Moving On

Moving On
S2 Bab 42



Zeroun duduk dengan tenang sambil memandang keluar jendela. Ia terus saja memperhatikan pemandangan yang tersaji di depan matanya. Seharusnya bulan madunya terasa sangat manis dan indah. Tapi, apa yang ia dapatkan memang tidak sesuai harapan. Ia ingin segera menyelesaikan masalah ini agar bisa menikmati bulan madunya bersama Emelie dengan tenang.


Emelie menjatuhkan kepalanya di pundak Zeroun. Wanita itu memasang posisi semanja mungkin untuk menarik perhatian suaminya. Ia tidak tahu apa yang kini di pikirkan oleh Zeroun. Namun, ia ingin segera tahu rencana suaminya.


“Zeroun, kau tidak ingin menceritakan sesuatu kepadaku?” ucap Emelie dengan suara yang cukup lembut.


Zeroun memandang wajah Lukas yang ada di hadapannya sebelum memandang wajah Emelie, “Apa yang ingin kau ketahui, Sayang?”


Emelie mengukir senyuman. Ia memiliki harapan besar kalau Zeroun akan menceritakan semua rencananya mengeluarkan Lana dari Gold Dragon secara detail.


“Soal Lana,” ucap Emelie dengan nada ragu-ragu.


Lukas memperhatikan wajah Zeroun melalui spion sebelum memfokuskan pandangannya ke arah depan. Pria itu juga sudah tidak sabar untuk mendengar alasan Zeroun mengeluarkan kekasihnya.


“Ada yang salah?” tanya Zeroun sambil menaikan satu alisnya.


Emelie mengangguk pelan, “Aku merasa ada yang salah. Apa kau tidak khawatir jika saat ini Lana ada di dalam geng White Tiger. Bagaimana kalau mereka mencelakai Lana dan membunuhnya.”


Lukas mengerem mendadak mobil yang ia kemudikan. Dengan gerakan cepat Zeroun menahan tubuh Emelie agar tidak terbentur bangku yang ada di depannya. Sorot mata Zeroun terlihat murkah saat melihat wajah Lukas.


“Maafkan saya, Bos,” ucap Lukas penuh rasa bersalah.


“Aku baik-baik saja,” ucap Emelie karena ia tidak ingin Zeroun melayangkan satu hukuman kepada Lukas, “Jangan salahkan Lukas. Aku yang duduknya tidak hati-hati,” sambung Emelie lagi. Ia cukup tahu reaksi seperti apa yang saat itu di berikan oleh Lukas.


Zeroun menghela napas sebelum menarik tubuh Emelie ke dalam pelukannya, “Jangan duduk terlalu jauh dariku.”


Emelie mengukir senyuman terpaksa, “Kau belum menjawabnya.”


Zeroun memandang ke arah spion. Ia cukup tahu, kalau sejak tadi Lukas juga menanti penjelasan yang keluar dari bibirnya, “Aku akan menjelaskan semuanya besok pagi.”


“Kenapa harus besok pagi?” protes Emelie tidak terima.


“Karena aku tidak yakin rencanaku kali ini berhasil atau tidak. Bisa jadi, gagal,” ucap Zeroun terbata-bata.


“Gagal? Maksudnya Lana beneran akan tewas?” ucap Emelie dengan suara yang cukup lantang.


Zeroun mengangguk pelan, “Maybe.”


Lukas yang saat itu juga mendengar jelas kalimat yang di ucapkan Zeroun tidak lagi bisa bersabar. Pria itu menambah laju mobilnya dengan kecepatan sangat kencang sebagai bentuk protes hatinya terhadap Zeroun.


Emelie berhambur ke dalam pelukan Zeroun. Wanita itu juga terlihat sedih. Ia tidak ingin kehilangan Lana. Baginya Lana adalah sosok wanita tangguh yang sudah cukup lama menemani hari-harinya sejak ada di dekat Zeroun.


Sedangkan Zeroun. Pria itu memejamkan mata sambil memeluk Emelie. Tidak banyak kalimat yang ingin ia ucapkan untuk menenangkan hati Lukas saat itu.


***


Mobil yang di tumpangi Zeroun berhenti di lokasi pantai. Siang itu memang Zeroun ingin mengajak istrinya untuk berjalan-jalan ke pantai. Menikmati lautan yang biru di bawah langit yang cerah. Setidaknya dengan cara seperti itu, ia bisa membuat pikirannya jauh lebih tenang.


Zeroun dan Emelie turun secara bersamaan. Lokasi yang mereka kunjungi sudah bersih dari pengunjung. Hanya ada Zeroun dan Emelie yang akan menikmati keindahan pantai tersebut.


Dari kejauhan, Agen Mia muncul dengan beberapa pasukan Gold Dragon lainnya. Ia duduk di depan mobil sambil memandang ke arah pantai. Tiba-tiba saja bayangan masa kecilnya kembali memenuhi pikirannya.


Mia melipat kedua tangannya di depan dada. Lukas berdiri tidak jauh dari posisi Mia berada. Pria itu juga masih tidak tenang memikirkan nasip kekasihnya yang kini menjadi tawanan musuh. Ingin sekali ia tiba di tempat itu dan menolong Lana. Tapi, sayangnya niatnya tidak bisa terlaksana. Ia tidak ingin merusak rencana yang sudah di persiapkan oleh Zeroun.


“Lukas, apa kau tidak ingin pergi menolong Lana?” ucap Mia kepada Lukas.


Lukas memandang wajah Mia sekilas sebelum memandang ke arah Zeroun dan Emelie lagi, “Sejak dulu aku bekerja di bawah perintah Bos Zeroun. Aku tidak akan mengkhianatinya hanya demi seorang wanita.”


“Kau sangat setia kepadanya. Bukankah Zeroun sendiri terbilang egois karena tidak mengerti perasaanmu saat ini?” sambung Mia dengan wajah yang sangat tenang, “Kau terlihat seperti pria lemah yang tak berdaya. Di saat wanita yang kau cinta berada dalam bahaya, kau justru berdiri tenang di sini untuk menikmati keindahan pantai,” sindir Agen Mia dengan senyum tipis menghina.


Lukas berjalan pergi meninggalkan Agen Mia. Ia tidak ingin berlama-lama dengan wanita itu. Setiap kalimat yang ia dengar hanya akan membuatnya goyah dan tidak lagi percaya sama Zeroun. Lukas tidak seperti itu. Ia cukup yakin dan percaya, kalau rencana Zeroun tidak akan merugikan dirinya maupun Lana.


Agen Mia mengukir senyuman tipis, “Bukan hanya kata. Lukas memang pria yang sangat setia terhadap Zeroun. Rencana apapun akan sulit untuk memisahkan mereka berdua sepertinya. Tapi, setidaknya wanita itu sudah tidak ada di sini lagi. Aku hanya perlu memikirkan cara selanjutnya untuk memenangkan permainan ini.”


Di pinggiran pantai, Zeroun dan Emelie berlari-lari dengan riang. Tawa Emelie membuat Zeroun kembali merasa tenang. Sudah cukup lama ia tidak melihat wajah ceria istrinya seperti itu. Tawa lepas Emelie seakan tertahan, sejak Zeroun memutuskan untuk perang melawan White Tiger.


“Kejar aku,” ucap Emelie sambil berlari riang. Ia tahu, kalau bukan saat yang pas untuk berbahagia seperti itu. Tapi, keindahan pantai membuatnya tidak bisa berhenti untuk bermain air. Di tambah lagi, Zeroun juga kembali berwajah ceria saat itu.


Zeroun mengejar Emelie dengan gerakan cepat. Kedua tangannya berhasil menangkap tubuh Emelie dan mengunci perut wanita itu. Zeroun memeluk Emelie dari belakang lalu mengecup pipi wanita itu. Setelah puas mencium aroma tubuh istrinya, Zeroun mengangkat tubuh Emelie. Ia membawa tubuh Emelie berputar-putar di pinggiran pantai.


Terpaan angin yang begitu kencang membuat gaun yang di kenakan Emelie berterbangan. Bahkan rambut wanita itu yang memang di sengaja di gerai juga menutupi wajah. Emelie tertawa riang dan bahagia saat tubuhnya merasa melayang di udara. Tawanya tidak lagi bisa tertahan. Wanita itu benar-benar menikmati kebersamaannya dengan Zeroun.


“Aku mencintaimu, Zeroun,” teriak Emelie kegirangan saat tubuhnya masih berputar-putar.


Zeroun menurunkan tubuh Emelie. Pria itu memutar tubuh Emelie lalu menarik pinggang istrinya. Tanpa permisi Zeroun mengecup bibir istrinya. Ia luapkan rasa sedih, bingung dan bahagia yang saat itu ia rasakan. Jika tidak ada Emelie, mungkin ia tidak akan merasa setenang itu di saat masalah besar telah menantinya.


“Aku mencintaimu, Emelie. Sangat mencintaimu,” ucap Zeroun sebelum melanjutkan kecupan mesranya lagi.


Agen Mia beranjak dari posisinya. Ia tidak ingin terus-terusan terbakar api cemburu karena melihat adegan mesra yang tersaji di depan matanya. Dari kejauhan, Lukas memperhatikan Agen Mia dengan seksama. Detik itu Lukas juga mulai menyimpan rasa curiga terhadap Agen Mia. Ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Agen Mia.


Di tambah lagi, kehilangan Inspektur Tao. Sampai detik ini, Zeroun dan Lukas masih terus berusaha mencari keberadaan Inspektur Tao. Namun, belum ada yang berhasil menemukan keberadaan pria itu. Hanya dia satu-satunya orang yang tahu, bagaimana sebenarnya sifat Agen Mia.


“Jika benar kau peghianat, aku yang akan membunuhmu langsung,” ucap Lukas dengan penuh emosi.