Moving On

Moving On
Maaf Emelie



Emelie melipat kedua tangannya sambil menatap kearah lain. Ia belum mau menatap wajah kekasihnya saat itu. Hatinya sebenarnya sudah di selimuti tawa saat ini. Di tambah lagi, hari ini ia sudah berhasil menjebak Lukas. Tapi, Putri kerajaan itu masih ingin memberi pelajaran pada Zeroun. Ia ingin pria yang ia cintai jauh lebih terbuka dan jujur atas segala hal yang ia lakukan.


“Emelie ....” ucap Zeroun sambil berjalan pelan mendekati kekasihnya. Pria itu ingin sekali membawa Emelie masuk ke kamar agar bisa bebas merayunya. Ia tidak ingin ada pasukan Gold Dragon lainnya yang melihat rayuannya pagi itu.


“Berhenti di tempatmu! Zeroun Zein!” teriak Emelie dengan wajah angkuh miliknya. Emelie memutar tubuhnya menatap Zeroun dengan seksama. Mendengar teriakan Emelie, Zeroun tidak punya pilihan lain selain menghentikan langkah kakinya. Wanita yang ada di hadapannya akan semakin murkah saat ia membantah lagi.


Emelie menatap wajah Zeroun dengan seksama. Bahkan kedua bola mata biru miliknya tidak lagi bisa berkedip. Ada tetesan air dari rambut yang membasahi kemeja putih pria itu. Bibirnya yang merah membuat Emelie meleleh seketika.


“Kau menyebalkan,” ucap Emelie sambil menatap arah lain. Ia tidak ingin luluh karena wajah tampan kekasihnya itu.


Zeroun memasukkan tangannya di dalam saku. Wajahnya tampak cukup serius. Pria itu memandang wajah Emelie dengan seksama. Membuat wanita yang ada di hadapannya berubah gugup.


“Emelie sayang, maafkan Aku.” Zeroun mengukir senyum terbaik miliknya. Pria itu sudah kehabisan kata untuk merayu kekasihnya yang mudah marah itu.


Lukas yang masih ada di tempat itu, dengan langkah cepat ia pergi meninggalkan tempat itu. Ia tidak ingin merusak momen sepasang kekasih itu. Tetapi, baru saja ia memutar tubuhnya untuk menghindar. Lana menabrak tubuhnya saat itu juga. Membuat air minum yang ada di genggaman Lana membasahi kemejanya.


“Maaf,” ucap Lana sambil menatap kemeja Lukas yang telah basah.


Lukas menatap Lana tanpa berkedip. Hari ini pria itu cukup merasa repot saat bertemu dengan Lana dan Emelie. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Emelie menatap Lana dan Lukas bergantian. Perhatian putri kerajaan itu fokus pada luka di sudut bibir Lana.


“Lana, apa yang terjadi dengan wajahmu?” Emelie berjalan melewati Zeroun.


Dengan cepat, langkah wanita itu terhenti saat Zeroun menarik tangannya.


“Kau belum menjawabku,” ujar Zeroun mulai kesal. Bagaimanapun juga, Bos mafia itu sangat sulit untuk bersabar dalam menghadapi wanita.


“Lana terluka, Aku ingin mengobatinya,” jawab Emelie pelan.


“Aku juga terluka,” sambung Zeroun cepat.


“Kenapa Kau lebih perhatian dengannya.”


“Karena Kau cukup menyebalkan!” jawab Emelie mantap.


Lana dan Lukas memperhatikan Zeroun dan Emelie dengan wajah bingung. Tadinya mereka yang ingin berdebat karena air minum yang tumpah itu. Tidak disangka, perdebatan Zeroun dan Emelie jauh lebih mengerikan pagi itu.


Emelie menghempaskan tangan Zeroun hingga membuat bos mafia itu membulatkan matanya. Tidak mau kalah, Zeroun menarik pinggang Emelie dan mengunci mulutnya dengan kecupan. Membuat Emelie tidak lagi bisa mengeluarkan kata. Pinggangnya dikunci dengan erat oleh tangan kekar pria itu.


Lana dan Lukas memutar tubuh mereka dengan cepat. Tangan kanan Zeroun Zein itu kini sama-sama berwajah merah merona. Lukas kembali ingat dengan ciuman Lana. Sedangkan Lana malu karena melihat adegan romantis di hadapannya.


“Kau memang wanita menyebalkan!” umpat Lukas kesal sambil berlalu pergi meninggalkan Lana. Membuat Lana mematung lagi atas kalimat Lukas.


“Kenapa dia selalu bilang Aku menyebalkan? Aku sudah minta maaf tadi.” Lana menggaruk kepalanya dengan wajah bingung. Wanita itu juga memilih pergi meninggalkan Emelie dan Zeroun di ruangan itu.


Emelie memejamkan matanya saat bibir hangat itu membuatnya terbang melayang. Semua rasa kesalnya seperti hilang begitu saja. Satu tangannya menggenggam kemeja putih milik Zeroun dengan begitu erat.


“Aku tidak suka jika Kau membagi perhatianmu untuk orang lain. Hanya Aku orang yang boleh Kau pikirkan dan Kau perhatikan.” Zeroun menyelipkan rambut Emelie di balik telinga. Mengangkat dagu wanita itu dengan tatapan yang cukup tajam. Tidak ada senyuman di bibirnya. Pria itu kini mulai serius menghadapi sikap kekasihnya.


“Aku hanya ingin Kau jauh lebih terbuka,” jawab Emelie pelan.


“Serena dan Erena wanita yang sama. Tunanganku, wanita yang sangat aku cintai. Dia Bos mafia sama sepertiku. Wanita tangguh yang sulit untuk dikalahkan. Semua orang menyayangi dan ingin melindunginya.” Zeroun mengusap lembut rambut Emelie.


“Dia kecelakaan dan lupa ingatan. Aku berpikir kalau kecelakaan itu telah memisahkan kami untuk selama-lamanya. Aku merasa kehilangan dia saat itu.” Mengukir senyuman tipis.


“Tidak di sangka, Aku bertemu lagi dengannya saat ia sudah menikah dengan pria lain. Bahkan ia tidak lagi ingat dengan namaku, bahkan wajahku.”


Emelie menatap wajah Zeroun dengan seksama. Wanita itu benar-benar menghayati cerita kekasihnya.


“Tidak beberapa lama kami bertemu, ia kembali ingat dengan semuanya. Tetapi, dia tetap memilih pria itu dan ingin meninggalkanku. Melupakan semua janji dan cinta yang pernah ada di antara kami.” Mata Zeroun mulai berkaca-kaca. Hatinya kembali luka saat menceritakan luka lama itu. Walaupun hatinya sudah ikhlas, tetapi tetap saja setiap membongkar hubungannya dengan Serena membuat semua luka itu basah lagi.


“Dia ....”


“Cukup,” jawab Emelie cepat. Wanita itu menutup bibir Zeroun dengan satu jari.


“Aku tahu sekarang apa yang kau rasain. Maafkan Aku,” sambung Emelie cepat.


Zeroun mengukir senyuman, “Kami tidak bermusuhan. Aku harap Kau tidak pernah salah paham atas hubungan kami saat ini.”


Emelie menggeleng kepalanya pelan, “Aku percaya padamu. Aku tahu kalau kini hatimu hanya ada namaku.”


“Aku sangat mencintaimu saat ini. Jangan pernah tinggalkan Aku dengan alasan apapun itu.” Zeroun menarik tubuh Emelie ke dalam pelukannya.


“Kau bisa memilih untuk memunuhku daripada harus meninggalkanku,” sambung Zeroun sebelum mengecup pucuk kepala Emelie.


“Aku tidak akan meninggalkanmu, Zeroun.” Emelie melingkarkan dua tangannya di pinggang Zeroun. Menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik kekasihnya itu. Kini hatinya sudah cukup lega saat mendengar cerita sedih percintaan Zeroun. Bahkan ia bisa memposisikan dirinya di posisi Zeroun saat itu.


“Soal tadi malam. Aku hanya tidak ingin Kau khawatir dan tidak bisa tidur. Maafkan Aku,” ucap Zeroun pelan.


“Apa kalian benar-benar berkelahi?” Emelie mendongakkan wajahnya. Membuat Zeroun menghentikan aktifitas tangannya di punggung Emelie.


“Kau menjebak Lukas?” Zeroun mengeryitkan dahi.


Emelie mengangguk dengan senyuman, “Tapi itu cukup berhasil bukan?”


“Kau memang gadis nakal, Emelie.” Zeroun mempererat pelukannya. Pria itu benar-benar sangat mencintai Emelie saat ini. Hatinya kembali terbuka untuk menyimpan nama Emelie.


Terima kasih Emelie. Kau memang sumber kebahagiaan yang dikirim Tuhan untukku saat ini. Jika bukan karena hadirmu disisiku, Aku tidak akan pernah merasakan jatuh cinta lagi.


Hai Reader... besok kita crazy up ya... mungkin cm sanggup 4 bab. Terima kasih atas pengertiannya.😊 Like dan komen jgn lupa...