Moving On

Moving On
Chapter 1



Jakarta,Indonesia. 


Lima tahun yang lalu, terakhirnya Almira menginjakkan kaki, di bandara Soekarno-Hatta. Dengan sisa uang dari warisan orang tuanya, dia nekat menerima beasiswa di salah satu Universitas Fashion Desain di Paris.


Dulu,selama menjadi mahasiswa,Almira berusaha hidup dengan hemat. Dan kini hidupnya menjadi lebih baik.  Berawal dari, diterimanya pekerjaan sebagai manager di salah satu majalah ternama di Paris. Sekarang, kemampuannya tak diragukan lagi oleh atasannya, karena prestasi-prestasi yang dicapai selama dua tahun sebagai manager. Akan tetapi, tahun ini,Almira berhenti dari pekerjaannya. Dia ingin fokus di butik barunya,yang ia dirikan beberapa bulan lalu di Jakarta.


Almira melangkah dengan percaya diri,  karena dia bisa melalui semua ini dengan baik-baik saja.Saat ini,suasana di bandara Soekarno-Hatta, lumayan ramai. Banyak penggemar dari salah satu artis korea disana, yang saat ini di gandrungi muda.


Dia melangkah menuju pintu keluar, Almira mencari sosok seseorang yang menjemput dirinya.


Dan dia melihat seseorang yang memegang papan tertulis 'Miss Almira' . Dia adalah Diandra Agatha, manager butiknya.


Almira melambaikan tangannya  dan tersenyum dengan lebar, saat Diandra melihat ke arahnya.


" Welcome Miss Almira! " teriak Diandra.


Almira hanya mendengus, melihat kelakuan staf kantornya. Diandra memang orang heboh seperti pasar. Dia bisa jadi hiburan bagi Almira.


Saat Diandra sudah di depannya, Almira memeluk dengan erat.


"Thank's,Di " ucap Almira dengan lirih.


Diandra melepaskan pelukannya. Tiba – tiba, dia menggenggam tangan kanannya dengan erat.


Dengan mata berbinar-binar dan senyuman semangat, dia berkata "Ayok Kak! Rumah Kakak sudah menunggu." 


"Hayooo..."


Almira berjalan dengan bergandengan tangan bersama Diandra. Kebahagian terpancar di raut wajah mereka berdua. Almira sangat bahagia bisa kembali ke tanah kelahirannya. Dia sudah tidak sabar menuju kerumahnya. Rumah yang Ia rindukan selama di Paris.


🌸🌸🌸


Saat ini,Almira sudah berada di rumah peninggalan orang tuanya. Waktu di Paris, dengan bantuan pamannya,akhirnya bisa merenovasi rumahnya. Setelah itu, Diandra yang menempati, karena Diandra adalah sepupunya. Dia anak dari paman pihak ayah.


Almira mengelilingi rumahnya. Dia benar-benar merombak semuanya, menjadi rumah modern yang minimalis.


"Nyaman, " gumamnya. 


Almira melangkah menuju tangga. Dia ingin melihat kamarnya, yang berada di lantai atas. Sedangkan, kamar bawah milik Diandra. 


Dirinya pernah melihat kamarnya, melalui foto yang pernah dikirimkan oleh pamannya.


"Wao.. "


Kagum,kesan pertama Almira melihat kamarnya sesuai imajinasinya. Cerah dan nyaman. Untuk ukuran ,kamar Almira yang paling luas.


Sedangkan,sebelah kanannya, ada meja kerja untuk Almira. Bagi Almira, ini semua sudah cukup.  Dia tak ingin, punya rumah terlalu mewah.


Setelah merapikan barang-barang ,Almira menuju ruang dapur yang berada lantai bawah. Dia ingin menikmati waktu sore bersama secangkir kopi. 


Setelah selasai membuat secangkir kopi,melangkah keluar dari rumah menuju arah ruang baca.  Letaknya  memang diluar rumah, ada jalan setapak untuk ke arah ruang baca tersebut. 


Almira, sengaja untuk ruang baca berada di luar, karena dia ingin tempat itu sepi. 


Menikmati sore hari,bersama secangkir kopi,dengan pemandangan senja,akan membuat suasana hati menjadi melankolis, karena memikirkan sesoarang yang di cintainya.


Terdengar notifikasi whatsapp.


✉️ My sunshine


I miss you ☹️


I miss you to, Honey.


Malem ini, Almira tertidur dengan nyenyak, karena dia mendapatkan pesan,yang membuat dirinya tak sabar ingin bertemu besok dengannya. 


🌸🌸🌸


Matahari sudah menyinari kota Jakarta. Puluhan orang beraktifitas memenuhi kota, dan macet yang menjadi andalan kota Jakarta. Saat ini, Almira sedang mengendarai mobil menuju ke butiknya.


Dengan segelas kopi yang ia beli di starbuck ,Almira menuju ke ruang rapat. Semua staf sudah berkumpul di ruang rapat,Diandra juga sudah stay disana.


Mendorong pintu dengan pelan. Hingga terdengar suara pintu terbuka. Semua melirik kearah pintu. Kemudian Almira memasuki ruang rapat dan menduduki kursi sebelah Diandra. 


Ini adalah pertama kali, bagi Almira berada ruang rapat tersebut. Selama ini, Diandra lah yang membantu dan staf lainnya.


Dulu,Almira selalu berdiskusi lewat skype atau Diandra akan mengunjungi ke Paris.


Diandra melirik arah Almira. Dia melihat tangan Kakaknya berada diperut. Keningnya berkerut, wajahnya meringis seperti menahan sakit. 


" Kenapa kak? Sakit? " tanya Diandra.


" Hehe... Lupa sarapan tadi,Di."


"Nggak sarapan tapi beli kopi. Dasar... " 


Tiba-tiba Diandra keluar ruangan, entah dia kemana. Almira kembali fokus ke rapat , bawahannya kini sedang saling berdiskusi ,dirinya hanya mendengar dan mengamatinya.


Setelah beberapa menit Diandra kembali keruang rapat dengan bawa makan ditangannya. Sungguh,sepupu yang sangat pengertian, Almira jadi terharu melihatnya.


"Thank's Sister. Kamu baik banget sih " ujar Almira dengan menerima makanannya. 


"Lain kali,jangan sampai telat. Udah tau,punya magh. Masih aja bandel. " Setelah mengomel panjang lebar, Diandra kembali fokus ke rapat.Dia tersenyum melihat Almira, kini sedang makan makanannya.


Waktu cepat bergulir. Kini siang berganti sore.Terlihat Almira sedang bersiap-siap menuju ke bandara Soekarno-Hatta. Kebahagiaan terpancar di wajahnya. Dia sudah tak sabar ingin bertemu dengan seseorang yang amat di cintainya.


Saat di bandara,Almira menunggu di tempat penjemputan. Selang berapa lama,dia melihatnya. Berbaju pink berlari ke arah Almira.


Gadis kecil mungil,berbaju pink dan tangannya membawa tas kecil berwarna pink tersebut berlari-lari menuju ke arah Almira. 


Almira merentangkan tangannya, kemudian ,"Sweety..." teriaknya.


"Mommy.." teriak gadis kecil tersebut.


"Hati-hati, Ara.." serunya, seseorang paruh baya yang bersama gadis kecil tersebut.


Setelah itu, gadis kecil yang dipanggil Ara memeluk Almira dengan erat. Kemudian Almira mencium seluruh wajah Ara, menyalurkan kerinduannya.


" Mommy kangen sama Ara " katanya.


"Ara juga kangen mommy " jawabnya.


Hanya selang dua hari mereka tak berjumpa, tapi kerinduan Almira dengan anaknya tak bisa di bendung lagi. Kini, ibu dan anak itu saling meluapkan kerinduannya.


Bibi, melihat mereka dengan penuh kasih sayang, ikut merasakan kebahagian mereka.


"Hayoo... Kita pulang sayang. " Ajak Almira.


Almira menggendong Ara. Tangan kanannya membawa koper miliknya. Kemudian almira memandang bibi,"Hayoo.. Bibi kita pulang."


Selamat membaca.😍


Jangan lupa like 👍


dan follow 😘