
Malam hari di tengah taburan bintang. Zeroun membawa Emelie ke sebuah lapangan yang sangat luas. Di lapangan itu sudah ada satu helikopter yang menyambut kedatangan Zeroun dan Emelie. Dengan senyuman, Zeroun melepas sabuk pengaman yang ada di tubuhnya dan Emelie. Pria itu keluar bersama dari dalam mobil saat dua pengawal membukakan pintu mobilnya.
Emelie terlihat bingung saat melihat helikopter di hadapannya. Wanita itu memandang Zeroun yang berjalan mendekati tubuhnya.
“Sayang, Ayo.” Zeroun merangkul pinggang Emelie dengan begitu mesra. Membawanya menuju ke arah helikopter dengan baling-baling yang sudah berputar. Angin yang disebabkan oleh helikopter itu sangat kencang. Membuat gaun panjang dan rambut Emelie berterbangan.
Beberapa pasukan Gold Dragon yang ada di lapangan luas itu menunduk saat Zeroun semakin dekat dengan helikopter. Pintu helikopter terbuka untuk menyambut kedatangan Zeroun dan Emelie.
Zeroun membantu Emelie naik ke atas helikopter. Setelah Putri Kerajaan itu duduk dengan posisi nyaman, Zeroun naik dan duduk di samping Emelie. Wajah sepasang kekasih itu terlihat bahagia.
“Zeroun, kita mau kemana?” tanya Emelie dengan nada manja.
“Kejutan,” jawab Zeroun sambil menarik pinggang Emelie agar merapat dengan tubuhnya. Dengan manja Emelie menjatuhkan kepalanya di atas pundak Bos Mafia itu. Lagi-lagi hatinya merasa bahagia yang tidak cukup untuk di ucapkan dengan kata-kata.
Tanpa menunggu lama. Helikopter itu mulai naik dan terbang menuju arah kota. Berputar-putar di atas pemandangan kota yang begitu indah. Ada banyak lampu warna-warni yang terlihat seperti lukisan yang begitu indah. Emelie memperhatikan keindahan Brasil di malam hari.
Pemandangan indah seperti itu tidak pernah ia lihat sebelumnya. Ini pertama kalinya Emelie bisa menyaksikan keindahan kota dari udara dengan jarak yang begitu dekat. Zeroun tersenyum melihat wajah bahagia Emelie. Pria itu juga memperhatikan setiap sudut jalan yang ada di bawah. Menyusun strategi untuk peperangan besarnya nanti.
‘Emelie, Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di hari yang akan datang. Malam ini, Aku ingin membuatmu bahagia. Demi cinta kita Aku akan selalu berjuang untuk memenangkan pertarungan ini. Hanya demi dirimu, Emelie.
Zeroun tersenyum untuk menutupi kesedihannya. Mencium punggung tangan Emelie dengan penuh cinta.
Hingga beberapa saat kemudian. Helikopter itu turun di atap gedung tertinggi yang ada di kota. Setelah Emelie dan Zeroun turun, helikopter itu pergi meninggalkan mereka berdua.
Zeroun menarik tangan Emelie, membawa wanita itu berjalan ke tepian gedung. Angin berhembus dengan begitu kencang.
“Sayang, apa Kau menyukai kejutan kecil ini?” Zeroun menarik tubuh Emelie. Memeluk wanita itu dari belakang sambil menatap ke arah kota.
“Aku sangat suka dengan kejutan kecil ini. Ini seperti mimpi yang tidak pernah ada di dalam impianku. Aku ingin, setiap saat kita bisa merasakan kebahagiaan seperti ini.” Emelie memegang kedua tangan Zeroun yang kini mengunci perutnya.
“Apa kau sudah siap dengan kejutan selanjutnya?” Zeroun berbisik di telinga Emelie.
“Ada lagi?” Emelie memandang wajah Zeroun yang ada di samping kepalanya.
“Ya, pejamkan matamu, Sayang.” Zeroun melepas pelukannya. Berdiri tegak di hadapan Emelie sambil mengeluarkan kotak cincin dari dalam sakunya.
“Ok, sekarang buka matamu.” Zeroun berlutut dengan satu kaki di tekuk. Atap itu tiba-tiba berubah terang dengan lampu warna-warni yang membentuk gambar hati.
Emelie menutup mulutnya dengan kedua tangan. Matanya tampak berkaca-kaca karena terlalu bahagia. Semua pemandangan itu telah dipersiapkan Zeroun untuk melamar Emelie. Bos Mafia itu ingin mengungkapkan isi hatinya kepada wanita yang sangat ia cintai.
Emelie mematung beberapa saat. Semua itu seperti sebuah mimpi yang sangat indah. Dengan lembut ia menarik tangan Zeroun agar pria itu tidak lagi berlutut di hadapannya. Dengan wajah bingung, Zeroun berdiri dan memperhatikan wajah Emelie dengan seksama.
Emelie tidak menerima atau menolak lamarannya. Wanita itu hanya tersenyum sambil meneteskan beberapa bulir air mata.
“Sayang, apa kau menerima lamaranku?” Wajah Zeroun benar-benar terlihat serius dengan apa yang ia ucapkan. Pria itu sangat sadar dengan kehidupan berbahayanya yang akan selalu membuat Emelie tidak bisa bernapas dengan tenang. Ada rasa takut dan sedih jika Emelie menolaknya malam ini.
“Jika Aku menolak, apa kau akan tetap memaksaku?” Emelie tersenyum kecil. Hingga membuat suasana hening sejenak.
Zeroun menyentuh dagu Emelie dengan lembut, “Mungkin.” Pria itu berusaha menghirup napas panjang untuk menghilangkan rasa gugup di dalam dirinya.
“Emelie, Aku bukan pria yang baik. Mungkin kita akan menghabiskan hari–hari kita dengan pertempuran dan darah dimana–mana. Tapi, satu hal yang harus kau tahu, Aku akan selalu menjaga istriku. Membuatmu bahagia. Memberikan seluruh cinta yang Aku punya hanya untukmu,” ucapan Zeroun bagai sebuah janji yang tidak akan pernah ia khianati. Hatinya hanya ingin berlabu dengan Emelie. Ia tidak ingin kehilangan wanita yang ia cintai lagi.
“Ya, Zeroun. Aku mau menikah denganmu. Menjadi istrimu. Aku akan setia menunggumu jika kau pergi bertarung. Aku mencintaimu Zeroun Zein. Seluruh kekurangan yang ada di dalam dirimu akan Aku pandang sebagai kelebihanmu.” Emelie tersenyum dengan begitu indah.
Zeroun memejamkan mata sebelum memeluk Emelie dengan begitu erat, “Aku akan menjagamu dengan sebaik mungkin. Aku tidak akan membiarkan orang lain mencelakaimu meskipun nyawaku taruhannya.” Zeroun mengecup pucuk kepala Emelie. Melepas pelukannya, untuk memasang cincin itu di jari manis tunangannya. Satu senyuman terukir indah di bibir Emelie. Wanita itu mengangkat jarinya sambil memperhatikan cicin berlian yang terselip rapi dijarinya.
“Apa kau menyukainya?’’ tanya Zeroun dengan rasa khawatir.
Kali ini dia jatuh cinta pada putri kerajaan. Wanita yang memiliki level hidup paling tinggi. Zeroun tidak tau apa cincin berlian itu di sukai oleh Emelie atau tidak. Mengingat hidup Emelie selama ini di penuhi dengan barang–barang mewah dengan harga yang fantastis.
“Ini cincin terbaik yang pernah aku miliki seumur hidupku.” Emelie berjalan mendekati Zeroun. Mengalungkan kedua tangannya di leher Zeroun.
“Kau cinta pertamaku Zeroun Zein. Aku ingin Kau juga menjadi suamiku hingga akhir hayatku.” Emelie memandang wajah Zeroun dengan mata berkaca-kaca karena bahagia.
Zeroun menarik tubuh Emelie ke dalam pelukannya. Mencium bibir Emelie dengan penuh cinta. Satu tangannya ia lekatkan di pinggang ramping Emelie. Zeroun tidak ingin melepaskan wanitanya lagi. Pada siapapun itu walau ia harus melawan seluruh isi dunia.
Impianku saat ini cukup sederhana. Aku ingin membalut luka dengan cinta. Menghapus semua hal pahit dengan keindahan. Menciptakan sebuah dunia penuh cahaya untuk kita bahagia selamanya.
~Zeroun Zein~
Emelie memejamkan mata untuk menikmati ciuman hangat Zeroun malam itu. Kedua tangannya memeluk leher jenjang Zeroun dengan begitu mesra. Bagi Emelie pertunangan ini seperti sebuah kekuatan untuknya keluar dari kesengsaraan. Tidak ada yang lebih berarti di dalam hidupnya selain dicintai oleh pria yang sangat ia cintai. Wanita itu tidak pernah berpikir, kalau pertunangan itu adalah awal mula cinta mereka akan di uji oleh takdir.
(Bukan di uji author ya, Hahaha)
Ok.Yang sejak kemarin2 nagih part ini. Bagi vote yang banyak. Biar rangking Bos Zeroun dan Putri Emelie naik.
Terima kasih.