Moving On

Moving On
S2 Bab 84



Lukas mencekik Morgan. Pria itu juga mendorong tubuh Morgan hingga tubuh pria itu menghantam dinding. Ada darah yang harus keluar dari mulut Morgan. Penampilan pria itu sungguh sangat menyedihkan. Ia telah kalah. Seluruh pasukan miliknya juga tidak ada yang tersisa satupun.


“Kau yang lebih dulu mencari masalah denganku. Apa kau lupa. Kalau kita sama-sama ada di dunia gelap. Kau membunuh dan aku membunuh. Bedanya aku mencuri kau menjual barang. Kita sama-sama jahat.”


Morgan tertawa kecil. Di sela-sela ketidak berdayaannya, ia berusaha membela dirinya. Morgan kembali mengingatkan Lukas, siapa pencari masalah lebih dulu hingga keadaan seperti ini terjadi.


Lukas tidak tertarik dengan pembicaraannya dengan Morgan. Pria itu mengambil belatihnya lalu mengangkat benda tajam itu ke atas. Ia menatap wajah Morgan dengan sorot mata yang cukup tajam dan menakutkan. Giginya saling menggertak. Keringat berkucur deras membasahi seluruh tubuhnya.


Suasana terlihat sangat mencekam. Lana berdiri di samping. Tepat di antara Morgan dan Lukas. Wanita itu mengepal tangannya. Ia membisu dan terlihat bingung harus berbuat apa. Kini di depan matanya telah ada adegan yang membuat hatinya kembali bingung.


“Aku akan membuat matamu buta agar kau tidak bisa melihat malaikat maut datang menjemputmu.” Lukas tidak lagi bisa menahan emosinya. Pria itu ingin segera membunuh Morgan. Tidak ada lagi kesempatan untuk Morgan agar tetap hidup.


“Jaga Lana untukku,” ucap Morgan dengan sorot mata yang tidak kalah tajam dari Lukas, “Katakan padanya. Hingga akhir hayatku, aku masih tetap mencintainya.”


Lana menunduk. Wanita itu bisa mendengar dengan jelas kalimat yang diucapkan oleh Morgan. Tiba-tiba saja ada rasa kasihan di dalam hati Lana. Wanita itu tidak tega untuk melihat kekasihnya merenggut nyawa mantan kekasihnya.


Lana memutar tubuhnya. Wanita itu tidak sanggup untuk melihat adegan selanjutnya. Ia lebih memilih pergi meninggalkan dua pria tangguh yang ia kenal. Nyawa Morgan sepenuhnya ia serahkan kepala Lukas.


Lukas menurunkan belatinya. Pria itu melepas tangannya yang saat itu ada di leher Morgan, “Kali ini aku memaafkanmu. Aku akan segera pergi meninggalkan Spanyol. Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi. Menghindarlah jika kau melihatku lebih dulu. Karena di pertemuan kita selanjutnya, tidak akan ada kesempatan terakhir untukmu.”


Morgan menunduk dengan tubuh bersandar. Pria itu tertawa kecil saat mendengar kalimat ancaman dari Lukas, “Aku juga tidak ingin bertemu denganmu lagi.”


Morgan pergi dari hadapan Lukas. Pria itu berjalan dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Tangannya terkepal kuat saat melihat kekalahannya di depan mata. Langkah kakinya terlihat tertatih-tatih. Ada darah yang memenuhi sebagian tubuhnya.


Tapi, rasa perih dari luka-luka itu tidak ada rasanya sama sekali. Rasa sakit yang lebih membekas adalah rasa sakit di dalam hatinya. Ia kalah dari pria yang sudah merebut kekasihnya. Tidak pernah ia mengalami nasip yang jauh lebih buruk, jika dibandingkan dengan hari ini.


Lana duduk di dalam mobil sambil menutup wajahnya dengan tangan. Ada luka di lengannya. Goresan dari sebuah belati saat ia bertarung dengan bawahan Morgan tadinya. Entah kenapa detik itu Lana ingin menangis. Ia juga tidak tahu, kenapa hatinya tiba-tiba sedih. Kalimat terakhir yang ia dengar dari bibir Morgan membuatnya menjadi sedih.


Detik itu juga Lana sadar. Ia hanya seorang wanita. Setangguh apapun tubuhnya, tapi hatinya tetap tercipta sebagai hati seorang wanita. Memiliki perasaan, rasa kasihan dan tidak tega.


Lana segera menghapus air matanya saat pintu mobil terbuka. Lukas muncul dan duduk di bangku kemudi. Pria itu menatap wajah Lana sekilas sebelum melajukan mobilnya. Belati yang di penuhi dengan darah ia lemparkan ke bawah.


Lana melirik belatih itu. Ia semakin terlihat sedih. Bayang-bayang kalau Morgan telah mati dan tidak ada lagi di dunia ini membuat Lana tersentuh. Ia tidak tahu, kalau detik ini Morgan masih bisa menghirup udara dengan bebas.


Lukas mencengkram stir mobilnya. Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, “Sejak awal aku yang salah. Aku yang lebih dulu mencari masalah kepadanya. Granada daerah kekuasaannya. Aku datang untuk merusak rumahnya. Anggap saja kali ini kita impas,” gumam Lukas di dalam hati.


Selang beberapa menit kemudian, Lukas dan Lana tiba di markas Gold Dragon. Mereka turun bersamaan dari dalam mobil. Lana berjalan cepat dengan wajah menunduk. Sejak tadi wanita itu tidak ada mengeluarkan kata. Ada darah yang menetes di permukaan lantai yang berasal dari lengan Lana.


Lukas mengeryitkan dahi sebelum mengejar Lana. Pria itu menahan tubuh Lana dengan menggenggam pergelangan tangannya, “Apa yang terjadi? Kau marah padaku?”


Lukas menghela napas. Pria itu mengangkat tubuh Lana lalu membawanya masuk ke dalam markas. Ia tidak peduli dengan pasukan Gold Dragon yang saat itu memperhatikanya. Baginya, keadaan Lana jauh lebih penting daripada yang lain.


Lukas meletakkan Lana di atas tempat tidur. Pria itu mengambil kotak P3K dan mulai membersihkan luka kekasihnya. Selama ini Lukas bertugas untuk mengobati luka Zeroun. Tapi, kali ini posisi itu terganti dengan Lana di hadapannya.


Lana menatap wajah Lukas dengan seksama. Wanita itu tiba-tiba saja menarik leher Lukas dan mencium bibirnya. Ada tetes air mata yang jatuh dari kedua mata indah Lana. Entah kenapa ia ingin menangis. Kalimat terakhir yang diucapkan Morgan mengiang di dalam ingatannya. Lagi.


Lukas membalas ciuman Lana. Pria itu menarik pinggang Lana lalu memeluk wanita itu. Ia tahu, kalau kini kekasihnya sedang bersedih. Bahkan Lukas juga tahu, hal apa yang membuat Lana bersedih hingga seperti itu.


Lana melepas ciumannya setelah puas melampiaskan rasa sedihnya. Wanita itu mengukir senyuman yang cukup indah, “I love you, Lovely.”


Lukas mengukir senyuman kecil. Pria itu menghapus tetes air mata yang membasahi wajah Lana, “I love you to, Lovely.”


Lukas kembali mengobati luka Lana. Pria itu tidak ingin menanyakan apa-apa kepada Lana. Ia juga tidak mau menceritakan kejadian sebenarnya. Lukas ingin, selamanya Lana tahu kalau Morgan telah tewas. Nama Morgan hanya akan tertinggal di Spanyol karena tidak lama lagi mereka akan kembali ke Hongkong.


"Mungkin sudah saatnya aku memberikan hatiku hanya untuk Lukas. Seperti ini kisah cintaku. Aku sangat bahagia bisa mengenal dan jatuh cinta dengan pria sepertinya," gumam Lana di dalam hati.


**********************************************


Reader : Thor, Morgan kok di biarin hidup. Ntar buat masalah lagi.


🙄


Author : Belum tanggalnya dia tewas.😁


Reader : Morgan beneran tobat gak ya, Thor?


Aurthor: Jawabannya ada di beberapa bab selanjutnya.


🤗


Sampai situ dulu. Terima kasih. Jangan lupa untuk vote agar Babang Zeroun dan Lukas ada di 10 besar ya reader.


10 Vote terbanyak selama periode lomba dapet mug cantik lho. ini gambarnya. Thor, kenapa semua tulisan baby Emelie. Karena sponsor kita sayangnya cuma sama baby Emelie...🤣