
Semalam, Almira mendapatkan kabar, bahwa sahabatnya akan menikah hari ini. Almira terkejut, karena dia nggak dapat undangannya. Mungkin dia nggak tau bahwa Almira sudah kembali ke Jakarta.Beberapa bulan di Jakarta, hanya beberapa teman yang tau keberadaanya.
Saat ini,Almira dan Arabela berada di mobil. Mereka akan pergi ke rumah Fani, dia adalah teman semasa sekolahnya. Dia pula yang memberi info tentang pernikahan sahabatnya. Dalam perjalanan menuju ke tempat Fani,Ara bertanya tentang tujuan hari ini.
"Mom,kita mau kemana? tanya Ara.
"Kita mau kerumah tante Fani,Sayang." Almira kembali fokus menyetir setelah menjawab pertanyaan Ara.
"Oww...Seperti itu"
Almira tersenyum kepada putrinya, tangan kanannya membelai rambut Ara. "uhh...Gemesin banget sih,anaknya Mommy." kata Almira.
"Ya dong,Mom. Siapa dulu anak Ara gitu. Hehehe..."
Ibu dan anak tersebut tertawa bersama. Almira begitu mencintai anaknya,tanpa Ara ,dia tidak bisa berada di titik ini. Dia pernah akan menyerah dengan hidupnya. Peliknya kehidupan membuat Almira putus asa,kemudian datang lah Ara, hadir dalam hidupnya.
Setelah menumpuh perjalanan 30 menit,akhirnya mereka sampai di rumah Fani. Almira turun dari mobilnya, kemudian mengitari mobil, menuju arah pintu Arabela dan membukan pintu untuk putrinya.
"Hati-hati,sweety" Almira membantu putrinya turun dari mobil. Kemudian,menggandeng tangan anaknya dan tangan kirinya membawa bingkisan untuk Fani.
"Rumah siapa,Mommy ? " tanya Ara.
"Rumah tante Fani, sayang."
"Ohh... "
Mereka berjalan mendekat rumah Fani. Almira mengetok pintu.
Tok.. Tok... Tok...
Terdengar suara seseorang dari dalam rumah. Setelah itu, pintu terbuka memperlihatkan sang pemilik rumah, Fani.Dia masih sama seperti dulu,nggak ada perubahan.
"Almira!" teriak Fani setelah membukakan pintu.
Almira terkejut mendengar pekikan Fani . Begitupun dengan Arabela.
Fani kembali berkata,"Astaga,lama gak ketemu yaa.. " kemudian Fani memeluk Almira.
Almira membalas pelukannya.
"Kamu tambah cantik, Al. Ya ampun, aku masih terkejut." cerocosnya dengan gaya hebohnya. Setelah itu,Fani melirik gadis kecil yang berada sebelahnya.
Fani menoba mensejajarkan tubuhnya di hadapan Ara.
"Hai, cantik. Namanya siapa? " tanya Fani kepada Ara.
"Arabela,tante." jawabnya. Ara tersenyum malu.
"Ikh...Gemesin banget sih Ara." ujar Fani dengan berpura-pura nyubit pipi Ara.
Almira hanya menggeleng-gelengkan kepala, melihat temannya tak berubah sama sekali, kalau sedang berbicara. Dari dulu, dia harus ekstra sabar menghadapi Fani. Sungguh malang nasibnya...
"Ini aku gak di persilahkan masuk dulu gitu,Fan." tanya Almira. Dirinya heran dengan kelakuan temannya ini.
"Hehe...Sorry,Sorry. Silakan masuk..." Akhirnya Fani mempersilahkan masuk,kemudian Fani menghilang ke belakang.
Ara dan Almira duduk di sofa,kemudian ia meletakkan bingkisannya di meja. Dari arah belakang, ada Fani membawa minuman.
"Di minum dulu yaa,Sayang. " ujarnya kepada Ara yang ada di hadapannya.
"Iya,Tante. " jawabnya.
"Aku siap-siap dulu ya,Al."
"Oke. Gih cepet gak usah pake lama lo!"
"Iya, aku bakal pakai jurus kilat" ujarnya dengan ketawa
"Dasar..."
Setelah Fani menghilang di hadapanya, Almira melihat sekelilinya. Fani adalah Ibu satu anak. Mereka menikah beberapa tahun yang lalu dan baru di karuniai anak setelah satu tahun pernikahan. Fani menceritakan kehidupannya, setelah dia saling kontak kabar.
Akhirnya,setelah beberapa menit menunggu, Fani datang dengan menggendong bayinya. Ara terlihat senang akan kehadiran anaknya Fani.
"Mom, ada dede bayi !" teriak Ara,dengan meloncat-loncat menunjuk arah mereka.
"Iya,Sweety " jawabnya. Almira tersenyum melihat tingkah anaknya.
"Halo...Kak Ara!"ujar Fani dengan menirukan suara bayi.Fani menggerakkan tangan bayinya,melambaikan ke arah Ara. Ara semakin semangat ingin melihatnya. Fani duduk di sofa memudahkan Ara melihat bayinya.
"Dede bayi,namanya siapa?" tanya Ara. Dia mencoba menyentuh pipi bayi tersebut.
"Wow...Queen.Namanya keren,Tante. Artinya Ratu."
"Iya, karena Queen kan,Ratunya Tante,Kak."
Almira tertawa mendengar jawaban dari Fani. Dia memang lucu sekali,sangat cocok dengan anak kecil. Almira melihat jam tangannya.
"Hayoo...Fan. Takutnya acara sudah mulai." ajak Almira.
"Hayoo "
Mereka berempat melangkah menuju ke mobil. Almira memindahkan car seat Ara berada dibelakang. Sedangkan,di depan akan di tempat Fani dan Queen.
"Ara,duduk di belakang ya...Gak pa pa kan? "
"Iya Mom. Biar dedek Queen duduk depan." jawab Ara.
Kemudian Almira mengelus pucuk rambut Ara,"Baik banget sih, anak Mommy."
Almira mengendarahi mobilnya sesuai arahan Fani. Dia sebenarnya sudah lupa arah Jakarta. Jika tadi,gak di kasih share location,Almira di akan salah arah. Kini, mereka menuju ke The Ritz-Carlton Hotel. Selama di perjalanan,Fani banyak bercerita tentang sahabatnya. Dia adalah Nino,sahabat masa SMA. Kata Fani, Nino sekarang berubah menjadi bak pangeran. Tubuh tinggi dan atletis, dan pendiam.
"Pendiam ?" tanya Almira
"Iya, aku pernah bertemu dia,waktu reuni SMA. Dia jadi pendiam dan cuek, tapi keliatanya cool gitu loh."
"Dasar. Ingat udah punya suami."
"Hahaaa...Nggak papa tau,cuci mata, biar gak sepet." jawab Fani dengan ketawa.
Dalam batin Almira, dulu Nino tuh gak pendiam, dia lebih ke jail dan banyak tingkah. Dia gak bisa diam sama sekali. Ada aja yang ia lakuin, hingga membuat teman-temannya kesal.
Dan akhirnya, mereka sampai ke tempat tujuan. Banyak tamu yang hadir di pernikahan Nino,hingga mereka mau masuk aja harus ngantri. Banyak teman-teman SMA Almira hadir, semua heboh melihatnya.
"Almira !" panggil Ana. Dia adalah teman SMA Almira juga.
"Hai,Ana." Jawabnya
"Ya,ampun.Ini lo Al?" tanya Ana. Seakan terkejut dengan kehadiran Almira
"Iyalah, masa setan sih" jawab Almira dengan sedikit kesal.
"Hehee.. lama gak bertemu,ya."
"Hehe...Iya An." jawabnya.
Almira hanya menjawab sekedar saja, karena bagi dia,Ana adalah biang gosip dan kepo. Contohnya seperti.
Ana melirik ke arah Ara, dia penasarn dengan sosok gadis kecil yang bersama Almira.
"Ini anak,lo Al ?" tanya Ana
"Iya, dia anakku. Sayang,kenalan dulu sama tante Ana."
"Halo tante,namaku Ara." ujar Ara memperkenalkan diri.
"Halo juga cantik. Kenalin nama tante, tante Ana " ujar Ana. Kemudian berjabat tangan dengan Ara.
"Kapan nikahnya,Al?" tanyanya.
Almira mulai bete dengan Ana. Dia gak suka dengan orang yang kepo dengan kehidupannya. Almira tetap tersenyum, tanpa menunjukan ketidak sukaannya.
"Lima tahun yang lalu" jawabnya.
Sebelum Ana bertanya kembali, Ia berkata " Aku cari Fani dulu ya, An. Kasihan Fani. "
"Eh.. Iya Al."
Almira dan Ara melangkah menuju ke tempat Fani berada. Dia mencari Fani, yang sudah masuk ke dalam.
"Mom,itu tante Fani!" serunya melihat tante Fani.
"Ah...Iya. Yuk, Sayang kita kesana." Ajaknya.
Mereka menyusul ke tempat yang di tunjukan Ara. Terlihat Fani sedang, berbicara dengan seseorang. Almira belum tau, siapa yang berbicara dengan Fani, karena tidak kelihatan wajahnya...
Selamat membaca chingu 🥰
Jangan lupa Follow akun ini dan like 👍 ya 😍
Saranghae♥️