
London.
Tiga mobil sport melaju kencang menuju ke jalan yang ada di atas bukit. Sesekali mereka berlomba untuk memamerkan bakat yang mereka miliki. Daniel tidak kalah saat berlomba dengan Zeroun dan Kenzo. Bahkan Ceo itu juga selalu lebih unggul di depan. Sudah sering ia balap-balapan di Sapporo bersama Serena. Bakatnya semakin hebat karena mendapat pelatihan khusus dari Serena.
“Zeroun ayo kita drifting di jalan depan,” teriak Kenzo dengan wajah sangat bersemangat, “Aku yakin, Daniel tidak akan bisa.” Tanpa menunggu persetujuan Zeroun, pria itu menambah laju mobilnya ke arah jalan yang menanjak dan berkelok.
Zeroun mengukir senyuman kecil sebelum melajukan mobilnya untuk mendahului mobil Daniel yang ada di depannya. Pria itu berwajah cukup tenang dan santai. Sesekali ia juga masih sempat mengganggu baby Al yang ada di pangkuan Emelie.
Daniel menaikan alisnya saat melihat dua mobil yang semula ada di belakangnya kini telah berada di depan. Pria itu juga terlihat bersemangat untuk menambah laju mobilnya. Ia tidak peduli kalau di balik jalan menanjak akan ada jalan menurun dengan kelokan yang cukup curam.
Setelah beberapa kilometer menjauh, Kenzo mulai memainkan stir mobilnya. Ban mobil sport itu bergesekan dengan aspal jalanan hingga membuat jejak ban berbentuk lingkaran. Ada asap yang keluar akibat gesekan tersebut.
Zeroun juga mulai memainkan stirnya untuk mengimbangi gaya mobil Kenzo. Pria itu mengukir senyuman bahagia dengan klakson yang sengaja meledek Daniel. Emelie juga tertawa kegirangan saat dirinya berutar-putar di dalam mobil. Wanita itu baru pertama kali merasakan teknik drifting Zeroun. Selama ini ia hanya merasakan balap di jalan lurus tanpa gaya dan arah.
Daniel menghentikan laju mobilnya saat melihat dua mobil di hadapannya berputar dengan cukup indah. Wajahnya terlihat kesal dan cukup serius. Serena tertawa kecil saat melihat ekspresi wajah Daniel saat itu. Ia memegang lengan Daniel agar pria berstatus suaminya itu tidak terlalu memaksakan diri.
“Sayang, ayo kita jalan. Jangan hiraukan mereka,” ucap Serena dengan kelembutan. Wanita itu mengecup pipi baby El sebelum memeluknya dengan begitu gemas.
Daniel mulai menginjak gas mobilnya. Pria itu tidak pernah belajar dan tidak pernah tahu gaya drifting mobil. Tapi, sore itu ia cukup kesal melihat perlakuan Zeroun dan Kenzo. Dengan gaya seadanya, Daniel mulai memutar stir mobilnya agar mobil itu juga mengikuti gaya seperti rekannya.
Zeroun dan Kenzo menghentikan aksi mereka. Dua pria itu melebarkan bola matanya saat melihat gaya Daniel yang tidak teratur. Di tambah lagi, ada jurang yang curam di pinggiran kiri jalan.
“Apa Daniel gila! Dia tidak pernah drifting. Ini cukup beresiko!” umpat Kenzo kesal.
Zeroun memutar stir mobilnya. Sedikit lagi mobil Daniel dan Serena akan segera meluncur ke jurang. Pria itu tidak ingin sahabat terbaiknya celaka hanya gara-gara ide konyol yang di berikan adik iparnya sendiri.
Serena juga terlihat panik di dalam mobil. Wanita itu terlihat kebingungan saat baby El ada di pangkuannya. Jika sedang sendirian, mungkin ia akan segera melompat ke pangkuan Daniel dan menguasai stir mobilnya. Tapi, kini posisinya cukup sulit.
“Daniel, apa yang kau lakukan!” teriak Serena.
Daniel terlihat cukup tenang. Ekspresi wajah Ceo itu tidak sama dengan ekspresi wajah semua orang yang memperhatikannya. Zeroun menghantamkan bagian depan mobilnya dengan bagian belakang mobil Daniel. Gerakan yang di lakukan Zeroun berhasil membuat Daniel memutar arah mobilnya. Dengan gerakan cepat ia mengerem laju mobilnya.
Zeroun juga mengerem mobilnya secara cepat saat bagian depan mobilnya akan segera meluncur ke tepian jurang, “Sayang, apa kau baik-baik saja?” ucap Zeroun dengan wajah khawatir.
“Waw, ini sungguh luar biasa Zeroun,” teriak Emelie kegirangan, “Sayang, lihatlah jurang itu. Cukup indah bukan?” ucap Emelie pada baby Al yang kini ada di gendongannya.
Zeroun menghela napas kasar. Beberapa centimeter lagi mereka akan masuk ke dalam jurang. Tidak tahu selamat atau tidak jika memang nasip sial itu menimpah mereka. Tapi, Emelie justru kegirangan. Seolah Zeroun sedang melakukan atraksi terbaiknya untuk Emelie.
Serena memukul pundak Daniel dengan wajah kesal, “Mundur!” teriak Serena dengan wajah di penuhi amarah.
Setelah Daniel memundurkan mobilnya beberapa meter ke belakang, Serena meletakkan baby El di atas pangkuan Daniel, “Jaga putriku!” Wanita itu keluar dari dalam mobil lalu berjalan menuju ke arah bangku kemudi.
Daniel membuka pintu mobil dengan bibir membisu. Tidak ada yang bisa ia katakan lagi saat ini. Apapun yang akan ia katakan akan membuat istrinya semakin murkah dan tak terkendali.
“Turun!” perintah Serena dengan satu tangan di pinggang.
“Maaf,” ucap Daniel pelan sebelum keluar dari dalam mobil. Pria itu mengecup baby El tepat di hadapan Serena sebelum berjalan menuju ke bangku kemudi.
Kenzo dan Shabira kembali benapas lega saat melihat Zeroun dan Serena baik-baik saja. Wanita tangguh itu juga mendaratkan satu pukulan kepada suaminya, “Kenapa kau selalu mengganggu Daniel? Kau tahu Kenzo, ia pria yang tidak bisa di pancing. Apapun itu yang bisa kalian lakukan, ia juga ingin melakukannya,” ucap Shabira dengan wajah yang cukup kesal.
Kenzo menghela napas sambil mengetuk-ngetuk stir mobilnya dengan jari, “Aku hanya ingin membuatnya kesal dan merasa kalah.”
Zeroun memperhatikan Serena yang baru saja keluar dari dalam mobil. Pria itu mengukir senyuman kecil. Sudah bisa ia bayangkan bagaimana omelan wanita tangguh itu kepada suaminya.
“Sayang, kenapa Serena yang mengambil alih kemudi? Apa ini saatnya istri yang menyupir?” ucap Emelie dengan wajah polosnya, “Aku juga bisa balapan,” sambung Emelie dengan penuh percaya diri.
“Sayang, jangan pernah bermimpi untuk balapan lagi. Kau harus tetap duduk manis di situ. Jangan ikuti tingkah laku Serena,” ucap Zeroun penuh penekanan.
Serena membanting pintu mobil sambil mencengkram kuat stir mobilnya. Sekali lagi ia memandang wajah Daniel dengan wajah yang sangat menyeramkan, “Apa kau mau melihat drifting terbaik di pinggiran jurang, Daniel?”
Daniel menggeleng pelan dengan senyum menyeringai, “Gak, Sayang. Tiba-tiba saja aku-” ucapan Daniel terhenti saat Serena tiba-tiba saja melajukan mobilnya, “Sayang, apa yang kau lakukan?” teriak Daniel dengan wajah histeris. Kini mobil yang ia tumpangi melaju kencang menuju ke arah jurang yang sangat curam.
“Kau yang memulainya!” ucap Serena dengan ekspresi dingin. Wanita itu memutar stir mobilnya di waktu yang tepat. Beberapa meter sebelum mobil itu meluncur ke jurang, mobil Serena berputar-putar dengan indah. Ada asap dari ban yang bergesekan dengan aspal.
Semua orang hanya bisa tertegun kagum melihat aksi Serena sore itu. Cahaya matahari yang sudah berwarna jingga menambah keindahan drifting Serena.
“Serena sungguh luar biasa, Zeroun,” ucap Emelie dengan wajah berseri.
Di dalam mobil, Shabira tertawa terbahak-bahak saat Serena memamerkan bakat yang ia miliki, “Bahkan Kak Zeroun saja tidak bisa melakukannya. Apa kali ini kau menyerah, Kenzo?” ledek Shabira sambil mencubit perut suaminya.
“Aku ingin mengalahkan Daniel bukan Serena,” ucap Kenzo kesal. Pria itu kembali melajukan mobilnya karena tidak ingin melihat aksi Serena yang terbilang indah itu.
.
.
Satu bab dulu. Besok di usahakan 3 bab. Terima kasih.