
Zeroun menghindar saat Arron ingin menusuk bagian tubuhnya. Pria itu berjongkok lalu menjegal kaki Arron. Gerakannya yang cukup cepat itu tetap berhasil di hindari oleh Arron.
Dari sisi kanan, Lukas berusaha menyerang Arron dengan balatinya. Kali ini belati Lukas yang berhasil menyayat lengan kekar milik Arron. Ada darah yang berkucur deras tanpa henti.
Arron terlihat biasa saja. Tidak merasakan sakit atas luka yang ia alami. Bahkan pria itu terlihat semakin bersemangat untuk membalas perbuatan Lukas. Arron melempar belati miliknya dengan gerakan cepat ke arah Lukas, namun gerakannya terhenti saat Zeroun lebih dulu menangkis tangannya dengan kaki. Hingga akhirnya belati tersebut jatuh di permukaan rumput.
Lukas tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia mencengkram kuat lengan Arron yang terkena belatinya. Menekan luka itu untuk menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.
Zeroun dengan mudahnya memberi pukulan bertubi-tubi pada bagian wajah Arron. Pukulannya cukup kuat dan di penuhi dendam. Pukulan itu juga beralih pada perut Arron saat melihat pria itu tidak lagi memberi perlawanan.
Lukas mendorong tubuh Arron hingga membuat pria itu jatuh terduduk. Lukas dan Zeroun sama-sama mengukir senyuman bahagia. Mereka berdua cukup yakin, kalau mereka akan berhasil mengalahkan Arron.
Arron mengukir senyuman licik. Ia juga tidak mau menyerang begitu saja kepada musuhnya. Dengan hati-hati dan gerakan yang tidak mencurigakan, Arron mengeluarkan pistolnya. Ia menarik pelatuknya dalam hitungan detik dan mengarahkan peluru-peluru itu ke arah tubuh Zeroun dan Lukas.
DUARR DUARR
Dua tembakan yang di keluarkan oleh Arron dalam waktu bersamaan itu berhasil di hindari oleh Zeroun dan Lukas. Tentu saja mereka tidak seceroboh itu dalam menghadapi pria licik seperti Arron.
Arron kembali berdiri dengan sisa tenaganya. Ia memutar tubuhnya lalu memukul wajah Zeroun dengan menggunakan senjata api yang ia genggam. Kali ini pukulan Arron berhasil membuat sudut bibir Zeroun mengeluarkan darah.
Lukas yang melihat kejadian itu telihat tidak terima. Ia melakukan satu penyerangan kepada Arron. Namun, tiba-tiba saja suara tembakan datang dari kejauhan. Salah satu peluru yang kini mengincar mereka berdua berhasil tertancap di lengan kekar Lukas.
Lukas merasakan sakit pada lengan kanannya. Namun, ia tidak mau menyerah begitu saja. Dengan gerakan cepat ia kembali memberi pukulan kepada Arron. Di bantu dengan Zeroun. Hanya dengan bersatunya Zeroun dan Lukas maka baru bisa mengalahkan Arron malam itu.
Arron lagi-lagi harus terduduk di atas rerumputan dan mulai merasakan sakit pada sekujur tubuhnya. Pukulan demi pukulan kembali di layangkan oleh Zeroun. Pria itu menarik kerah kemeja Arron lalu menghadiakannya beberapa pukulan.
Sedangkan Lukas, ia lebih memilih bermain tembak-tembakan untuk menghalagi pasukan white tiger yang tiba-tiba saja muncul dan berusaha menembaknya.
“Kau pantas mati untuk menyusul Arion,” ucap Zeroun dengan kesal. Tangannya terkepal kuat dan siap memukul wajah Arron lagi.
“Aku tidak akan mati secepat ini. Aku akan membalaskan perbuatanmu, Zeroun Zein.”
Arron mendorong tubuh Zeroun dengan sisa tenaganya. Pria itu bangkit dari posisi duduknya dengan senyum menghina. Arron memutar tubuhnya lalu berusaha lari untuk menjauh.
Zeroun mengangkat senjata apinya. Ia menodongkan ujung senjata api itu ke arah Arron. Satu tembakannya hanya berhasil mengenai bagian lengan Arron. Setelah beberapa kali mengeluarkan tembakan, tetap saja tidak ada yang berhasil lagi untuk membunuh Arron.
Arron berhasil lari dan bergabung dengan pasukan miliknya. Dengan segera sebagian pasukan arron membawa Arron pergi meninggalkan lokasi tersebut. Sedangkan sisanya terlihat sibuk menghalangi Zeroun dan Lukas yang sejak tadi mengincar Arron.
“Bos, biar saya kejar,” ucap Lukas penuh emosi. Ia tidak terima jika musuhnya kabur begitu saja. Keadaan Arron sudah benar-benar lemah. Akan ada harapan besar untuk menang jika ia berhasil menemukan keberadaan Arron malam itu.
“Jangan,” larang Zeroun. Pria itu memasukkan kembali senjata api miliknya saat melihat pasukan milik Arron telah tewas dan tidak lagi tersisa.
“Tapi, Bos,” ucap Lukas sambil mengeryitkan dahi.
“Semua akan baik-baik saja. Kita tetap akan mengalahkannya,” ucap Zeroun penuh keyakinan. Pria itu terlihat kesulitan untuk bernapas karena terlalu lelah. Ia memegang dengan lembut ujung bibirnya yang berdarah sambil berjalan menuju ke arah mobil.
Sedangkan Lukas. Pria itu mengambil belatinya dan berusaha untuk mengeluarkan peluru yang tertancap pada lengannya. Teriakannya ia tahan dengan sekuat tenaga. Darah berkucur dengan deras saat peluru itu berhasil keluar dari lengannya.
Lukas menghentikan darahnya yang mengalir deras dengan jas yang ia kenakan. Pria itu juga berjalan menuju ke arah mobil untuk mengikuti Zeroun. Mereka akan kembali ke markas untuk beristirahat sebelum penyerangan selanjutnya terjadi.
Dengan tangan yang sakit, Lukas berusaha untuk menyetir mobilnya. Harapannya cuma satu. Semua yang ia lakukan tidak sia-sia dan bisa membuat Lana kembali padanya. Rasa sakit yang ia rasakan tidak ada apa-apanya. Lukas masih sanggup menahan sakit luka tembakan. Namun, ia tidak bisa menahan sakit karena kehilangan wanita yang ia cintai.
“Lana, semua akan segera berakhir. Aku akan segera menemuimu nanti,” gumam Lukas di dalam hati dengan bibir tersenyum. Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Menembus kabut malam yang begitu pekat dan menutupi jalanan.
Mobil Lukas di ikuti pasukan Gold Dragon yang masih tersisa. Mereka terlihat bahagia karena bisa memenangkan pertarungan malam hari itu. Walaupun Arron berhasil kabur.