
Beberapa hari kemudian.
Lukas berhasil menemukan markas baru untuk Gold Dragon. Hari ini adalah hari pertama Zeroun dan Emelie mengunjungi pasukan Gold Dragon. Bukan hanya mengunjungi, tapi mereka juga akan tinggal di dalam markas baru tersebut. Cukup berbeda jauh dari lokasi yang di pilih Zeroun sebelumnya.
Kali ini Lukas memilih tempat yang memiliki halaman yang luas. Ia tidak ingin penyerangan mendadak pihak musuh tidak di sadari seperti yang telah terjadi beberapa hari yang lalu.
Sudah beberapa hari Lukas tidak bertemu dengan Zeroun. Hari ini ia ingin mengungkapkan rasa bingungnya. Ia belum berhasil menemukan penghianat di dalam Gold Dragon. Semua bersih dan tanpa jejak sedikitpun.
Satu-satunya orang yang pernah berkomunikasi langsung dengan pihak musuh adalah Lana. Tapi, ia tidak yakin kalau wanita yang ia cintai berkhianat. Lukas cukup percaya, jika Lana adalah tipe wanita yang setia terhadap geng mafianya.
Semua orang berkumpul di ruangan yang sangat luas. Ada Zeroun, Emelie, Mia dan Lana. Lukas yang memang sejak tadi menunggu kedatangan Zeroun telah berdiri di depan barisan Gold Dragon.
Berkumpulnya mereka di ruangan tersebut, membuat Lukas khawatir. Ia cukup tahu kalau Zeroun pasti akan mengumumkan satu hal yang penting. Zeroun tipe orang yang tidak suka mengadakan pertemuan seperti itu apabila tidak ada hal penting yang ingin ia bahas.
“Selamat malam, Bos. Maafkan saya karena saya tidak berhasil menemukan penghianat di dalam geng kita,” ucap Lukas yang seolah sadar akan kesalahannya.
Emelie menggandeng lengan kekar Zeroun sambil memperhatikan wajah semua orang. Wanita itu juga sangat penasaran dengan wajah penghianat yang selama ini di maksud oleh suaminya. Malam itu Emelie ingin melihat langsung wajah orang tersebut.
“Saya sudah berhasil menemukannya,” jawab Zeroun dengan ekspresi dingin favoritnya.
Lukas membungkukkan tubuhnya sebelum melangkah mundur. Untuk kalimat selanjutnya akan di ambil alih oleh Zeroun. Lukas sendiri sudah siap untuk menghabisi penghianat yang akan di katakan Zeroun nantinya. Sebuah pistol yang tersimpan sudah ia genggam.
Biasanya, setelah pengumuman nama penghianat, akan ada drama adu tembakan karena penghianat tersebut berusaha kabur. Tapi, malam ini Lukas tidak ingin hal yang serupa terjadi lagi.
“Lana, mulai detik ini. Aku mengeluarkanmu dari Gold Dragon,” ucap Zeroun dengan sorot mata yang cukup tajam.
Semua orang yang berada di tengah-tengah ruangan itu terlihat syok. Seakan mendapat kabar buruk di sela-sela kabar gembira yang baru saja mereka dapatkan. Sejak awal, semua orang mengira. Mia yang menjadi penghianat. Tidak di sangka, wanita yang menjadi kekasih Lukas orangnya.
Agen Mia melipat kedua tangannya di depan dada dengan tatapan tidak terbaca. Sorot matanya sangat berbeda jika di bandingkan dengan yang lainnya yang saat itu terlihat sangat sedih dan tidak percaya. Wanita itu tidak tahu harus bagaimana menyikapi kabar yang baru saja di ucapkan Zeroun.
Emelie dan Lukas juga menatap wajah Zeroun dengan tatapan tidak terima. Lana menunduk dengan wajah sedih. Satu persatu air matanya mulai jatuh ke lantai. Kedua tangannya menggenggam kuat jaket hitam yang ia kenakan. Jika Lukas yang menuduhnya, mungkin detik itu juga ia akan protes.
Tapi, kali ini Zeroun yang berkata. Pria itu tidak pernah bisa terbantahkan lagi. Apa yang ia katakan seperti itulah yang harus terjadi.
“Aku membiarkannya tetap hidup karena mempertimbangkan jasanya selama ini. Aku dan Emelie ingin istirahat,” ujar Zeroun tanpa mau diprotes lagi. Pria itu meraih tangan Emelie lalu membawanya pergi meninggalkan ruangan itu. Ia terlihat tidak peduli dengan perasaan Lana dan Lukas malam itu.
Emelie menatap wajah Lana sekilas sebelum mengikuti jejak kaki Zeroun. Baru saja beberapa hari yang lalu Emelie melihat Lana menangis sedih karena kehilangan Alika, tapi malam ini ia justru mendapat ujian hidup yang jauh lebih berat. Emelie terlihat tidak tega saat suaminya memperlakukan Lana dengan cara seperti itu.
Lukas menatap wajah Lana. Pria itu selalu percaya dengan apa yang di katakan Zeroun. Tapi, malam itu ia ragu. Mereka pernah ada di posisi seperti ini. Saat orang terdekat mereka berkhianat, mereka harus menyingkirkannya dengan segera. Tidak dengan Lana. Lukas cukup yakin, kalau kini kekasihnya itu tidak sedang memihak tim musuh.
“Kau yang pergi. Aku harap kau baik-baik saja di luar sana,” ucap Mia sebelum pergi meninggalkan Lana dan Lukas yang masih mematung.
Seluruh pasukan Gold Dragon juga pergi meninggalkan Lana dan Lukas. Kini hanya tertinnggal sepasang kekasih yang saling berhadapan. Air mata Lana sudah mulai berhenti. Wanita itu tidak ingin terlihat lemah karena menangis.
“Aku harus pergi,” ucap Lana sambil memutar tubuhnya. Tidak ada hal lain yang harus ia jelaskan. Ia bukan tipe wanita yang suka merengek dan memohon belaskasih pria. Jika tidak lagi dipercaya, maka ia akan pergi.
“Tunggu,” celetuk Lukas. Pria itu berjalan menghampiri Lana lalu memeluk tubuh Lana dengan begitu erat, “Aku tahu kau tidak bersalah. Katakan padaku kalau kau tidak berkhianat pada kami.”
Lukas tidak tahu, apa ia benar mempercayai Lana karena memang Lana benar atau karena telah buta karena cinta. Hatinya menolak keras untuk ditinggalkan oleh Lana. Ia ingin, selamanya Lana ada di sampingnya.
“Aku tidak ingin mengatakan apapun. Percuma saja,” jawab Lana dengan sejuta rasa kecewa di dalam hatinya.
Lukas tidak akan mungkin membelanya dan rela berkorban pergi dengannya. Situasinya masih belum aman. Jika Lukas memilih pergi dan menemani dirinya, itu sama saja ia membiarkan Zeroun dan Emelie berada di dalam bahaya. Lana tidak rela jika Zeroun dan Emelie berada dalam bahaya. Apa lagi sampai terpisah dan celaka.
“Tetaplah di sini. Aku akan membicarakan hal ini kepada Bos Zeroun besok pagi. Aku cukup yakin, jika ini hanya salah paham saja.” Lukas menatap wajah Lana dengan seksama. Pria itu terlihat sangat sedih bahkan ingin menangis. Namun, air matanya tertahan karena ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan wanitanya.
Lana menggeleng kepalanya pelan, “Jangan lakukan itu.”
“Kau benar-benar ingin pergi meninggalkanku?” ucap Lukas dengan wajah yang cukup serius.
“Aku akan menunggumu di suatu tempat. Kau harus menemuiku saat sudah menyelesaikan misi ini.” Lana memegang pipi Lukas dengan senyuman terpaksa, “Aku mencintaimu.”
“Aku akan mengantarmu ke suatu tempat.” Lukas menarik tangan Lana untuk membawa wanita itu pergi meninggalkan markas Gold Dragon. Malam ini ia ingin bersama Lana hingga esok matahari kembali muncul.
Sampai bukti yang ia miliki cukup untuk membela Lana, maka ia akan kembali menemui Lana dan membawa wanita itu berada di Gold Dragon lagi, Walau hatinya sangat sedih, tapi Lukas berusaha tegar. Rasa cintanya yang begitu besar kepada Lana membuatnya percaya, kalau wanita yang ia cintai itu tidak akan mungkin berkhianat.