Moving On

Moving On
S2 Bab 23



Dubai


Malam hari di kota Dubai memang membuat mata tidak bisa berkedip. Keindahan kota dengan cahaya lampu warna-warni menjadi primadona tersendiri di mata semua orang.


Sama halnya dengan Emelie. Kini wanita itu sudah ada di dalam kamar hotel. Ia berdiri di depan jendela untuk menikmati keindahan kota Dubai sebelum memejamkan mata untuk istirahat.


Walau sudah berjam-jam menikmati keindahan kota Dubai pada malam hari. Tapi tetap saja membuat Emelie tidak merasa bosan. Wanita itu terus saja mengukir senyuman bahagia karena terlalu bersemangat.


Zeroun baru saja selesai mandi. Pria itu keluar dengan celana pendek dan bertelanjang dada. Bibirnya mengukir senyuman kecil saat melihat tubuh istrinya berdiri di depan jendela.


Secara perlahan ia berjalan mendekati Emelie untuk memeluk wanita itu, "Sudah malam. Apa kau tidak ingin tidur?" bisik Zeroun. Kedua tangannya sudah melekat indah di perut rata Emelie. Kepalanya sengaja ia letakkan di atas bahu Emelie agar bisa melihat apa yang dilihat oleh istrinya.


"Sebentar lagi. Aku masih ingin menikmati pemandangan seperti ini," jawab Emelie dengan suara pelan. Wanita itu melekatkan tangannya di atas tangan Zeroun.


Zeroun mendaratkan satu kecupan di pipi Emelie. Tetes air dari rambutnya yang basah, tampak membasahi baju Emelie bagian atas, "Aku tidur duluan."


Emelie mengangguk pelan sebelum melepas tangan Zeroun yang sempat ia genggam. Wanita itu memandang punggung Zeroun yang berjalan ke arah tempat tidur sebelum memandang ke arah luar jendela lagi.


"Malam ini aku masih ada di sini. Apa besok malam aku masih bisa berdiri di sini? Entah kenapa, perasaanku mengatakan kalau sesuatu akan terjadi besok." Emelie melekatkan tangannya di kaca jendela. Kaca itu terasa dingin dan berembun hingga membuat bekas telapak tangan Emelie.


Sambil memejamkan mata, Emelie berdoa. Ia ingin besok malam masih berdiri di depan jendela itu sambil memandang keindahan kota Dubai pada malam hari. Melekatkan telapak tangannya di tempat yang sama seperti pada malam ini.


Setelah selesai berdoa, Emelie menutup gorden. Ia berjalan ke arah tempat tidur untuk beristirahat. Bibirnya mengukir senyuman saat melihat Zeroun telah terlelap dalam tidurnya.


"Kau tidur duluan di malam bulan madu kita," ucap Emelie dengan tawa tertahan.


Dengan hati-hati Emelie naik ke atas tempat tidur. Menarik selimut untuk melindungi tubuhnya dan Zeroun dari rasa dingin yang cukup menusuk. Hari ini memang sangat melelahkan. Emelie sendiri merasa kalau semua tubuhnya sangat lelah.


"Selamat tidur, Baby," ucap Emelie sambil mengecup bibir Zeroun. Wanita itu mencari posisi nyamannya untuk tidur sebelum memejamkan mata.


Secara perlahan napasnya mulai teratur. Hingga akhirnya Emelie larut dalam mimpi indahnya.


Zeroun membuka mata saat merasakan ketenangan pada malam itu. Ekspresi wajahnya yang dingin memandang Emelie dengan seksama.


Setelah cukup yakin kalau Emelie benar-benar tidur, Zeroun beranjak dari tidurnya. Pria itu turun dari tempat tidur lalu berjalan ke arah lemari.


"Maafkan aku, Sayang. Aku harus pergi meninggalkanmu saat ini."


Zeroun mengambil kemeja putih dan jas hitam favoritnya. Sejak awal Zeroun telah memberi minuman yang berisi obat tidur kepada Emelie. Pria itu sengaja melakukan hal itu agar Emelie tidak tahu kalau nanti ia akan pergi beberapa jam meninggalkannya.


Zeroun mengambil ponsel dan pistol yang tersimpan di dalam laci. Pria itu mengecup pucuk kepala Emelie sebelum pergi meninggalkan kamar hotel yang menjadi tempatnya bulan madu.


Di depan pintu kamar, sudah ada dua pasukan Gold Dragon yang menunduk hormat. Zeroun memandang wajah bawahannya dengan seksama, "Apa pengawal kerajaan sudah berhasil kalian amankan?"


"Sudah, Bos," jawab dua pengawal itu secara serempak.


Satu jam sebelumnya.


Zeroun duduk santai di sofa sambil menonton televisi. Tidak ada posisi nyaman yang selama ini bisa ia rasakan selain posisi saat menonton televisi. Bisa di bilang, ini pertama kalinya Zeroun duduk manis untuk menikmati siaran televisi.


Bukan mendapatkan hiburan, justru Zeroun mendapatkan kabar buruk. Baru saja tadi sore Kenzo memberinya kabar kalau Morgan telah mereka bebaskan tanpa di sengaja.


Malam ini, Zeroun lagi-lagi harus menahan kesal karena musuh lamanya ada yang kabur dari penjara. Baginya musuhnya kali ini memang cukup berbahaya. Zeroun sendiri tidak tahu, dimana musuhnya kini berada.


Bisa jadi musuhnya sudah ada di Dubai untuk merencanakan hal buruk kepadanya. Satu nama yang membuat Zeroun kembali mengingat masa lalunya. Arion.


Ya, Arion yang telah tewas di tangan Daniel ternyata memiliki saudara kembar yang selama ini berada di dalam penjara. Pria itu harus mendekam di dalam penjara seumur hidupnya setelah memporak-poranda kota Jerman beberapa tahun yang lalu.


Beritanya cukup mengejutkan di kalangan dunia hitam saat itu. Beberapa mafia besar termasuk Zeroun merasa lega karena pria itu berhasil di tahan oleh polisi.


Tidak ada yang bisa menyelamatkan pria bernama Arron tersebut. Termasuk Arion sendiri. Sudah berulang kali Arion merencanakan penyelamatan Arron tapi tidak juga berhasil.


Hari ini, setelah semua terasa tenang pria itu kembali muncul. Zeroun cukup yakin, jika dalam waktu dekat Arron akan menemuinya untuk membalaskan dendam Arion yang telah tiada.


Bukan hanya dirinya saja. Bisa di pastikan kalau Daniel dan Serena juga akan mendapatkan masalah karena pria itu.


Setelah melihat berita tersebut, Zeroun segera meminta beberapa pasukan Gold Dragon yang berada di Dubai untuk menemuinya. Zeroun ingin memperkuat pertahanannya untuk mencegah penyerangan Arron.


Arron kembali membentuk White Tiger. Geng mafia yang selama ini tinggal nama itu kembali terbentuk dan berjaya. Satu hal yang membuat Zeroun semakin khawatir. Kini Arron memperluas kekuasaannya di Spanyol. Tempat dimana Morgan tinggal.


.


.


.


Zeroun masuk ke dalam mobil hitam yang terparkir di parkiran hotel. Pria itu menatap waspada sebelum menghidupkan mobilnya. Bisa saja setiap detik menjadi satu pertempuran hebat saat ini.


"Sia*l. Kenapa semua muncul di saat aku dan Emelie berbulan madu," umpatnya kesal.


Memang cukup sulit bagi Zeroun menjalani hidup tenang seperti orang-orang pada umumnya. Setiap hembusan napasnya harus ia habiskan dengan pertempuran. Bahkan Zeroun sendiri tidak pernah diberikan pilihan untuk menghindar.


Mau tidak mau, ia harus menghadapi masalah yang kini menghampiri hidupnya.


Zeroun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia ingin segera tiba di tempat berkumpulnya para pasukan Gold Dragon. Sudah cukup ia menjabat menjadi Pangeran. Malam ini ia harus kembali pada jabatan lamanya. Bos Zeroun Zein.


like, Komen, dan Vote...😘