Moving On

Moving On
S2 Bab 31



Sevilla.


Agen Mia berhasil melarikan diri dari sekapan pasukan Morgan. Namun, nasip baik tidak berpihak kepadanya siang itu. Baru beberapa meter ia berhasil menghindar. Tiba-tiba seorang pria memukul punggungnya hingga ia tidak lagi sadarkan diri.


Ketika membuka mata tubuhnya sudah ada di dalam mobil yang tertutup. Tidak ada udara sama sekali. Mobil itu terasa sangat panas dan menyesakkan dada karena terpapar sinar matahari langsung. Tubuhnya terikat dengan tali.


Agen Mia melebarkan kedua bola matanya saat melihat truk besar yang melaju cepat ke arah dirinya. Dengan tenaga penuh, Agen Mia berusaha melepas tali yang kini mengikat tubuhnya. Mobil itu bergerak-gerak saat Agen Mia terus saja berontak.


“Sia*l! Ikatan ini sangat kuat,” umpat Agen Mia dengan wajah yang cukup kesal.


Agen Mia memandang mobil yang kini melaju semakin cepat. Pasukan White Tiger berencana menabrak dan menyeret mobil yang kini di tumpangi Agen Mia ke tepian jurang. Dengan cara seperti itu maka kematian pasukan Gold Dragon terlihat sangat mengenaskan.


Dari kejauhan, Lukas muncul dengan mobilnya. Pria itu melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Sorot matanya yang tajam, menatap satu persatu pasukan White Tiger sebelum mengeluarkan tembakan. Peluru emas itu meluncur dengan sangat cepat menuju ke arah beberapa pasukan White Tiger yang berbaris.


Agen Mia kembali bernapas lega. Wanita itu tidak lagi merasa takut karena Lukas telah tiba untuk menolongnya. Kini ia hanya tinggal menunggu, sampai Lukas benar-benar menang melawan pasukan White Tiger.


Semua pasukan White Tiger yang masih bernyawa mulai mengeluarkan tembakan ke arah Lukas. Mereka terlihat sangat murkah karena Lukas datang di waktu yang tidak tepat. Rencana mereka harus gagal karena kehadiran Lukas.


Lukas memutar arah mobilnya. Kali ini ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke truk yang ingin menabrak mobil Agen Mia. Pria itu terlihat fokus dengan rencana singkat yang baru saja ia pikirkan beberapa menit yang lalu.


Agen Mia terlihat khawatir saat melihat trik yang di lakukan oleh Lukas. Kini, mobil Lukas dan truk millik white tiger sama-sama melaju cepat. Jika terus-terusan seperti itu maka mobil mereka akan bertabrakan dan menimbulkan ledakan yang cukup hebat.


“Apa pria ini gila? Apa yang ia pikirkan. Apa tidak ada cara lain selain cara bodoh seperti ini?” umpat Agen Mia dengan wajah kesal.


Lukas masih fokus dengan laju mobilnya. Ia menghitung jarak pertemuan mobilnya dengan mobil musuh dengan cukup teliti. Hingga beberapa meter sebelum mobil itu bersentuhan, Lukas melompat keluar mobil.


DHOOOM


Mobil yang di tinggalkan oleh Lukas menabrak truk pasukan white tiger. Ledakan besar itu tidak lagi dapat di hindari. Bagian depan truk terbakar lebih dulu. Setelah membuat kobaran api yang cukup besar, mobil yang sempat dikemudi Lukas melayang ke udara dengan kobaran api yang cukup panas.


Lukas mengeluarkan dua pistol lalu menembak musuh yang masih tersisa. Pria itu berusaha bangkit dan menjauh dari ledakan mobil yang baru saja terjadi. Ia berlari kencang menuju ke tempat Agen Mia berada. Gerakannya yang cepat membuat tembakan-tembakan yang mengincarnya tidak lagi tepat sasaran.


Lukas menarik paksa pintu mobil. Pria itu segera melepaskan tali yang mengikat kaki dan tangan Agen Mia.


“Apa kau baik-baik saja?” ucap Lukas tanpa mau memandang.


Agen Mia mengangguk cepat, “Maafkan aku sudah menyusahkanmu.”


Lukas menatap wajah Agen Mia sekilas sebelum menarik tangan wanita itu agar keluar dari dalam mobil, “Kita harus segera meninggalkan tempat ini.”


Lukas memasang tali di pinggangnya dan pinggang Agen Mia. Kini mereka berada di perbukitan yang menghadap langsung dengan lautan lepas. Satu-satunya tempat melarikan diri dengan melompat ke lautan yang berada tidak jauh dari posisi mereka berada.


“Dimana yang lain?” ucap Agen Mia sambil mencari.


“Aku belum mendapat kabar keberadaan mereka. Sekarang kita harus segera kabur dari tempat ini sebelum pasukan white tiger lainnya muncul.” Lukas menarik tangan Agen Mia agar wanita itu mengikuti jejak kakinya.


“Ini cukup beresiko,” ucap Agen Mia dengan wajah takut-takut.


“Tentu saja bi-”


Belum sempat Agen Mia mengeluarkan isi hatinya, Lukas sudah lebih dulu mendorong tubuhnya. Dengan gerakan cepat Lukas juga melompat ke dalam lautan. Tali yang sempat ada di pinggang Agen Mia dan Lukas membuat mereka tidak lagi terpisah.


Tembakan demi tembakan di keluarkan oleh pasukan white tiger ke arah lautan. Wajah mereka terlihat kesal saat melihat Agen Mia dan Lukas berhasil kabur dengan begitu mudah.


“Sebaiknya kita melaporkan hal ini kepada Bos Arron. Kita tidak akan bisa mengejar mereka jika keadaannya seperti ini,” ucap salah satu pasukan white tiger.


Semua pasukan white tiger memutuskan untuk pergi meninggalkan lokasi tersebut. Mereka tidak pernah tahu, kalau Agen Mia dan Lukas masih ada di dalam lautan yang sempat mereka tembak.


Hingga beberapa menit kemudian, Agen Mia dan Lukas muncul di permukaan laut secara bersamaan.


“Apa kau gila? Bagaimana jika aku terbawa ombak dan hilang di tengah-tengah samudera?” protes Agen Mia dengan wajah yang cukup kesal.


“Kau baik-baik saja. Sebaiknya jangan terlalu banyak protes,” ucap Lukas tanpa memandang. Pria itu memutuskan tali yang menyatukan dirinya dan Agen Mia.


Lukas dan Agen Mia duduk di bebatuan yang ada di pinggiran laut. Lukas mendongakkan kepalanya untuk memastikan lagi kalau pasukan white tiger telah pergi.


“Lana di culik. Maafkan aku karena tidak bisa menjaganya dengan baik.” Agen Mia melepas jaket hitam yang basah.


“Aku sudah tahu,” jawab Lukas sambil menatap tajam pemandangan indah yang tersaji di depan mata.


“Kenapa kau di sini? Kenapa kau tidak menolongnya?” tanya Agen Mia dengan wajah penasaran.


“Karena posisiku sangat dekat denganmu. Mereka membawa Lana ke Valencia. Sedangkan saat ini kita berada Sevilla. Butuh waktu enam setengah jam menuju ke sana jika menggunakan mobil.” Lukas beranjak dari duduknya.


“Lalu sekarang kita bagaimana?” Agen Mia juga beranjak dari duduknya. Wanita itu menatap wajah Lukas dengan seksama.


“Kau bisa pergi ke Valencia dengan mobil yang aku sediakan. Bersembunyilah di sebuah rumah yang ada di alamat ini. Aku akan menemuimu nanti.” Lukas menyodorkan kertas berisi alamat.


Agen Mia mengangguk pelan, “Kau ingin membebaskan Lana?”


“Ya,” jawab Lukas tanpa mau memandang lagi. Pria itu berjalan pergi meninggalkan Agen Mia yang masih berdiri mematung.


Agen Mia menggeleng pelan dengan tatapan tak terbaca, “Pria yang cukup bertanggung jawab. Ia bahkan masih sempat memikirkan keadaan orang lain walau kini kekasihnya dalam bahaya. Sepertinya ia memang sosok pemimpin yang pantas memimpin Gold Dragon.”


.


.


.


satu bab dulu. Like, Komen dan Vote. besok kita banyak ge ya babnya