Moving On

Moving On
Tiba di Brazil



Pagi hari di langit Amerika selatan. Matahari terlihat sangat cerah menghiasi langit biru. Gumpalan awan putih bertebaran di angkasa dengan begitu rapi. Seperti sebuah lukisan yang sangat indah. Dataran Amerika Selatan terlihat sangat indah. Hamparan daratan dan gedung-gedug itu, menyatu dengan hijaunya pepohonan.


Emelie terbangun saat merasakan matahari yang menyinari wajahnya. Perlahan ia membuka matanya yang masih terasa berat. Wanita itu merasakan sesuatu yang hangat yang menyelimuti tubuhnya.


Emelie menggerakkan satu tangannya untuk megucek kedua bola mata biru miliknya. Wanita itu tidak pernah menyangka, kini ia berada di dalam pelukan Zeroun. Matanya melebar, saat ia melihat kedua tangan Zeroun melingkari tubuhnya.


“Apa yang terjadi? kenapa dia bisa ada di kursi ini?”


Emelie menggerakkan kepalanya secara perlahan. Mendongak ke atas untuk melihat dengan jelas wajah Zeroun pagi itu.


“Selamat Pagi,” ucap Zeroun dengan senyum kecilnya.


Emelie membalas senyuman Zeroun dengan senyuman manis. Wanita itu masih bingung dengan semua yang terjadi. Jantungnya berdebar dengan cepat. Ia merasa gugup saat kini tidak ada lagi jarak antara dirinya dan Zeroun.


“Apa kita sudah sampai?” Emelie memberanikan dirinya untuk bertanya.


Zeroun menatap jam yang melingkar di tangannya, “1 Jam lagi.”


Emelie mengangguk pelan. Tapi, kepalanya masih bersandar di dada Zeroun.


“Emelie ... apa kau bisa menyingkir? Aku ingin mandi.”


Emelie tersadar, dengan kedua tangannya yang kini terlihat menghalangi Zeroun. Dengan cepat, ia berdiri dari kursi itu dengan wajah yang merona malu.


“Apa yang kau lakukan di kursi itu?” tanya Emelie sambil menunduk menahan malu.


Zeroun menarik napas memperhatikan wajah polos Emelie. Pria itu mendekatkan wajahnya di depan wajah Emelie.


“Tentu saja tidur dengan kekasihku.” Ada senyuman kecil di bibir Zeroun. Setelah berhasil menggoda Emelie, pria itu berjalan dengan santai menuju ke kamar mandi.


“Tidur denganku?” Emelie mengulangi perkataan Zeroun. Ia kembali duduk di kursi yang sama. Mencerna kembali kalimat yang baru saja diucapkan oleh Zeroun.


Ini pertama kalinya bagi Emelie berpacaran dan jatuh cinta. Putri Kerajaan itu tidak tahu. Bagaimana pacaran. Apa yang harus di lakukan saat pacaran. Baginya, pacaran itu agar selalu dekat dengan pria yang ia cintai. Sisanya, Emelie tidak tahu banyak.


Satu pramugari berjalan mendekati kursi Emelie. Wanita cantik itu menunduk dengan satu paper bag di tangannya.


“Selamat pagi, Nona. Ini baju ganti anda. Saya akan membantu anda untuk mandi dan berganti pakaian.”


Emelie mengangguk, dengan satu senyuman manis. Dengan cepat, ia beranjak dari kursi itu untuk mengikuti pramugari itu. Ia berjalan ke arah yang berlawanan dari arah Zeroun.


Beberapa menit kemudian. Emelie telah selesai mandi dan mengganti pakaiannya. Wanita itu berjalan ke arah kursi dengan senyuman yang sangat indah. Wajahnya terlihat sangat segar.


Gaun berwarna putih dengan high heels hitam menjadi setelannya pagi itu. Rambutnya terikat sedikit dengan pita bertabur mutiara. Sejak Zeroun suka dengan rambutnya yang tergerai, Emelie tidak ingin mengikat rambutnya lagi. Emelie ingin selalu terlihat cantik di mata Zeroun.


Zeroun sudah duduk manis di kursinya. Pria itu terlihat sibuk dengan ponsel yang ada di genggamannya. Tatapan matanya tidak teralihkan, walau kini Emelie telah duduk di hadapannya. Wajahnya terlihat sangat serius.


Zeroun baru saja menerima kabar kalau Jesica kini ada di Cambridge. Padahal tujuan keberangkatannya ke Brazil adalah untuk menemui Jesica. Tapi, kini wanita itu tidak ada di tempat yang ingin ia datangi.


Rasa kesal dan amarah kini melebur menjadi satu di dalam hati Zeroun. Bos Mafia itu ingin meluapkan amarahanya detik itu juga. Tetapi, saat melihat wajah polos Emelie. Ia megurungkan semuanya. Zeroun tidak ingin membuat Emelie menjadi takut.


Emelie merasakan wajah kesal Zeroun pagi itu. Tetapi ia tidak berani mengeluarkan kata. Emelie tahu, jika suasana hati Zeroun terlihat buruk.


Pesawat itu mendarat dengan sempurna. Zeroun beranjak dari duduknya saat pesawat miliknya sudah tidak bergerak lagi. Pria itu menatap Emelie dengan seksama.


“Kita sudah sampai di Brazil.”


Emelie mengangguk pelan. Wanita itu beranjak dari duduknya, melangkah secara perlahan. Ia masih belum berani menatap wajah Zeroun pagi itu. Emelie hanya menunduk sambil berjalan mendekati posisi Zeroun.


“Apa yang terjadi?” tanya Zeroun sambil mengeryitkan dahi. Emelie terlihat berbeda pagi itu.


Emelie menggeleng pelan tanpa menjawab.


“Baiklah, jika tidak ingin mengatakannya.” Zeroun berjalan lebih dulu meninggalkan Emelie di belakang dengan ekspresi dingin favoritnya.


“Tunggu,” celetuk Emelie.


“Apa terjadi sesuatu? wajahmu terlihat menakutkan. Aku ... apa Aku melakukan kesalahan yang membuat suasana hatimu menjadi buruk?” Emelie memejamkan matanya dengan kepala menunduk. Ia tidak tahu, kalimat itu bisa menyinggung hati Zeroun atau tidak. Namun, memang itulah isi hatinya saat ini.


Apa dia pikir Aku marah karena dirinya? Emelie ... Emelie. Mana sifat angkuhmu selama ini? Apa kau benar-benar berubah menjadi wanita bodoh saat di dekatku?


“Tidak ada, Ayo.” Zeroun mengulurkan tangan kanannya di hadapan Emelie.


Tapi, Emelie hanya menunduk. Ia tidak berani untuk menyentuh Zeroun.


“Jangan takut, Ayo kita turun.”


Ketika Emelie yakin, kalau semua ini bukan kesalahannya. Dengan wajah bahagia, ia menyambut uluran tangan Zeroun. Berjalan dengan hati-hati mengikuti langkah Zeroun.


Di bawah. Lukas dan pasukan Gold Dragon sudah berbaris rapi untuk menyambut kedatangan Zeroun pagi itu. Lukas dan Gold Dragon menunduk hormat saat Zeroun sudah berada di hadapan mereka.


Lukas menatap wajah Emelie. Wajahnya terlihat bingung saat itu. Di tambah lagi, Bos Zeroun telah menggandeng tangan Emelie layaknya sang kekasih. Zeroun bukan tipe pria yang sembarangan menyentuh wanita. Jika pagi itu ia menggenggam tangan Emelie, sudah bisa di pastikan kalau kini Emelie adalah wanitanya.


“Selamat Pagi, Bos.” Lukas memandang wajah Emelie lagi.


“Selamat Pagi, Putri Emelie.”


“Selamat Pagi, Bos Lukas.” Emelie tersenyum riang saat melihat wajah Lukas. Entah kenapa, setiap kali dirinya melihat wajah Lukas wanita itu tergerak ingin menjahilinya.


Mendengar perkataan Emelie, Zeroun melirik ke arah Emelie. Sedangkan Lukas hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia tidak ingin menimbulkan masalah karena memandang wajah wanita milik Bos-nya.


“Apa semua sudah dipersiapkan?” tanya Zeroun sambil terus berjalan.


“Sudah, Bos. Rumah baru kita akan menjadi tempat yang paling aman untuk berlindung.” Lukas menjelaskan lokasi markas sementara mereka selama berada di Brazil. Rumah itu terletak di lokasi sunyi perbukitan yang jauh dari kota. Lukas sengaja memilih tempat tenang dan sunyi itu sebagai markas mereka.


“Apa mereka tahu?” tanya Zeroun cepat.


“Sejauh ini, Hells ....” ucapan Lukas terhenti saat Zeroun menghentikan langkahnya secara mendadak.


Zeroun memutar tubuhnya, memandang wajah Lukas dan Gold Dragon secara bergantian.


“Mungkin, kita bisa menyebutnya dengan tomat busuk.” Ada kode yang diberikan Zeroun. Pria itu tidak ingin Emelie tahu masalah apa yang kini ia hadapi.


Lukas mengerti dengan kode itu, “Ya, Bos. Tomat busuk belum menyadari keberadaan kita di sini.”


“Tomat busuk?” celetuk Emelie dengan wajah bingung.


Zeroun tertawa kecil, “Kita akan berjalan-jalan ke kebun tomat.”


“Benarkah?” Wajah Emelie berseri.


“Apa kita ke Brazil untuk berjalan-jalan?” tanya Emelie dengan penuh semangat.


Zeroun mengangguk untuk mewakili jawabannya, “Ayo kita istirahat dulu di rumah kita.” Zeroun menarik tangan Emelie. Melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.


Lukas dan beberapa pasukan Gold Dragon terlihat menahan tawa. Bahkan untuk pertarungan berbahaya ini, Zeroun masih sanggup mengatakan misinya sebuah perjalanan liburan.


Bos, apa anda kini telah jatuh hati dengan wanita keras kepala ini. Tapi, kelihatannya wanita ini tidak terlalu angkuh jika dibandingkan sebelumnya.


Lukas hanya berani meluapkan pikirannya di dalam hati. Walaupun sampai detik ini ia masih tidak percaya. Kalau bos kesayangannya bisa secepat itu jatuh hati kepada Emelie.


Vote, like, komen...


biar author semangat.


Terima Kasih untuk Reader setia.


Love u Pulll....💗