Moving On

Moving On
Keluarga Impian



Alika memegang kedua tangan Lana dengan tatapan cukup serius, “Lana, jika memang hal itu terjadi. Kakak mohon jangan berkhianat kepada Bos Lukas. Kita hidup hingga seperti sekarang ini karena belas kasih dari Bos Zeroun dan Bos Lukas.”


Lana mengangguk cepat, “Kakak jangan khawatir. Apapun keadaannya, aku akan tetap berada di pihak Lukas dan Gold Dragon. Aku tidak akan memihak kepada Morgan lagi,” jawab Lana dengan wajah yang cukup menyakinkan.


“Lana, bagaimana jika Morgan merayumu dengan alasan yang cukup masuk akal. Hingga akhirnya hatimu luluh?” Alika masih belum yakin dengan perasaan Lana malam itu. Ia cukup tahu bagaimana tergila-gilanya Lana kepada Morgan dulunya.


Lana menghela napas sebelum mengukir senyuman, “Kakak harus percaya padaku. Apapun yang terjadi, aku tidak akan berkhianat. Aku tidak akan membuat kakak berada dalam kesulitan.”


Alika bisa kembali bernapas lega. Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Wanita itu mengangkat panggilan masuknya. Ada nama pilot yang selalu memberi tahunya akan keberangkatan selanjutnya.


“Selamat malam, Tuan,” ucap Alika dengan sopan.


Alika mendengarkan info yang di sampaikan dengan seksama. Wanita sesekali mengangguk pelan sebelum mengakhiri panggilan masuknya.


“Kak, besok kita akan berangkat kemana?” ucap Lana dengan wajah berseri.


“Aku juga tidak tahu. Ia hanya meminta kita bersiap-siap besok siang.”


“Kak, aku sangat merindukannya. Lukas pria yang cukup mengemaskan hingga membuatku ingin selalu berada di dekatnya.” Lana mengukir senyuman indah saat membayangkan wajah kekasihnya.


“Lana, kenapa kau tidak meminta Bos Zeroun untuk masuk ke dalam tim penyerangan?” Alika menatap wajah Lana dengan penuh tanya.


Lana menggeleng kepalanya pelan, “Aku tidak mau bertarung lagi. Aku selalu kalah dan membuat Lukas menjadi kesulitan.”


“Tapi, itu satu-satunya cara agar kau bisa dekat dengan Bos Lukas. Jika tidak ikut bertarung dengannya, kau tidak akan memiliki banyak waktu untuk melihat wajah Bos Lukas.” Alika beranjak dari tempat tidur Lana, “Sebaiknya kau pikirkan baik-baik sebelum Bos Zeroun menetapkanmu sebagai pramugari di pesawatnya. Kau masih memiliki kesempatan untuk berubah pikiran, Lana.”


Lana menatap Alika yang berjalan menjauh dari kamaranya. Wanita itu memikirkan kembali perkataan Kakaknya dengan perhitungan, “Kak Alika benar. Lukas pria yang cukup sibuk. Dia tidak sama dengan lelaki normal pada umumnya. Aku akan kesulitan jika tidak ikut bertarung denganya. Tapi, aku selalu kalah dan membuatnya kesulitan.” Lana mengambil bantal lalu menutup wajahnya dengan bantal itu.


Malam itu ia berpikir keras sebelum mengambil keputusan yang memang tidak akan ia sesali seumur hidupnya. Satu sisi ingin bersenang-senang. Sedangkan sisi lain ia tidak ingin jauh dari Lukas.


***


Malam semakin larut. Embun malam sudah semakin dingin dan cukup terasa ketika menusuk ke dalam tubuh. Emelie dan Shabira masih berada di halaman belakang. Mata dua wanita itu sudah terlihat mengantuk. Namun, rasanya cukup berat untuk meninggalkan malam indah yang tersaji di depan mata. Shabira dan Emelie saling berpelukan untuk menyalurkan kehangatan.


Dari kejauhan Zeroun dan Kenzo muncul. Dua lelaki itu menggeleng kepala saat melihat wanita yang mereka cintai masih ada di halaman belakang. Sudah cukup lama dua pria itu menghabiskan waktu untuk bercerita. Saat masuk ke dalam kamar justru mereka tidak menemukan wanita yang mereka cintai. Secara bersamaan Kenzo dan Zeroun mencari keberadaan Emelie dan Shabira yang memang sudah pasti ada di halaman belakang.


“Sudah selarut ini kenapa belum masuk ke dalam, Sayang,” ucap Kenzo sambil berjalan mendekat ke sofa yang di duduki oleh istrinya.


Emelie dan Shabira mengukir senyuman sebelum mengeluarkan satu kata yang sama, “Kemarilah.”


“Aku cukup bahagia bisa memiliki keluarga seperti ini,” ucap Emelie sambil menatap wajah Zeroun.


Zeroun menarik tubuh Emelie ke dalam pelukannya, “Aku juga bahagia jika kau bahagia.”


Kenzo memandang keadaan sekitar. Walau dulu sering berkunjung ke rumah Zeroun. Tapi tetap saja ia tidak pernah tahu ada halaman belakang yang di desain dengan seindah ini.


“Zeroun, sejak kapan kau membuat tempat ini?” ucap Kenzo sambil memeriksa keadaan sekitar.


“Sudah cukup lama. Namun, baru-baru ini saja tempat ini kembali di perhatikan.” Zeroun mempererat pelukannya pada tubuh Emelie, “Apa kau tidak ingin tidur? Sudah cukup larut dan hampir tengah malam.”


“Sayang, apa kau lupa kalau kau sedang hamil? Kenapa kau berlama-lama berada di tempat ini?” Kenzo mendaratkan satu kecupan di pipi Shabira.


“Kami terlalu asyik mengobrol hingga lupa waktu.” Emelie menatap wajah Shabira dengan rasa bersalah, “Maafkan aku, Zetta.”


“Tidak apa-apa, Kak. Aku yang mengajak Kakak sejak awal.” Shabira memegang tangan Emelie sambil tersenyum.


“Zetta, kau harus menjaga kandunganmu dengan baik. Sekarang, ayo kita masuk ke dalam. Kita semua harus istirahat yang cukup malam ini. Besok kita akan berangkat ke Inggris.” Zeroun beranjak lebih dulu sebelum diikuti dengan yang lainnya. Ia mengukir senyuman sambil menatap wajah Emelie.


“Benarkah?” ucap Emelie dengan wajah berseri, “Apa Zetta ikut dengan kita?”


“Tentu. Bukankah begitu Zetta?” Zeroun menatap wajah Shabira dengan seksama.


Shabira mengangguk pelan, “Ya, Kakak ipar. Kami akan ikut ke Inggris. Aku akan menemani Kakak sebelum kakak dan Kak Zeroun resmi menjadi suami istri.”


“Terima kasih, Zetta. Aku cukup bahagia mendengarnya.” Emelie mengukir senyuman yang cukup indah.


Mereka semua berjalan pelan menuju ke arah rumah. Sudah saatnya masuk ke dalam dan kembali beristirahat. Besok mereka harus kembali berada di dalam pesawat.


Rencana besar sudah tersusun rapi oleh Kenzo dan Lukas. Hanya tinggal menunggu waktunya tiba maka rencana pembebasan Inspektur Tao dan Agen Mia akan terlaksana. Zeroun akan merasa tenang menjalani hari bahagianya dengan Emelie ketika dua rekannya tidak lagi berada di dalam tahanan. Walau tidak bisa menjadi polisi lagi, tapi setidaknya mereka tidak menjalani penyiksaan di dalam penjara seperti yang sekarang meraka rasakan.


4 Bab aja ya crazy up-nya. Sampai di situ Inspirasinya....


Vote yang banyak ya reader biar babang Zeroun ada di atas terus...


Like juga jangan lupa...


terima kasih.