar tubuhnya.
“Baik, Bos. Sekali lagi, terima kasih.” Alika menunduk penuh hormat. Wanita itu sudah berdiri dan menatap kepergian Zeroun.
***
“Aku tidak pernah tahu, kalau ada cinta segitiga di antara kalian. Jika aku tahu sejak awal, sudah pasti aku tahu kalau Mia berkhiana.” Zeroun menghela napas. Memang selama ini ia hanya menyelidiki pasukannya atas segi kesetiaan saja. Tidak pernah ia menyelidiki masalah percintaan bawahannya.
Sejak menikah, Zeroun hanya fokus pada Emelie dan kerajaannya. Kesibukan itu memang telah membuat sifat waspadanya tidak lagi sama seperti dulu. Zeroun lebih sering kecolongan akhir-akhir ini.
“Bos, apa yang dilakukan orang berpacaran?” tanya Lukas dengan nada takut-takut. Sejak tadi, memang kalimat itu yang ingin ia tanyakan kepada Bos kesayanganya itu.
Zeroun menatap wajah Lukas dengan seksama. Kedua matanya tidak berkedip sama sekali hingga beberapa detik. Sebelum akhirnya, pria itu tertawa kecil, “Kau meminta tips dariku karena kau merasa gaya berpacaranku keren? Eh?”
“Tidak seperti itu. Hanya saja anda lebih sering bergonta-ganti pasangan,” gumam Lukas di dalam hati.
“Ya, Bos. Anda selalu terlihat keren saat berpacaran. Bahkan bisa melangkah ke jenjang yang lebih serius,” ucap Lukas dengan senyum terpaksa. Ia tidak mungkin berkata jujur jalau Zeroun saat itu sungguh kepedean.
“Kau ingin melamar Lana?” tanya Zeroun sekali lagi. Kali ini ia cukup penasaran dengan hubungan bawahannya.
Lukas menarik napasnya, “Ya, Bos. Setelah masalah dengan Morgan selesai, saya ingin mengajak Lana menikah.”
Setelah mendengar kalimat yang dikatakan oleh Lukas, suasana di dalam mobil itu berubah hening. Zeroun terlihat berpikir untuk menjawab pertanyaan Lukas saat itu. Selama ini, ia tidak memiliki trik apapun dalam berpacaran. Gaya berpacarannya juga berbeda-beda pada setiap wanita.
“Mungkin kau bisa memikirkannya sendiri. Apa kau lupa, aku Bos Mafia. Bukan Dokter cinta!” ucap Zeroun asal saja untuk mencari alasan. Ia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.
Lukas memasang wajah kecewa. Tadinya ia pikir, curhat kepada Zeroun bisa membuahkan hasil. Tidak di sangka hasil akhir yang ia dapatkan hanya rasa kecewa. Tidak ada solusi sama sekali dari Zeroun.
“Lukas, satu hal yang harus kau ingat. Jangan pernah mengajak wanita yang kau cintai menikah, sebelum kau benar-benar yakin dengan perasaannya. Aku tidak ingin kau kecewa.”
Kali ini kalimat Zeroun cukup serius. Pria itu tidak bisa mengatakan hal apapun selain kalimat peringatan. Memang sejak awal Lana selalu lolos jika di tes sebagai seorang penghianat. Namun, untuk soal hati. Tidak ada yang bisa mengetahuinya. Termasuk Zeroun. Hanya Lana sendiri yang mengetahui isi hatinya.
“Bagaimanapun juga, Lana memiliki ikatan yang cukup erat dengan Morgan. Aku cukup yakin, ia tidak akan mudah melupakannya secepat itu.”
Lukas hanya diam membisu. Semua kalimat yang diucapkan Zeroun kembali mengingatkannya dengan Morgan. Setelah kepulangan Zeroun ke Inggris, pria itu ingin melanjutkan pertarungannya dengan Morgan. Kali ini harus menang. Tidak ada lagi kesempatan untuk Morgan kabur dari dirinya. Hanya boleh ada satu pemenangnya.
Lukas menambah kecepatan mobilnya. Kali ini arah mobil itu sudah menuju ke markas. Pria tangguh itu tidak tahu harus kemana lagi. Mereka sudah cukup jauh menghindar. Ia juga sudah cukup yakin, kalau masalah baju coupel itu telah berakhir.
Besok malam di usahakan 3 Bab ya... Terima kasih...😘