
Arabela sangat bahagia sekali saat ini. Bersama orang tuanya, berlibur ke puncak. Suara Ara mendominan di mobil. Sedangkan orangtuanya, hanya mendengarkan dan melihat tingkah putrinya. Sangat menggemaskan bagi Nino, sedangkan bagi Almira di hanya menggelengkan kepala.
Ara memang anak yang super aktif dan supel dengan yang lain. Dan Ara sangat dewasa meski dia masih kecil, Almira sangat tekejut Ara begitu mudah menerima kehadiran papa kandungnya.
Setelah beberapa jam perjalanan menuju puncak, akhirnya mereka sampai di villa yang Nino pesan. Berlibur dengan keluarga adalah impian putri Almira dan Nino. Ara lah yang berucap menginginkan berlibur dan diwujudkan oleh Nino. Saat itu, Ara sangat antusias sekali ketika liburnya di setujui orang tuanya.
"Daddy..."teriak Ara yang berlari-larian menuju villa.
"Hati-hati sayang..."teriak Almira yang melihat tingkah putri kecilnya tersebut.
" Ara senang sekali.Akhirnya,Ara bisa liburan." teriak kembali Ara.
"Jangan teriak-teriak Ara." ujar Nino.
"Hehehe... sorry daddy." jawabnya.
Almira membuka pintu, dan mereka semua masuk kedalam dengan bawaan masing-masing. Ara meloncat -loncat bahagia. Berlarian-larian di rumah tersebut. Dia sangat sangat antusias sekali.
Almira dan Nino pun ikut merasakan kebahagian putrinya.
"Dia sangat bahagia." ujar Almira.
"Biarlah, jangan merusak kebahagiannya. Biarkan dia mau ngapain aja." kata Nino
"Iya yaa..."
"Mending kita berduan aja."
"Kamu tuh yaa."
Nino memeluk Almira dari arah belakang.
"I miss you." Suara Nino seperti bisikan di telinga Almira.
Almira berbalik arah menghadap Nino. Dia membelai wajah pria yang ada di hadapannya.
"I know. I miss you to."
"Aku gak mau kehilangan kamu lagi."ujar Nino.
"Aku gak akan kemana-mana lagi."jawab Almira.
"Meski aku tak tau, akhirnya apa kita bisa bersama." lanjut Almira hanya terdiam, tanpa suara.
Nino dengan Almira saling berpelukan, menikmati moment bersama-sama tanpa peduli ada hati yang mereka sakiti.
***
Langit berganti malam, ribuan Bintang menghiasi dinding langit hitam. Angin berhembus menembus kulit.
Udara dingin membuat Almira merapatkan jaket yang dipakai. Sedangkan Nino dengan Ara sedang membuat Api unggun.
Ayah dengan Anak tersebut menikmati momen tersebut. Bahagia terpancar di keluarga meraka. Liburan bersama orang terkasih adalah momen terindah dalam hidup.
"Ara, hati-hati sayang. Jangan terlalu dekat dengan Api." teriak Almira yang sedang duduk menonton mereka membuat api.
"Iya mom."jawab Ara.
Ara mengikuti perintah mommy untuk jangan terlalu mendekat api unggun.
"Sini Ara. Belakang papa aja."ujar Nino.
"Iya papa." jawabnya. Ara sekarang berada di belakang papanya.
Nino menambahkan kayu potong di perapian yang ia buat bersama Ara. Ketika api sudah jadi, nino mengajak Ara mendekat ke arah Almira.
Ara berada di pangkuan papanya, sambil memeluk erat tubuh nino. Almira hanya menggelengkan kepala melihat kebiasaan baru Ara yaitu setiap ada papanya, ara akan meminta di gendong atau di peluk.
Almira memaklumi, karena dari bayi dia belum pernah bertemu figur seorang papa.
"Jangan erat-erat dong peluknya sayang, kasihan papa..."
"Papa gak sakit kan." tanya Ara terhadap papanya.
"Nggak kok sayang. Mama cuma iri aja sama Ara. Pengen di peluk papa juga hehehe..."ujar Nino,menggoda Almira.
Almira hanya mengerling mata dengan jenuh.
"Mama bilang dong, kalau mau ikutan peluk papa."kata Ara.
"Aissshhh, nggak gitu sayang." Almira merajuk,karena di goda Nino dengan Ara.
"Jujur aja mama. Sini ma, papa peyuk."
"Ih gak lucu tau." Almira protes dengan Nino.
Ara yang melihat papanya ketawa,dia pun ikut ketawa meski Ara tidak mengerti apa yang di tertawakan oleh papanya.
Almira hanya cemberut. Ketika Nino mode on jail, bagi Almira sangat menyebalkan. Karena dia akan menggoda terus terusan.
" Mama marah ya...sama Ara."tanya Ara. Raut wajahnya berubah menjadi senduh.
"Mama nggak marah,sayang."jawabnya.
"Mama hanya bercanda Ara."timpal Nino.
"Tapi mama kaya marah pa!"
"Mama nggak marah sayang. Nih mama senyum." Almira tersenyum kepada Ara.
"Peluk ma..." Ara berubah merajuk kepada Almira.
"Uluh...uluh... putri mama yang paling cantik." Almira memeluk putrinya yang masih duduk di pangkuan papanya.
Nino yang melihat dua perempuan yang ia cintai berpelukan,dirinya ikut memeluk mereka berdua.
"Papa ikut pelukan dong..."
"Ih papa,jangan kenceng-kenceng. Ara gak bisa nafas nih..."
"Maafin papa sayang..." Nino merenggakan pelukannya.
Kebahagian bersama keluarga seperti hari ini,impian Almira yang ingin berikan kepada putrinya. Kehangatan keluarga,bersama kedua orang tuanya.
Almira berubah menjadi senduh dalam pelukannya, dia ingin memberikan hal seperti ini untuk selamanya tapi Almira ragu untuk kedepannya.
Status Nino yang sudah bersuami orang,membuat Almira berpikir kembali.
Nino tampak mengerutkan dahinya. Seakan berpikir apa yang terjadi dengan Almira.
"Kenapa?"bisiknya di telinga Almira.
Almira hanya merespon dengan menggelengkan kepala.
Almira akan menikmati waktu yang ia punya bersama Nino. Dia tak ingin berpikir apa yang akan terjadi kedepannya. Almira ingin memberikan kenangan Nino kepada Ara.
Begitu juga dengan Nino,dia hanya ingin menikmati kebersamaan dua orang yang ia cintai. Karena waktu bersama putrinya dan Almira hal yang berharga dalam hidupnya.
Meski dalam hati Nino,dia pun khawatir dengan istrinya. Dirinya merasa bersalah. Nino sangat mencintai Almira,dia tak ingin kehilangan kembali untuk kedua kalinya.
Nino membiarkan dirinya menikmati kebersamaan dengan mereka. Dia sudah bertekad ingin mempertahankan mereka dalam hidupn Nino.
Tak akan mudah melalui itu,tapi Nino akan memperjuangkan mereka. Bila dia harus meninggalkan semuanya, dia akan tetap memilih bersama putrinya dan Almira.
Almira yang sudah berjuang sendiri demi putrinya,saat ini lah,dia yang harus membahagian mereka.
"Papa sayang sama kalian..."ujar Nino.
"Mama juga sayang Ara." Almira berkata sambil memandang kedua bola mata Nino.
"Ara juga sayang papa dan Mama."kata Ara.
Almira dan Nino saling memandang sambil memperlihatkan senyuman bahagia.
Nino mencium kening Almira,dan berbisik,"I love you."
Almira memejamkan mata saat Nino mencium keningnya. Dia ingin menyimpan kenangan manis ini.
Almira membalas " I love you to." Tanpa suara. Nino tersenyum hangat.
Malam semakin larut. Udara dingin semakin menusuk tulang. Mereka masuk kedalam rumah,mengistirahatkan badan. Karena Agenda besok,mereka akan jalan-jalan mengunjungi wisata.
Almira dan Nino ingin menyenangkan putrinya. Kebahagian Ara hal yang terpenting bagi mereka. Memberikan kenangan manis untuk Ara.
"Good night,sweety."ujar Almira sambil mencium kening Ara.
"Good night putri kecilku." Nino membelai rambut Ara dan mencium kening Ara.
"Good night to, papa mama..."
Almira dan Nino meninggalkan kamar tidur yang di tempati Ara. Dan mereka menuju kamar tidurnya.
bersambung...
Selamat membaca readers 🥰
Jangan lupa like dan koment ❤️
Good night ❤️💋