
**Crazy up karena vote sudah lebih 100.000. Update akan bertahap. Terima kasih sebelumnya untuk yang sudah Vote, Like, dan Komen.
Mohon Votenya lebih banyak lagi agar rangking babang Zeroun bertahan di atas.
Terima kasih...đź’—**
.
.
Zeroun duduk di sebuah sofa dengan beberapa berkas di tangannya. Sudah cukup lama ia pergi meninggalkan Hongkong dan bisnis besarnya di kota itu. Wajahnya cukup serius dengan apa yang kini ia periksa. Terdengar suara ketukan pintu. Zeroun memberi ijin kepada orang yang mengetuk pintu untuk masuk ke dalam ruangannya.
Lukas muncul dengan wajah bersalahnya. Lelaki tangguh itu berjalan cepat sebelum menundukkan kepalanya di hadapan Zeroun dengan wajah penuh rasa bersalah.
“Selamat malam, Bos. Maafkan saya.” Lukas menatap wajah Zeroun sekilas sebelum menundukkan kepalanya lagi.
Zeroun menatap wajah Lukas dengan satu alis terangkat. Tatapan matanya kembali teralihkan ke beberapa berkas yang ada di tangannya, “Apa kau sudah berhasil membentuk pasukan Gold Dragon lagi?”
“Saya sudah mulai membentuk pasukan Gold Dragon, Bos,” jawab Lukas masih dengan wajah menunduk.
Zeroun mengangguk pelan, “Kalian lakukan misi penyelamatan Inspektur Tao dan Agen Mia di Inggris tiga hari lagi. Kenzo akan membantumu untuk melakukan penyerangan di penjara itu.”
“Baik, Bos.” Lukas menatap beberapa berkas yang ada di genggaman Zeroun. Lelaki itu tahu dengan semua isi berkas yang kini di baca oleh Zeroun, “Bos, anda tidak perlu memikirkan bisnis kita. Biar saya yang menyelesaikan semuanya.”
“Aku tidak memiliki kegiatan lain. Kali ini aku akan membantu pekerjaanmu,” jawab Zeroun pelan, “Duduklah. Untuk apa kau berdiri di situ seperti patung. Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu.”
Lukas memandang sofa yang ada di samping Zeroun. Lelaki itu berjalan mendekati sofa sebelum duduk dengan posisi tenang. Kedua bola matanya menatap wajah Zeroun sambil menunggu info yang akan di katakan oleh bos mafia itu.
“Bos, tadi siang orang dari kerajaan Nona Emelie datang berkunjung. Apa terjadi masalah?”
“Tidak ada. Semua berjalan baik. Pria itu Paman Arnold. Orang yang memiliki status sebagai Paman Emelie.” Kedua bola mata Zeroun masih tidak teralihkan. Lelaki itu cukup serius dengan pemeriksaannya.
Lukas terdiam tanpa kata. Lelaki itu sudah tidak tahu harus berkata apa lagi. Kini ia hanya bisa menunggu hingga Zeroun selesai dengan pekerjaannya dan memberi tahu isi hatinya.
Setelah menunggu beberapa menit Zeroun telah selesai dengan pemeriksaannya. Lelaki itu meletakkan beberapa berkas yang sempat ia periksa kembali di atas meja. Kedua bola matanya menatap Lukas dengan tatapan yang cukup serius.
Kalimat yang di ucapkan Zeroun membuat debaran jantung Lukas tidak lagi normal. Lelaki itu semakin takut dengan arah pembicaraan Zeroun malam ini. Terakhir kali lelaki itu mengucapkan kalimat yang sama pada saat perginya Serena. Zeroun membubarkan Gold Dragon dan meminta dirinya menjauh dari hidup Zeroun untuk selama-lamanya.
Lukas tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Jika dulu Zeroun ingin melupakan dunia gelapnya karena tersiksa oleh bayang-bayang Serena. Tetapi, malam ini Lukas di penuhi tanya. Kehidupan Zeroun jauh lebih baik. Bahkan masalah percintaannya juga berakhir bahagia.
“Maaf, Bos. Jika anda meminta saya untuk pergi meninggalkan anda lagi. Saya tidak bisa.” Lukas menunduk dengan wajah cukup serius.
Zeroun menaikan satu alisnya, “Kau selalu tahu isi pikiranku, Lukas.” Lelaki itu tertawa kecil sebelum mengatur posisi duduknya, “Aku hanya ingin menyerahkan Gold Draon kepadamu. Tidak mengusirmu dari hidupku. Sudah saatnya aku membentuk kehidupanku bersama dengan wanita yang aku cintai. Sepertinya perjalan hidup selanjutnya terasa sedikit sulit.”
“Apa maksud anda, Bos?” Lukas masih belum mengerti dengan kalimat yang diucapkan Zeroun malam itu.
“Aku akan menjadi Pangeran di Inggris. Hanya itu syarat untuk menikahi Emelie. Awalnya aku tidak ingin ia kembali ke istana itu. Tapi, setelah aku pikir lebih jauh lagi. Kehidupannya sejak lahir memang ada di istana. Aku tidak ingin membawanya menemani hidupku yang berbahaya seperti ini.” Jelas Zeroun dengan satu senyuman saat membayangkan wajah Emelie.
“Anda akan pindah ke Inggris untuk menerima gelar Pangeran?” ucap Lukas semakin serius.
Zeroun mengangguk pelan, “Apa aku terlalu buruk menjadi seorang Pangeran, hingga kau memandangku seperti itu?”
Lukas tertegun beberapa saat. Lelaki itu mengubah ekspresi yang semula kaget menjadi berseri, “Saya sangat bahagia jika anda memutuskan hal seperti itu. Selamat, Bos. Saya ikut bahagia dengan apa yang kini anda dapatkan.”
Zeroun mengukir senyuman sambil menatap Lukas, “Setelah aku di lantik menjadi Pangeran kau harus memanggilku dengan sebutan Pangeran Zeroun.” Ada tawa geli di bibir Zeroun saat ia menyombongkan diri di hadapan Lukas.
Lukas tertawa kecil. Cukup jarang ia mendapat candaan seperti malam itu bersama dengan Zeroun. Setiap waktunya selalu mereka lakukan dengan serius dan menegangkan. Malam ini Lukas cukup bahagia karena bisa melihat wajah tenang Zeroun. Sejak dulu memang hanya Zeroun yang ia miliki.
“Saya akan menjaga Gold Dragon seperti anda menjaganya selama ini. Saya tidak akan mengecewakan anda, Bos.” Lukas mengukir senyuman yang sangat langkah untuk ia bentuk selama ini.
Zeroun mengangguk pelan, “Aku percaya padamu. Mulai sekarang Gold Dragon menjadi milikmu. Aku menyerahkan semuanya kepadamu.”
“Terima kasih, Pangeran Zeroun,” ucap Lukas dengan ragu-ragu. Bahkan bibirnya terasa kaku saat menyebutkan kata Pangeran di hadapan Zeroun.
Zeroun terdiam beberapa saat sebelum melepas tawanya. Diikuti dengan Lukas. Malam itu mereka habiskan dengan candaan status baru yang di terima Zeroun sebagai Pangeran.
Di depan ruangan, Shabira berdiri dengan tangan di handle pintu. Wanita itu menahan langkah kakinya untuk masuk saat mendengar momen kebersamaan Zeroun dan Lukas. Tadinya ia ingin bercerita dengan Kakak kandungnya. Tapi, tidak di sangka Lukas lebih dulu masuk dan larut dalam obrolan yang cukup serius.
“Kakak, Aku senang kakak bisa bahagia seperti sekarang.” Shabira menutup kembali pintu dengan rapat. Ia pergi menjauh dari ruangan itu. Satu nama yang ingin ia kunjungi adalah Emelie. Rasanya perkenalannya dengan Kakak iparnya belum cukup tadi siang. Shabira ingin mengobrol lebih lama dengan Emelie dan bermanja-manja dengan putri kerajaan itu.