Moving On

Moving On
S2 Bab 26



Dubai.


Emelie membuka mata saat merasakan pelukan hangat Zeroun di tubuhnya. Wanita itu mengukir senyuman bahagia sebelum mendaratkan satu kecupan di bibir Zeroun. Kini pria berstatus suaminya itu masih memejamkan mata. Emelie tidak pernah tahu, kalau Zeroun hanya berpura-pura tidur.


Emelie memperhatikan tangan Zeroun yang mengunci tubuhnya. Ia tidak bisa bergerak bebas saat itu. Tubuh mereka berdua sama-sama ada di dalam selimut. Saling berpelukan untuk saling menghangatkan.


“Zeroun, apa kau masih tidur?” ucap Emelie dengan suara yang cukup pelan, “Sayang, bangun.”


Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Emelie tidak ingin menyia-nyiakan liburannya siang ini. Ia ingin segera bersiap-siap agar bisa menikmati liburannya bersama Zeroun untuk menjelajahi kota Dubai.


Dengan seksama, Emelie memperhatikan wajah suaminya. Wajah pria itu terlihat sangat tenang dan penuh misteri. Emelie mengusap lembut pipi Zeroun. Satu jarinya menelusuri setiap inci wajah Zeroun. Jarinya berhenti di bibir Zeroun. Dengan senyuman, Emelie mencubit bibir Zeroun agar pria itu bangun.


Tapi, usahanya tidak berhasil. Zeroun tidak melakukan reaksi apapun. Pria itu masih tetap bertahan pada aktingnya yang sedang pura-pura tidur. Emelie kembali berpikir keras agar suaminya segera bangun dan melepas pelukannya. Ada senyum licik di bibir Emelie saat membayangkan rencana ampuh miliknya.


“Siapa kau?” teriak Emelie dengan suara sepanik mungkin.


Dengan sigap Zeroun terbangun lalu mengambil pistol yang ia simpan di bawah bantal. Wajahnya cukup serius dan waspada. Bagaimanapun juga, kini memang musuhnya sedang mengintai dan mengincar nyawanya. Hingga gertakan yang di buat Emelie cukup berhasil mengerjai Zeroun.


Emelie tertawa riang saat melihat suaminya duduk dengan posisi waspada. Wanita itu juga duduk lalu mengambil pistol yang ada di tangan Zeroun, “Kau mengerjaiku duluan.”


Zeroun kembali menghela napas lega saat tidak melihat bahaya di depan matanya. Pria itu menatap wajah istrinya dengan tatapan yang cukup serius, “Apa kau puas?”


Emelie menggeleng pelan, “Tidak terlalu karena aku tahu setelah ini kau pasti akan membalasku.”


Zeroun mengukir senyuman sebelum menarik pinggang Emelie. Pria itu mendaratkan ciuman di bibir istrinya dengan sentuhan mesra dan lembut. Satu tangannya mulai melepas kancing piyama yang di kenakan Emelie.


“Kita akan terlambat,” protes Emelie dengan wajah yang cukup kesal.


“Aku belum menyentuhmu sejak tadi malam. Ini bulan madu kita, bukan berlibur dan menjelajah alam.” Zeroun memasang wajah kesal juga karena mendapat penolakan dari Emelie.


Emelie menghela napas kasar, “ Hmm, kau memang selalu pintar mencari alasan. Kau yang tidur duluan tadi malam.”


Zeroun menjauh dari tubuh Emelie. Ia tahu kalau tidak ada tanda-tanda berhasil untuk menyentuh istrinya. Satu tangannya memegang selimut dan siap menyingkirkan selimut tersebut dari tubuhnya.


“Kau semakin menggemaskan jika seperti itu,” ucap Emelie sambil mencubit kedua pipi Zeroun.


Zeroun mengukir senyuman. Sudah cukup ia berakting pura-pura marah. Rasanya cukup sulit bagi Zeroun memasang wajah marah di hadapan Emelie. Tanpa menunggu persetujuan Emelie lagi, Zeroun mendaratkan ciuman cinta di bibir Emelie.


Kali ini ia harus berhasil. Zeroun tidak mau gagal lagi dan melepaskan Emelie begitu saja. Emelie sendiri mulai membalas ciuman Zeroun. Tubuhnya mulai pasrah dan ia serahkan untuk suaminya. Semua yang di katakan Zeroun benar. Mereka ke Dubai untuk bulan madu. Menghabiskan sebagian besar waktu yang mereka miliki di dalam kamar bukan berwisata ria layaknya seorang wisatawan yang ingin menjelajah dunia.


Adegan romantis itu terjadi dalam durasi yang cukup lama sampai matahari benar-benar bersinar terang. Setelah selesai, Emelie dan Zeroun memutuskan mandi bersama di kamar mandi.


“Sayang,” ucap Zeroun sambil menggosok punggung Emelie.


“Hmm,” jawab Emelie sambil memainkan busa yang menutupi tubuh polosnya.


“Apa kau masih bisa menembak. Apa kau mau aku ajari menembak?” ucap Zeroun dengan hati-hati. Ia tidak ingin membuat istrinya curiga dengan perkataannya barusan.


Emelie memutar tubuhnya. Wanita itu mengukir senyuman manis, “Tentu saja. Ini waktu yang pas untuk latihan. Aku sangat ingin menjadi seperti Serena. Menembak dengan begitu ahli,” ucap Emelie tanpa curiga sedikitpun.


Zeroun mengukir senyuman. Setidaknya rencananya untuk membuat Emelie melindungi dirinya sendiri sudah cukup berhasil. Walaupun Zeroun sendiri tidak akan membiarkan Emelie sendirian saat bahaya menyerang.


“Hanya untuk melindungi dirimu sendiri. Aku Sangat mencintaimu, hingga tidak ingin kau celaka.”


“Ya. Aku percaya padamu,” jawab Emelie dengan senyuman.


Sepasang suami istri itu lagi-lagi menghabiskan waktu yang cukup lama di kamar mandi. Hingga tidak terasa hari sudah siang. Bahkan jadwal sarapan pagi juga sudah terlewat jauh.


Emelie dan Zeroun segera menyelesaikan mandi mereka. Kali ini perjalanan mereka adalah jalan-jalan di laut dengan kapal pesiar yang sudah di siapkan Zeroun. Ia ingin membawa Emelie menikmati keindahan laut Dubai yang terkenal biru dan cukup indah tersebut.


Emelie sendiri sangat bahagia saat mendengar jadwal jalan-jalannya siang itu. Berlayar dengan kapal pesiar memang salah satu impian Emelie. Bahkan wanita itu juga memutuskan untuk berlama-lama berada di dalam kapal pesiar nantinya. Emelie sudah tidak sabar untuk meloncat ke laut dan berenang bersama Zeroun di tengah-tengah laut biru.


Zeroun memilih kapal tersebut karena memang ia ingin menjauh dulu dari daratan. Jika di laut, akses Arron akan semakin kecil untuk menyerangnya. Di tambah lagi, Anggota Gold Dragon sudah bersiap siaga untuk menjaga dirinya dan Emelie.


Zeroun dan Emelie saling mengukir senyuman bahagia. Lagi-lagi Zeroun tidak bisa mengontrol dirinya. Tubuh polos istrinya memang cukup menggoda saat itu. Hingga akhirnya Zeroun kembali memutuskan untuk mengulang adegan romantis mereka di dalam bak mandi tersebut.


“Aku sangat mencintaimu, Emelie,” ucap Zeroun dengan suara khasnya.


“Aku juga mencintaimu, Zeroun.”


Zeroun melekatkan bibirnya di bibir Emelie. Kecupan panas yang memabukkan itu menjadi pembuka sebelum Zeroun menyentuh bagian tubuh lain milik istrinya.


.


.


.


Like, komen dan Vote. Terima kasih....