
Beberapa hari kemudian.
Di sebuah tempat ibadah. Sepasang suami istri baru saja selesai mengucapkan janji suci pernikahan mereka. Suasana terlihat haru saat melihat Lana dan Lukas telah resmi menjadi suami istri.
Pengantin baru itu saling bertukar cincin pernikahan mereka sebelum berciuman dengan mesra. Sorak tamu undangan terdengar begitu meriah. Alunan lagu yang terdengar mambuat pemandangan romantis itu menjadi haru untuk dinikmati.
“Mereka sungguh manis,” ucap Emelie sambil menggandeng lengan kekar milik Zeroun. Ratu Cambridge itu hampir saja datang terlambat. Ada banyak tugas negara yang harus ia selesaikan. Bahkan awalnya, Emelie sempat patah semangat karena waktu sudah tidak memungkinkan untuk dirinya dan Zeroun tiba tepat waktu.
Tapi, Lana tidak mau melakukan akad pernikahan sebelum Emelie tiba. Wanita itu menunggu Emelie dengan sabar. Hingga saat Emelie dan Zeroun tiba, akad pernikahan itu langsung saja terlaksana.
“Akhirnya, Lukas menikah juga,” jawab Zeroun dengan senyuman bahagia.
“Bukankah dia terlihat kaku jika memakai pakaian resmi seperti itu?” sambung Kenzo yang duduk di samping Zeroun.
“Dia justru terlihat jauh lebih tampan,” sambung Serena yang duduk di bangku depan.
“Hmm, tidak setampan aku bukan?” sambung Daniel tidak mau kalah. Pria itu memandang wajah Serena dengan senyuman penuh arti.
“Ya. Kau yang paling tampan, Sayang,” jawab Serena dengan tawa kecil.
“Mereka terlihat sangat serasi. Seperti kita, sama-sama suka bertarung. Sungguh kasian, Lana. Pasti setelah menikah Lukas juga tidak akan mengijinkannya untuk bertarung lagi. Seperti aku,” ucap Shabira sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
“Sayang, berhentilah mengeluh. Kau sudah memiliki harta yang paling berharga yang harus kau jaga saat ini.” Kenzo mengusap lembut perut Shabira yang sudah membesar.
Daniel memutar tubuhnya untuk memandang beberapa orang terdekatnya yang duduk di kursi belakang, “Ratu Emelie. Kau harus membuat pesta untuk kami. Kau baru saja di angkat menjadi Ratu Cambride,” ucap Daniel kepada Emelie.
“Apa yang kau inginkan Presdir S.G Group? Apa harta kekayaanmu tidak juga cukup?” sambung Zeroun sambil menatap wajah Daniel.
“Tentu saja rasanya berbeda. Aku ingin jalan-jalan gratis. Kalian yang harus menjadi donaturnya,” ucap Daniel sambil memberikan kode kepada Kenzo.
“Benar sekali Kakak ipar. Bagaimana kalau kita berlayar dengan kapal pesiar? Kita belum pernah melewati liburan bersama selama ini,” sambung Kenzo penuh semangat.
“Ide yang bagus,” jawab Emelie cepat, “Tapi, aku tidak bisa melakukannya.” Wajahnya berubah sedih.
“Tentu saja Emelie tidak sama seperti kalian yang tidak bertanggung jawab. Emelie sekarang sudah menjadi Ratu. Ada banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan. Di tambah lagi, kini ia sedang hamil muda. Apa kalian sempat berpikir sebelum mengatakan hal seperti itu?” bela Serena sambil menatap wajah Daniel dan Kenzo begantian.
Daniel dan Kenzo saling membuang tatapan mata mereka sebelum menghela napas. Jika Serena sudah angkat bicara, bagaimanapun pembelaan yang mereka ucapkan tetap saja berakhir dengan kekalahan.
Shabira dan Zeroun menahan tawa. Adik Kakak itu terlihat bahagia ketika melihat ekspresi wajah Daniel dan Kenzo yang telah berubah karena terkena omelan dari Serena.
“Maaf,” ucap Emelie lagi.
“Sayang, jangan dengarkan kata-kata dua pria ini. Kau yang terbaik.” Zeroun mendaratkan satu kecupan di pucuk kepala Emelie.
Seluruh tamu undangan beranjak dari kursi yang mereka duduki ketika pengantin baru tersebut berjalan pelan untuk meninggalkan gedung. Acara akan berlanjut di pinggiran pantai. Siang ini mereka akan bersenang-senang di sana. Sebelum nanti malam resepsi itu berlanjut di sebuah gedung hotel berbintang yang ada di Hongkong.
Zeroun dan yang lainnya mengikuti langkah kaki Lana dan Lukas dari belakang. Mereka terlihat tidak sabar untuk menggoda pria es yang baru saja menikah itu. Ekpresi wajah Lukas tetap saja sama. Walaupun hari ini adalah hari bersejarah di dalam hidupnya. Tapi, tetap saja sejak tadi pria itu tidak terlihat memasang wajah berseri yang melambangkan kebahagiaan.
“Tersenyumlah,” bisik Lana kepada Lukas. Sesekali Lana melambaikan tangan dengan bibir tersenyum indah untuk menyapa para tamu undangan.
Lukas menarik napas. Pria itu memandang wajah Lana lagi, “Seperti ini?” tanyanya sambil mengukir senyuman yang terlihat kaku. Pria itu sangat grogi hingga tidak tahu caranya bersenyum.
“Itu terlihat seperti dipaksa,” ucap Lana sambil mencubit lengan kekar Lukas, “Seperti yang tadi malam aku ajari,” bisik Lana dengan suara pelan. Ia tidak ingin obrolannya dengan Lukas di dengar oleh tamu undangan yang telah hadir.
Lukas terlihat kesal. Hanya masalah senyum saja sudah sesulit ini. Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ingin sekali ia menolak acara selanjutnya. Walau semua acara itu dipersiapkan khusus untuk merayakan pernikahanya dengan Lana.
Sebuah mobil yang telah di hias telah terparkir indah di depan gedung. Seorang supir membukakan pintu mobil dan memberi jalan kepada Lana dan Lukas untuk masuk ke dalam. Sepasang pengantin baru itu masuk ke dalam mobil secara bergantian.
Zeroun dan yang lainnya juga masuk ke dalam mobil. Mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang mengikuti laju mobil Lukas yang ada di depan.
Lukas menggenggam tangan Lana dengan rasa bahagia. Namun, pria itu kesulitan untuk mengungkapkan apa yang kini ia rasakan. Bibirnya membisu. Ia tidak tahu caranya mengukir kata-kata romantis saat keadaan seperti ini.
“Lana,” ucap Lukas pelan.
Lana memandang wajah Lukas lalu tersenyum bahagia, “Aku sangat bahagia.”
“Ya. Aku juga sangat bahagia. Akhirnya, aku bisa menikah dengan wanita yang aku cintai.” Lukas mendaratkan kecupan di punggung tangan Lana, “Aku punya kejutan istimewa untukmu hari ini.”
Lana mengeryitkan hadiahnya, “Kejutan lagi? Aku sangat suka.”
“Ya,” jawab Lukas singkat. Pria itu memandang keadaan sekitar. Ia mengambil kain berwarna hitam lalu menggenggamnya dengan kuat, “Kali ini kau harus menutup matamu untuk melihat kejutan yang sudah aku persiapkan.”
Lana menyipitkan kedua matanya, “Kau terlihat mencurigakan, Bos.”
Lukas tertawa kecil, “Selama ada aku di sampingmu, Kau akan tetap aman dan baik-baik saja. Percayalah padaku. Kau pasti akan suka dengan kejutan yang sudah aku persiapkan.”
Lana mengangguk pelan. Wanita itu rela kedua matanya di tutup demi menyempurnakan kejutan yang sudah dipersiapkan sang suami untuknya. Lana mengukir senyuman indah saat Lukas mulai menutup kedua matanya, “Apa Bos Zeroun dan yang lainnya tahu tentang kejutan ini?”
“Tentu saja Bos Zeroun dan Nona Emelie tahu. Mereka yang membantuku memilih,” jawab Lukas sambil mengikat kain yang sudah menutupi kedua mata istrinya.
Debaran jantung Lana terasa tidak karuan. Wanita itu sangat penasaran dengan kejutan yang beberapa saat lagi akan ia dapatkan. Sejak pria itu memutuskan untuk menikahinya, Lukas berubah menjadi pria yang jauh lebih perhatian dan sangat memanjakan dirinya. Lana merasa sangat beruntung memiliki suami seperti Lukas.
Beberapa menit kemudian.
Mobil yang di tumpangi Lukas dan yang lainnya tiba di sebuah lapangan luas yang dipenuhi dengan angin yang sangat kencang. Lukas membantu Lana turun dari dalam mobil. Pria itu terlihat sangat hati-hati dan menjaga kandungan Lana dengan baik.
Zeroun dan yang lainnya berdiri di belakang Lukas. Mereka cukup yakin, kalau Lana pasti akan sangat bahagia melihat kejutan yang sudah mereka persiapkan selama beberapa hari ini. Emelie adalah sosok yang paling bersemangat siang itu. Wanita itu melingkarkan tangannya di pinggang Zeroun. Ia juga sudah terlihat tidak sabar melihat reaksi yang di berikan Lana nanti.
“Apa kita sudah tiba di tempatnya?” ucap Lana dengan debaran jantung yang sudah tidak lagi normal.
“Ya. Aku akan membuka kain ini. Kau harus membuka mata setelah aku menghitung satu sampai tiga,” ucap Lukas sambil membuka kain yang sempat menutupi mata Lana.
“Baiklah. Aku tidak akan mengintip dan menurut dengan perkataanmu kali ini,” jawab Lana dengan hembusan napas yang mulai tenang.
Lukas berdiri di belakang Lana. Pria itu melingkarkan kedua tangannya di depan perut Lana. Ia mengusap perut wanita itu dengan kelembutan. Kehamilan Lana memang masih di rahasiakan. Belum ada satu orangpun yang tahu, termasuk Emelie.
Lukas mendekatkan bibirnya di telinga Lana, “Ini semua untukmu dan anak kita,” bisik Lukas dengan mesra, “Satu... dua... tiga.”
Lana menarik napas sebelum membuka matanya secara perlahan. Wanita itu mematung melihat kejutan indah yang kini tersaji di depan matanya. Bibirnya gemetar. Ia tidak sanggup berkata-kata lagi saat melihat kejutan spesial yang kini ada di depan matanya.
Bersambung….
Reader : Thor, thor… nanggung banget sih.
Author : Biar agak lama kita berpisah dengan babang Zeroun dan babang Lukas.
Reader : Apa ya kejutannya?
Author : Ayo kita main tebak-tebakkan.
Reader : Besok crazy up ya thor, biar panjang bacanya.
Author : Di usahakan. Segitu dulu ya reader. Author sayang reader. Love u pull dan terima kasih. Vote, like dan komen ya.