Moving On

Moving On
S2 Bab 60



Zeroun berbaring di atas tempat tidur. Kedua matanya masih sulit untuk terpejam. Bayang-bayang kebaikan Inspektur Tao berputar dengan jelas diingatannya. Zeroun tidak tahu, bagaimana cara menghukum Agen Mia. Ia cukup kenal dengan Inspektur Tao. Bahkan sejak awal, ia menerima Agen Mia karena permintaan Inspektur Tao. Tidak di sangka. Sifat wanita itu cukup bertentangan dengan Inspektur Tao.


“Sayang,” ucap Emelie dengan suara merdunya, “Apa kau memikirkan Agen Mia?”


Zeroun tersadar dari lamunannya. Pria itu merasa bersalah karena sejak tadi lupa atas Emelie yang kini ada di samping tubuhnya, “Aku tidak tahu harus bagaimana.”


Emelie memeluk Zeroun. Wanita itu berusaha keras untuk memberi ketenangan kepada suaminya, “Menjadi seorang pemimpin memang sulit. Kau tidak bisa menggunakan perasaan di dalamnya. Kau harus kuat dan tetap teguh pada pendirian saat mengambil keputusan. Walau itu sangat menyakitkan. Bahkan di tolak oleh pihak yang lain.”


“Jika tidak ada nama Inspektur Tao di belakang Agen Mia, mungkin aku sudah membunuhnya tadi. Tidak sulit untuk menembaknya,” jawab Zeroun sambil mengusap lembut punggung Emelie.


“Ya. Aku tahu apa yang kau rasakan saat ini. Tapi, aku masih ingat atas kalimat yang di ucapkan Zetta. Ia bersih keras mengatakan Agen Mia adalah sabahatnya yang hilang. Apa itu benar? Apa kau mengetahui sesuatu?” Emelie menatap wajah Zeroun dengan tatapan yang cukup serius. Ia menanti satu penjelasan untuk menjawab rasa penasarannya selama ini.


“Agen Mia mengalami kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Dia memang Mia yang sama dengan Mia yang di kenal Zetta.” Zeroun mengusap lembut pipi Emelie, “Tapi, Mia tidak ingat dengan Zetta. Apa kau tahu, Sayang? Mia wanita yang jahat sejak dulu. Bahkan dulu ia memiliki niat untuk membunuh Zetta.”


Emelie beranjak dari posisinya. Wanita itu duduk di samping Zeroun dengan wajah bingung, “Untuk apa Agen Mia mengincar nyawa Zetta? Bukankah mereka bersahabat?”


Zeroun menggeleng pelan, “Zettaku terlibat dalam pembantaian keluarga Alexander. Bersama dengan Mia. Tapi, setelah kejadian itu. Mia berusaha menjebak Zetta untuk menyelamatkan nama baiknya. Zetta tidak tahu soal ini. Mia wanita yang jahat. Aku sempat berpikir ia sudah berubah. Bahkan memberikan kesempatan untuknya menjadi wanita yang jauh lebih baik.” Zeroun menarik tangan Emelie. Pria itu ingin memeluk istrinya.


“Tidak sulit bagi Agen Mia untuk menemukan Zetta. Kenapa ia tidak bisa menemukan Zetta.” Wajah Emelie semakin serius. Cerita tengah malam itu sungguh menarik.


“Mia mengalami kecelakaan dan harus operasi plastik. Bukan hanya itu saja, ia juga tidak berhasil mengingat wajah Zetta. Bahkan namanya saja ia tidak ingat. Inspektur Tao yang memberi tahuku semua cerita ini.” Zeroun menghela napas, “Aku tidak mau Zettaku kecewa. Aku tidak mau ada orang lain yang menyakiti Zetta. Jika sejak awal aku memberi tahu kalau Mia adalah wanita yang sama dengan Mia yang di cari oleh Zetta, maka semua akan semakin sulit.”


“Zetta akan mati-matian melindungi Mia. Mia juga pasti akan memanfaatkan kemurahan hati Zetta,” sambung Emelie dengan napas yang mulai terasa berat.


“Ya, itu yang aku takuti,” jawab Zeroun yang memang setuju dengan penyataan Emelie.


“Kenapa Mia seperti itu? Kita sudah cukup baik kepadanya selama ini.” Emelie mulai terlihat kesal saat mendengar bagian akhir cerita suaminya. Ia tidak menyangka, kalau masih ada wanita yang jahatnya sama dengan Adriana bahkan hidup dan bernapas di dekatnya.


“Sayang, hanya kau, Kenzo dan Lukas yang tahu soal ini. Aku tidak mau Zetta tahu soal ini. Secepatnya aku akan memberi hukuman yang setimpal untuk Agen Mia.” Zeroun mendaratkan kecupan singkat di pucuk kepala Emelie.


“Ya. Kau harus mengambil tindakan yang memang pas untuk Agen Mia. Aku akan mendukung semua keputusan yang kau ambil nanti. Mungkin kita bisa memberinya hukuman dengan tidak memberinya makan atau minum agar ia berubah?” Wajah Emelie terlihat sangat serius saat memberi tahu hukuman terbaiknya untuk Agen Mia malam itu.


Zeroun tersenyum kecil, “Ayo kita tidur. Ini sudah sangat malam. Kau juga harus beristirahat.”


“Sayang, hukuman yang sejak tadi aku katakan adalah kematian. Aku memikirkan cara terbaik untuk menghabisi nyawanya agar ia menyadari kesalahannya sebelum meregang nyawa,” gumam Zeroun di dalam hati.


“Zeroun sangat menyayangi Zetta. Sejak awal ia menutupi siapa sebenarnya Agen Mia untuk melindungi Zetta. Ia tidak ingin Zetta dekat-dekat dan menjalin hubungan baik lagi dengan Agen Mia. Walau Zeroun tidak bisa menyadari penghianatan yang di lakukan Agen Mia selama ini, tapi feelingnya sebagai seorang kakak sangat kuat. Ia tahu bagaimana cara melindungi adiknya dari bahaya. Aku cukup beruntung mengenal pria penyayang sepertinya,” gumam Emelie di dalam hati.


Zeroun mulai memejamkan mata. Memeluk tubuh Emelie adalah posisi ternyaman yang ia rindukan setiap malamnya. Tubuhnya telah terbiasa memeluk Emelie. Sama halnya dengan Emelie. Wanita itu juga sangat sulit memejamkan mata saat pria yang ia cintai tidak ada di depan mata.


Malam dingin dengan langit yang cukup indah. Markas Gold Dragon terlihat sangat sunyi. Hanya ada beberapa pengawal yang berjaga-jaga di dalam dan di luar markas. Sebagian lainnya berjaga-jaga di depan lorong yang menghubungkan lorong itu dengan ruangan Agen Mia.


Sosok misterius dengan topeng diam-diam muncul. Dalam hitungan detik ia berhasil melumpuhkan beberapa penjaga yang ada di lorong tersebut. Di lihat dari ilmu bela diri yang di lakukannya, sepertinya sosok misterius itu cukup tangguh.


Sosok misterius itu berjalan ke arah pintu yang akan mempertemukannya dengan Agen Mia. Langkahnya tenang dan pasti. Dari kejauhan, Lukas berdiri di ujung lorong. Pria tangguh itu memainkan belatinya dengan tatapan yang menyeramkan.


“Tidak semudah itu menyelamatkan penghianat Gold Dragon,” ucap Lukas dengan senyum licik.


Sosok misterius itu melebarkan kedua matanya. Ia memutar tubuhnya untuk lari dan kabur dari tempat tersebut. Langkahnya terhenti saat Kenzo berdiri di hadapannya dan mengukir senyuman manis.


“Menyerahlah! Karena kau tidak memiliki jalan untuk lari,” ucap Kenzo dengan senyum yang tidak kalah menyeramkan dari Lukas.


.


.


.


Kira-kira sosok misterius itu siapa ya???


Uda segini aja....


Like, komen dan Vote.... Love u reader....