Moving On

Moving On
Lana Vs Lukas



Lukas menunggu kedatangan Zeroun disebuah gudang kosong tidak berpenghuni. Pasukan Gold Dragon juga sudah berkumpul di tempat itu. Siang yang terik telah berganti malam. Sudah seharian penuh, Lukas kehilangan kontak dari Zeroun Zein. Pria berstatus atasannya itu, hanya mengirim alamat tempat titik temu mereka. Tidak lagi memberi kabar, kemana pria itu pergi dan berada dimana saat ini.


Hari ini untuk pertama kalinya Lukas berpisah dari Zeroun sejak pria itu menghidupkan Gold Dragon lagi. Sejak tadi, Lukas berjalan modar-mandir dengan pikiran bercabang. Seluruh pasukan Gold Dragon tidak ada yang berani mengeluarkan kata. Melihat dari ekspresi wajahnya, Lukas akan menjadi lebih menyeramkan jika ada yang berani mengganggunya.


Di lantai dua gedung di ujung balkon. Lukas memandang cahaya rembulan yang sangat terang malam itu. Handphone masih siaga di tangannya. Kapan saja Zeroun memberi alarm bahaya, pria itu akan siap untuk menjemputnya.


Hal itu sangat berbeda dengan Lana. Tidak tahu saat ini sudah aman atau belum. Wanita itu lebih memilih tidur di tumpukan papan berukuran lebar yang ada di lantai 2. Satu jaket hitam ia gunakan sebagai selimut untuk melindungi tubuhnya dari rasa dingin.


Bahkan wanita itu tidak menyadari kalau hari yang terang telah berganti gelap. Tidak ada juga yang berani mengganggu tidurnya saat itu. Semua anggota Gold Dragon hanya ingin melindunginya. Lana termasuk wanita yang spesial di dalam geng mafia itu. Kerja kerasnya tadi siang, membuahkan hasil yang begitu besar.


Masih dengan wajah penasaran, Lukas memandang layar ponselnya lagi. Berharap ada nama Zeroun Zein terukir di ponsel layar sentuh itu.


Namun, lagi-lagi Lukas hanya bisa mengumpat di dalam hati. Pria itu memilih untuk masuk ke dalam gedung. Sudah seharian dia berdiri di balkon itu. Bahkan hampir lupa dengan pasukan Gold Dragon yang sejak tadi telah menunggunya.


Langkahnya terhenti saat melihat Lana tertidur tanpa merasa bersalah. Satu senyuman kecil terukir di bibirnya. Lukas mengeluarkan pistol dari saku miliknya. Mengokang senjata api itu dengan cepat, lalu ....


DUARR!


Lana terperanjat kaget hingga tubuhnya terjatuh di permukaan lantai yang berdebu. Terdengar suara langkah kaki dari arah tangga. Pasukan Gold Dragon muncul dengan wajah waspada dan satu pistol di tangan.


Lukas memandang pasukan Gold Dragon dengan ekspresi dingin. Memasukkan kembali pistol itu di dalam saku.


Sementara Lana, terlihat kesakitan di bagian pinggangnya. Wajahnya juga terlihat kesal saat melihat wajah Lukas.


“Bos, apa anda tidak ada kerjaan lain selain mengganggu tidur saya.” Lana bangkit dan berdiri.


Sedangkan pasukan Gold Dragon yang juga ada di lantai itu hanya bisa menunduk. Perlahan, mereka pergi meninggalkan ruangan itu. Tidak ada masalah di sana. Suara tembakan itu hanya kerja Bos Lukas yang merasa bosan. Kira-kira begitulah yang memenuhi isi pikiran seluruh pasukan Gold Dragon.


“Apa kau ada di sini hanya untuk tidur?” Lukas menaikan satu alisnya menatap wajah Lana.


“Bos, saya di beri waktu 24 jam dalam sehari. Hanya ingin tidur selama beberapa jam saja tidak boleh,” protes Lana di sela-sela raut wajah kesalnya.


Lukas diam tidak lagi ingin menjawab pertanyaan Lana. Satu balok kayu yang ada di hadapannya ia lempar ke arah Lana dengan menggunakan kaki. Dengan begitu cepat, Lana mengelak. Wanita itu menjatuhkan tubuhnya kebelakang sambil tersenyum kecil. menangkap balok kayu itu, lalu melemparkannya kembali ke arah Lukas.


Lukas menangkis balok kayu itu dengan tangannya. Lana terlihat tertarik dengan aksi Lukas malam itu. Wanita itu berlari ke arah Lukas untuk menyerang pria itu.


“Apa anda mengajak saya olahraga malam, Bos.” Lana berteriak dengan wajah riang.


Lukas menahan tangan Lana, melintir tangan itu dengan cepat. Tapi, Lana seperti belut yang sangat licin. Wanita itu memutar tubuhnya dengan cepat sebelum menghadiahkan satu pukulan di perut Lukas. Membuat Lukas mundur beberapa langkah.


Tidak cukup sampai disitu, Lana ingin memukul bagian wajah Lukas. Namun, kakinya keburu di jegal oleh Lukas, hingga ia terjatuh di lantai.


Lana memutar kakinya di lantai berharap Lukas juga akan terjatuh bersama dengan dirinya, namun Lukas justru melompat dan mengepal tangannya. Lukas siap untuk memukul wajah Lana detik itu juga.


“Bravo!” Terdengar suara tepuk tangan Zeroun dari arah tangga.


Lukas dan Lana berdiri dengan posisi siap. Entah sejak kapan Zeroun dan pasukan Gold Dragon menonton aksi mereka berdua.


“Selamat malam, Bos.” Lana dan Lukas menunduk hormat di hadapan Zeroun.


Seluruh pasukan Gold Dragon lagi-lagi kagum dengan Lana. Belum ada yang berani duel dengan Lukas selain Zeroun. Ini untuk pertama kalinya Lukas mau bertarung dengan bawahannya.


“Sayang sekali, kemampuanmu belum bagus Lana. Jika menggunakan trik seperti itu, kau akan cepat kalah.” Zeroun berjalan mendekati posisi Lukas dan Lana.


“Lukas, mulai sekarang kau bertugas untuk melatih Lana. Wariskan ilmu bela dirimu kepadanya.” Zeroun tersenyum kecil sambil berlalu ke arah balkon.


Lukas menatap wajah Lana dengan begitu kesal. Awalnya ia hanya ingin memberi pelajaran kepada Lana, justru dirinya yang terjebak. Lukas berjalan mendekati Zeroun di balkon.


“Bos, saya sudah berhasil menemukan markas mereka. Tapi, sampai sekarang saya belum tahu geng mafia apa yang kini kita hadapai.” Lukas menatap ke arah gedung-gedung tinggi yang berada tidak jauh dari gedung itu.


Zeroun memutar tubuhnya dengan tenang. Menatap Lukas dengan seksama. Seharian menghilang dari pandangan Lukas, membuat pria itu memiliki banyak informasi. Namun, informasi yang ia dengar membuat suasana hatinya sedikit ragu dengan aksi balas dendam mereka saat ini.


“Beri kabar kepada Kenzo untuk memperkuat pengamanan mereka di sana.” Zeroun menarik napas.


Lukas menatap wajah Zeroun dengan seksama. Ada raut wajah khawatir di wajah Zeroun. Pria itu tidak akan memberi perintah seperti itu, jika situasi yang kini mereka hadapi tidak sulit.


“Baik, Bos,” jawab Lukas tanpa membantah.


Zeroun berjalan beberapa langkah, “Aku bahkan tidak tahu, apa yang kini ada di depan kita.”


Zeroun menatap wajah Lana, “Siapkan pasukan, kita akan berangkat untuk menyerang malam ini.”


“Siap, Bos!” jawab Lana dan pasukan Gold Dragon secara serempak.


Lana dan pasukan Gold Dragon berlari menuruni anak tangga. Mempersiapkan senjata dan kendaraan sebelum pergi perang.


“Bos ....” ucapan Lukas tertahan.


“Malam ini kita hanya menyerang salah satu ranting kecil miliknya. Kita harus segera menemukan pohon utamanya sebelum cabang yang lain kembali mengeluarkan tunas.”


“Baik, Bos.” Lukas berjalan pergi meninggalkan Zeroun. Jawaban Zeroun sudah mewakili segala pertanyaan yang ada di dalam hatinya.


“Apapun yang terjadi. Aku berharap semua orang yang aku sayangi masih tetap tersenyum di sana.” Zeroun tersenyum kecil.


Like jangan lupa😊