
Di sebuah pinggiran pantai, Zeroun dan Lukas berdiri sambil menikmati ombak pantai. Hembusan angin terasa sangat dingin hingga menusuk kulit. Lukas menatap wajah Zeroun sebelum membuang tatapannya ke arah lain.
Kini wanita yang ia cintai keadaannya semakin memburuk. Lukas bahkan tidak tega meninggalkan Lana sendirian di markas. Tapi, malam ini justru Zeroun mengajaknya untuk menimati keindahan pantai. Detik itu juga Lukas semakin tidak paham dengan jalan pikiran Zeroun.
Ponsel Zeroun berdering. Pria itu mengukir senyuman saat menerima alamat lengkap tempat Morgan bersembunyi, “Kerja yang bagus,” ucap Zeroun dengan suara pelan.
“Bos, apa yang akan kita lakukan di tempat ini?” Lukas terpaksa mengeluarkan suara. Pria itu cukup penasaran dengan tujuan Zeroun membawanya ke tempat itu.
“Kita akan menemui seseorang.” Zeroun melihat jam yang melingkar di tangannya, “Sepertinya aku akan memberinya hukuman karena telah datang terlambat.”
“Apa kau pikir pekerjaanku pekerjaan yang sangat mudah? Aku harus sangat hati-hati mengikutinya. Belum lagi ia pergi ke tempat yang sangat jauh,” protes Kenzo dari kejauhan. Pria itu muncul dengan wajah tenang dan santai ciri khasnya.
Lukas mengeryitkan dahi saat melihat Kenzo muncul di tempat itu. Ia tidak pernah menyangka kalau Kenzo telah ada di Spanyol namun tidak muncul dalam pertarungan mereka.
“Apa kau membawa kabar baik?” ucap Zeroun dengan wajah serius.
“Tentu saja. Kemampuanku tidak pernah di ragukan, Baby,” ledek Kenzo sambil mengedipkan sebelah matanya.
“Dimana Daniel dan Serena? Apa mereka sudah kembali ke Sapporo?” tanya Zeroun dengan wajah serius.
Sejak awal Zeroun tahu kalau ketiga sahabatnya itu telah tiba di Spanyol dan siap menolongnya. Tapi, rencana Zeroun berjalan dengan lancar. Tanpa bantuan Serena, Daniel dan Kenzo, ia sudah berhasil memenangkan pertarungan melawan White Tiger.
Kabar kemunculan White Tiger memang sampai ke telinga Serena. Wanita tangguh itu tidak bisa duduk diam untuk menonton sahabat terbaiknya bertarung. Mereka masih trauma dengan pertarungan besar Zeroun dengan Jesica. Hal itu juga yang membuat Serena ingin turun tangan untuk mengalahkan White Tiger.
Serena dan yang lainnya bersembunyi di suatu tempat dan berharap Zeroun tidak mengetahuinya. Tapi, tidak semudah itu bersembunyi dari Zeroun. Zeroun tahu keberadaan Serena dan yang lainnya. Pria itu menceritakan rencana besar yang sudah ia susun.
Serena cukup tenang saat itu. Wanita itu memutuskan untuk bersembunyi agar rencana Zeroun bisa berjalan lancar. Tadi malam, berita kemenangan Zeroun telah sampai ke telinga Serena. Wanita tangguh itu cukup bahagia.
Serena memutuskan kembali ke Sapporo. Ia tidak ingin menemui Zeroun karena tahu kalau Zeroun akan kembali melanjutkan bulan madunya yang sempat tertunda.
“Serena dan Daniel sudah dalam perjalanan ke Sapporo. Apa kau tahu, aku terpaksa meminta pesawat berhenti di bandar udara terdekat tadi sebelum naik pesawat lagi untuk kembali ke Spanyol. Kau memang Kakak ipar yang menjengkelkan. Cukup menyusahkan.” Kenzo berjalan ke tempat yang tidak terlalu jauh dari posisi Zeroun dan Lukas berada.
Zeroun mengangguk pelan. Pria itu menatap wajah Lukas dengan seksama, “Maafkan aku Lukas. Aku tidak menceritakan semua rencanaku sejak awal. Bukan karena aku tidak percaya kepadamu. Tapi, ini semua demi keberhasilan rencana yang telah aku rencanakan.” Zeroun menatap ke arah pantai lagi.
“Saya tahu kalau anda akan selalu mempercayai saya, Bos.”
“Pagi itu. Aku dan Emelie berniat menyelamatkan Lana di markas Morgan. Aku melihat Lana berhasil kabur dari markas Morgan. Pria itu berulang kali ingin menembak Lana tapi tidak jadi. Aku sempat kurang yakin dengan apa yang ku pikirkan saat itu. Tapi, saat Arron muncul. Semua terjawab. Detik itu juga aku memiliki pikiran untuk membuat Morgan dan Arron bermusuhan. Akan sangat sulit mengalahkan Arron jika pria itu berhasil menjalin kerja sama dengan Morgan.”
Lukas mengangguk pelan, “Maafkan saya, Bos. Saya sempat berpikiran buruk tentang anda.”
Lukas mengukir senyuman, “Saya sangat mencintai Lana, Bos. Saya tahu, bagaimana rasa cinta itu. Maafkan saya sekali lagi karena sudah menertawakan anda saat anda berubah konyol di hadapan Nona Emelie.”
Zeroun mengangkat kedua bahunya dengan senyuman, “Aku tahu kau selalu mengumpatku di dalam hati.”
Lukas dan Zeroun sama-sama tertawa malam itu. Bahkan dua pria itu berpelukan untuk melepas rasa salah paham yang selama beberapa hari ini mereka rasakan. Kenzo memutar tubuhnya. Pria itu menaikan satu alisnya sambil menatap wajah Lukas dan Zeroun secara bergantian.
“Apa sudah selesai ceritanya? Apa ini giliranku berbicara?” ucap Kenzo dengan kedua tangan di dalam saku.
“Ya. Katakan. Aku butuh bantuanmu untuk mencari keberadaan Morgan. Tadi anak buahmu telah mengirimkan alamat Morgan berada saat ini. Kau memang adik ipar yang bisa di andalkan.” Zeroun terlihat bahagia. Baginya masalah soal obat penawar itu akan segera teratasi.
“Ada satu masalah yang tidak kau ketahui, Zeroun. Kenapa kau bisa memelihara penghianat di dalam Gold Dgaron?” Kenzo menatap wajah Zeroun dengan seksama.
“Penghianat?” celetuk Zeroun dan Lukas secara bersamaan. Mereka terlihat kaget saat mendengar kalimat yang di ucapkan Kenzo malam itu. Penghianat hanya cerita yang sengaja di buat-buat oleh Zeroun. Zeroun sendiri tidak tahu kalau sebenarnya memang benar ada penghianat di dalam geng miliknya.
“Aku mengikuti Morgan. Hingga akhirnya aku tahu kalau penghianat itu ada di antara kita.” Kenzo membuang tatapannya ke arah lain, “Wanita itu benar-benar licik hingga bisa membuatmu kecolongan.”
“Wanita?” Wajah Zeroun semakin serius, “Mia?” tanya Zeorun di penuhi keraguan.
“Ya. Wanita itu penghianat. Aku melihatnya menemui Morgan hanya untuk meminta racun kepada Morgan. Apa kau tahu, siapa yang ingin ia celakai dengan racun berbahaya itu?”
“Nona Emelie,” sambung Lukas.
“Ya. Kau benar,” jawab Kenzo dengan wajah yang cukup tenang.
“Shi*t!” umpat Zeroun dan Lukas secara bersamaan. Tanpa banyak kata lagi, dua pria itu berlari menuju ke arah mobil untuk kembali ke markas. Detik itu juga mereka sangat mengkhawatirkan keselamatan wanita yang mereka cintai.
Bahkan Zeroun tidak lagi ingat dengan Kenzo. Ia meninggalkan Kenzo sendirian di pantai itu tanpa memiliki niat untuk mengajaknya ikut ke markas.
Kenzo terlihat sangat kesal malam itu, “Zeroun, kau memang Kakak ipar yang menjengkelkan!”
.
.
.
Mohon maaf kalau hasil ceritanya kurang bagus ya reader. Author ngetiknya sambil nahan sakit karena sariwan. aduh jadi curhat kan...🤭 segini dulu ya. Vote, Like dan Komen. Terima kasih.