Moving On

Moving On
S2 Bab 95



“Apa kau suka?” ucap Lukas saat Lana hanya diam melamun dengan mata berkaca-kaca.


“Apa ini mimpi?” ucap Lana masih tidak percaya.


“Tentu saja tidak. Aku membelinya untukmu dan anak kita,” jawab Lukas sebelum melepas pelukannya di perut Lana.



Telah terparkir indah sebuah jet pribadi di hadapan Lana. Pintu Jet Pribadi itu terbuka seolah menyambut kedatangan Lana. Ada pilot dan pramugari yang berdiri di depan jet mewah itu dengan senyuman ramah. Bagi Lana, ini hadiah paling mustahil. Ia tahu kalau Lukas pria kaya. Tapi, wanita itu tidak menyangka kalau akan di beri hadiah sebuah pesawat pribadi.


Lana berjalan ke depan dengan bibir tersenyum. Wanita itu ingin masuk dan melihat isi di dalam pesawatnya. Lukas mengikutinya dari belakang. Sedangkan Zeroun dan yang lainnya lebih memilih tetap berdiri di tempat untuk menunggu Lana dan Lukas memeriksa isi jet pribadi milik mereka.


“Sayang, apa kau telah merampok bank?” ucap Lana sambil memandang wajah Lukas.


“Lana, aku tidak semiskin itu,” protes Lukas dengan wajah tidak suka.


Lana tertawa kecil sebelum naik menjejaki kakinya di atas tangga. Wanita itu berjalan dengan hati-hati. Lukas menggenggam tangannya dan menjaga keseimbangan wanita itu agar tidak terjatuh.


Setelah tiba di dalamnya, Lana kembali mematung dengan senyuman tidak percaya. Jet pribadi itu memang tidak sebesar milik Zeroun. Tapi, di dalamnya tetap di desain dengan interior yang mewah hingga membuat nyaman penumpang yang ada di dalamnya. Bahkan Lukas ada juga kamar di dalam jet tersebut.


Di sisi lain.


Emelie merangkul lengan Zeroun dengan mesra, “Aku sangat bahagia bisa melihat mereka bahagia,” ucap Emelie sambil memandang punggung Lana dan Lukas dari belakang.


“Mereka memang pantas bahagia,” ucap Zeroun sambil mengusap lembut lengan Emelie.


“Emelie, bagaimana kandunganmu?” ucap Serena yang sejak tadi berdiri di samping Emelie.


“Aku baik-baik saja. Beberapa hari yang lalu sempat merasakan mual. Tapi, setelah periksa ke Dokter dan diberi vitamin, mualnya mulai hilang. Serena apa baby Al dan baby El tidak masalah jika ditinggal terlalu lama?” tanya Emelie dengan wajah yang serius.


“Mereka akan baik-baik saja. Aku tidak ingin mereka terlalu lelah. Setelah acara di pantai selesai, aku akan pulang ke rumah untuk menemui mereka. Bukannya nanti malam kita akan berpesta lagi,” ucap Serena dengan wajah ceria.


“Ya. Aku dan Zeroun juga akan istirahat di rumah itu ketika acara di pantai selesai. Mataku mudah mengantuk sejak hamil,” ucap Emelie pelan. Wanita itu kembali memandang ke arah Jet Pribadi tempat Lana dan Lukas kini berada.


Di dalam jet pribadi.


“Aku tidak menyangka, bisa memiliki jet mewah seperti ini.”


Lukas mengukir senyuman indah. Pria itu merasa sangat bahagia saat melihat Lana bahagia, “Pesta kita di biayai Nona Emelie dan Bos Zeroun. Aku tidak mengeluarkan uang sedikitpun untuk pesta pernikahan kita. Jadi aku memutuskan untuk membeli ini.”


Lana memutar tubuhnya. Wanita itu mengalungkan kedua tangannya di leher Lukas. Kali ini ia tidak perlu berjinjit untuk menyetarakan pandangan matanya dengan Lukas. Kakinya telah memakai high heels hingga tinggi tubuhnya sama dengan Lukas.


“Terima kasih. Kau memang suami terbaik,” ucap Lana sebelum mendaratkan bibirnya di bibir Lukas.


Lukas menarik dan menahan pinggang Lana. Pria itu membalas ciuman Lana dengan sangat mesra dan lembut. Ciuman itu cukup lama dan intens. Lana dan Lukas sangat menikmati sentuhan manis itu.


Namun, tiba-tiba saja ada suara seseorang yang mengganggu adegan mesra tersebut, “Hei, kalian bisa melanjutkannya nanti malam. Tamu kita sudah menunggu di pantai,” ucap Kenzo sambil melipat kedua tangannya. Pria itu terlihat menyelidik penampilan jet pribadi milik Lukas, “Lumayan. Sepertinya kalian harus mencoba kamarnya,” ucap Kenzo sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Aku ingin jalan-jalan dengan jet ini,” bisik Lana.


“Ya. Secepatnya kita akan pergi bulan madu dengan menaiki jet ini,” jawab Lukas pelan.


***


Beberapa menit kemudian.



Semua orang telah berkumpul di pinggiran pantai. Acara itu di buat untuk perkumpulan pasukan Gold Dragon. Tamu undangan yang berasal dari kalangan elit hanya akan hadir dalam resepsi nanti malam. Semua tamu yang akan hadir nanti malam juga berasal dari rekan bisnis Zeroun kebanyakan.


Setiap pasukan Gold Dragon menceritakan suka duka mereka saat Lukas memimpin Gold Dragon. Sebagian besar dari mereka mengucapkan rasa terima kasih kepada Lana. Karena hadirnya wanita cantik itu, Lukas bisa merubah sifatnya yang biasanya sedingin es kini sehangat pelukan.


“Bos Lukas. Anda pria terbaik dari sejuta pria baik yang saya temui. Tanpa anda saya tidak bisa seperti sekarang ini. Selamat atas pernikahan anda dengan Nona Lana. Saya harap, setelah menikah. Anda tetap bisa membagi waktu untuk kami di Gold Dragon,” ucap seorang pria yang menjadi anggota Gold Dragon. Pria itu berdiri di podium untuk menuangkan isi hatinya.


Lana mengukir senyuman. Wanita itu memandang wajah Lukas yang terlihat sangat serius. Ia menggenggam tangan Lukas lalu mengecupnya dengan penuh cinta, “Mereka semua menyayangimu,” ucap Lana dengan rasa haru.


Lukas memandang wajah Lana lalu mengusap lembut pipi wanita itu, “Aku juga sangat menyayangi mereka. Gold Dragon sudah seperti nyawa dalam hidupku. Sangat mustahil untuk dihilangkan dari hidupku.”


“Ya. Seperti dirimu yang sudah menetap abadi di dalam hatiku,” jawab Lana.


Zeroun juga mengukir senyuman bahagia. Pria tangguh itu tidak menyangka, sejak Gold Dragon ia tinggal justru geng mafia miliknya itu menjadi semakin kompak. Rasa kekeluargaan di dalam geng Gold Dragon semakin terasa. Zeroun merasa bangga. Tidak sia-sia baginya menyerahkan geng mafia itu kepada Lukas.


Serena menjatuhkan kepalanya di pundak Daniel. Wanita itu mengukir senyuman yang tidak kalah indah dari yang lainnya, “Tiba-tiba saja aku merindukan Queen Star,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


“Sayang, kau rindu dengan geng mafiamu dulu? Apa kau rindu membunuh orang?” ucap Daniel dengan sorot mata yang sangat tajam.


Shabira dan Kenzo menoleh ke arah Daniel dan Serena. Perbincangan sepasang suami istri itu bisa mereka dengar dengan jelas. Namun, mereka tidak berani ikut bergabung dalam pembicaraan Daniel dan Serena saat itu.


“Daniel, kau sungguh menyebalkan.” Serena menjauhkan tubuhnya dari Daniel.


Daniel tertawa kecil lalu menarik tubuh Serena ke dalam pelukannya, “Lupakan mereka. Mulai sekarang, yang boleh ada di dalam ingatanmu hanya aku, Aleonora dan Eleonora.” Daniel mendaratkan kecupan sayangnya di pipi Serena, “Apa kau mengerti?”


Serena mengangguk pelan sebelum menjatuhkan kepalanya di pundak Daniel lagi. Shabira dan Kenzo memandang ke arah depan. Masih ada banyak pasukan Gold Dragon yang terus bergantian berdiri di atas panggung.


“Sayang,” bisik Kenzo.


“Hmm,” jawab Shabira tanpa memandang. Wanita itu terlalu fokus pada kesan pesan pasukan Gold Dragon di depan.


“Apa kau tahu asal usul Gold Dragon? Kenapa Zeroun memberi nama gengnya dengan sebutan itu?” Wajah Kenzo terlihat sangat serius.


Shabira menggeleng pelan, “Aku hanya tahu, kalau mereka ingin geng mafia yang kuat dan berharga. Dragon sumber kekuatan dan Gold sebagai lambang sesuatu yang berharga. Seperti sekarang. Walaupun Kak Zeroun telah meninggalkan Gold Dragon, tapi geng mafia ini tetap kuat dan berharga di mata semua orang.”


“Kakak iparku memang sangat hebat. Ia bisa memilih nama yang begitu keren,” ucap Kenzo sambil memandang ke arah Zeroun dan Emelie duduk. Pria itu mengeryitkan dahi saat melihat piring yang ada di genggaman Zeroun. Satu tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tiba-tiba saja, Kenzo merasa sesuatu yang aneh telah terjadi pada diri Zeroun, “Mangga?”