
Seseorang melempar bom asap. Membuat mobil Emelie dipenuhi asap tebal berwarna putih. Beberapa detik setelah itu ....
DOOOMMMM!
Terdengar suara ledakan yang sangat memekakan telinga. Mobil yang ditumpangi Emelie meledak. Mobil itu melayang ke udara dipenuhi api yang menyala-nyala. Pasukan yang sempat melindungi Emelie terpental jauh. Mobil itu kembali terjatuh ke permukaan jalan dengan kondisi remuk. Api terus menyala-nyala, dengan suara dentuman-dentuman kecil dari dalamnya.
Para musuh tersenyum bahagia. Melihat target sudah berhasil untuk dikalahkan. Gerombolan musuh itu pergi meninggalkan arena petarungan. Hingga hanya tersisa Adriana dan pengawal yang masih selamat.
Adriana bangkit dari duduknya. Berteriak dengan keras memandang mobil Emelie. Air mata berkucur deras di pipinya.
“Putri ....” Adriana berlari ingin mendekati mobil Emelie.
“Putri, jangan. Terlalu berbahaya.” Satu pengawal menahan langkah Adriana.
“Lepaskan!” teriak Adriana tidak terima.
“Putri, tenangkan diri anda.” Pengawal itu berusaha menenangkan Adriana yang terlihat sangat sedih dan syok.
“Putri Emelie ada di dalam mobil itu. Aku ingin menyelamatkannnya.”
Adriana benar-benar berakting dengan wajah sedihnya. Hingga perhatian semua pengawal yang tersisa hanya kepada dirinya. Mereka fokus untuk menghalangi Adriana yang ingin mendekati mobil Emelie yang telah meledak.
Akhirnya, Aku bisa menyaksikan kematianmu. Tepat di depan mataku.
Adriana tertawa bahagia di dalam hati. Ingin sekali ia merayakan keberhasilannya saat itu.
“Saya disini,” ucap Emelie dengan nada pelan.
Adriana terdengar kaget saat mendengar suara yang ia kenali. Dengan penuh keraguan, Adriana memutar tubuhnya untuk memastikan wajah pemilik suara. Kakinya terlihat gemetar saat melihat Emelie masih hidup.
Wanita yang ingin ia celakai telah selamat. Tidak ada luka sedikitpun di tubuhnya. Bahkan wanita itu masih bisa mengeluarkan suara dengan nada memerintah.
“Anda baik-baik saja, Putri,” ucap Adriana lagi.
“Turunkan Saya,” ucap Emelie dengan wajah memerah.
Zeroun tersenyum kecil mendengar perkataan Emelie. Dengan hati-hati ia menurunkan Emelie agar berdiri sendiri di tempat itu. Di samping Zeroun, Lukas juga terlihat menahan tawa. Sejak pertama kali menolong Emelie, atasannya itu tidak ingin menurunkan Emelie dari gendongannya. Walaupun keadaan sudah aman dan tidak ada lagi bahaya yang mengancam nyawa Putri Emelie.
“Putri ....” ucap Adriana pelan.
Ada rasa kesal dan kecewa yang begitu besar di dalam hatinya. Tidak ingin ketahuan, kalau semua kekacauan itu adalah hasil perbuatannya. Adriana melanjutkan drama menyedihkannya.
Adriana berlari mendekati Emelie. Memeluk Emelie sambil menangis sejadi-jadinya.
“Putri, kenapa anda tidak mau ikut lari dengan Adriana tadi. Apa yang akan Adriana katakan pada Yang Mulia, kalau sampai terjadi sesuatu kepada Putri tadi.”
“Sudah, sudah. Sekarang saya baik-baik saja. Jangan sedih lagi.” Emelie menepuk pundak Adriana dengan senyuman bahagia. Ia tidak pernah menyangka, kalau Adriana menyayangi dirinya hingga sedalam itu. Bahkan Adriana terlihat sangat ketakutan saat dirinya masih berada di dalam mobil.
Adriana melepas pelukannya. Memandang wajah Zeroun dan Lukas bergantian. Kedua pria itu memakai baju yang sama dengan pengawal kerajaan. Wanita itu tidak terlihat curiga sama sekali dengan identitas asli Zeroun dan Lukas.
“Mereka ....” ucapan Emelie tertahan.
“Terima kasih, Putri Adriana. Sudah menjadi kewajiban kami untuk melindungi Putri Emelie dan Putri Adriana.” Zeroun membungkukkan kepalanya di depan Adriana. Begitu juga Lukas.
Emelie menatap wajah Zeroun dan Lukas dengan mata melebar.
Kenapa dia mau di anggap sebagai seorang pengawal. Apa lagi rencananya saat ini.
“Putri, sudah semakin gelap. Kita harus kembali ke istana secepatnya, sebelum musuh kita muncul lagi.” Zeroun melanjutkan perkataannya. Pria itu sangat paham dengan tatapan membingungkan yang terlukis di wajah Emelie.
“Mari, Putri.” Lukas memimpin jalan ke arah mobil yang akan mereka tumpangi.
Beberapa pengawal yang tersisa juga melindungi Emelie dan Adriana. Membukakan pintu mobil untuk memberi jalan kepada Emelie dan Adriana.
Zeroun dan Lukas masuk dan duduk di bangku depan. Sedangkan Emelie dan Adriana duduk di bangku belakang dengan wajah tak terbaca.
Lukas memandang wajah Zeroun beberapa detik sebelum melajukan mobil itu. Ada senyum kecil di bibir dua pria berbahaya itu. Entah rencana apa yang ingin mereka lakukan di Istana Emelie nantinya.
Dua mobil itu melanjutkan perjalanan menuju ke Istana. Melewati jalan lurus yang rata. Dibawah langit gelap yang bertabur jutaan bintang. Di bawah sinar rembulan yang sangat indah.
Zeroun menatap keluar jendela. Memperhatikan keadaan sekitar yang terasa sangat asing. Tidak pernah terlintas di dalam pikirannya, kalau kini dirinya akan menolong Emelie lagi dari bahaya.
Di bangku belakang. Adriana menarik tangan Emelie dengan air mata yang terus menetes di pipinya. Wanita itu masih memasang wajah seolah-olah sedih atas kejadian yang menimpah hidup Emelie.
“Sudahlah, semua sudah berlalu.” Emelie memeluk tubuh Adriana agar wanita itu bisa kembali tenang.
Darimana datangnya dua pengawal sok berani ini. Karena mereka aku gagal menjalankan semua rencanaku. Aku akan memberi pelajaran kepada kalian berdua. Lihat saja nanti.
Umpat Adriana di dalam hati sambil memejamkan mata di dalam pelukan Emelie.
Emelie memandang ke arah Zeroun dan Lukas bergantian. Wanita itu masih menyimpan seribu tanya atas kehadiran Zeroun yang tidak diduga-duga.
Apa mereka datang ke sini hanya untuk menyelamatkanku? tidak-tidak, mereka Mafia besar. Tidak mungkin ingin menolongku tanpa alasan.
Emelie mengalihkan tatapan matanya ke arah kaca luar. Bibirnya tersenyum bahagia dengan wajah memerah lagi. Ia kembali mengingat kejadian saat Zeroun mengangkat tubuhnya dari dalam mobil. Senyum Emelie semakin mengembang saat membayangkan momen indah itu. Ini pertama kalinya Emelie sadar, saat ia berada di dalam gendongan Zeroun.
Terima kasih, karena sudah menolong hidupku untuk kesekian kalinya. Kau pria yang baik Zeroun Zein. Pria yang sangat sulit untuk dilupakan.
Di bangku depan, Zeroun juga terlihat tersenyum. Entah apa yang kini dipikirkan pria itu. Wajahnya terlihat sangat tenang walaupun masalah besar sudah menyambutnya di depan mata.
Lukas melirik Emelie dari balik spion mobil. Bibirnya juga tersenyum saat melihat Zeroun dan Emelie kini tersenyum secara bersamaan.
Apa kini mereka berdua saling memikirkan satu sama lain? Aku tidak tahu, apa wanita yang bisa dekat dengan Bos Zeroun adalah Putri Emelie. Sejauh ini, memang hanya Putri Emelie yang bisa membuat Bos Zeroun tersenyum lagi. Tapi, jika itu benar. Hubungan percintaan bosku akan melalui percintaan yang sangat sulit. Bos Zeroun, kenapa anda selalu melewati hubungan percintaan yang selalu rumit seperti ini.
Ucap Lukas di dalam hati sambil terus mengemudikan mobilnya.